Anda di halaman 1dari 70

Suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang

dimaksudkan
untuk
digunakan
dalam
menetapkan
diagnosis,
mencegah,
mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit, luka atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan dan
untuk memperindah badan atau bagian
badan manusia

I.

Menurut Efek Farmakologis

II.

Menurut konsistensi

III.

Di apotek

IV.

Untuk mempermudah distribusi dan pengawasan

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


COPY RESEP TIDAK BOLEH
HARUS ADA ALAMAT PASIEN
GUNA

UNTUK PENGOBATAN

UNTUK ILMU PENGETAHUAN

DIBAGI DALAM 4 GOL

OPIUM

FOLIA COCA

CANNABIS INDICA

SINTETIK

TANDA KHUSUS
OBAT NARKOTIKA

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

TIDAK BOLEH DIULANG

KEMASAN : HANYA BOLEH DISERAHKAN DENGAN RESEP


DOKTER
TANDA KHUSUS
OBAT KERAS

OBAT PSIKOTROPIK
MEMPENGARUHI SSP HALUSINASI

1. HALUSINOGEN

2. MERANGSANG SSP

3. MENEKAN SSP

DI APOTEK TANPA RESEP DOKTER


PEDAGANG ECERAN BERIZIN AA
KEMASAN TANDA P1-P6
TANDA LINGKARAN UNGU
TANDA KHUSUS OBAT
BEBAS TERBATAS

P1 AWAS! OBAT KERAS, BACA ATURAN PAKAI


Contoh : Acetaminophen Paracetamol
2. P2 AWAS! OBAT KERAS, HANYA UNTUK KUMUR,
JANGAN DITELAN
Contoh : Gargarisma Kan
3. P3 AWAS! OBAT KERAS, HANYA UNTUK BAGIAN LUAR
BADAN
Contoh : Betadine Antiseptic Sol 10%, Sulfanilamid Zalf
4. P4 AWAS! OBAT KERAS, HANYA UNTUK DIBAKAR
Contoh : Asma Sigaret
5. P5 AWAS! OBAT KERAS, TIDAK BOLEH DITELAN
Contoh : Sulfanilamid puyer steril
6. P6 AWAS! OBAT KERAS, OBAT WASIR, JANGAN DITELAN
Contoh : Suppositoria
1.

TOKO OBAT

PEDAGANG ECERAN BERIZIN AA

APOTEK TANPA RESEP DOKTER

KEMASAN TANDA LINGKARAN HIJAU


TANDA KHUSUS
OBAT BEBAS

Berupa obat jadi dengan nama dagang yang


terdaftar atas nama pembuat (pabrik) atau yang
dikuasakannya, dan dijual dalam bungkus asli
dari pabrik yang memproduksinya

Contoh : Amoxan, Bactrim, Panadol, Ponstan

Obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam


Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya

Contoh : Acetosal Aspirin ( Bayer)


Chloramphenicol Kemicetin
(Carlo Erba)
Tetracyclin Tetracyn (Pfizer)
Erythromycin Erythrocy (Abbott)

Obat yang paling dibutuhkan untuk


pelayanan
kesehatan
bagi
masyarakat
terbanyak dan tercantum dalam daftar obat
essensial yang ditetapkan oleh MenKes

Analgetik-Antipiretik : Acetosal
Anestetik lokal
: Lidokain Injeksi
Antitusif
: Dextromethorphan

Adalah obat keras / obat daftar G yang


diberikan ke penderita tanpa resep dokter

Yang menyerahkan harus seorang apoteker


atau kepala asisten apoteker

Tanggal kadaluarsa obat / Expired Date

Batas tanggal dan waktu dimana


pemakaiannya tidak dapat
dipertanggungjawabkan lagi
Tergantung : suhu dan waktu paruh (self half
life)
Self half life : waktu dimana daya kerja obat
hanya tinggal separuh

1.

Sebelum Makan
a.c = ante coenam
Untuk : obat menambah nafsu makan

2.

Sesudah Makan
p.c= post coenam
Untuk : acetosal, Fe, digitalis, obat
mengiritasi lambung

3.

