Anda di halaman 1dari 19

TEKNIK

PEMERIKSAAN

PERSIAPAN PEMERIKSAAN

Persiapan Pasien
1.

2.

3.
4.

5.
6.
7.

Memberi penjelasan kepada pasien tentang


pemeriksaan yang akan dilakukan
2 hari sebelum pemeriksaan pasien diet rendah
serat
Pasien puasa 8-9 jam sebelum pemeriksaan
Tidak diperbolehkan mengkonsumsi obat
obatan yang mengandung substansi
radioopaque seperti steroid, pil kontrasepsi, dll.
Colon bebas dari fecal material dan udara
Tidak diperbolehkan merokok
Pasien mengisi inform consent

Persiapan
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)

Alat dan Bahan

Pesawat X-Ray + Fluoroscopy


Baju Pasien
Gonad Shield
Sarung tangan Pb
Kaset + film ukuran 30 x 40 cm, 30x40 cm.
Bengkok
Grid
X-Ray marker
Tissue / Kertas pembersih
Bahan kontras barium sulfat
Barium encer dengan air hangat ( BaSO4 : air = 1 :4 )
Kontras negative ( tablet efferfecent, natrium sulfas, sprite,dll)
Obat emergency : dexametason, delladryl,dll)
Air Masak Sendok / Straw ( pipet ) dan gelas

PROSEDUR PEMERIKSAAN

SINGLE
KONTRAS
DOUBLE
KONTRAS

Penjelasan pada pasien tentang prosedur Foto Polos


Abdomen
Dilakukan persiapan pemeriksaan
Dibuat foto polos abdomen / dilakukan fluoroskopi hepar,
dada dan abdomen.
Pasien diberi media kontras 1 gelas
Jika memungkinkan pasien dalam posisi berdiri, jika pasien
recumbent pasien minum dengan sedotan
Pasien diinstruksikan minum 2 3 teguk media contrast,
dilakukan manipulasi agar seluruh mukosa terlapisi diikuti
fluoroskopi atau dibuat foto yang diperlukan
Setelah melihat rugae pasien minum sisa barium untuk
melihat pengisian penuh dari duodenum.
Dengan teknik fluoroskopi pasien dirotasi dan meja dapat
disudutkan sehingga seluruh aspek oesophagus, lambung
dan duodenum terlihat.

Setelah minum media kontras positif, pasien diberi pil,


bubuk carbonat dsb untuk menghasilkan efek gas.
Pasien diposisikan recumbent dan diinstruksikan
untuk berguling guling 4 5 putaran sehingga
seluruh mukosa terlapisi.
Dapat diberikan glucagon atau obat lain untuk
mengurangi kontraksi lambung (lambung tidak relax)
Dilakukan pengambilan foto dengan proyeksi sesuai
yang diinginkan sama pada teknik single kontras.
Bila menggunakan fluoroskopi diambil spot foto pada
daerah daerah yang diinginkan.

PROYEKSI PEMOTRETAN
1.
2.
3.
4.
5.

6.

7.

PA erect ( film 30 x 40 ) untuk melihat type dan posisi lambung


Lateral erect untuk melihat space retrogastric kiri
PA recumbent untuk melihat gastroduodenal surface
PA Obliq ( RAO ) untuk melihat pyloric canal dan duodenal bulb
Right Lateral Decubitus untuk melihat duodenal loop,
duodenojujunal junction dan retrogastric space
AP Recumbent untuk melihat bagian fundus terutama pada
teknik double kontras, rotasi lateral untuk melihat lesi pada
dinding anterior dan posterior, retrogastric portion dari jejunum
dan illium
Variasi supine dengan mengatur kepala lebih rendah 250 300
untuk melihat hernia hiatal dan 10 15 derajat dan rotasi
pasien ke depan ( sisi kanan dekat meja ) untuk melihat
gastroesophageal junction juga untuk melihat regurgitasi.

Proyeksi

PA

Fungsi : untuk memperlihatkan polip, divertikul,


gastritis, pada badan pylorus lambung
Posisi Pasien
: Berdiri, prone menghadap kaset
Posisi Objek
: MSP pada pertengahan meja / kaset.
Batas Atas : Xyphoid ( Th 9-10 )
Batas Bawah : SIAS, diyakinkan tidak ada rotasi
abdomen.
CR
: Tegak Lurus
CP
: Pada pylorus dan bulbus duodeni.
Stenik : 1-2 inchi dibawah L2 menuju lateral batas
costae dan 1 inchi kekiri dari C. Vertebrae
Astenic : 2 inchi dibawah L2
Hiperstenic : 2 Inchi diatas level duodenum
Expose
: ekspirasi dan tahan nafas.

