Anda di halaman 1dari 34

Sari Pustaka

ANATOMI DAN FISIOLOGI RETINA


Oleh :
Ganesa Wardana
Pembimbing:
Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M (K)
dr. A. Muhammad Ichsan, Ph.D, Sp.M
(K)

PENDAHULUAN
Herophilus of Chalcedon (3000 SM)
Rufus of Ephesus (110 M)
Kepler (1608)

Retina
Bagian dari sistem saraf pusat yang
dapat dilihat dan Satu-satunya tempat
di seluruh tubuh dimana pembuluh
darah arteriol dapat terlihat
Merefleksikan perubahan pada sistem
saraf pusat dan pada sistem
kardiovaskuler
Dua fungsi utama, yaitu :
Mentransduksi sinar yang masuk menjadi
impuls saraf
Mentransmisi impuls saraf sampai ke otak.

EMBRIOLOGI

A. Ukuran embrio 4,5 mm (27 hari). B. Ukuran


embrio 5,5 mm. C. Ukuran embrio 7,5 mm (28
hari)

EMBRIOLOGI
Perkembangan
retina dan nervus
Atas : optik
Perkembangan
lapisan neurosensoris
dari lapisan
neuroektoderm.
Bawah : Migrasi
nukleus yang
membentuk lapisan
nuklear dan
pleksiform

EMBRIOLOGI

Retinogene
sis

EMBRIOLOGI
Sel ganglion, sel pertama yang berdiferensiasi (minggu 6
masa gestasi)
Sel Muller meluas dari lamina basalis optic vesicle ke
optic ventricle
Perluasan sel fotoreseptor dan diferensiasi sel cone
(minggu 5 masa gestasi)
Sel Muller akan membentuk membrana limitans eksterna
Sel Amakrin terlihat pada batas dalam dan luar lapisan
neuroblas (minggu 14 masa gestasi)
Dendrit sel bipolar meluas dari lapisan pleksiform luar, sel
horizontal mulai berdiferensiasi (minggu 25 masa gestasi)
Diferensiasi RPE dimulai pada polus posterior dan
berkembang ke anterior

Anatomi Retina
Melekat di posetrior dengan margin
Nervus optik dan di anterior pada ora
serata
Berbatasan di bagian luar dengan
membrana Bruch, di bagian dalam
dengan korpus vitreus
Posterior:Nervus Optik, anterior
:epitel korpus ciliaris dan Iris

ANATOMI
Topografi Retina
Fovea
Daerah sentral macula,ukuran 1,5 mm High visual
acuity
kepadatan sel cones tertinggi
Fovea Avascular Zone
Parafovea
Ketebalan 0.5 mm total 2.5 mm
Terdapat lapisan sel ganglion, lapisan inti dalam, dan lapisan
pleksiform luar yang tebal.
Perifovea
Lingkaran diameter 1,25- 2,75 mm dari foveola
Kepadatan sel cones yang jarang
Diskus optik
ditembus oleh a. dan v. retina sentralis.
tidak terdapat sel rod atau sel cone
disebut blind spot.

Lapisan Retina

Membrana Bruch
1.
2.
3.
4.
5.

Membrana basalis dari RPE


Inner loose collagenous zone
Middle layer of elastic fibers
Outer loose collagenous zone
Membrana basalis dari endotel
koriokapiler

Epitel Pigmen retina


RPE satu lapis epitel(RPE)
kuboid hexagonal tersebar
dari diskus saraf optik sampai ke ora serrata
memisahkan segmen luar sel fotoreseptor
dengan
koroidvitamin A
1. Metabolisme
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mempertahankan blood-retinal barrier


Fagositosis segmen luar sel fotoreseptor
Absorbsi cahaya (reduksi penyebaran)
Pertukaran panas
Pembentukan lamina basalis
Memproduksi matriks mukopolisakarida disekitar
segmen luar
8. Transpor aktif material dari dalam dan luar RPE.

Sel Fotoreseptor
Segmen dalam
Mitochondria energi
untuk transduksi
dan sintesis pigmen

Segmen luar
Membran sel
produksi dan
terfagositosis terus
menerus

Perbandingan Sel Rods dan


Rods
Cones

Cones

Used for night vision

Used for day vision

Very light sensitive; sensitive to scattered light (have more

At

pigment than cones)

direct light

Loss causes night blindness

Loss causes legal blindness

Low visual acuity

High visual acuity; better spacial resolution

Not present in fovea centralis

Concentrated in fovea

Slow response to light, stimuli added over time

Fast

least

1/10th of the rods light sensitive;sensitive only to

response to light, can perceive more rapid change in

stimuli

Stacks of membrane-enclosed disks are unattached to cell Disks are attached to outer membrane
membrane

20 times more rods than cones in the retina

One type of photosensitive pigment (monochrome vision)

Three types of photosensitive pigment in human (color vision)

Confer achromatic vision

Confer color vision

Sel Fotoreseptor

Lapisan pleksiform luar, sel horizontal


dan sel bipolar

Lapisan pleksiform dalam, sel ganglion,


sel amakrin dan sel bipolar

Sel Muller
Glial Utama dari retina
meluas ke membrana limitans
interna dan eksterna
Distal: junctional complexes
Proksimal: endfoot
Regulasi K+, uptake
neurotransmitter, membuang debris,
penyimpanan glikogen, insulasi
reseptor, penunjang mekanik dari
neural retina

Innate response of Muller


cell

VASKULARISASI

VASKULARISASI

Autoregulasi
Retinal blood flow lower-flow,
constant-rate system
sirkulasi koroidhigh-flow, variablerate system
respon terhadap perubahan kadar
oksigen
dipengaruhi oleh tekanan perfusi dan
viskositas darah

BLOOD RETINAL BARRIER


Inner Blood Retinal Barrier retinal endothelium
Outer Blood Retinal Barrier RPE

Sel Endotel Pembuluh


darah

Outer Blood
Retinal Barrier

RPE cells-cells Junction

occluding junctions
(zonula occludens or tight
junctions)
adhering junctions
(zonula adherens).
Desmosomes (macula
adherens) dan
'hemidesmosomes'
pada membran basal
Gap junctions:
communicating junctions

FISIOLOGI
Sel rod : menanggapi hampir semua
foton
Sel cone: Spesifik pada suatu
rentang spesivitas

Rods and Cones

FISIOLOGI

Siklus
visual

Fototransduksi visual

Fototransduksi visual

Fototransduksi

Mekanisme ONOFF

PENUTUP
Retina atau tunika nervosa terdiri
atas lapisan epitel pigmen dan
lapisan neurosensoris
Retina mempunyai dua fungsi utama,
yaitu : mentransduksi informasi dari
optic image menjadi sinyal-sinyal
elektrik.

Terima
Kasih