Anda di halaman 1dari 6

DASAR PEMBENARAN

PEMUNGUTAN PAJAK OLEH


NEGARA

Mengenai dasar / alasan pembenar bagi


negara untuk memungut pajak dari rakyatnya
dapat dilihat dari dasar atau alasan pemungutan
pajak yang dapat dipisahkan ke dalam :
1. pemungutan pajak adalah untuk
kepentingan pemungut;
2. pemungutan pajak adalah untuk
kepentingan yang dipunguti;
3. pemungutan pajak adalah untuk
kepentingan kedua-duanya, yaitu pemungut
dan yang dipungut.

Pemungutan Pajak untuk


Kepentingan Pihak
Pemungut
Von Gierke yang menyatakan bahwa
negara itu merupakan suatu
kesatuan yang didalamnya setiap
warga negara terikat, tanpa ada
organ atau lembaga (negara)
tersebut maka individu tidak
mungkin dapat hidup

Pemungutan Pajak untuk Kepentingan


Pihak yang
Dipungut (Pembayar Pajak)
Dalam falsafah liberalisme, antara
kepentingan rakyat dan kepentingan negara
terpisah.
Dalam falsafah liberalisme diajarkan bahwa
penyediaan dana-dana yang diperlukan oleh
penguasa negara seharusnya diambil dari
harta negara sendiri.
Jadi, kalau negara memungut pajak dari
rakyat adalah bukan untuk kepentingan
Negara melainkan justru untuk kepentingan
rakyat yang dipungut pajak tersebut.

Dari paham liberalisme ini muncul


teori-teori pemajakan yang
menekankan bahwa pemungutan
pajak adalah untuk kepentingan
yang dipungut (rakyat).
1. Teori Badan Umum
2. Teori Asuransi

Pemungutan Pajak untuk


Kepentingan Pihak
Pemungut dan yang Dipungut
(Masyarakat)

Teori Daya Beli


negara adalah penyelenggara berbagai
kepentingan yang mendukung
kesejahteraan masyarakat.
Teori Deviden
bahwa pada hakekatnya pemungutan
pajak oleh negara adalah sama dengan
pengambilan dividen oleh seorang pesero
yang menanamkan sahamnya dalam
suatu perusahaan.