Anda di halaman 1dari 26

BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN

MELALUI MATA
KLP II
ASTRI DACHRI
MAUDY ANDREA
MUH.IMAN S.

Pendahuluan
penghantaran obat secara topikal lebih dominan

dibandingkan sistemik
obat yang diberikan melalui mata ditujukan
untuk mengatasi infeksi prekornea (konjungtiva)
atau pengobatan intraokular (glaukoma)
Masalah penghantaran obat secara topikal :
Mekanisme penghilangan bahan asing yang

masuk ke dalam mata


barrier prekornea (reflek berkedip, air mata,
permeabilitas kornea yang rendah)

Anatomi Mata
Tiga lapisan (luar ke dalam):
1. Sclera (lap. serabut)

- Conjunctiva (pengolesan obat)


- Kornea (penyerapan obat)
2. Choroidea (lap. vasculer)
- mulucus ciliaris dan proseus ciliaris
- Iris dan pupil
3. Retina (lap. saraf)

Sistem lakrimal
Fungsi :

1.
2.
3.
4.

menjaga tekanan dalam mata 19 mm Hg


menjaga kelicinan mata
melindungi kornea dari penguapan
menetralkan efek sediaan mata

PENETRASI OKULER
Pemberian melalui jalur sistemik (oral

maupun
parenteral)
- epitel corpus ciliaris
- dinding kapiler jaringan sekitar iris
Pemberian secara topical
- penyerapan lewat kornea
- perlintasan melalui konjungtiva,

Kornea
Merupakan jaringan yang mendistribusikan

nutrisi dan oksigen


Merupakan jalur utama masuknya obat ke
dalam mata
Memiliki ketebalan 0,5 mm (bagian dalam)
dan 0,7 mm (bagian luar) dan tersusun dari 5
lapisan

Absorbsi obat melalui mata yang efisien

penetrasi kornea yang baik dan waktu kontak


obat pada jaringan kornea
Penetrasi obat ke dalam mata dapat melalui
kornea dan konjungtiva
Besarnya laju penetrasi ke dalam kornea
berdasarkan hukum difusi dari Fick
Faktor yang berpengaruh terhadap penetrasi
obat dari sediaan mata :
Faktor fisiologis
Faktor fisiko kimia

Laju penetrasi melalui


kornea
Tergantung pada faktor :

- Koefisien partisi zat aktif dalam lipid atau air


(daya kelarutan dalam lemak tinggi, laju
penembusan besar)
- derajat ionisasi (semakin kecil laju penetrasi
semakin besar)

Faktor yang Mempengaruhi


Ketersediaan Hayati
A. Faktor Fisiologis
Keadaan dan fungsi dari kornea dan
konjungtiva, (perlukaan epitel)
Ikatan molekul obat dengan protein pada air
mata
Penguraian metabolisme obat ( oleh enzym
dalam air mata)

Faktor yang Mempengaruhi


Ketersediaan Hayati
B. Faktor Fisika-kimia
1. Tonisitas
Tidak terjadi peningkatan permeabilitas epitel
kornea pada konsentrasi senyawa 0,9-10%
NaCl, sedangkan pada larutan yang hipertonis
terjadi peningkatan permeabilitas
2. pH (pendaparan)
- pH air mata normal 7.4

Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan


Hayati
2. pH (pendaparan)
Obat memiliki aktivitas terapeutik tertinggi
pada pH yang mengandung molekul yang
3.tak
Kekentalan
terion
memperpanjang waktu kontak
kelompok turunan selulose ;
- Pembentukan misel
- Meningkatkan aksi obat (pilokarpin,
kloramfenikol)
- Regenerasi sel epitel kornea

Faktor yang Mempengaruhi


Ketersediaan Hayati
4. Surfaktan
menurunkan tengangan antar permukaan
- meningkatkan tercampurnya obat dengan
air mata
- memperluas permukaan epitel kornea
- meningkatkan kontak obat dengan kornea
dan konjungtiva
- meningkatkan penembusan dan
penyerapan obat

Cara Penghantaran Obat Melalui


Mata
Larutan dan Suspensi
Salep mata
Prodrug dan Penggunaan Bahan Peningkat

Permeabilitas
Injeksi
Particulate drug delivery systems :
nanopartikel dan mikropartikel
Ocular implant
Iontrophoresis

Larutan
Cara penghantaran obat yang utama adalah

tetes mata
Tetes mata akan dihilangkan dengan cepat oleh
reflek berkedip dan batasan volume cairan yang
dapat ditampung oleh prekornea (7l)
Konsentrasi obat di daerah prekornea
merupakan kekuatan pendorong masuknya obat
ke dalam kornea melalui mekanisme difusi pasif
Viskositas sediaan merupakan faktor penting
penentu bioavailabilitas

Salep mata
terdiri dari bahan obat yang terlarut

ataupun terdispersi di dalam basis atau


basis salep sebagai pembawa zat aktif.
Basis salep yang digunakan dalam sebuah
formulasi obat harus bersifat inert dengan
kata lain tidak merusak ataupun
mengurangi efek terapi dari obat yang
dikandungnya.

