Anda di halaman 1dari 50

KETAHANAN NASIONAL

Setiap bangsa, termasuk Bangsa Indonesia dalam


mengejar tujuan nasionalnya kadang dihadapkan
pada serangkaian masalah. Sejarah umat manusia
mencatat bahwa tidak sedikit bangsa dan negara di
berbagai belahan dunia dalam rangka eksistensinya
begitu rupa mengalami cobaan sehingga bukannya
semakin dekat dengan tujuan nasionalnya tetapi
malahan mengalami desintegrasi atau perpecahan.
Dalam keadaan yang demikian maka bangsa yang
bersangkutan sedang menghadapi serangkaian
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang
penyelesaiannya bisa berkepanjangan . oleh karena
itu setiap bangsa perlu memiliki kemampuan, keuletan
dan daya tahan. Inilah yang dinamakan ketahanan
nasional.

Pengertian Ketahanan Nasional


Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamik
suatu bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional di dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam, yang
langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta
perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.

Keuletan :

Keadaan dan kemampuan untuk terusmenerus berusaha mencapai tujuan.


Keuletan mengandung sifat liat

Ketangguhan:

Adalah kemampuan berkenaan dengan


kekuatan untuk mampu bertahan, kukuh,
sukar dikalahkan, tahan menderita atau
kuat memikul beban.

Identitas:

Ciri khas yang ada pada suatu Negara


seperti : pluralism ras dan budaya,
wilayah Negara yang berbentuk
kepulauan

Integritas :

Kesatuan yang menyeluruh dalam


kehidupan dalam kehidupan suatu
bangsa baik alamiah maupun sosial.

Tantangan :

Adalah suatu kondisi tertentu atau usaha


tertentu yang mendorong tergugahnya
suatu kemampuan.

Ancaman :

Adalah suatu kondisi tertentu atau usaha


tertentu yang bersifat atau bertujuan
merubah kebijaksanaan, dilakukan
secara konsepsional, kriminal serta
politis.

Hambatan :

Adalah suatu kondisi tertentu atau usaha


tertentu yang bersifat atau bertujuan
melemahkan atau menghalangi secara
tidak konsepsional yang berasal dari diri
sendiri.

Gangguan :

Adalah suatu kondisi tertentu atau usaha


tertentu yang berasal dari luar secara
tidak konsepsional bertujuan
melemahkan kebijaksanaan.

Ciri-ciri Ketahanan Nasional adalah


sebagai berikut :

Merupakan kondisi sebagai prayarat utama bagi Negara


berkembang

Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan


mengembangkan kehidupan

Ketahanan nasional diwujudkan sebagai kondisi dinamik


bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan bangsa untuk
mengembangkan kekuatan nasional

Ketahanan nasional tidak hanya untuk pertahanan, tetapi


untuk menghadapi ATHG, baik yang datang dari luar/dalam,
langsung maupun tidak langsung.

Didasarkan pada metode ASTAGATRA

wawasan Nasional mengarahkan Ketahanan Nasional

Pola umum operatif Ketahanan Nasional harus didasari oleh


falsafah Negara dan wawasan nasional, dilaksanakan secara
realistik dan pragmatik dengan sikap percaya kepada diri
sendiri

Hakikat Tannas Indonesia


adalah keuletan dan ketangguhan bangsa
yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional untuk
dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa
dan Negara dalam mencapai tujuan nasional

Hakikat Konsepsi Tannas Indonesia :

Adalah pengaturan dan penyelenggaraan


kesejahteraan dan keamanan secara
seimbang, serasi dan selaras dalam
seluruh aspek kehidupan nasional.

Asas-Asas Tannas
Indonesia:

Kesejahteraan dan keamanan

Kesejahteraan digambarkan sebagai


kemampuan bangsa dalam menumbuh
kembangkan nilai-nilai nasionalnya demi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara
adil dan merata, sedangkan

Keamanan adalah kemampuan bangsa untuk


melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap
ancaman dari luar maupun dari dalam negeri.

Dalam kehidupan nasional, kesejahteraan dan


keamanan dipadukan secara serasi, tingkat
kesejahteraan dan keamanan nasional yang
dicapai merupakan tolak ukur Tannas.