Sedang Makan
d.c= durante coenam
Untuk : enzim yang membantu pencernaan

4. Malam / Sebelum Tidur


a.n = Ante Noctem
Untuk = Sedative Hirpnotik
Traqulizer

1. Efek Sistemik

2. Efek Lokal

Oral
Sublingual
Injeksi
Intra nasal
Inhalasi
Mukosa mata / telinga
Intra vaginal
Kulit / Perkutan

Keuntungan :
- Mudah pemakaian
- Aman
- Ekonomis
Kerugian :
- Merangsang mukosa lambung emesis
-

Obat + makanan senyawa kompleks sukar


diabsorpsi
Lewat sistem portal biotransformasi
Hanya bisa untuk orang sadar
Efek setelah beberapa waktu

Jumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam


satuan berat (g, mg, ) atau satuan isi (ml, L, cc)
atau unit (unit internasional)
Sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik
pada penderita dewasa

1. Dosis

lazim
2. Dosis medicinales
3. Dosis terapeutik
4. Dosis toxica
Jumlah terkecil dari obat keracunan

5. Dosis letalis
Jumlah terkecil dari obat kematian
6. Dosis maksimal
Jumlah terbesar dari obat yang masih aman
diberikan kepada orang dewasa, belum
mendatangkan gejala keracunan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


DOSIS OBAT
1.

2.

Faktor obat
Sifat Fisika : daya larut, kristal / amorf
Sifat Kimia : asam, basa, garam kompleks, pH
Toksisitas : dosis berbanding terbalik toksisitas
Cara pemberian obat
- Oral : dimakan / diminum
- Parenteral : s.l, i.m, i.v
- Rektal, vaginal, uretral
- Lokal, topikal
- Implantasi, sublingual

3. Faktor Penderita

Umur : dewasa, anak, bayi, geriatrik


Berat badan
Jenis kelamin hormon
Ras
Toleransi
Obesitas
Sensitivitas individual
Patofisiologis
Saluran cerna absorpsi
Hati metabolisme
Ginjal ekskresi

% B/B % V/V
% B/V % V/B
Persentase tanpa keterangan % B/B

Boorzalf 10% tiap 100 gr zalf 10 gr Ac. Boricum

Obat suntik % B/V

Amp 1% Morphin HCl tiap ml larutan mengandung 10


mg MoHCl

Alkohol % V/V
Alkohol 70% : tiap 100 ml campuran mengandung 70 ml
Etil Alkohol murni

% V/B Kadar minyak dalam simplicia

SENDOK

Farmakope Indonesia

Sendok besar = S Makan = Cochlear


15 ml = C = Cc
Sendok kecil = S Teh = Cochlear Theae
= C.Orig = Cochlear original = sendok pabrik = 5 ml= cth

Farmakope Belanda

Cochlear Theae = Cth = 3 ml


Cochlear Pultis = Cp = 8 ml
Cochlear Cibarum = Cc = C = 15 ml

Sendok makan
: 10,2 21,2 ml
Sendok bubur : 12,3 28,3 ml
Sendok teh : 1,4 3,5 ml

Ideal
1. Tiap wadah dilengkapi dengan sendok yang sesuai
2. Tiap penderita memiliki gelas obat yang diberi
tanda dengan garis untuk sendok makan (15 ml)
dan garis untuk sendok the (5 ml)

Penetes

Penetes baku (Penetes Internasional)


1 gram air suling = 1 ml = 20 tetes suhu 20 C

Suatu permintaan tertulis dari DOKTER, DOKTER


GIGI, DOKTER HEWAN, kepada APOTEKER untuk
membuatkan obat dalam bentuk sediaan
tertentu dan meyerahkan kepada penderita

Pemilihan obat yang tepat


Penggunaan obat yang tepat
Dosis yang tepat
Bentuk sediaan yang paling efektif
Waktu pemberian yang tepat

1. Inscriptio

Nama, alamat dokter


No.surat izin praktek
No.telepon
Jam, hari praktek
Nama kota
Tanggal resep
R/ = Recipe

2. Praescriptio
o Nama obat
o Dosis
o Cara pembuatan
o Bentuk sediaan obat
o Jumlah sediaan obat
3. Signatura
o Cara / aturan pakai
o Nama penderita, umur, BB
o Alamat ( Obat dafatar O = obat narkotika)
4. Subscriptio
o Tanda tangan / Paraf dokter

Dibuat atas :
1. Permintaan dokter : Iter 1 Iter 2x / 3x
NI Ne Iteratur
2. Permintaan pasien

Obat bius
Obat keras
3. Yang berhak menulis copy resep
- Apoteker
- Asisten apoteker

1.
2.
3.
4.

