Anda di halaman 1dari 21

Aspek Keperilakuan pada

Pengakumulasian dan
Pengendalian Biaya
Oleh

: Agung Gunawan
Junaidi
Muhammad Ikhsan

Biaya dengan
Fungsi Manajemen

Kategori Biaya
1.Biaya Manufaktur
a.Bahan Baku Langsung
b.Tenaga Kerja Langsung
c.Overhead Pabrik
2.Biaya Pemasaran
3.Biaya Administrasi dan Umum
4.Biaya Lainnya

Pentingnya Manajemen Biaya

Pendapatan dan Penjualan perusahaan dihasilkan dengan mengeluarkan


biaya

Anggaran biaya dan analisis biaya adalah salah satu cara


mengendalikan dan mengatur biayan guna memperbaiki laba

Cara lain untuk memperbaiki laba bersih adalah mengurangi biaya,


tanpa memedulikan konsekuensinya

atau meninjau setiap biaya (beban) dan melihat kontribusinya terhadap


laba

JIka satu biaya dapat dikenali dari jenis biaya yang sadang
dipertimbangkan, keputusan yang lebih baik dapat dibuat.

Sistem Biaya
Tradisonal Vs. Biaya
Standar

Sistem Biaya Tradisional (Historis)

mengacu pada sistem biaya yang membatasi input pada biaya historis
dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan variabel
oleh unit produk atau jasa

Sistem biaya tradisional atau historis terutama fokus pada identifikasi


dan akumulasi biaya per unit produk atau jasa.

Sistem tersebut digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan data


biaya harga pokok penjualan atau jasa yang diberikanuntuk pelaporan
keuangan eksternal

sistem biaya tradisional tidaklah sesuai untuk penegendalaian


manajemen yang efektif karena akumulasi biaya historis semata-mata
tanpa perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan
sebelumnya tidak sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer

Sistem Biaya Standar


Biaya Standar adalah sasaran biaya per unit produk atau jasa yang
ditentukan sebelumnya secara ilmiah yang dikembangkan melalui studi
teknik dan akuntansi.
Sistem biaya standar bahkan mampu menentukan penyebab dari
penyimpangan tersebut untuk menghasilkan manfaat pengendalian yang
optimal dan mempertahankan relevansi biaya standar harus diperbarui
secara berkelanjutan

Sistem Biaya Standar dan Anggaran Fleksibel

Terdapat hubungan yang penting antara penggaran fleksibel dan sistem


biaya standar. Taksiran sistem biaya standar mengiventarisasi
sepanjang periode pada jumlah anggaran fleksibel. Anggaran fleksibel
adalah anggaran biaya per unit dikalikan dengan jumlah unit aktual.
Oleh karena itu, sistem biaya standar menjawab pertanyaan seperti apa
laporan laba rugi dan neraca akan terlihat jika biaya-biaya dan input per
unit harus direncanakan dengan tepat pada tingkat output aktul yang
dicapai.

Kompatibilitas dengan Konsep Teori


Organisasi Modern
a. Penetapan tujuan organisasi
b. Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi
kepada setiap organisasi.
c. Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang
memiliki kemampuan, motipasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk
melalukan fungsinya.
d. Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit
organisasi lainnya, serta dimana perlu, lingkungan eksternal.
e. Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang
mencukupi, relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.
f. Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang
mencukupi, relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.

Perhitungan Biaya Langsung


atau Biaya Variabel

Filosofi yang Mendasari


Semua metode akuntansi biaya tradisional yang sesuai dengan konsep
biaya tersebut membebankan unit produkatau jasa dengan biaya
penuh.bahan baku lsngsung dan tenaga kerja langsung dibebankan
langsung keunit produk atau jasa, sementara overhead tetap dan
variabel pada kebanyakan kasus diserap berdasarkan estimasi tarif yang
didasarkan pada volume yang telah ditentukan sebelumnya

Dorongan Keperilakuan
a. Menghambat manajer dari pengambilan berbagai tindakan operasi yang tidak
menguntungkan guna membenarkan adopsiatas suatu alternative akuntansi.
b. Menghambat adopsi atas praktik akuntansi oleh perusahaan yang hanya
menciptakan ilusi kinerja.

