Anda di halaman 1dari 25

G3P2A0 hamil 10 minggu

dengan Mola Hidatidosa


ANGGIA LESTARI

102010170

IRINE DAMAYANTI

102011347

REAGAN SANJAYA PURNAMA 102013031


JUNIATI MARINA

102013085

I NYOMAN PUTRA HARTAWAN 102013095


MARIA FEBRIANY NDAPA 102013140
JESSICA TIFFANY

102013226

WIRANTI FANI PUTRI

102013391

MARTIN ADHINUGRAHA 102013445


NUR SRI SYAZANA BINTI RAHIM 102013521

TUTOR PBL: dr.William M.Biomed

Skenario 3
Seorang

perempuan berusia 36 tahun


diantar suaminya ke unit gawat darurat
RS dengan keluhan keluar darah banyak
dari jalan lahir yang dirasakan sejak 1
jam yang lalu. Menurut pasien dia sudah
telat haid 3 bulan namun saat
memeriksa sendiri di rumah dengan tes
kehamilan hasilnya negatif.

Rumusan Masalah
Seorang perempuan 36 tahun dengan
keluhan keluar darah banyak sejak 1 jam
yang lalu dan sudah telat haid selama 3
bulan.

Hipotesis
Perempuan 36 tahun menderita kehamilan
mola hidatidosa dan anemia

Mind map

Prognosis
dan
Komplikasi

Anamnesis
Pemeriksaan
Fisik

Tatalaksana

Pemeriksaan
Penunjang
RM.

Patofisiologi

Diagnosis
Kerja
Diagnosis
Banding

Epidemiologi
Etiologi

Anamnesis
Identitas

pasien
Keluhan utama
RPS
RPD
RPK
Riwayat sosial-ekonomi
Riwayat pengobatan

Inspeksi
Palpasi
Auskultasi

Pemeriksaan Fisik

KU

: tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis


TTV : TD 110/60 mmHg; Nadi 86x/menit; Nafas 16x/menit;
Suhu 37.2 derajat celcius
Konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik
Abdomen rata, bekas luka operasi (-), nyeri tekan (-)
Pemeriksaan dalam : genetalia luar dalam batas normal,
serviks terbuka 1 jari, nyeri goyang serviks (-), korpus
uteri membesar sebesar usia kehamilan 18-20 minggu,
tidak ada massa/benjolan pada uterus, nyeri tekan (-) pada
daerah suprapubik, darah (+) dan jaringan bundar pada
jari pemeriksa.

Pemeriksaan penunjang
USG : pada mola hidatidosa ditemukan massa
yg kistik dgn gambaran honey comb/ snow
strom

Pem. Lab: beta hCG urin > meningkat lebih dr


100.000 UL/ml, beta hCG serum > 40.000
UL/ml
Pem. PA: mola komplit (pembengkakan
hidropik vili, vaskularisasi(-), proliferasi
trofoblastik nyata. Mola parsial ( edema fokal &
proliferasi trofoblastik ringan)
MRI : tidak ada janin & jaringan mola terlihat
jelas.

Snow Storm Appereance

Working Diagnosis
G3P2A0 Hamil 10 minggu dengan Mola
Hidatidosa dan Anemia
Mola Hidatidosa adalah kehamilan abnormal dimana
seluruh villi korialisnya mengalami perubahan
hidrofobik. Mola dapat mengandung janin (mola
parsial) atau tidak terdapat janin di dalamnya (mola
komplit). Pada kebanyakan kasus, mola tidak
berkembang menjadi keganasan, namun sekitar 2-3
kasus per 1000 wanita, mola dapat berubah menjadi
ganas dan disebut koriokarsinoma.

Klasifikasi

Differential Diagnosis
Gestasional Trofoblastic Neoplasia
Kelompok tumor plasenta ini ditandai oleh
invasi agresif ke dalam myometrium dan
kecenderungan bermetastasis. Secara kolektif
tumor-tumor ini juga disebut penyakit
trofoblastik gestasional ganas. . Karena pada
kebanyakan kasus tumor ini didiagnosis hanya
oleh peningkatan menetap kada beta-hCG
serum maka tidak ada jaringan yang tersedia
untuk penelitian patoligi.

Differential Diagnosis
Abortus
Abortus ialah penghentian kehamilan
sebelum minggu kedua puluh, karena
dianggap janin masih terlalu kecil untuk
dapat hidup. Diperkirakan 25% ovum yang
dibuahi mengalami abortus, kebanyakan
terjadi pada awal kehamilan tanpa
disadari atau terjadi pada minggu
kedelapan sampai kedua belas.

Kehamilan Ektopik
Suatu kehamilan disebut kehamilan
ektopik bila zigot terimplantasi di
lokasi-lokasi selain cavum uteri,
seperti di ovarium, tuba, serviks,
bahkan rongga abdomen.

1. Mola invasif

Pertumbuhan berlebihan
trofoblas dan penetrasi luas oleh
elemen trofoblastik, trmsk
seluruh vilus jauh ke dlm
miometrium, bersifat invasif
lokal.

