Anda di halaman 1dari 67

Struktur Kristal

Penyunsun :
Maulidya Fadilah

(14030184063)

M. Iqbal Syauqi

(14030184073)

Riska Novimaulina

(14030184076)

Delfi Ayu Wardhani

(14030184083)

Mohammad Syukron Amrulloh

(14030184090)

Nindy thiyyah Awiddah

(14030184095)

Eli Ambarwati

(14030184098)

Ana Choirun Nisa

(14030184100)

Ika Santi Rianti

(14030184102)

Ulfie Kusuma Wardhani

(14030184104)

ZAT PADAT

Definisi & Istilah

Zat padat, gaya interaksi yang kuat antar


partikel penyusunnya (ikatan atom, ionik, dan
molekul), memiliki bentuk yang independent
(berbeda dengan zat cair dan gas)
Terhadap temperatur bentuk zat padat bisa
berubah strukturnya menjadi (larutan/gas).

Contoh zat Padat

ZAT PADAT
Sifat sifat zat padat bergantung pada:
Jenis atom penyusunnya
Struktur materialnya
Berdasarkan struktur atom dalam zat padat
dikenal dua macam zat padat, yaitu kristal
dan amorf.

Kristal dan Amorf


Kristal :
Molekulnya tersusun secara berulang dan
teratur dalam rantai yang panjang.
Contoh : Besi, tembaga, dll
Amorf :
Molekulnya tersusun dengan keteraturan
yang pendek.
Contoh : Gelas,, plastik dll

Perhatikan perbedaan susunan atom antara kristal dan


amorf

Kristal

Amorf

Kristal dan Amorf


Kristal :

Amorf :

Bila proses pertumbuhannya lambat, atom-atom


atau pertikel penyusun zat padat dapat menata diri selama
proses tersebut untuk mrenempati posisi yang sedemikian
sehingga energi potensialnya minimum. Keadaan ini
cenderung membentuk susunan yang teratur dan juga
berulang pada arah tiga dimensi, sehingga terbentuklah
keteraturan susunan atom dalam jangkauan yang jauh.
Dalam proses pembentukan yang berlangsung cepat,
atom-atom tidak mempunyai cukup waktu untuk menata
diri dengan teratur. Hasilnya terbentuklah susunan yang
memiliki tingkat energi yang lebih tinggi. Susunan atom
ini umumnya hanya mempunyai keteraturan yang
berjangkauan terbatas, dan keadaan inilah yang
mencerminkan keadaan amorf.

Kristalmerupakansusunanatom-atomyangteraturdalamruangtigadimensi.
Keteraturansusunantersebutterjadikarenakondisigeometrisyangharusmemenuhi
adanyaikatanatomyangberarahdansusunanyangrapat.Walaupuntidakmudah
untukmenyatakanbagaimanaatomtersusundalampadatan,namunadahal-halyang
diharapkanmenjadifaktorpentingyangmenentukanterbentuknyapolihedra
koordinasisusunanatom-atom.

Secaraideal,susunanpolihedrakoordinasipalingstabiladalahyangmemungkinkan
terjadinyaenergipersatuanvolumeyangminimum.Keadaantersebutdicapaijika:

(1)kenetralanlistrikterpenuhi,

(2)ikatankovalenyangdiskritdanterarahterpenuhi,

(3)gayatolakion-ionmenjadiminimal,

(4)susunanatomserapatmungkin.

STRUKTUR KRISTAL
selsatuan(unitcell)yangmerupakansekumpulanatomyangtersusunsecarakhusus
secaraperiodikberulangdalamtigadimensidalamsuatukisikristal(crystallattice).
strukturkristalinidapatdigambarkan/dijelaskandalamistilahistilah:Lattice(kisi)dan
sebuahBasisyangditempelkanpadasetiaptitiklattice(titikkisi)

Kisikristal:Kisiadalahsebuahsusunantitik-titikyangteraturdanperiodikdidalamruang.
Basis:sekumpulanatom,denganjumlahatomdalamsebuahbasisdapatberisisatuatom
ataulebih.

Bravais (Kisi)+Basis=Kristal

Dua Atom

Satu Atom

StrukturKristal
Sel satuan.
Unit terkecil struktur kristal dengan volume tertentu
yang berulang membentuk struktur bahan keseluruhan.

SelSatuanKristalNaCl

StrukturKristal

KonstantaKisi(a).

Jarak antara masing masing atom yang berkoordinasi


membentuk sel satuan kristal yang berulang dari satu
sel satuan ke sel satuan lainnya.

Kisi Kristal
Didalam

kristal terdapat kisi-kisi


yang ekivalen yang sesuai dengan
lingkungannya
dan
diklasifisikan
menurut simetri translasi.

Kisi Kristal
Operasi translasi kisi

1.