Prodrug dan Penggunaan


Bahan Peningkat Permeabilitas
Prodrug penetrasi ke dalam kornea lebih baik

dibandingkan formula standarnya


Contoh prodrug yang diberikan secara topikal
asiklofir dan gansiklofir
Permeability enhancers meningkatkan stabilitas
kimia, bioavailabilitas dan menurunkan iritasi lokal obat
Contoh permeability enhancers surfaktan, agen
pengkelat, siklodekstrin
The first ophthalmic prodrug, dipivalylepinephrine. By
diesterification, the compound was made more
lipophilic, resulting in a ten-fold increase in its corneal
absorption.

Injeksi
Intravitreal steroid sebagai obat anti

radang
Subjunctival route mengurangi
frekuensi pemberian obat dan
menyediakan sistem penghantaran obat
yang diperlambat (lebih efektif utuk obat
yang bersifat hidrofilik)

Nanopartikel dan
Mikropartikel
Ukuran partikel yang optimal dan penggunaan

polimer yang bersifat mukoadesif dapat


meningkatkan bioavailabilitas obat

Ocular Implant
Dosis akurat, mengurangi absorbsi sistemik,

kepatuhan pasien meningkat


Degradable dan non degradable implant

Ionthophoresis

Iontophoresis tehnik pemberian obat dengan

memakai gelombang elektrik kecil untuk


meningkatkan penentrasi ion partikel zat aktif
ke dalam jaringan

Benzalkonium chloride (BAC) merupakan bahan

pengawet yang banyak digunakan pada berbagai


macam sediaan tetes mata dengan konsentrasi
bervariasi antara 0,0040,02%.
BAC merupakan bahan pengawet golongan deterjen
yang mempunyai efek surfaktan yang dapat
mengganggu permeabilitas sel.
Penderita glaukoma dan sindrom kekeringan air mata
(dry eye) memerlukan pengobatan dengan tetes
mata secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Mereka merupakan kelompok yang terpapar dengan
toksisitas bahan pengawet BAC yang ada dalam obat
tetes mata. Semakin sering obat berpengawet BAC
diteteskan akan semakin besar paparan toksik
terhadap sel-sel konjungtiva dan kornea

Penelitian tentang pengaruh pemberian

timolol 0,5% jangka panjang antara yang


menggunakan pengawet dan tanpa pengawet
terhadap kejadian inflamasi pada permukaan
okular menunjukan terjadinya gangguan
stabilitas air mata dan inflamasi pada
permukaan mata

penggunaan timolol 0,5% jangka panjang akan

meningkatkan ekspresi petanda imunoinflamasi oleh sel


epitel konjungtiva penderita glaukoma.Obat-obat /blocker, 1-blocker, 2- blocker dan derivat prostaglandin
berpengawet BAC dapat menstimulasi degradasi matriks
ekstraseluler pada kultur fibroblast.
Perubahan keseimbangan antara enzim matrix

metalloproteinase (MMP) dan enzim tissue inhibitors of


metalloproteinase (TIMP) menyebabkan perubahan
metabolisme matriks ekstraselular jaringan permukaan
okular.
Penggunaan berpengawet BAC jangka panjang

menyebabkan metaplasi squamosa epitel konjungtiva.


Pengobatan jangka panjang dengan topikal antiglaukoma
berpengawet BAC mempunyai efek buruk pada jaringan
konjungtiva yang kemungkinan mempengaruhi kesudahan
operasi filtrasi.

Evaluasi sediaan
TEST KUALITAS
UNIVERSAL
DESKRIPSI
IDENTIFIKASI
ASSAY
KEJERNIHAN
OSMOLARITAS
PARTIKULAT DAN BENDA

ASING
STERILITAS DAN
PENGAWET
PENYIMPANAN

TEST KUALITAS
SPESIFIK
VISKOSITAS
CONTENT OF

ANTIOKSIDAN
KEMAMPUAN
RESUSPENSI/REDISPERSI
UKURAN PARTIKEL DAN
PARTIKEL TERDISPERSI
UKURAN TETESAN
PENAMBAHAN BAHAN

TERIMA
KASIH