Anda di halaman 1dari 12

KONSEP GABUNGAN MENGENAI

FAKTOR-FAKTOR PEMBATAS
PERNYATAAN :
Kehadiraan dan keberhasilan suatu
organisme tergantung pada
keadaan kompleks. Keadaan yang
mendekati atau melampaui batas
batas toleransi dinamakan sebagai
yang membatasi atau faktor
pembatas

PENJELASAN :
DENGAN MENGGABUNGKAN GAGASAN
MINIMUM DAN KONSEP-KONSEP BATAS
TOLERANSI, BAHWA ORGANISME-ORGANISME
DI ALAM DIKENDALIKAN OLEH :
1) JUMLAH DAN KERAGAMAN MATERIAL DIMANA
TERDAPAT SUATU KEBUTUHAN MINIMUM
DAN FAKTOR DAN FAKTOR-FAKTOR FISIK
2) BATAS-BATAS TOLERANSI ORGANISMENYA
SENDIRI TERHADAP KEADAAN TERSEBUT
DAN KOMPONEN-KOMPONEN LINGKUNGAN
LAINNYA

UNTUK MENENTUKAN FAKTORFAKTOR PEMBATAS :


MELALUI PENGAMATAN, ANALISIS
DAN PERCOBAAN
PENGEMBANGAN MELALUI MODEL
DAN GRAFIK BAGAIMANA
MENYIMPULKAN SECARA UMUM
FAKTOR-FAKTOR PEMBATAS

CONTOH-CONTOH
1. Air merupakan faktor pembatas, bagi binatang,
tumbuhan dan manusia. Hutan akan diganti oleh
padang rumput, apabila jumlah air yang tersedia
berada dibawah batas toleransi hutan. Demikian juga,
dengan meningkatnya ariditas (kekeringan), rumput
tinggi akan diganti oleh jenis rumput rendah.
Curah hujan pertahun 40 cm adalah dibawah batas
yang diperlukan untuk Andropogon scoparius , tetapi
cukup untuk Bouteloua gracilis, namun apabila tanah
tsb mengalami peningkatan ketersediaan air maka
tumbuhan Bouteloua gracili mampu hidup dan
bersaing di daerah hujan 40 cm tadi (Rubel, 1935)

2. Ekosistem-ekosistem yang berkembang pada


bentukan geologi yang khusus sering kali
memberikan gambaran untuk analisis faktor yang
membatasi karena satu atau lebih elemen/bahan
kimia.
Misalnya pada tanah Serpentin (dibentuk dari batuan
silikat magnesium besi) yang rendah hara utama (Ca,
N dan P) dan tinggi kandungan Mg, Cr dan Ni. Hal ini
dapat berfungsi sebagai racun bagi organisme.
Vegetasi yang tumbuh pada tanah demikian tentu
akan memberikan gambaran pertumbuhan yang
kerdil dibanding dengan vegetasi yang tumbuh pada
tanah non Serpentin.
Tadros (1957) Dua jenis semak dari marga
Emmeranthe , hasilnya satu tumbuh di tanah
Serpentin dan satunya lagi tidak dapat tumbuh
berkembang

3. Terlalu banyak buangan (mineral) yang dapat mengubah


ekosistem menjadi rusak/terganggu.
Contoh : peternakan bebek besar sepanjang anak sungai yang
mengallir ke teluk menyebabkan pemupukan perairan yang
sangat intensif oleh kotoran bebek yang menyebabkan
peningkatan kepadatan fitiplankton. Laju sirkulasi yang lemah
dalam teluk menyebabkan terkumpulnya hara-hara di teluk.
Kenaikan dalam produktivitas primer dapat menguntungkan
namun kenyataan menunjukkan bahwa bentuk organik dari
hara-hara itu dan nisbah nitrogen-fosfor rendah dapat
menghasilkan perubahan seluruh tipe produsen, fitoplankton
campuran yang normal di daerah tsb yang terdiri dari Diatom,
Flagelata Hijau, dan Dinoflagelata yang diganti oleh
Flagelata Hijau . Oyster yang hidup disitu yang memakan
fitoplankton kemudian karena fitoplankton berkurang
digantikan oleh Flagelata Hijau sehingga Oyster ini mati
kelaparan dan ditemukan ususnya penuh dengan flagelata
hijau yang tidak dpt dicernakan.

Percobaan lain menunjukkan bahwa


flagelata hijau tumbuh baik apabila
nitrogen dalam bentuk urea, dan
amonia. Sedangkan diatom Nitzschia,
fitoplankton yang normal
memerlukan nitrogen anorganik
(nitrat).
Oleh karena itu flagelata dapat
memanfaatkan nitrogen sebelum
direduksi menjadi nitrat

4. Organisme Euryhaline seperti


(Cordytophora caspa) yang
sebenarnya tidak dapat hidup dalam
salinitas air yang sebenarnya
optimum untuk pertumbuhannya.
Penelitian Kinne (1956) tentang
Hydroida Laut (Coelenterata) dibawa
salinitas dan temperatur yang diatur
di Laboratorium. Hasilnya bahwa
salinitas 16 per seribumenghasilkan

5. Seringkali cara yang dilakukan


untuk menentukan faktor-fakor masa
yang mebatasi terhadap orgnisme
adalah dengan mengkaji penyebaran
dan prilaku mereka pada daerah tepi
pengembaraanya. (Biogeografi)

4. SYARAT-SYARAT KEHADIRAN SBG


FAKTOR-FAKTOR PENGATUR
Pernyataan :
Sinar, temperatur, dan Air (hujan ) secara
ekologi merupakan faktor lingkungan paling
penting di darat .
Sinar, temperatur dan salinitas penting di air
laut.
Di air tawar faktor lingkungan yang penting
mungkin oksigen
Di dalam semua lingkungan sifat kimia dan
pendauran hara-hara mineral pokok merupakan
hal yang utama

Semua faktor fisik untuk kehadiran


atau hidup tidak saja merupakan
faktor-faktor pembatas dalam arti
kata merusak tetapi juga bisa
menguntungkan, bahwa organismeorganisme yang telah menyesuaikan
diri menganggap faktor-faktor
tersebut dalam komunitas
menyebabkan organisme itu
mencapai homeostatis semaksimum

Penjelasan :
Organisme tidak hanya beradaptasi terhadap
lingkungan fisik dalam arti mentoleransinya, tetapi
mereka memanfaatkan periodesitas alam dalam
lingkungan fisik untuk mengatur waktu kegiatan dan
memprogram kehidupannya sedemikian rupa
sehingga memperoleh keuntungan dari keadaan
yang menyenangkan.
Apabila kita menambah interaksi antar organisme
dan seleksi alam secara timbal balik antar jenis,
seluruh komunitas menjadi terprogram untuk
tanggap terhadap ritme musiman .
Misalnya : organisme di daerah iklim sedang maka
periode panjang hari atau photoperiod akan
menentukan keberadaan organisme terse but