Anda di halaman 1dari 24

RUSUN FLAMBOYAN

CENGKARENG
ZERRIANDANA TANJUNG 20144550013

Pengertian Rumah
Susun
Rumah Susun adalah bangunan
gedung bertingkat yang terbagi
dalam bagian bagian yang
distrukturkan secara fungsional dan
merupakan satuan satuan yang
masing masing yang dapat
dimiliki dan digunakan secara
terpisah , tertutama untuk tempat
hunian

Tujuannya :
1) Meningkatkan efisiensi penggunaan tanah, ruang, dan daya tampung kota terutama kota
besar
2) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan menengah bawah
3) Meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing kota
4) Meningkatkan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan
menegah kebawah
5) Menigkatkan penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi

Peran Pemerintah

* Pemerintah melakukan peran pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengadaan rumah
susun
* Memberikan kemudahan dalam rangka penghunian dan pemilik rumah susun terutama masyarakat
berpenghasilan rendah
* Pemberian intensif kepada pelaku yang embangun rumah susun dan masyarakat berpenghasilan
rendah

Potret Provinsi DKI Jakarta


* Luas 662,33 km2
* Jumlah Penduduk Tahun 2015 10.075.310 jiwa

Kepadatan Penduduk 15.212 jiwa /km2

Sumber : BPS 2015

Persebaran Permukiman di Prov. DKI Jakarta

49,47% tutupan lahan di wilayah DKI


Jakarta merupakan kawasan permukiman
yang meliputi bangunan rumah beserta
fasilitas pendukungnya
(Sumber : Naskah Akademik RTRW
Provinsi DKI Jakarta 2030)

Rumah Susun Sewa Beli di DKI Jakarta


No Lokasi
Jakarta Pusat

Jumlah Blok Jumlah Unit


21

2.158

Jumlah
Lantai

Tahun Pembangunan

Bendungan Hilir II

614

10

1995 - 1996

Jati Bunder

40

1995 - 1996

Karet Tengsin I

160

1995 - 1997

Karet Tengsin II

308

12

2006 - 2007

Petamburan

600

1999 - 2002

Tanah Tinggi I

436

1994 - 1995

80

80

1991 - 1992

688

688

1994 - 1996

440

Jakarta Barat
6

Tambora

Jakarta Timur
7

Bidara Cina

Jakarta Selatan
8

Tebet Barat I

320

1994 - 1996

Tebet Barat II

120

1999 - 2001

TOTAL

35

3.366

DATA RUMAH SUSUN SEWA TERHUNI TAHUN 2015


N
o

Lokasi Rusun

1
2
3
4
5

Wilayah Jakarta Utara


Sukapura
Penjaringan
Marunda
Kapuk Muara
Waduk Pluit/Muara baru

Alamat

Jl.
Jl.
Jl.
Jl.
Jl.

Blok

62
Manunggal Juang Kel. Semper Barat Cilincing Jakarta Utara
1
Tanah Pasir Kel. Penjaringan Kec. Penjaringan Jakarta Utara
17
Marunda Empang, Kel. Marunda Kec. Cilincing Jakarta Utara
26
SMP 122 Kel. Kapuk Muara Kec. Penjaringan Jakarta Utara
6
Muara Baru Ujung Kel. PenjaringanKec. Penjaringan Jakarta Utara
12
17 Blok + 3
Wilayah Jakarta Barat
Tower
6 Tambora III/ & IV
3
Jl. Angke Kel. Angke, Kec. Tambora Jakarta Barat
Tambora Tower

