Anda di halaman 1dari 11

Recurrent Urinary Tract

Infection
Fifi Nur Hidayah N
1113102000078

Kasus
TW, wanita 28 tahun dengan riwayat recurrent infection. Barubaru ini diobati dengan trimetoprim-sulfametoksazol untuk
infeksi saluran urinnya yang disebabkan oleh E.coli.
Direncanakan untuk melakukan analisa kembali. Tetapi pasien
membatalkan janji untuk pemeriksaan karena sudah merasa
baik. 8 minggu kemudian, TW kembali ke klinik dengan gejala
dan tanda infeksi saluran urin yang lain. Rencana terapi apa
yang dapat diberikan untuk pasien?

Riwayat Penyakit
: recurrent infection
Riwayat Pengobatan : trimetoprim-sulfametoksazol
8 minggu setelah pengobatan mengalami gejala dan tanda
infeksi saluran urin lain.

Treatment

Ttrimethoprim-Sulfamethoxazole (TMP-SMX) merupakan


terapi standar
Trimethoprim atau fluoroquinolone (ofloxacin, norfloxacin,
dan ciprofloxacin ) juga efektif untuk terapi, karena
fluoroquinolon umumnya digunakan u/ pengobatan
complicated UTIs dan non-urinary disorders lain.
Fluoroquinolones tidak direkomendasikan sebagai initial
empiric therapy kecuali agent lain memiliki resiko tinggi
untuk menjadi resisten.
Resiko resisten E. colipada TMP-SMX (15-20% of the
United States), dapat diberikan nitrofurantoin
(Macrodantin) agen yang aman dan efektif, diberikan
selama 7 hari.

Sumber : Recurrent Urinary Tract


Infections in Women-Diagnosis and

Pencegahan Recurrent UTI

Lifestyle Modification
Antimicrobial Strategy
Menurut review dari Cochrane, pada 19 trials dengan 1120
patients, menunjukkan bahwa antibiotics lebih baik dari pada
placebo dalam menurunkan microbiological recurrences pada
wanita pre- dan post-menopausal dengan recurrent UTI.
Antibiotik :
Fluoroquinolones (norfloxacin, ciprofloxacin,
pefloxacin), Cephalosporins (cephalexin, cefaclor),
Trimethoprim-Sulfamethoxazole, Nitrofurantoin

Trimethoprim,

Continuous Prophylaxis
Post-coital Prophylaxis
Acute Self-treatment
Pasien dengan ulangan UTI 2/thn acute self-treatment mungkin
berhuna. 3x/tahun dapat menggunakan continuous, low-dose
prophylaxis or post-coital prophylaxis.

Sumber : Sogc Clinical Practice Guideline. Recurrent UTI In Women. 201

Pencegahan NonAntimicrobial

Cranberries
Cranberries menghambat bakteri (E. coli) dengan melekat
pada uroepithelial cells. Tanpa pelekatan, bakteri tidak dapat
menginfeksi permukaan mukosa pada urinary tract.
Menurut review Cochrane, 59 percobaan dengan 1049 subjek
menunjukkan beberapa evidence bahwa cranberry juice dapat
menurunkan gejala UTIs selama periode 12 bulan, terutama
pada wanita dengan recurrent UTIs.
Akupuntur
Berdasarkan 2 RCTs menunjukkan bahwa akupuntur efektif
digunakan dalam preventing recurrent UTIs.
Probiotics
Berdasarkan sebuah studi menunjukkan bahwa probiotics
dapat bermanfaat, Tapi masih dibutuhkan studi lagi sebelum
probiotics dapat direkomendasikan u/ prevention of UTI.
Vaccines
Estrogen pada wanita post-menopause

Recurrent UTI tanpa komplikasi ISK yang terjadi 3x atau


lebih dalam 12 bulan.
Recurrent UTI Relaps atau Reinfection.
Reinfection, yang merupakan jenis yang paling umum dari
recurrent UTI, terjadi lebih dari 2 minggu setelah pasien
menyelesaikan terapi antimikroba dan umumnya disebabkan
oleh infeksi dengan organisme yang berbeda (termasuk
galur E.coli yang berbeda).
Relaps terjadi pada 5% sampai 10% dari wanita dalam waktu 2
minggu saat menyelesaikan terapi antimikroba dan
disebabkan oleh masih adanya patogen yang sama.
T.W. adalah bebas dari gejala selama 8 minggu menunjukkan
bahwa ini adalah infeksi ulang.

Pemilihan Obat :
Menurut (Metlay et al. 2003) -- > wanita yang memiliki
recurrent UTI karena re-infection harus diberikan
dengan agen yang sama yang mereka terima. Namun
agen alternatif harus digunakan jika reinfeksi terjadi
dalam waktu 6 bulan, karena TMP-SMX memiliki resiko
tinggi untuk terjadi resistensi mikrobakteri.
Agen Alternatif lain :

Nitrofurantoin memiliki kefektifan sekitar 80-90% pada strain


E. coli.
Fluoroquinolon juga bermanfaat dalam pengobatan recurrent
UTI.
Cephalexin dan trimethoprim juga direkomendasikan sebagai
agen alternatif.
Kesimpulan Obat :
TMX-SMX

TMP-SMX
TMP-SMX 40-200 mg 3x seminggu tiap
malam.
Terapi diberikan dalam waktu 6 bulan.

Menurut Dipiro Pharmacotherapy Handbook 7Ed 2008.

Daftar Pustaka

Joshua P. Metlay, Brian L. Strom2and,


David A. Asch12. Prior antimicrobial
drug exposure: a risk factor for
trimethoprimsulfamethoxazoleresistant urinary tract infections. 2003.
J Antimicrob Chemother.