Anda di halaman 1dari 18

Manajemen Mutu Terpadu (TQM)

dalam system Pendidikan


Dosen Pembina:
Drs. Sulaiman, M.Pd., Ph.D.
SERTIFIKASI GURU DAN PROFESIONALITAS
KELOMPOK V
BUDI HARTONO
H. AHMAD FAWAZ

Sertifikasi
Guru

memberikan sertifikat kepada


guru yang telah memenuhi standar
kualifikasi dan standar
.
oleh kompetensi
perguruan tinggi
penyelenggara pengadaan tenaga
kependidikan yang terakreditasi dan
ditetapkan oleh pemerintah
dilaksanakan secara objektif,
transparan, akuntabel dan
berkeadilan.

sar Pelaksanaan : Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007

Program ini diikuti oleh guru dalam jabatan yang telah


memiliki kualifikasi akademik :
sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).

Tujuan Sertifikasi Guru


Sertifikasi dilakukan untuk menentukan kelayakan guru
dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran
dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sertifikasi juga dilakukan untuk meningkatkan mutu proses
dan hasil pendidikan.
Sertifikasi untuk meningkatkan martabat guru.

Sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme guru.

Pengertian Profesionalitas
Profesionalitas berasal dari kata profesi yang artinya suatu
bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh
seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau
pekerjaan tertentu yang diperoleh dari pendidikan akademis
yang intensif. Jadi profesi adalah suatu pekerjaan atau
jabatan yang menuntut keahlian tertentu. Artinya suatu
pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat
dipegang oleh sembarang orang, tetapi memerlukan
persiapan melalui pendidikan dan pelatihan secara khusus.

Profesionalitas menurut
beberapa ahli:
Kusnandar berpendapat bahwa profesionalitas adalah kondisi, arah, nilai, tujuan, dan
kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian
seseorang (Kusnandar, 2011:46).
Sahertian dalam bukunya Profil Pendidik Profesional berpendapat bahwa : Profesi
pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau suatu janji terbuka yang menyatakan
seseorang mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan, karena orang
tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu (Sahertian, 1994 : 26).
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yaitu : Profesional
adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber
penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang
memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Pengertian dan konsep pelibatan dan pemberdayaan


karyawan
Pelibatan karyawan adalah suatu proses untuk mengikut
sertakan para karyawan pada semua level organisasi dalam
pembuatan keputusan dan pemecahan masalah (dapat
berupa ide, saran, kritik, dan lain sebagainya
Usaha pemberdayaan karyawan dapat di mulai dengan
Keinginan manager dan penyedia untuk memberi tanggung jawab kepada
karyawan
Melatih penyedia dan karyawan mengenai bagaimana cara untuk melakukan
delegasi dan menerima tanggung jawab
Komunikasi dan umpan balik perlu di berikan oleh manajer dan penyedia
kepada karyawan
Penghargaan dan pengakuan sebagai hasil evaluasi perlu di berikan kepada
karyawan sebagai tanda penghargaan terhadap kontribusi mereka kepada
perusahaan

Faktor Penghambat Pelibatan dan Pemberdayaan


Karyawan
Ada 2 penolakan terhadap perubahan yang perlu diperhatikan :
Penolakan Manajemen terhadap Penerapan PPK antara lain:
Ketidakamanan
Nilai-nilai pribadi
Ego
Pelatihan manajemen
Karakteristik kepribadian para manajer
Ketidakterlibatan manajer
Struktuk organisasi dan praktek manajemen

Ketidakamanan, hal ini dirasakan oleh para manajer ketika karyawan yang
berada dalam tim kerja mencetuskan inisiatif atau ide yang dapat mengurangi
kekuasaan manajer tersebut. Sehingga manajer akan berusaha mempersulit
keompok kerja.
Nilai-nilai pribadi, yaitu anggapan manajer bahwa para karyawan harus
melaksanakan perintah yang diberikan oleh manajer.
Ego, manajer yang memiliki ego tinggi tidak akan menerima adanya
keterlibatan karyawan, karena akan merasa berkurang status dan
keuntunganya.
Struktur organisasi dan praktek manajemen akan menghambat PPK ketika
organisasi memiliki birokasi yang berbelit-belit.
Pelatihan manajemen, akan mempengaruhi cara pandang manajer karena
biasanya pelatihan manajemen mengikuti filosofi yang dicetuskan oleh
Frederick taylor yang lebih focus kepada penerapan prinsip-prinsip ilmiah
dalam perbaikan proses dan tehnologi, yang tidak berorientasi pada manusia.
Sehingga kemungkinan besar, para manajer tersebut akan menolak PPK.
Karakteristik kepribadian para manajer yang dididik dengan cara lama
tidak akan menerima PPK karena mereka lebih memeperhatikan tugas dan hasil
kerja daripada memperhatikan orang yang bekerja.
Ketidakterlibatan manajer akan menolak PPK karena manajer tersebut
merasa diabaikan. Penerapan PPK harus melibatkan semua personil yang akan

