Anda di halaman 1dari 32

Biodegradasi Limbah Organik dari Air Sungai

Tercemar, Pasar dan Limbah Domestik dengan


Menggunakan Mikroorganisme Alami Tangki
Septik
Augustine Eka D 140801465
Anganthi Rizqi S 140801486
Pascalia Shendy 140801499
Agnes Triffany 140801509

Latar Belakang
Pencemaran lingkungan berhubungan erat dengan
limbah, termasuk limbah organic dari pasar maupun
domestic yang paling besar mencemari lingkungan.
Permasalahan limbah timbul karena ketidakseimbangan
antara produksi limbah dengan pengolahannya dan semakin
menurunnya
daya
dukung
alam
sebagai
tempat
pembuangan limbah (Rizaldi, 2008).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh JICA (Japan


International
Cooperation
Agency)
bekerjasama
dengan
Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 1993 dan 2005, kegiatan
yang dilakukan rumah tangga (domestik) dan pasar menghasilkan
limbah organik sebanyak 79,19 % (Christianto, 2007), dimana
sekitar 90% air limbah dibuang langsung ke badan air tanpa
diolah sehingga baik langsung maupun tidak memberikan
sumbangan terhadap pencemaran air (Sasongko, 2006).
Pengaruh utama limbah organik yang masuk ke dalam air
adalah
menurunkan
kandungan
oksigen
terlarut
dan
meningkatkan Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical
Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS) dan Total
Dissolved Solid (TDS) yang merupakan parameter utama dalam
pencemaran air (Lestari, 2008).

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan


atau mengurangi tingkat pencemaran air adalah dengan cara
biologis menggunakan mikroorganisme yang cukup efektif
dengan biaya pengoperasian rendah dan dapat mereduksi
BOD hingga 90% (Pohan, 2008). Metode ini salah satu cara
yang tepat, efektif dan hampir tidak ada pengaruh
sampingannya pada lingkungan berupa racun atau peledakan
populasi mikroorganisme (blooming) karena mikroorganisme
akan mati seiring dengan habisnya bahan organik
(Darmayasa,
2008).,
salah
satunya
melalui
proses
katabolisme.

Mikroorganisme yang dapat mengurai senyawa organik,


dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya bisa
didapatkan dari tangki septik antara lain yaitu bakteri
coliform, enterococci, fungi, actinomycetes dan protozoa
yang memiliki kemampuan mendegradasi bahan organik .
Mikroorganisme ini menghasilkan enzim selulase, proteolitik
atau protease dan lipase (Gandjar, 2006).

Metode Percobaan

Sumber
inokulum

Sampel
limbah
organik

Pembuat
an
medium
liimbah
organik

Inokulasi
mikroorg
anisme
tangki
septik ke
medium

Pembuat
an
reaktor

Pengukur
an
paramete
r limbah
organik

NEXT

Sampel limbah organik


Limbah organik sungai
Limbah organik pasar
Limbah organik selokan

BACK

Pembuatan medium
Sampel limbah organik 1200 ml
Sampel limbah organik 1500 ml
Sampel limbah organik 1500 ml

Ketiga sampel kemudian ditambahkan 0,1% NPK dan 10%


urea dari vol limbah

BACK

Inokulasi mikroorganisme
Mikroorganisme tangki septik (300 ml) diinokulasikan ke

dalam medium limbah organik


Kontrol positif
bioaktivator ke dalam medium limbah
Kontrol negatif
tidak ditambah
mikroorganisme/bioaktivator

BACK

Pembuatan reaktor
Ada 54 reaktor
27 reaktor
27 reaktor

kondisi terang
kondisi gelapp

BACK

Pengukuran parameter
Hari ke-nol

BOD
COD
TSS
TDS
pH

Masa
inkubasi 5
hari

BOD

Setiap selang
waktu 5 hari
selama masa
inkubasi 20 hari

COD
TSS
TDS
pH
BACK

Analisis Data

Parameter pH pada limbah pasar, domestik dan sungai


tercemar, mengalami peningkatan nilai dari hari ke-0 sampai
hari ke-20. Adanya perubahan pH menunjukkan terjadinya
proses biodegradasi bahan organik. Bertambahnya nilai pH
disebabkan oleh proses denitrifikasi, yaitu perubahan NO2
menjadi N2 (Madigan, 1997). Keberadaan N2 inilah yang
menyebabkan pH meningkat. Perubahan nilai pH pada
limbah domestik, pasar dan sungai tercemar selama masa
inkubasi 20 hari dapat dilihat pada Gambar 5.

Berdasarkan perubahan nilai pH pada tiga sumber limbah


organik yang berbeda, terlihat bahwa limbah organik dalam
limbah pasar lebih banyak didegradasi oleh mikroorganisme
tangki septik. Hal ini dapat dilihat pada perubahan pH dari
hari ke-0 sampai hari ke-5, yaitu dari pH 2 menjadi 10 pada
kondisi gelap dan dari pH 2 menjadi 9 pada kondisi terang.