Penulisan nama obat


Pembuatan
Bentuk obat
Aturan pemakaian

Recipe = Harap diambil


R/ asal tanda jupiter dewa utama mitologi
romawi kuno
R = RA mata keramat dari dewa matahari
mesir kuno
F.L.A Pulv = Fac.lege artis pulveres = Buatlah
sesuai aturan obat berupa puyer
S = Signatura = Tandailah
Pro = Nama penderita Dewasa Ny, Tn
Alamat obat bius
Umur anak-anak

Dr. Ifarke
Jln. UI Depok No. 1
SIP 12345678910
Depok, 21 Oktober 2015
R/ Tablet Parasetamol 500 mg No. X
S 3 dd tab I pc prn demam
______________________________paraf
Pro
: Doni
Umur : 20 tahun

Dr. Ifarke
Jln. UI Depok No. 1
SIP 12345678910
Depok, 21 Oktober 2015
R/ Eritromisin capsul 250 mg No XX
S 3 dd caps I ac habiskan
______________________________paraf
Pro
: An. Amir
Umur : 10 tahun (BB 35 kg)

Dr. Ifarke
Jln. UI Depok No. 1
SIP 12345678910
Depok, 21 Oktober 2015
R/ Capsul Amoxicillin 500 mg No.XX
S 4 dd caps I
______________________________paraf
R/ Tab. Codein HCl 20 mg No.X
S3 dd tabl 1 p.r.n
_______________________________tanda tangan
Pro
: Tn Robby
Umur : 25 tahun
Alamat : Jl. ABC No 1, Depok

Untuk mendapatkan obat dengan segera :

CITO !
STATIM = AMAT SEGERA
URGENS = MENDESAK
PIM = PERICULUM IN MORA = BERBAHAYA BILA
DITUNDA

APOTEK PUTRA

Jakarta, 1 Maret 2013

COPY RESEP

Jl. Brigjen Katamso No.20

Telp. 123456

Resep untuk Ani

Jakarta

Resep dari dr. Harsini


Tanggal resep ditulis 20 Feb 2013
No. Resep 150

_____________________________________________________
R/ Syrup Amoxycillin 125 mg 5 ml Fl No. II
S4 dd cth (5 cc) l.h.a.c
_______________________________________
#

det 1 fl
p.c.c

Yang menyalin

Drs. Tejo Yuwono, Apt


210/SIA/DKK/1993

1. Signatura

Cara pemakaian harus jelas


S.UC Tidak Boleh

Alamat pasien jelas dan lengkap

Pro : M I Tidak Boleh


2. Subscriptio
Paraf tidak boleh tanda tangan
3. Tidak boleh diulang
NI = NE Iteratur
Iter Tidak boleh

1.
2.
3.

Kapsul
Tablet / Kaplet
Pil

Lozenges / Trochisci (tablet hisap)


Sediaan padat yang mengandung satu atau lebih
bahan obat. Bahan dasarnya biasanya beraroma dan
manis (gelatin/sukrosa yang dilelehkan/sorbitol), dapat
membuat tablet melarut dan hancur perlahan di dalam
mulut. Tablet hisap bertujuan mengobati iritasi/infeksi
lokal pada mulut atau tenggorok. Lozenges dibuat
dengan cara dituang atau dengan cara kempa tablet
Contoh : Degirol, FG Troches
Pastiles = tablet hisap tuang
Troches = tablet hisap kempa

1.
2.
3.
4.
5.

SIRUP
Solusio
Gargarisma (Obat Kumur)
Guttae (obat tetes)
Injeksi

SIRUP = SIRUPUS
SIRUP OBAT BERUPA PREPARAT YANG SUDAH
DISTANDARISASI DAPAT DIBERIKAN BERUPA OBAT
TUNGGAL ATAU DIKOMBINASIKAN DENGAN OBAT LAIN
SIRUPUS
- SIRUP
;
- SIRUP
- SIRUP

ANTIBIOTIKA :
AMOXAN
AMOKSISILIN TRIHIDRAT 125 mg/15 ml
250 mg/5 ml (Forte)
AMPISILIN
AMPISILLIN TRIHIDRAT 125 mg/5 ml
ERYSANBE
ERITROMISIN ETIL SUKSINAT
ERITROMISIN 200 mg / 5 ml