Kesejahteraan dan keamanan adalah bagaikan dua sisi dari


mata uang yang sama. Bisa dibedakan tetapi sulit
dipisahkan karena peranannya saling melengkapi dan
bersifat sinergis. Upaya untuk meraih kesejahteraan melalui
pembangunan akan sangat diuntungkan apabila didukung
oleh situasi keamanan yang cukup memadai. Dalam
keadaan di mana negara tidak cukup stabil maka perhatian
untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak bisa
tercurahkan dengan optimal. Demikian pula dengan kondisi
masyarakat yang meningkat taraf hidupnya, diasumsikan
akan bisa mengurangi munculnya gangguan keamanan dan
berarti pula kondisi keamanan yang cukup memadai
diperlukan dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Namun
dalam implementasinya mana yang lebih didahulukan,
apakah memprioritaskan keamanan baru kemudian
kesejahteraan atau sebaliknya, sifatnya sangat situasional.
Artinya ada saat tertentu di mana stabilitas keamanan
merupakan prioritas, baru kemudian kesejahteraan. Dengan
itu maka porsi perhatian lebih pada stabilitas.

Komprehensif integral atau


menyeluruh terpadu

Ketahanan nasional mencakup kehidupan


bangsa secara utuh menyeluruh (berdasarkan
matrik ASTAGATRA) dan harus mengandung
upaya2 penciptaan kondisi kehidupan nasional
beserta segenap aspeknya secara komprehensif
integral , sehingga mampu mewujudkan kondisi
ketahanan nasional itu sendiri secara berlanjut
demi terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional.

Mawas ke dalam, mawas ke luar


Mawas ke dalam :
Bertujuan untuk menumbuhkan hakikat, sifat, dan
kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan
nilai-nilai kemandirian yang proposional untuk
meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa
yang ulet dan tangguh untuk memiliki daya saing.
Hal ini tidak berarti bahwa Tannas mengandung
sikap isolasi atau nasionalisme sempit.

Mawas ke luar :
Bertujuan untuk dapat
mengantisipasi,menghadapi dan mengatasi
dampak lingkungan strategis luar negeri dan
menerima kenyataan adanya interaksi dan
ketergantungan dengan dunia internasional.
Kehidupan nasional harus mampu
mengembangkan kekuatan nasional untuk
memberikan dampak ke luar dalam bentuk
daya tangkal dan daya tawar. Interaksi dengan
pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja
sama yang saling menguntungkan.

Kekeluargaan :

Mengandung keadilan, kearifan,


kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa
dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Asas ini mengakui adanya perbedaan, tetapi


perbedaan harus dijaga agar tidak terjadi
konflik yang menghancurkan, melainkan
dikembangkan secara serasi dalam
hubungan kemitraan.

Sifat sifat Ketahanan


Nasional :

a. Manunggal, yaitu sebagai integrator


untuk mewujudkan kesatuan
dan
perpaduan yang seimbang, serasi
serta
selaras
seluruh
aspek
kehidupan bangsa dan Negara.

b.

Dinamis, yaitu tingkat ketahanan


nasional suatu Negara tidak tetap,
tergantung pada situasi dan kondisi
bangsa, Negara serta lingkungan
strategisnya.

c.

Mandiri,
yaitu
kepercayaan
akan
kemampuan dan kekuatan sendiri dengan
ulet dan tanguh yang mengandung prinsip
tidak mudah menyerah, memiliki daya
saing tinggi, serta bersandar kepada
identitas, integritas dan kepribadian
bangsa. Bantuan luar negeri hanya
sebagai pelengkap.

d. Wibawa, Makin tinggi tingkat Tannas


Indonesia, makin tinggi pula nilai
kewibawaan dan tingkat daya tangkal
yang dimiliki oleh Bangsa dan Negara
Indonesia.

e. Konsultasi dan Kerja sama, yaitu


Tannas tidak mengutamakan sikap
konfrontatif dan antagonis, tidak
mengandalkan
kekuasaan
dan
kekuatan fisik semata, tetapi lebih
mengutamakan sikap konsultatif,
kerja sama, serta saling menghargai
dengan mengandalkan kekuatan
moral dan kepribadian Bangsa.

Konsep Dasar Ketahanan


Nasional RI :
Metode Asta Gatra

Gatra Alamiah (TRI GATRA)

Kondisi Geografis : Letak dan kedudukan geografis


negara (gatra geografis) posisi dan lokasi geografi suatu
negara dapat memberikan petunjuk mengenai tempatnya
di atas bumi.

Kekayaan Alam : Keadaan dan kekayaan alam (gatra


SDA/KA) Kekayaan alam dibagi tiga hal yaitu: hewani
(fauna), nabati (flora), dan mineral. Ada yang bersifat
dapat diperbarui dan ada yang tidak dapat diperbarui.