Penolakan karyawan terhadap penerapan PPK :


Mereka merasa skeptis terhadap manajemen yang silih
berganti dan tidak dilaksanakan.
Penolakan bisa juga terjadi karena karyawan tidak mau
menerima perubahan karena menyangkut hal-hal baru
dan mungkin tidak lazim, sehingga sulit mendapat
dukungan dari karyawan.

Implementasi
Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan rencana yang telah disusun dengan cermat
dan rinci. Implementasi ini biasanya selesai setelah dianggap permanen.
Terdapat berbagai sarana yang dapat digunakan untuk mendorong karyawan agar mereka
memberikan masukan dan menyalurkannya kepada pengambil keputusan. Berikut adalah metode
yang sering digunakan:
Brainstorming
Nominal group technique
Gugus kualitas
Kotak saran
Manajement by walking around

Penghargaan dan Pengakuan


Prestasi
Tujuan penilaian kinerja adalah sebagai alat diagnosis
dalam proses penialin terhadap perkembangan individu,
tim, dan organisasi.
Penilaian kinerja harus berkaitan dengan prinsip pembagian
tanggung jawab terhadap kualitas, hal ini dapat dicapai
dengan memfokuskan pada perkembangan ketrampilan dan
kemempuan yang diperlukan karyawan untuk berprestasi.

Sistem kompensasi harus memenuhi prinsip-prinsip kunci


manajemen kualitas, yaitu :
Kompensasi harus berorientasi pada pelanggan.
Kompensasi harus berorientasi pada tim.
Kompensasi harus dapat diukur.
Sistem kompensasi harus mengikutsertakan seluruh
karyawan.
Penilaian kinerja dapat mendukung perbaikan kualitas bila
keadaan dibawah ini terpenuhi :
Penilaian kinerja harus dipisahkan dari sistem
kompensasi.
Penilaian kinerja didasarkan pada observasi, pengukuran
perilaku, dan hasil.
Penilaian kinerja harus mendorong partisipasi karyawan.

Sistem Saran dan Konsep


Implementasinya
Karyawan juga perlu dilibatkan dalam sistem saran, segi positif dari sistem saran
adalah bahwa setiap saran yang berasal dari karyawan pastiakan dipatuhi oleh mereka,
tetapi bila yang mnetapkan adalah pihak manajemen belum tentu mereka mematuhinya.
Peran manajemen dalam implementasi dan operasi sistem saran terdiri dari tujuh
tahap, yaitu :
Membuat kebijakan.
Mengadakan sistem saran.
Mempromosikan sistem saran.
Evaluasi saran dan sistem saran.
Melaksanakan saran.
Menghargai karyawan. memperbaiki sistem saran.

Perbaikan sitem saran meliputi dua aspek, yaitu perbaiakn


pemrosesan dan perbaikan saran.
1. Perbaikan pemrosesan saran
kriteria sistem saran yang baik adalah sebagai berikut :
Semua saran mendapatkan tanggapan formal
Semua saran ditanggapi dengan segera
Pemantauan presatsi setiap departemen.
Biaya dan penghematan sistem dilaporkan.
Penghargaan dan pengakuan ditanggapi dengan segera.
Ide-ide yang bagus dilaksanakan.
Konflik kepribadian diminimumkan.

2. Perbaikan Setiap Saran


Terdapat tiga tahap dalam perumusan ide untuk perbaiakn lingkungan kerja yang dapat
meningkatkan jumlah dan kualitas ide yang dihasilkan, tahap tersebut adalah :

Identifikasi masalah.

Penelitian.

Pengembangan ide

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH

PPK berkualitas
KUALITAS sudah dari awal dan sepanjang proses (setiap karyawan diminta untuk
menjamin kualitas)
Guru mutu pembelajaran berada ditangan guru Layanan Jasa hasilnya
dipengaruhi oleh pelayan.
Sertifikasi pelibatan personal guru untuk kualitas dengan kontak kualitas dari
atas (manajemen mutu)
(bukan patokan kepuasan pelanggan/manajemen mutu total)
Guru yg profesional guru yang sejahtera (scara saintifik n humanistik masuk
akal)
Dengan sertifikasi - hasil kenaikan kebaikan sekolah