DRY SIRUP = SIRUP KERING


MERUPAKAN CAMPURAN OBAT + SACCHAROSA
DILARUTKAN DALAM JUMLAH AIR TERTENTU
TUJUAN : TAHAN LAMA
CONTOH : SIRUP AMOXAN

DALAM PENYIMPANAN
AMOKSISILIN TRIHIDRAT

125 mg / 5 ml ; 250 mg / 5 ml
KERING
KEMASAN : BOTOL 60 ml

HARUS

SIRUP

GARGARISMA = OBAT KUMUR = GARGLE


SEDIAAN BERUPA LARUTAN
PEKAT YANG HARUS
DIENCERKAN DAHULU SEBELUM DIGUNAKAN
UNTUK
PENCEGAHAN ATAU PENGOBATAN INFEKSI TENGGOROKAN
TUJUAN : OBAT YANG TERKANDUNG DALAM OBAT KUMUR
DAPAT LANGSUNG TERKENA SELAPUT LENDIR
TENGGOROKAN
B.S.O SUSPENSI & EMULSI = -

ETIKET
1. ADA PETUNJUK
DIENCERKAN SEBELUM MAKAN
2. HANYA UNTUK KUMUR, TIDAK DITELAN

- NAMA LAIN = GARGARISMA CHLORETI ZINCI


COMPOSITUM
- KHASIAT :
- ZINCI CHLOREDI & KALII ET ALUMINII SULFAS
TAWAS

ADSTRINGEN

- ACIDUM SALICYLICUM

ANTISEPTIK

- OLEUM MENTAHE PIPERITAE = MINYAK PERMEN


KORIGEN RASA & ANESTI LEMAH

PAPILAE

LIDAH
- m. f = MISCE FIAT = CAMPUR DAN BUATLAH
- MIKSTURA = BSO CAIR
LARUT

OBAT > 2

GUTTAE ORIS = OBAT TETES


MULUT
OBAT TETES UNTUK MULUT DENGAN
CARA MENGENCERKAN TERLEBIH DULU + AIR
DIKUMUR-KUMUR TIDAK UNTUK DITELAN
SOLAN DROPS : DIGUNAKAN UNTUK KUMUR
DOSIS 10 20 TETES DALAM 1 GELAS AIR
2 4 X SEHARI
MENGANDUNG : DEKUALINIUM KLORIDA 5 MG
( 2,5 MG)/1 ML
KEMASAN
: 10 ML DROPS
( KENROSE )

OBAT SUNTIK = INJEKSI


SYARAT : 1. STERIL
2. WADAH STERIL

1.
6.
7.

Pasta
Cream
Gel

SEDIAAN YANG TERDIRI DARI ZAT CAIR ATAU ZAT PADAT


YANG TERBAGI HALUS DALAM GAS
Contoh : Chlor ethyle

1.
2.

Berbagai faktor bahan obat itu sendiri


Berbagai faktor penderita yang ikut
menentukan sehingga obat tersebut dapat
diterima oleh penderita

Dr. Ifardo
SIP.2015/DU/2020
Klinik Gigi Mulut
Jl. Salemba No.4 Jakarta Pusat
--------------------------------------------------------------------------------------------Jakarta,. 2015

R/ Nama Obat (generik/paten), Dosis/Kadar

Jumlah obat (No)

S aturan pakai

-----------------------------//-----------------

Pro:
Umur:

BB (anak)

Paraf

1. Pasien saudara mengalami radang pangkal tenggorokan,

radang pada gusi dan sakit gigi. Pemeriksaan fisik = suhu


normal, keadaan cukup baik. Nama pasien Tn. Hari.
Obat yang diberikan adalah :

Golongan obat antiseptik = dequalinium klorida (Degirol 0,25 mg)


BSO = tablet hisap
Dosis lazim = 0,25 mg /x (dewasa)
Frekuensi pemberian = tiap 4 jam dihisap 1 tablet
Lama pemberian = 3 hari

Golongan analgesik non narkotik = asam mefenamat


BSO = tablet ponstan 500 mg/x (obat paten)
Dosis lazim = 500 mg/x (dewasa)
Frekuensi pemberian = 3 x sehari (terapi simptomatis)
Lama pemberian = 3 hari
Waktu pemberian = p.c (menghindari iritasi lambung)