Keadaan dan kemampuan penduduk (gatra demografi).


Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu tempat
atau wilayah.

Gatra Sosial (PANCA GATRA)

Ideologi : Perangkat prinsip pengarahan (guiding principles) yang


dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan. Untuk dicapai
dalam melangsungkandan mengembangkan hidup dan kehidupan
nasional suatu bangsa dan negara

Politik : Pengertian politik sama dengan pengertian dalam


pertahanan nasional

Ekonomi : Segala kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam


pengelolaan sektor produksi, yaitu bumi, sumber alam, tenaga
kerja, modal, teknologi dan manajemen di dalam produksi serta
distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik
material maupun mental spiritual.

Sosial budaya : Sosial budaya di dalam ilmu pengetahuan


menunjukkan dua segi kehidupan bersama manusia, yaitu segi
masyarakat dan segi kebudayaan

Hankam : Daya upaya rakyat semesta dengan angkatan


bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama
pemerintah negara dalam menegakkan ketahanan nasional dengan
tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan
perjuangannya.

Berdasarkan pendekatan Kesejahteraan dan


Keamanan, maka suatu Gatra dapat
mempunyai peranan :
Lebih kecil untuk keamanan dan lebih besar untuk
kesejahteraan
Lebih kecil untuk kesejahteraan dan lebih besar
untuk keamanan
sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan.

Hubungan antar Gatra


dalam TRI GATRA

Gatra geografi dan kekayaan


alam.

Situasi dan kondisi geografis sangat


mempengaruhi jenis, kualitas, kuantitas
dan persebaran kekayaan alam dan
sebaliknya alam dapat mempengaruhi
kondisi (karakter) geografis)

Gatra Geografi dan


kependudukan

Bentuk2 kehidupan dan penghidupan


penduduk dipengaruhi oleh jenis,
kualitas, kuantitas dan persebaran dari
kekayaan alam, demikian sebaliknya.
Kekayaan alam mempunyai manfaat
jika telah diolah oleh penduduk yang
memiliki iptek.

Hubungan antar Gatra


dalam Panca Gatra

Gatra Ideologi dan politik, ekonomi, social


budaya serta pertahanan keamanan.

Ideologi sebagai falsafah/pandangan


hidup bangsa dan landasan idiil Negara
yang merupakan nilai penentu bagi
kehidupan nasional yang meliputi
seluruh gatra dalam pancagatra

Gatra Politik dan ekonomi, social budaya


serta pertahanan keamanan.

Hubungan Kehidupan politik yang dilandasi


ideology, dipengaruhi oleh kehidupan ekonomi
dan social budaya yang ditunjang situasi
keamanan.

Kehidupan politik juga dipengaruhi tingkat


kecerdasan dan kesadaran berpolitik bangsa,
tingkat kemakmuran ekonomi, ketaatan
beragama, keakraban social serta rasa
keamanan.

Situasi politik yang kacau merupakan kerawanan


dan sebaliknya situasi politik yang stabil dan
dinamis memungkinkan pembangunan di segala
bidang kehidupan serta membawa situasi yang
tenteram dan aman.

Gatra Ekonomi dan politik, social


budaya serta pertahanan keamanan

Kehidupan ekonomi dilandasi ideology, dipengaruhi


oleh kehidupan politik nasional, social budaya dan
keamanan yang berfungsi sebagai penunjang

Situasi ekonomi yang kacau akan meresahkan


kehidupan bangsa dan dapat menjadi situasi yang
rawan.

Jika situasi ekonomi stabil dan maju akan dapat


menunjang stabilitas dan meningkatkan ketahanan
di bidang lainnya

Gatra Sosial Budaya dan politik, ekonomi


serta pertahanan keamanan.

Hubungan dalam kehidupan social budaya yang dilandasi


oleh ideology,dipengaruhi oleh kehidupan politik, ekonomi
yang ditunjang oleh situasi keamanan.

Keadaan social yang serasi, stabil dan dinamis, berbudaya


dan berkepribadian hanya dapat berkembang dalam
situasi aman dan damai. Kemegahan social budaya
bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan nasional baik
fisik, materiilmaupun mental kejiwaan bangsa

Keadaan social yang timpang dengan kontradiksi di


berbagai bidang kehidupan tanpa budaya dan
berkepribadian memungkinkan timbulnya ketegangan
social yang dapat berkembang menjadi revolusi nasional

Gatra pertahanan dan Politik,


ekonomi dan social budaya

Hubungan dalam situasi keamanan


ditunjang oleh kehidupan
ideology,politik, ekonomi, dan social
budaya.