Didefinisikan sebagai perpindahan dari sebuah kristal oleh


sebuah vektor translasi kristal
Untuk kisi dua dimensi (2D)

Kisi Kristal

Vektor posisi dari setiap titik kisi pada kisi dua dimensi yaitu :
T = n 1a 1 + n 2a 2

dimana a, a1 dan a2 merupakan vektor translasi primitif, sedangkan n 1 dan n2


merupakan bilangan bulat yang nilainya bergantung pada kedudukan titik kisi

Kisi Kristal
2. untuk kisi tiga dimensi (3D)

Kisi Kristal

Vektor posisi dari setiap titik kisi pada kisi tiga dimensi yaitu :
T = n1a1 + n2a2 + n3a3

dimana a1, a2 dan a3 adalah vektor translasi primitif . Dan , , dan adalah
sudut yang dibentuk vektor a1, a2 dan a3 .

Kisi Kristal
Selain simetri translasi, terdapat beberapa operasi lain yang membuat kisi invarian
(tidak berubah bentuknya dari semula), yaitu :
a.

Refleksi : Pencerminan pada bidang (disimbolkan : m)

b.

b. Rotasi : Perputaran pada sumbu tertentu dgn sudut sebesar (2/n) (disimbulkan
n = 1,2,3,4,dan 6

c.

c. Inversi : Pencerminan pada suatu titik tertentu (disimbolkan : i)

d.

d. Luncuran/Glide : Operasi gabungan antara refleksi dan translasi

e.

e. Ulir/Screw : Operasi gabungan antara rotasi dan translasi

Kisi Kristal
Sel Primitif dan Sel Konvensional
Sel primitif adalah sel yang mempunyai luas atau volume terkecil, Sel primitif
dibangun oleh vektor basis biasa disebut sel satuan (unit sel).

Kisi Kristal
Cara menentukan sel primitif (metoda wigner seitz) :
a.

Ambilah salah satu titik kisi sebagai acuan (biasanya di tengah)

b.

b. Titik kisi yang anda ambil sebagai acuan dihubungkan dengan titik kisi
terdekat disekitarnya.

c.

Di tengah-tengah garis penghubung, buatlah garis yang tegak lurus terhadap


garis penghubung.

d.

d. Luas terkecil (2 dimensi) atau volume terkecil (3 dimensi) yang dilingkupi


oleh garis-garis atau bidang-bidang ini yang disebut sel primitive WignerSeitz

Kisi Kristal
Contoh penggambaran Sel Primitif dengan Metode Wigner-Seitz

Kisi Kristal
Sel konvensional (sel tak primitif) adalah sel yang mempunyai luas atau volume
bukan terkecil artinya mempunyai luas atau volume yang besarnya merupakan
kelipatan sel primitif.

KISI BRAVAIS DAN NON BRAVAIS

Kisi yang memiliki titik-titik kisi yang ekuivalen disebut kisi


Bravais sehingga titik-titik kisim tersebut dalam kristal akan
ditempati oleh atom-atom yang sejenis

KISI BRAVAIS DAN NON BRAVAIS


Tipe-tipe lattice dasar
Lattice (kisi) dua dimensi : ada lima (5) jenis, yaitu

Kisi Miring

Kisi Bujur Sangkar

Kisi Heksagonal

Kisi Segi Panjang

Kisi Segi Panjang Berpusat

KISI BRAVAIS DAN NON BRAVAIS


Lattice (kisi) Tiga dimensi : ada 7 sistem kristal dan 14 kisi bravais, yaitu :

1. Triklinik

2. Monoklin

3. Orthorombik

4. Tetragonal

5. Kubus

6. Trigonal

7. Heksagonal

KISI BRAVAIS DAN NON BRAVAIS

KISI BRAVAIS DAN NON BRAVAIS

Jarak antar bidang-bidang kristal (hkl)

ZAT PADAT
Berdasarkan jenis materialnya kristal dapat
dibagi menjadi:
Kubik
Bukan Kubik
triklinik, monoklinik,
ortorombik, tetragonal, trigonal dan
heksagonal.
Grup simetri titik dalam ruang 3-dimensi
membutuhkan 14 tipe kisi yang berbeda,
disebut kisi Bravais,
Beberapa sistem kristal memiliki tipe kisi P

Kristal Kubik
Pola yang sama sepanjang ketiga sumbu tegak
lurusnya
a1 = a2 = a3
Sudut antara ketiga sumbu kristal tersebut sama
dengan 90o
Kristal Bukan Kubik
pola pengulangannya tidak sama dalam ketiga arah
koordinatnya
sudut antara ketiga sumbu kristal tersebut tidak sama
dengan 90o

Struktur Kristal Kubik


1. kubus sederhana (simple cubic = SC)

Sel
Primitif
=
Sel
Konvensional Jumlah titik
lattice = 8 x 1/8 = 1 buah
(Pada setiap sudut dipakai 8
kubus sel)