Perhitungan
Tablet hisap (Throces) Degirol 0,25 mg jumlah (24 jam-8 jam/4 jam) = 4
tablet/hari 4x3 hari = 12 tablet
Tablet ponstan 500 mg jumlah obat = 3x3 hari = 9 tablet

Drg. Dini
Jl. Salemba Raya No.4, Jakarta
SIP 1234567890
------------------------------------------------------------------------Jakarta, 21 Oktobert 2015
R/ Degirol Throces 0,25 mg No. XII
S 4 dd 0.4. h throches I
_____________________________ paraf
R/ Ponstan tab 500 mg
No. IX
S 3 dd tab I p.c prn nyeri
_____________________________ paraf
Pro : Tn. Hari

Degirol Trochis= Degirol tablet hisap = Degirol Lozenges


Mengandung degnalinium klorida 0.25 mg
Bentuk sediaan obat = tablet hisap
Indikasi = radang pangkal tenggorokan, infeksi mulut injeksi
setelah cabut gigi, mencegah selaput lendir mulut
Ginggivitis, periodentis
Aturan pakai = satu tablet dibiarkan melarut perlahan-lahan
di dalam mulut, ulangi tiap 3-4 jam, jangan melebihi 8
tablet sehari
Ponstan Tablet/Kaplet
Mengandung asam mefenamat 250 mg/tablet; 500
mg/tablet; 50 mg/ml suspensi
Bentuk sediaan obat= tablet, suspensi
Indikasi = meredakan nyeri ringan sampai sedang
sehubungan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot.

2.

Anak Ayu usia 5 thn, BB = 18 kg. Sejak 3 hari yang lalu mengeluh
sakit gigi dan bengkak pipi kanan. PF: suhu 38,8 C. M1 berlubang
dan hiperimis. Ayu menderita periodentis M1 dekstra.
Obat yang diberikan adalah :

Golongan antibiotikaa golongan penisillin = amoksisilin


BSO = sirup rekonstitusi, 125 mg/5 ml dan 250 mg/5 ml (1 botol 60 ml)
Dosis lazim = 25-50 mg/kg BB/hari
Lama pemberian = 5 hari (terapi kausal)
Frekuensi pemberian = 3 x sehari (t1/2 = 8 jam)
Waktu pemberian = sesudah makan (p.c)

Golongan analgesik antipiretik = parasetamol


BSO = sirup, 125 mg/ml; 250 mg/ml 60 ml
Dosis lazim = 10 mg-15mg/kg BB/x
Frekuensi pemberian = 3 x sehari (t1/2 = 8 jam)
Lama pemberian = 3 hari (terapi simptomatis)
Waktu pemberian = p.r.n

Dosis lazim amoksisilin = 25-50 mg/kg BB/hari


BB 18 kg dosis lazim = 18x(25-50 mg) / 3 150-300 mg/x
250 mg/x
Kekuatan sediaan 125 mg/5 ml (Kemasan 60 ml/botol (flash/fl)
Jumlah obat sekali minum = 2 x 5 ml =10 ml = 250 mg).
2 sendok takar

Total jumlah obat yang diperlukan untuk 5 hari


= 10 ml x frekuensi/hr (3x) x lama terapi (5 hari) = 150 ml
karena 60 ml/botol perlu 3 botol ~ 180 ml Flash No. III

Dosis lazim amoksisilin = 25-50 mg/kg BB/hari


BB 18 kg dosis lazim = 18x(25-50 mg) / 3 150-300 mg/x
250 mg/x
Kekuatan sediaan 250 mg/5 ml (Kemasan 60 ml/botol (flash/fl)
Jumlah obat sekali minum = 5 ml ~ 250 mg).
1 sendok takar

Total jumlah obat yang diperlukan untuk 5 hari


= 5 ml x frekuensi/hr (3x) x lama terapi (5 hari) = 75 ml
karena 60 ml/botol perlu 2 botol ~ 12 ml Flash No. II