Keadaan stabil maju dan berkembang


di seluruh aspek kehidupan akan
memperkokoh pertahanan keamanan.

Hubungan antara TRI GATRA


dan PANCA GATRA

Tannas pada hakikatnya bergantung kepada


kemampuan dan keuletan bangsa dan Negara dalam
memanfaatkan aspek alamiah sebagai dasar
penyelenggaraan kehidupan di segala bidang (Asta
gatra)

Tannas adalah suatu pengertian holistic, dimana terdapat


saling hubungan antar gatra dalam keseluruhan
kehidupan nasional

Kelemahan pada salah satu bidang berakibat kelemahan


pada bidang lain dan berpengaruh kepada kondisi
keseluruhan.

Ketahanan nasional bukan kondisi hasil penjumlahan


dari ketahanan bidang disegenap gatranya, melainkan
merupakan resultante keterkaitan yang integrative dari
kondisi2 kehidupan bangsa di bidang ideology, politik,
ekonomi, social budaya dan hankam.

Tinjauan Terhadap
Ketahanan Nasional
Indonesia dalam
PANCAGATRA

Ketahanan pada Aspek Ideologi


Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi
dinamik kehidupan ideologi Bangsa Indonesia.
Ketahanan ini mengandung keuletan dan
ketangguhan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan dari luar
maupun dari dalam secara langsung maupun tidak
langsung dalam rangka menjamin kelangsungan
kehidupan ideologi bangsa dan negara RI.

Ketahanan pada Aspek


Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai
kondisi dinamik kehidupan politik Bangsa Indonesia
yang mengandung keuletan dan ketangguhan
dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
dari luar maupun dari dalam secara langsung
maupun tidak langsung dalam rangka menjamin
kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara
RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945..

Ketahanan pada Aspek


Ekonomi
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi
dinamik kehidupan perekonomian Bangsa
Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan
dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
dari luar maupun dari dalam secara langsung
maupun tidak langsung untuk menjamin
kelangsungan perekonomian bangsa dan negara
RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketahanan pada Aspek Sosial


Budaya
Ketahanan di bidang sosial budaya diartikan
sebagai kondisi dinamis budaya Bangsa
Indonesia yang mengandung keuletan dan
ketangguhan dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman,
hambatan serta gangguan yang datang dari luar
maupun dari dalam secara langsung maupun
tidak langsung membahayakan kelangsungan
kehidupan sosial budaya bangsa dan negara RI.

Ketahanan pada Aspek


Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan
sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan
keamanan Bangsa Indonesia yang mengandung
keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan
serta gangguan yang datang dari luar maupun dari
dalam yang secara langsung maupun tidak
langsung membahayakan identitas, integritas, dan
kelangsungan hidup bangsa dan negara RI.

Pembinaan Tannas :

Perwujudan dan peningkatan Tannas yang berlandaskan Pancasila,


UUD45 dan Wawasan Nusantara

Diperlukan Apresiasi secara tepat tentang kekuatan dan kelemahan


kondisi kehidupan nasional.

Politik dan Strategi Nasional yang bijaksana harus selalu berpijak pada
kondisi dan situasi system kehidupan nasional yang riil.

Tannas Indonesia ditumbuh kembangkan dengan mawas ke dalam


berdasarkan sikap mental percaya pada diri sendiri dan mawas ke luar
dengan menerima adamya situasi dan kondisi saling ketergantungan
untuk menghasilkan daya saing dalam rangka mencapai kepentingan
nasional..

Untuk mewujudkan, memelihara dan meningkatkan ketahanan nasional


perlu:

dilakukan secara serentak pada segi2 kehidupan nasional secara utuh


menyeluruh dan terpadu oleh seluruh lapisan masyarakat

Harus diikuti norma kesatuan pola piker, pola sikap dan pola tindak
yang integrative

Perlu memperhatikan kriteria efisiensi atau ekonomis

Bangsa Indonesia yang merdeka dan


berdaulat harus percaya dan yakin,
bahwa ia dapat mengurus rumah
tangganya sendiri dengan baik dan
tidak akan bergantung kepada bantuan
dari luar, andaikata ada bantuan maka
hal tersebut bersifat suplementer.!
(mestinya.)

THANKS.......