3
7 Flamboyan
Jl. Flamboyan Kel.Cenfgkareng Barat Kec.Cengkareng Jakarta Barat
6
8 Daan Mogot
Jl. Raya Daan Mogot Km.14 Kel.Duri Kosambi Kec.Cengkareng Jakarta
8
Barat
Wilayah Jakarta Pusat
6
9 Jatirawasari
Jl. Mardani Raya Kel. Cempaka Putih Barat, Kec. Cempaka Putih
2
10Karang Anyar
Kel. Karang Anyar, Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat
4
57 Blok + 2
Wilayah Jakarta Timur
Tower
11Cipinang Muara
Jl. Cipinang Muara II Kel. Pondok Bambu Kec. Duren Sawit - Jakarta
2
Timur
12Pulo Jahe
Jl. Rawabuntu Kel. Jatinegara Kec. Cakung - Jakarta Timur
6
13Tipar Cakung
Jl. Tipar Cakung Kel. Cakung Barat Kec. Cakung - Jakarta Timur
10
14Pondok Bambu
Jl. H. Dogol Kel. Pondok Bambu Kec. Duren Sawit - Jakarta Timur
2
15Cipinang Besar Utara
Jl. Swadaya Cipinang Pulo Kel. Cipinang Besar Utara Kec. Jatinegara 4
Jakarta Timur
16a. Pulo Gebang
Jl. Raya Pulo Gebang Kel. Pulo Gebang Kec. Cakung - Jakarta Timur
6
b. Pulo Gebang
Jl. Raya Pulo Gebang Kel. Pulo Gebang Kec. Cakung - Jakarta Timur
2
17Pinus Elok
Jl. Taman Pulo Indah Kel. Penggilingan Kec. Cakung - Jakarta Timur
8
18Cakung Barat
Jl. Tipar Cakung Kel. Cakung Barat Kec. Cakung - Jakarta Timur
4
19a. Cipinang Besar SelatanJl. Kebon Nanas Kel. Cipinang Besar Selatan Kec. Jatinegara - Jakarta
3
Timur
b. Cipinang Besar SelatanJl. Kebon Nanas Kel. Cipinang Besar Selatan Kec. Jatinegara - Jakarta
2
Timur
20Komaruddin
Jl. P. Komarudin Kel. Penggilingan Kec. Cakung - Jakarta Timur
6
21Jatinegara Kaum
Jl. Raya Bekasi Timur Kel. Jatinegara Kaum Kec. Pulo Gadung - Jakarta
2

Total
Total
Jumlah Penghun
Unit
i
6,320
6,120
100
100
1,756
1,756
2,564
2,364
700
700
1,200
1,200
2,009
2,004
260
549
560
640

260
549
560
635

540
180
360
5,318

540
180
360
4,874

230

230

96
1,000
200
152

96
998
192
145

560
160
800
300
300

528
793
298
296

200

56

600
200

580
200

Hasil analisa tertuju pada salah satu


rumah susun, dimana rumah susun
sederhana (rusuna) Flamboyan
dibangun dan dikelola oleh Dinas
Perumahan yang berlokasi di Jalan
Flamboyan Kel. Cengkareng Barat
Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Luas
rusuna Flamboyan adalah 2 Ha
dimana perbandingan antara ruang
terbangun dan ruang terbuka adalah 1 :
1 (1 Ha untuk ruang terbangun dan 1
Ha untuk ruang terbuka). Rusuna ini
terdiri dari 6 blok (A, B, C, D, E, dan
F). Blok A,
B, C, dan D, berlantai 4, sedangkan
blok E, dan F berlantai 5 dengan total
unit hunian 560 unit. Status
kepemilikan rusuna ini adalah hanya
sebatas sewa saja
(rusunawa).

Rusuna Flamboyan disebut juga rusuna


Bulak Wadon dan dibangun pada tahun
1996. Pada awalnya, lahan ini
merupakan rawa yang dapat dikatakan
angker sehingga warga tidak mau
menempati rusuna ini. Namun, Pemda
(Pemerintah Daerah) mengajak
masyarakat secara persuasif untuk
memilih tinggal di rusuna ini agar dapat
memiliki tempat tinggal yang layak
huni.

Pengelola rusuna ini adalah Cabang UPT Pengelola


Dinas Perumahan yang berperan menerima
retribusi dan distribusi dari penghuni rusuna, serta
menampung keluhan-keluhan mengenai kerusakankerusakan yang ada dan kemudian melaporkannya
ke pusat.

