Anda di halaman 1dari 8

Permasalahan dan Solusi

Pemberdayaan Masyarakat
Melalui Program Biogas Sebagai Energi Alternatif di
Kabupaten Manokwari Papua
Barat

Pemberdayaan
Masyarakat
baru
pembangunan,

Paradigma
bersifat
people
centred,
empowering, and sustainable

yakni yang
partici-patory,

1.menciptakan suasana atau iklim yang


memungkinkan potensi masyarakat
berkembang (enabling),
2.memperkuat potensi atau daya yang dimiliki
masyarakat (empowering), dan
3.memberdayakan mengandung pula arti
melindungi.

Partisipasi, menurut Hoofsteede (1971),


The taking part in one or more phases of the
process atau mengambil bagian dalam suatu
tahap atau lebih dari suatu proses, dalam hal
ini proses pembangunan.

Kelembagaan, ->

adanya

interaksi

Kelompok,

meningkatkan partisipasi

sosial,
memfasilitasi proses belajar, dan bahkan
sebagai wadah bersama dalam penyaluran
aspirasi

Keadaan Umum
Kabupaten
Manokwari,
Distrik prafi:
1. Mayoritas warga
transmigrasi
2. Program biogas -> Aimasi
dan Udapi Hilir
3. 60 km dari Kota Manokwari
4. Mata pencaharian ->
bertani, usaha sambilan
(ternak sapi)

Tahap tahap dan Pendekatan dalam


Masyarakat

1. Sosialisasi

oleh:

Pemerintah Daerah Kabupaten


Manokwari
Universitas ;
penjelasan mengenai konsep dasar,

tujuan, sasaran, prinsip-prinsip,


kebijakan serta proses dan mekanisme
dalam pengerjaan
pembuatan unit
Kelompok
(10 dalam
orang),
biogas.

2.
dan pelaksanaan

dengan kriteria:

memiliki sapi,
memiliki kandang serta
bersedia menyediakan sebidang tanah untuk
dibuat
digester.

Tingkat Keberhasilan dari program ini ->


SEBAB
sangat rendah dan belum
berkesinambungan ,

Masyarakat belum maksimal berperan aktif


terhadap program yang dijalankan,

Belum adanya keterbukaan dari semua


pihak,

Pengorganisasian belum menitikberatkan


pada lapisan bawah yang selama ini selalu
terpinggirkan ,

Pengorganisasian yang dilakukan terjebak


pada kepentingan

Ada kendala pengelolaan dana dan fasilitas


yang diberikan

Mahalnya pembuatan digester, selain itu


masih didatangkan tenaga ahli

Kesimpulan:
1. Suatu program pengadaan digester
biogas pada masyarakat di daerah Prafi
dengan melihat potensi ternak serta
kesediaan aparat dan masyarakat
untuk terlibat dalam program tersebut.
2.

Tingkat keberhasilan dari program


biogas masih sangat rendah yang
disebabkan hal-hal yang mendasar
serta program pembuatan digester
biogas yang belum berkesinambungan.

Saran:

Pihak akademisi harus tanggap dengan


masalah mendasar di masyarakat dan mau
bekerjasama dengan pemerintah daerah
untuk mencapai solusi program peternakan
yang baik untuk Papua, karena masalah di
Papua sangat kompleks dan butuh metode
pemberdayaan masyarakat yang terarah
sehingga
perlu
melibatkan
semua
stakeholders di daerah.
Strategi pembangunan yang diterapkan
seharusnya menyangkut apa yang menjadi