Perhitungan
Bila dipakai kekuatan sediaan 250 mg/5 ml
sediaan 60 ml/botol (flash/fl)
Karena dosis 1 x minum = 250 mg maka
Jumlah obat sekali minum = 1 sendok takar (5 ml= 250 mg).
Total jumlah obat yang diperlukan untuk 5 hari
= 5 ml x frekuensi/hr (3x) x lama terapi (5 hari) = 75 ml
maka perlu 2 botol ~ 120 ml Flash No. II

Dosis lazim amoksisilin = 10 - 15 mg/kg BB/ x


BB 18 kg dosis lazim sekali minum = 18 x (10-15 mg)
180-270 mg/x

Penentuan dosis yang dipilih:


1. Disesuaikan kondisi demam pasien
2. Disesuaikan kekuatan sedian sirup yang ada
120 mg/5 ml
Untuk suhu 38,8 0C dipilih 180 mg/x
1 sendok (7,5 ml)
Total jumlah obat yang diperlukan untuk 3 hari
= 7,5 ml x frekuensi/hr (3x) x lama terapi (3 hari) = 67,5 ml
karena 60 ml/botol perlu 1 atau 2 botol ~ 60 ml / 120 ml

Flash No. I atau No. II

Dosis lazim parasetamol = 10 mg-15 mg/kg BB/x


BB 18 kg dosis lazim = 18x(10-15 mg)/
= 180 mg-270 mg/x

Penentuan dosis yang dipilih:


1. Disesuaikan kondisi demam pasien
2. Disesuaikan kekuatan sedian sirup yang ada
120 mg/5 ml
Untuk suhu 38,8 0C dipilih 180 mg/x
1 sendok (7,5 ml)
Jumlah obat yang dibutuhkan untuk 3 hari
7,5 ml x 3(frekuensi/hr) x 3 hari = 67,5 ml 1 botol

Drg. Ifarke
Jln. UI Depok No. 1
SIP 12345678910
Depok, 21 Oktober 2015
R/ Syrup Amoxicillin 125 mg/5 ml

Fl No. III

S 3 dd Corig II pc (diminum selama 5 hari)


______________________________paraf
R/ Syrup Parasetamol 120 mg/5ml

Fl No.I

S 3 dd C.orig 1 pc prn demam


__________________________________paraf
Pro
: Ayu
Umur : 5 tahun
BB
: 18 kg

R/ Syrup Amoxicillin 250 mg/5 ml

Fl No. II

S 3 dd Corig I pc (diminum selama 5 hari)


______________________________paraf

RESEP
Untuk amoksisilin obat paten
- Kapsul amoksisilin 500 mg (Pharos)
- Kapsul amoksan 500 mg/250 mg/capsul (Caprifarmindo)
R/ Caps amoksisilin 500 mg No. VIII
S 3 dd caps I p.c
_____________________________paraf
R/ Caps Amoksan 250 mg No. XV
S 3 dd caps I p.c
_____________________________paraf

Amoksisilin
Dosis dewasa = 250 mg/kapsul; 500 mg/kaplet; 125
mg/5 ml sirup kering (60 ml)
Bentuk sediaan obat = kapsul, kaplet, sirup kering,
drops, obat tetes, injeksi
Indikasi = infeksi yang disebabkan oleh strain bakteri
yang peka infeksi kulit dan jaringan lunak (abses gigi)
Parasetamol
Dosis dewasa = 500 mg/tablet; 100 mg/tablet; 120
mg/5 ml sirup (60 ml); 60 mg/0.6 mldrops;
enema/clysma/untuk dubur
Bentuk sediaan obat = tablet, kaplet, sirup, drops,
enema
Indikasi = demam dan nyeri

Contoh sediaan obat tablet hisap untuk mulut


dan tenggorokan :
F.G Troches = mengandung fradiomisin 2.5 mg
dan garamisin S 1 mg
Bentuk sediaan obat = tablet hisap
Indikasi ginggivitis, tonsilitis, infeksi di dalam
mulut

Nn.Ratih, datang ke tempat praktek saudara


dengan keluhan gusi kiri bawah bengkak dan
nyeri hebat, disertai bau mulut tidak sedap
sejak 3 hari yang lalu.
Diagnosis Abses + Ginggivitis M2 ki bawah
Berikan terapi - antibiotik 5 hr +
- analgesik- antiinflamasi 4 hr
- obat kumur ( 1 botol )
Tulis resep lengkap dengan anda sebagai
dokter gigi.

TERIMA KASIH