Anda di halaman 1dari 24

Asuhan Keperawatan pada

anak dengan Marasmus dan


Kwashiorkor
Ns. Monalisa, S.Kep., M.Kep

Pengertian

Malnutrisi energi protein (MEP) adl


tidak adekuatnya intake protein dan kalori
yg dibutuhkan oleh tubuh.
Kwashiorkor : suatu penyakit yg
disebabkan oleh kekurangan protein baik
dari segi kualitas dan kuantitasnya
Marasmus : suatu penyakit yg
disebabkan oleh kekurangan kalori dan
protein.

Penyebab Masalah Gizi


Status
Gizi
ASUPAN
GIZI

INFEKSI
PENYAKIT

Penyebab
LANGSUNG

Ketersediaan
Perilaku/asuhan Pelayanan
Pangan tingkat
Ibu dan Anak kesehatan
Rumah Tangga

Penyebab
TAK
LANGSUNG

KEMISKINAN, PENDIDIKAN RENDAH,


KETERSEDIAN PANGAN, KESEMPATAN KERJA

Masalah
UTAMA

KRISIS POLITIK DAN EKONOMI

Masalah
DASAR

DAMPAK KURANG GIZI

Gizi kurang &


infeksi

Gizi cukup &


sehat

Otak Kosong bersifat permanen


Tak terpulihkan

Anak cerdas
dan produktif

MUTU SDM RENDAH

MUTU SDM TINGGI

BEBAN

ASET

Sumber : FKM UI & Unicef, 2002

II.

PATOGENESIS

Primary anadequancy

Nutritional Inadequacy

Tissue depletion

Biochemical
Lession

Perubahan
fungsi

Secondary Inadequacy

Manifestasi

Anatomic
Lession

Patofisiologi
Kwashiorkor
Kekurangan protein dalam makanan asam amino
essensial dalam serum yang diperlukan untuk sintesis dan
metabolisme terutama sebagai pertumbuhan dan
perbaikan sel makin berkurangnya asam amino dalam
serum menyebabkan berkurangnya produksi albumin hati.

Kulit akan tampak bersisik dan kering depigmentasi.


Anak mengalami ggn pd mata kekurangan vitamin A.
Kekurangan mineral : besi, kalsium dan seng.
Edema hipoproteinemia yg mana cairan akan berpindah dari intra
vaskuler kompartemen ke rongga interstitial ascites. Ggn
gastrointestinal seperti adanya perlemakan pd hati dan atropi pd sel
acini pankreas.

Skema konsep dan indikator

Marasmus
marasmus ditandai dgn atropi jaringan, terutama lapisan
subkutan dan badan tampak kurus seperti orang tua.
Pada metabolisme lemak kurang terganggu dari pd
kwashiorkor, kekurangan vitamin biasanya minimal atau
tidak ada.
Dimensi
Kontrol
Konsep
Pola Asuh

Variebel
Pola asuh

Dimensi
Kehangatan

Indikator

Indikator

Pada marasmus tdk ditemukan edema akibat dari


hipoalbuminemia dan atau retensi sodium. Pemenuhan
kebutuhan dlm tbh masih dpt dipenuhi dgn adanya cadangan
protein sebagai sumber energi.

KEP - Gizi Buruk :


Marasmus
Wajah spt orang tua

Rambut masih hitam

Iga gambang, sangat kurus

Atrofi otot,
Lemak sangat tipis/habis

KEP - Gizi Buruk : Kwashiorkor

Kurus, Tulang Selangka &


Tulang Rusuk Kelihatan

Edema

Gizi buruk : Kwashiorkor


Rambut
jarang

Wajah
Puffy

Edema

KEP-Gizi Buruk : Kwashiorkor

Crazy Pavement
Dermatosis

Kwashiorkor

Hepatomegali
(pembesaran hati)

Edema

Masalah gizi ganda

Gizi lebih

Gizi kurang

DI INDONESIA TAHUN 2002,


165.000 ANAK BALITA DENGAN
GIZI BURUK TINGKAT BERAT

Manifestasi klinis
Kwashiorkor
Muka sembab
Letargi
Edema
Jaringan otot mengecil
Jaringan subkutan tipis dan lembut
Warna rambut pirang atau seperti rambut
jagung
Kulit kering dan besisik
Alopecia
Anoreksia
Gagal dalam tumbuh kembang
Tampak anemia

MANIFESTASI
KLINIS
Marasmus
Badan kurus kering
Tampak seperti orang tua
Lethargi
Iritabel
Kulit berkeriput
Ubun ubun cekung pada bayi
Jaringan subkutan hilang
Turgor kulit jelek
Malaise ,Apatis
Kelaparan

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium : albumin,
creatinine, dan netrogen. Elektrolit, Hb,
Ht, transferin.

Penatalaksanaan
Terapeutik
Diit tinggi kalori, protein, mineral, dan vitamin
Pemberian terapi cairan dan elektrolit
Penanganan diare bila ada; cairan, antidiare
dan antibiotik.

Pengkajian
Keperawatan

Riwayat status sosial - ekonomi


Kaji riwayat pola makan
Pengkajian antropometri
Kaji manifestasi klinis
Monitor hasil laboratorium
Timbang berat badan
Kaji tanda tanda vital

Beberapa Cara Pengukuran Fisik


Pengukuran Tinggi Badan
Dilakukan pada anak dan orang dewasa yang
dapat berdiri
Pengukuran Panjang Badan
Untuk bayi atau anak < 2 tahun
Pengukuran Lingkar Kepala
Untuk mengukur pertumbuhan otak
Pengukuran Berat Badan
Dilakukan pada bayi dengan timbangan bayi
Dilakukan untuk anak dan orang dewasa yang
dapat berdiri dengan menggunakan beam
balance scale

DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b.d tidak adekuatnya intake nutrisi.
2. Kekurangan volume cairan b.d kehilanga cairan aktif b.d
3. Risiko ketidakseimbangan elektrolit b.d
ketidakseimbangan cairan
4. Konstipasi b.d kurangnya intake cairan dan makanan
5. Ggn integritas kulit b.d tidak adanya kandungan
makanan yang cukup.
6. Risiko infeksi b.d ggn respon imun sekunder dari
malnutrisi
7. Kurangnya pengetahuan b.d defisiensi informasi
memberikan intake nutrisi yg adekuat pada anak

Intervensi Keperawatan
NDX 1.
Kaji antropometri
Kaji pola makan
Berikan intake makanan tinggi; kalori, protein,
mineral dan vitamin
Frekuensi makan dapat ditingkatkan setiap 3 4
jam dan selingi dgn malanan kecil yg tinggi kalori
dan protein
Timbang berat badan setiap hari
Tingkatkan pemberian ASI dgn pemasukan
intake nutrisi yg adekuat pd orang tua.
Kolaboratif: penentuan gizi seimbang bagi anak

Terima Kasih