Gambar 1.1. Kondisi Lingkungan Rusuna Flamboyan

Akses menuju rusuna ini kurang baik,


karena terjadi genangan air/banjir di
depan pintu masuk rusuna apabila
hujan turun. Fasilitas yang terdapat di
rusuna ini antara lain masjid, tempat
parkir, TK/Play Group, lapangan
olahraga, serta sumber air berasal dari
PDAM dan air tanah. Di lingkungan
rusuna ini terdapat RTH/taman, berupa
taman serbaguna, lapangan, dan lahan
terbengkalai yang digunakan oleh
penghuni rusuna untuk tempat
penumpukan sampah rumah tangga. Di
sekitar rusuna juga terdapat rawa dan
kolam-kolam budidaya ikan oleh
masyarakat. Kondisi lingkungan dan
RTH/taman yang terdapat di rusuna ini
terlihat kotor dan tidak terawat atau
tidak tertata dengan baik. RTH/taman
yang ada, saat ini digunakan untuk
tempat pengumpulan sampah di
lingkungan rusuna, maupun tempat
pedagang berjualan. Walaupun
demikian, penghuni tetap menggunakan
area ini untuk bersosialisasi antar
penghuni.

Berdasarkan pengamatan awal pada lokasi Rusunawa


Flamboyan tersebut,terdapat beberapa keluhan warga
yang terkait dengan kondisi yang ada sekarang, seperti
perbaikan kerusakan bangunan yang tidak tuntas,
pemeliharaan lingkungan, keamanan dan kebersihan.
Disamping itu, keterbatasan kemampuan pelayanan
rumah susun berbasis sewa dalam memenuhi
kebutuhan penghuninya akan mempengaruhi kepuasan
tinggal penghuninya, sehingga penghuni
mempertimbangkan apakah memutuskan untuk
menempati rumah susun tersebut atau tidak.

Tabel 2. Klasifikasi Taman Berdasarkan Jumlah Penduduk*

Tabel 3. Standar dan Kebutuhan akan RTH*

Tabel. Kecukupan RTH/Taman Berdasarkan


Luas Lahan

RUMAH DAN LINGKUNGAN YANG SEHAT

Tinggal di rumah susun sangat berbeda dengan tinggal di rumah biasa


yang langsung di atas lahan. Penghuni rumah harus biasa dengan
lingkungan yang serba terbatas dan serba di bakai beramai ramai
fasilitas di rumah susun tersebut

Ciri - Ciri Rumah


Sehat
* Sirkulasi udara lancar
* Penerangan yang cukup
* Kualitas air yang memadai
* Kontruksi bangunan memenuhi
standar
* Sanitasi yang baik

Ciri Ciri Lingkungan Sehat

* Banyak tumbuh tumbuhan yang


masih hijau dan subur
*Sampah tidak ada dan
berserakan
*Air di sekitar lingkungan
masih bersih dan jernih
*Udara bersih dan segar
*Tanah yang Subur
*Lingkungan bebas dari polusi

PENYAKIT PADA LINGKUNGAN RUMAH


YANG TIDAK SEHAT
Penyakit yang sering terjadi:
1. TBC, Flu dan Sesak Nafas dsb
disebabkan akibat kurangnya
ventilasi udara atau banyaknya
debu di sekitar lingkungan
2. Diare dan thypus disebabkan
Makanan dan minuman yang
tidak higienis dan terkontaminasi
3. Demam Berdarah dan Malaria
disebabkan lingkungan di sekitar rumah
masih kotor atau masih ada sampah
berserakan dan kurangnya penerangan di
dalam rumah

Pencegahan Penyakit

Menjaga Kehigienisan seperti


mencuci alat makan dan mencuci bahan makanan.
Membersihkan dan merawat rumah minimal seminggu sekali
Mengawasi dan mengajarkan anak anak cara hidup sehat,
karena anak anak sangat rentan terhadap penyakit
Menjaga dan mengawasi makanan yang di konsumsi di rumah
Membuka Ventilasi agar sirkulasi udara dalam rumah lancar
dan mendapat pencahayaan

Kesimpulan

Rumah susun Bersih dan Sehat


menjadi syarat mutlak bagi suatu hunian.
Karena rumah susun berpotensi menjadi
sumber penularan penyakit karena jarak
tempat tinggal yang cenderung berhimpitan
sehingga bisa terjadi penularan penyakit
yang sangat cepat