Struktur Kristal Kubik


2. kubus pusat bidang sisi (face-centered cubic
= FCC)
Sel Primitif Sel
Konvensional
Jumlah titik lattice pada:
sel primitive = 8 x 1/8 =
1 buah
sel konvensional = (8 x
1/8) + 1 = 2 buah

Struktur Kristal Kubik


Vektor

primitif : a1 = a/2 (x + y) a2 = a/2 (y +


z) a3 = a/2 (x + z)

Struktur Kristal Kubik


3. kubus pusat ruang
centered cubic = BCC)

badan

(body-

Sel Primitif Sel Konvensional


Jumlah titik lattice pada:
sel primitive = 8 x 1/8 = 1
buah
sel konvensional = (8 x 1/8) +
(6 x 1/2) = 4buah
Jarak tetangga terdekat :
(3a/2)1/2
Jumlah tetangga terdekat : 8

Struktur Kristal Kubik


Vektor

primitif : a1 = a/2 (x + y z ) a2 = a/2 (x + y + z) a3 = a/2 (x y + z )

Sistem Kristal
Sistem

Sumbu

Axes

Kubik

a=b=c

Tetragonal

a=bc

Ortorombik

abc

Monoklinik

abc

Triklinik

abc

Hexagonal

a=bc

Rombohedral

a=bc

===90
===90
===90
o

==90
o

90
oo

==90;=120
o

==90

2(P I)
C
)

Kisi Kubik
Suatu pola yang berulang dalam bentuk 3
dimensi yang terbentuk dalam kristal
Kristal kubik terdiri dari 3 bentuk kisi

Kubik sederhana
Body centered cubic structure/kubik
pemusatan ruang (kpr)
Face centered cubicstructure/kubik pemusatan
sisi (kps)

Struktur Kubik Pemusatan Ruang Struktur Kubik Pemusatan Sisi

Catatan menentukan panjang kisi kristal (a)


FCC

BCC

Buktikan Tabel Berikut !!!

Densitas Kisi dalam Kristal

Ketidaksempurnaan benda padat

1.

Cacat Titik

Contoh: Vakansi,, Interstisi--Diri,, impursitas bahan padat

Vakansi dan interstisi Diri

Impursitas bahan padat

Ketidaksempurnaan benda padat


Vakansi adalah kekosongan sisi kisi, yaitu sisi yang
seharusnya ditempati atom, kehilangan atomnya.
Vakansi terbentuk selama proses pembekuan, dan
juga karena getaran atom yang mengakibatkan
perpindahan atom dari sisi kisi normalnya. Contoh :
Proses Welding (Pengelasan)

Ketidaksempurnaan benda padat

Interstisi-Diri (self-interstitial) adalah sebuah

atom dari bahan kristal yang berdesakan ke


dalam sisi interstisi, yaitu ruang kosong kecil
dimana dalam kondisi normal tidak diisi atom.
Impuritas adalah atom asing yang hadir pada
material. Logam murni yang hanya terdiri dari
satu jenis atom adalah tidak mungkin. Impuritas
bisa menyebabkan cacat titik pada kristal. Contoh
: perak sterling adalah paduan 92,5% perak 7,5% tembaga dimana perak yang ditambahkan
tembaga akan menaikkan kekuatan mekaniknya
secara signifikan.

Ketidaksempurnaan benda padat


2. Dislokasi
Contoh: Dislokasi sisi, dislokasi ulir dan dislokasi campuran
Dislokasi sisi/pinggir adalah terdapatnya bidang
atom ekstra atau setengah bidang, dimana sisinya
terputus di dalam kristal.
Dislokasi ulir terbentuk karena gaya geser yang
diberikan menghasilkan distorsi. Daerah depan
bagian atas kristal tergeser sebesar satu atom
kekanan relatif terhadap bagian bawah.
Jika pada material dijumpai kedua jenis dislokasi
diatas maka disebut material mempunyai dislokasi
campuran. Contoh : welding process

Ketidaksempurnaan benda padat


Cacat antar muka adalah batas yang
3. mempunyai
Cacat Antar Muka
dan Cacat
Bulk atau
volume
dua
dimensi
yang
biasanya
memisahkan daerah-daerah pada material
yang mempunyai struktur kristal dan/atau
orientasi kristalograf yang berbeda. Cacat
jenis ini antara lain: permukaan luar, batas

butir, batas kembar, kesalahan tumpukan


dan batas fasa.

Ketidaksempurnaan benda padat

Cacat lainnya yang ada pada semua material padat


dimana cacat ini lebih besar dari yang sudah
dibicarakan adalah pori, retak, inklusi benda asing
dan fasa-fasa lainnya. Cacat-cacat ini timbul
biasanya selama tahap-tahap proses dan pabrikasi.

sisi

ulir

campuran

Ketidaksempurnaan benda padat


Faktor-faktor penyebab ketidaksempurnaan :
1. Suhu
2. Listrik
3. Pabrikan (Getaran dan Tekanan)
4. Inklusi benda asing, dsb