Kriteria Radiograf:
Struktur yang tampak daerah lambung dan duodenum
Body dan pylorus tercover
Struktur gambar dapat menampakkan jaringan dari lambung dan duodenum.
Tampak struktur anatomis sesuai dengan kelainan dan patologi yang ada

Proyeksi Lateral Erect (Lateral kanan)

Fungsi : memperlihatkan proses pada daerah retrogastric


seperti divertikel, tumor, ulkus gastric, trauma pada perut
dan batas belakang lambung.
Posisi Pasien
: pasien miring arah kanan, atur kaki dan
dan tangan mengikuti kemiringan pasien
Posisi Objek
: bahu dan daerah costae dalam posisi
lateral
Batas atas
: xyphoid
Batas bawah : crista iliaka
Central Ray
: Tegak Lurus
Central Point
: Bulbus duodenum pada L1
Stenik : 1-1,5 ke depan dari mid coronal plane
Astenic : 2 inchi dibawah L1
Hiperstenic : 2 Inchi diatas L1
FFD
: 100 cm
Expose
: ekspirasi dan tahan nafas.

Kriteria Radiograf:
Struktur yang tampak daerah lambung dan duodenum
tercover celah retrogastric, pylorus dan lengkung duodenum
akan terlihat jelas khususnya pada tipe hiperstenic
Lengkung duodenum terletak pada sekitar L1
Dapat memperlihatkan anatomi dan kelainan yang ada.

Proyeksi

LPO (left posterior oblique)

Fungsi : bila digunakan double kontras akan dapat


memperlihatkan dengan jelas batas antara udara dengan
dinding pylorus dan bulbus sehingga jelas untuk GASTRITIS
dan ULKUS
Posisi Pasien : pasien recumbent, punggung menempel
kaset.
Posisi Objek
: dari posisi supine dirotasikan 30 60
derajat dengan bagian kiri menempel meja, tungkai
difleksikan untuk menopang
Batas atas : Proc.xyphoideus, Batas bawah : SIAS
CR
: Tegak Lurus
CP
: Pertengahan crista iliaca
Stenik : L1
Astenic : 2 inchi dibawah L1 mendekat mid line
Hiperstenic : 2 Inchi diatas L1
FFD
: 100 cm
Expose
: ekspirasi dan tahan nafas.

Kriteria Radiograf:
Struktur yang tampak daerah lambung dan duodenum, bulbus duodenum
tanpa superposisi dengan pylorus
Fundud tampak tertempeli BaSO4
Pada double kontras tampak batas body dan pylorus dengan batas udara
Tidak ada pergerakan dan kekaburan gambaran lambung dan duodenum

Proyeksi PA Oblique (RAO)

Posisi Pasien
: recumbent, prone
Posisi Objek
: Abdomen diatur sehingga
abdomen membentuk sudut 40 70 derajat dengan
tepi depan MSP, lengan tangan sebelah kiri flexi ke
depan, knee joint flexi.
Central Ray
: vertical tegak lurus
Central Point
: daerah bulbus duodeni
Stenik
: 1-2 inch dari L2
Asthenic : 2-5 inchi di bawah L2
Hiperstenic : 2-5 inchi di atas L2
FFD
: 100 cm
Eksposi
: ekspirasi dan tahan nafas

Kriteria Radiograf:
Struktur ditampakkan : daerah lambung dan lengkung duodenum
membentuk huruf C
Tampak bagian bagian dari lambung bebas superposisi
Dapat menampakkan daerah yang mempunyai indikasi / kelainan
Tidak tampak kekaburan dan pergerakan.

Proyeksi AP

Posisi Pasien
: Supine
Posisi Objek
: MSP pada mid line meja,
pastikan tubuh tidak ada rotasi
CR
: tegak lurus dengan kaset
CP
: pada L1 ( diantara xypoid dan
batas bawah costae )
Stenik
: L1
Asthenic : 2 inchi di bawah L1
Hiperstenic : 1 inchi di atas L1
FFD
: 100 cm
Eksposi
: ekspirasi dan tahan nafas

Kriteria Radiograf:

Struktur ditampakkan : lambung dan duodenum,


diafragma dan paru-paru bagian bawah
Tampak bagian bagian dari lambung bebas
superposisi
Dapat menampakkan daerah yang mempunyai
indikasi / kelainan
Tidak tampak kekaburan dan pergerakan.

Teknik Pembuatan Radiograf


Maag Duodenum

Dengan Fluoroskopi
Pasien disuruh berguling diikuti dengan fluoroskopi dilihat
hingga BaSO4 melumuri seluruh permukaan lambung
Buat spot foto lambung posisi RAO, lateral kanan, PA, dan LPO
Spot foto dibuat sesuai dengan kelainan / posisi yang
diperlukan
Setelah kontras mengisi lambung dan duodenum dibuat foto
UP RIGHT AP/PA

Tanpa Fluoroskopi
Tunggu kira kira 5 menit, setelah kontras masuk
Buat Radiograf RAO
Lihat hasilnya, bila kontras sudah memenuhi lambung, dibuat
proyeksi lateral kanan, PA
LPO untuk melihat duodenum
Bila mungkin dibuat UP RIGHT AP atau PA

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan:

Puasa 4 -8 jam
Tidak merokok dan mengunyah permen selama periode
NPO karena aktifitas tsb akan meningkatkan cairan
lambung dan ludah yang menghalangi perlekatan
barium pada mukosa.
Volume media kontras
Kv tinggi ( 100 125 )untuk menapbah penetrasi
kontras barium yang tinggi
Seconnd (S) yang singkat untuk mengurangi peristaltic
movement Bouble kontras mengurangi hingga menjadi
80 90 kv

Anda mungkin juga menyukai