Dari lokasi rusuna Flamboyan di wilayah Cengkareng Jakarta yang diamati, terdapat RTH/taman. Bentuk dan konsep RTH/taman yang ada pada rusuna Flamboyan , yaitu berupa taman bermain, lapangan olahraga, kebun koleksi penghuni rusuna, dan lahan terbengkalai. Keberadaan RTH/taman pada rusuna Flamboyan memiliki luas, proporsi, dan kecukupan yang sudah mencukupi berdasarkan luas RTH per jiwa, dimana 100% dari rusuna Flamboyan yang diamati
memiliki luas RTH yang sudah mencukupi kebutuhan per jiwa. Nilai luas RTH per jiwa pada lokasi ini berkisar antara 2,0 - 63,5 m2 / jiwa, ini berarti nilai tersebut lebih dari standar kecukupan RTH di lingkungan permukiman berdasarkan luas RTH/jiwa yaitu 1,5 m2 / jiwa (Dirjen Penataan Ruang Departemen PU, 2006). Namun berdasarkan ketentuan UU RI No. 26 Tahun 2007, luas RTH harus 30% dari luas lahan, maka luas RTH pada lokasi rusuna Flamboyan
(70%) telah memenuhi/mencukupi. Hal ini dikarenakan pada awal pembangunan rusuna, telah direncanakan area terbangun dan area tidak terbangun yang diperuntukkan sebagai ruang terbuka dan RTH/taman, serta tidak adanya penambahan bangunan baru oleh penghuni rusuna pada area terbuka ataukeberadaan RTH/taman tidak mencukupi, dimana luas RTH/taman tersebut di bawah 30% dari luas lahan, karena adanya perubahan desain awal rusuna berupa
penambahan bangunan baru pada area terbuka atau RTH/taman. Kondisi RTH/taman tersebut berbeda-beda, dimana ada yang terawat dan tidak terawat. Hal ini disebabkan oleh pengelolaan dan pemeliharaan dari pengelola yang tidak terlaksana dengan baik, dan juga sikap kurang peduli penghuni rusuna dalam menjaga dan memelihara lingkungan rusunanya.Pemeliharaan RTH/taman dilakukan oleh pihak pengelola dan penghuni rusuna. Fasilitas yang ada pada
RTH/taman antara lain lampu dan bangku taman, taman bermain, tempat sampah, serta hydrant. RTH/taman digunakan oleh penghuni rusuna untuk bermain dan berekreasi, tempat berkumpul/bersosialisasi, berolahraga, serta acara-acara tertentu (17 Agustus-an). Penggunaan RTH/taman yang ada di lingkungan rumah susun belum seluruhnya optimal karena tidak sesuai fungsi penggunaannya. Hal ini dapat terlihat RTH/taman yang ada digunakan untuk tempat berdagang
dan berjualan (pedagang kaki lima), sehingga membuat RTH/taman terkesan kotor dan tidak tertata. Penggunaan lahan di sekitar kawasanpermukiman rumah susun ini adalah lahan perumahan mendatar (landed house). Kondisi terbatasnya ruang-ruang terbuka dan RTH/taman bagi masyarakat di lingkungan rumah susun. Sehingga kehadiran dan keberadaan RTH/taman sebagai bagian dari lingkungan rumah susun sangat diperlukan, karena tidak hanya merupakan tempat
berkumpul penghuni untuk bersosialisasi dan berekreasi, melainkan juga memberi kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan estetika. Penghuni rusuna menginginkan keberadaan RTH/taman di lingkungan rumah susunnya, dimana RTH/taman tersebut mudah dicapai dan dimasuki yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi terutama taman bermain anak - anak, dan untuk orang dewasa menginginkan adanya lapangan olahraga (jogging track),
serta ditanami pohon peneduh lebih banyak. Konsep dasar RTH/taman rumah susun yang diusulkan adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memenuhi kebutuhan akan ruang rekreasi ruang luar (out door ), dan meyediakan ruang sosialisasi bagi penghuni

Saran
1. Perlu penegakan peraturan bagi pengembang rumah susun untuk
menyediakan fasilitas RTH/taman minimal 30% dari luas area, dengan
kualitas yang memadai.
2. Perlu pendekatan pengelola kepada penghuni rumah susun untuk
bersama-sama menjaga dan memelihara RTH/taman rumah susun.
3. Perlu peran Pemerintah (Dinas Pertamanan) untuk memberikan
bimbingan perancangan, pembangunan, dan pemeliharaan RTH/taman
rumah susun.
4. RTH/taman yang ada di tengah-tengah dan dirusun dilengkapi
pompa pompa hydrant untuk memenuhi kebutuhan air di musim
kemarau atau menghadapi si jago merah.

Anda mungkin juga menyukai