2. Koriokarsinoma Gestasional

Tumor trofoblastik ganas, gambaran


makro khas: massa yg tumbuh cepat
& menginvasi miometrium & p.darah
meyebabkan perdarahan & nekrosis,
tumor merah tua/ ungu & rapuh.
Mikro: menembus otot & p.darah
dalam pola pleksiform, tidak adanya
pola vilus.

3. Tumor trofoblastik tempat plasenta

Sangat jarang,kehamilan aterm


normal/ abortus dpt diikuti munculnya
tumor, gejala utama perdarahan.

4. Tumor trofoblastik epitelioid

Sel-selnya lebih kecil & tdk banya


memperlihatkan poliomorfisme
nukleus, tumor tumbuh lebih secara
nodular.

Etiologi & faktor resiko


etiologi
Penyebab pasti mola
hidatidosa belum
diketahui secara pasti.
Diduga adanya ovum
patologis dan
kekurangan protein
pada sosial ekonomi
rendah.

Faktor resiko
Usia
Riwayat kehamilan mola
Faktor resiko lain:
penggunaan kontrasepsi
oral dan durasi serta
riwayat keguguran
meningkatkan kehamilan
mola hingga 2 kali lipat.

Epidemiologi
Insiden

mola hidatiformis di Amerika


Serikat dan Eropa relatif konstan, yaitu
1 sampai 2 per 1000 kehamilan.
Penyakit ini memiliki prevalensi lebih
tinggi pada orang Spanyol dan Indian
Amerika
Pada beberapa kota di Indonesia insiden
mola adalah 1 per 140 kehamilan.

Patofisiologi
Teori missed abortion
Mudigah mati minggu 3-5 > gangguan peredarah
darah, sekresi dari sel-sel yang mengalami hiperplasia
menghasilkan substansi-substansi yang berasal dari
sirkulasi darah ibu > substansi terakumulasi dalam
stroma vili > terbentuk kista vili kecil

Teori neoplasma dari Park


Sel-sel trofoblast abnormal dan memiliki fungsi yang
abnormal dimana terjadi resorpsi cairan yang
berlebihan ke dalam villi sehingga timbul gelembung
> gangguan peredaran darah dan kematian mudigah.

Patofisiologi
Teori

lainnya yaitu teori tentang


sitogenetika:
dimana mola hidatidosa komplit
abnormalitas kromosom paternal dan ovum
yang kosong dari maternal, sehingga
terbentuk 46XX atau 46XY.
Sedangkan mola hidatidosa parsial
mempunya kromosom trisomi yang berasal
dari 2 haploid paternal dan 1 haploid
maternal

Gejala Klinis

Mual, muntah, pusing dan lain-lainnya


Hanya saja derajat keluhannya sering
lebih hebat
Selanjutnya perkembangan lebih pesat,
sehingga pada umumnya besar uterus
lebih besar dari umur kehamilannya.
Perdarahan merupakan gejala utama
mola.

Penatalaksanaan
Terjadi perdarahan dan ekspulsi jaringan mola hidatidosa:
Perbaikan keadaan umum
Lakukan curretage suction
Observasi tingginya fundus uteri, kontraksi dan perdarahan.
Evaluasi laboratorium
Oleh karena curretage suction dilakukan mendadak, sebaiknya
diberikan kemoterapi profilaksis, khususnya pada wanita muda
dan hamil.
Evaluasi selanjutnya yaitu evaluasi gejala klinik koriokarsinoma.
Lakukan evaluasi konsentrasi hormon hCG: Dalam kasus
normal, sudah negatif dalam 12 minggu. Apabila terjadi plateau
(mendatar) atau terjadi kenaikan, berarti masih terdapat sel
trofoblas aktif yang tersangkut di mana saja dan mengeluarkan
hCG sehingga butuh kemoterapi.

Penatalaksanaan

Komplikasi
Perforasi uterus : terjadi pada saat
dilakukan tindakan kuret hisap
Perdarahan : post evakuasi mola
DIC : terjadi akibat jaringan mola melepas
faktor yang bersifat fibrinolitik
Emboli trofoblastik : dapat menyebabkan
insufisiensi pernapasan akut
Syok hipovolemik : karena perdarahan
Infeksi pasca kuret

Prognosis
Diagnosis yang dini dan pengobatan yang
tepat mortalitas akibat mola hidatidosa
pada dasarnya tidak terjadi. Sekitar 20 %
mola komplet berkembang menjadi
keganasan trofoblas.

Kesimpulan

Dari hasil tinjauan pustaka yang telah dilakukan


maka dapat disimpulkan bahwa pasien dengan
keluhan keluar darah banyak dari jalan lahir
sejak 1 jam yang lalu disertai keluarnya jaringan
bulat-bulat seperti anggur dan pada hasil USG
pada uterus terdapat massa dengan area cystic,
tampak
seperti
gambaran
honeycomb
/
snowstrom dan terdapat theca lutein cyst pada
ovary kanan dan kiri tersebut menderita mola
hidatidosa. Perlu dilakukan tindakan segera
sehingga prognosis dapat baik.