Biodegradasi Limbah Organik Pada 5 Hari


Masa Inkubasi
Proses biodegradasi yang terjadi dalam limbah dapat dilihat
dari nilai BOD yang semakin menurun (Fatha, 2007).
Biochemical Oxygen Demand (BOD) merupakan nilai
senyawa organik yang mudah terdegradasi. Nilai ini
ditunjukkan dalam milligram oksigen yang dibutuhkan
mikroorganisme untuk mendegradasi bahan organik dalam
satu liter air (Smith, 2005).

Adanya proses degradasi juga dapat ditunjukkan


dengan semakin menurunnya nilai COD, TSS dan
TDS (Wirda, 2011 dan Lestari, 2008). Sama
seperti pada parameter BOD, semakin kecil
perubahan nilai COD, TSS dan TDS menunjukkan
semakin kecil proses degradasi yang terjadi pada
pengolahan limbah.

Kemampuan mikroorganisme alami tangki septik dalam


mendegradasi bahan organik pada limbah pasar lebih besar
dari limbah domestik dan sungai tercemar berdasarkan
parameter BOD, COD, TSS dan TDS dapat dilihat pada
Gambar 6. Ini menunjukkan ada kecenderungan searah
dengan kenaikan parameter pH. Berdasarkan parameter
tersebut, juga dapat dilihat bahwa mikroorganisme alami
tangki septik mendegradasi bahan organik lebih besar pada
kondisi gelap.

Pada kondisi gelap, terdapat empat parameter yang mengalami


penurunan pada limbah pasar, yaitu BOD dari 1830 mg/l
menjadi 656.7 mg/l, COD dari 1640 menjadi 40 mg/l, TSS dari
0.85 mg/l menjadi 0.36 mg/l dan TDS dari 3.76 mg/l menjadi
3.053 mg/l (Gambar 6). Sedangkan pada limbah domestik dan
sungai hanya terdapat 2 parameter yang mengalami
penurunan yaitu BOD dan TSS. Pada limbah domestik, BOD
mengalami perubahan nilai dari 2560 mg/l menjadi 1325.3 mg/l
dan TSS dari 15550 mg/l menjadi 17.3 mg/l. Pada sungai
tercemar, BOD mengalami perubahan nilai dari 18 mg/l menjadi
8 mg/l dan TSS dari 0.076 mg/l menjadi 0.041 mg/l.

Pada kondisi terang, limbah pasar memiliki 3 parameter yang


mengalami penurunan setelah 5 hari masa inkubasi, yaitu
nilai BOD dari 1830 mg/l menjadi 600 mg/l, kemudian nilai
COD dari 1640 mg/l menjadi 226.7 mg/l dan nilai TSS dari
0.85 mg/l menjadi 0.19 mg/l (Gambar 6). Sedangkan pada
limbah domestik dan sungai tercemar hanya terdapat dua
parameter yang mengalami penurunan, yaitu parameter BOD
dan TSS. Pada limbah domestik, BOD mengalami perubahan
nilai dari 2560 mg/l menjadi 1703.3 mg/l dan TSS mengalami
perubahan nilai dari 15550 mg/l menjadi 37 mg/l. Pada
limbah sungai, BOD mengalami perubahan nilai dari 18 mg/l
menjadi 10 mg/l dan TSS mengalami perubahan nilai dari
0.076 mg/l menjadi 0.075 mg/l.

Biodegradasi Limbah Organik Setelah Hari ke-5


Masa Inkubasi (Hari ke 10 Sampai Hari ke-20)
Nilai COD
Semakin meningkatnya nilai COD dapat terjadi karena
adanya pengambilan sampel setiap 5 hari sekali tanpa
diikuti dengan penggantian volume dengan aquades dalam
bioreaktor. Oleh karena volume sampel yang semakin
berkurang, maka sampel menjadi semakin pekat. Hal ini
dapat dilihat dari nilai COD pada kontrol negatif dan kontrol
positif yang juga mengalami peningkatan.

Nilai Chemical Oxygen Demand (COD) umumnya lebih besar


dari Biochemical Oxygen Demand (BOD) karena COD
merupakan total dari bahan organik yang terkandung pada
limbah, sedangkan BOD hanya merupakan bahan organik
yang mudah didegradasi. Lebih besarnya nilai COD dari
pada BOD pada limbah pasar dan limbah organik
dikarenakan adanya proses pengenceran sebelum uji BOD
dilakukan.

Nilai TSS
Semakin kecil penurunan nilai TSS pada pengolahan limbah,
menunjukkan proses degradasi bahan organik juga semakin
kecil. Parameter TSS limbah pasar, limbah domestik dan
sungai tercemar setelah hari ke-5 bersifat fluktuatif (Gambar
8). Hal ini juga menunjukkan bahwa nilai parameter
pengamatan, terutama TSS dipengaruhi oleh volume air.

Perubahan nilai parameter TDS setelah hari ke-5 juga


bersifat fluktuatif seperti pada parameter COD dan TSS.
Namun pada limbah pasar, nilai TDS cenderung mengalami
penurunan, ini menunjukkan bahwa ada proses degradasi
yang terjadi pada limbah pasar. Peningkatan nilai TDS dapat
disebabkan karena adanya proses pemecahan bahan
organik yang tadinya merupakan suspended solid.