Pengendalian Biaya

Biaya teknik, meliputi biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja


langsung, dan biaya overheadvariabel, seperti bahan bakar dan listrik.

Biaya tetap yang dikomitmenkan atau biayakapasitas adalah seluruh


biaya organisasi dan pabrik yang terus terjadi (tanpa memedulikan
tingkat aktivitas) yang tidak dapat dikurangi tanpa merugikan
kompetensi organisasi untuk memenuhi tujuan jangka panjang.

Biaya diskresioner (juga disebut biaya terprogram) adalah :

Biaya yang muncul dari keputusan periodik (biasanya tahunan) mengenai


jumlah maksimum yang akan dikeluarkan, dan

Biaya yang tidak memiliki hubungan optimum yang dapat ditunjukkan antara
input (yang diukur oleh biaya) dan output (yang diukur oleh pendapatan atau
tujuan lainnya).

Pengambilan Keputusan
Beberapa situasi pengambilan keputusan yang umum adalah sebagai
berikut:

Keputusan Bauran Produk

Penentuan Harga Produk Baru

Penetrasi Pasar

Penghapusan Produk

Pesanan Khusus

Kampanye Iklan dan Promosi

Keputusan Mengurangi Biaya

Aspek Keperilakuan dari Langkah


Akuntansi Biaya yang di Pilih

Penetapan Standar
Standar akan menghasilkan perilaku pekerja yang efisien hanya jika
standar tersebut diterima sebagai tingkat aspirasi oleh individu untuk
siapa standar pengendalian dan evaluasi kinerja tersebut didesain.
Roymond Miles dan Roger vern mengemukakan empat prasyarat utama
berikut bagi sistem pengendalian yang unggul secara keperilakuan.

Standar haruslah ditetapkan dengan cara yang sedemikian rupa sehingga


orang menerimnya sebagai sesuatu realistisdan bukannya arbitrer.

Orang-orang harus merasa bahwa mereka memilih pengaruh dalam


menetapkan tujuan mereka sendiri.

Orang-orang harus yakin bahwa mereka tidak akan dihukum secara tidak
adil untuk variasi normal yang terjadi secara kebetulan dalam kinerja.

Umpan balik atas kinerja haruslah bertujuan untuk koreksi maupun


evaluasi.

Partisipasi dalam Penetapan Standar


Michael Foran dan Don DeCoster meringkas logika yang mendasari
seluruh argument yang mendukung partisipasi terjadi, Jika seorang
pekerja berpartisipasi dalam menetapkan standar kinerjanya sendiri,
maka ia akan membuat komitmen yang tegas terhadap standar tersebut
sehingga akan bekerja keras untuk mencapainya. Dalam salah satu
studi empiris, mereka menggunakan teori disonansi kognitif untuk
mendapatkan lebih banyak wawasan mengenai penyebab partisipasi
lebih efektif dalam penetapan standar kinerja. Teori disonasi kognitif
terpusat pada tiga konsep kunci, yaitu : kemauan, disonasi, dan
komitmen.
Dalam
konteks
penetapan
standar,
teori
ini
mengimplikasikan bahwa jika manjemen menginginkan komitmen yang
pasti terhadap standar, maka individu yang dikendalikan harus memiliki
pilihan ( kemauan).

Standar yang Ketat versus Standar


yang Longgar
Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang digunakan
haruslah tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Standar yang ketat
adalah tantangan yang berguna (penghargaan intrinsik) hanya bagi
mandor atau manajer yang termotivasi oleh kebutuhan akan prestasi
yang luar biasa. Bagi kebanyakan individu, standar yang terlalu ketat
dan kemungkinan kegagalan menimbulkan frustasi dan kecil hati.
Kinerja mereka akan mengalami penurunan lebih lanjut karena mereka
berhenti melakukan perbaikan. Semntara itu, standar yang longgar tidak
memberikan manfaat motivasional apapun karena standar tersebut
begitu mudah dicapai. Jadi, mandor dan manajer akan mengabaikan
standar tersebut karena dianggap tidak berarti.

Penyerapan Overhead
Bidang lain yang penuh dengan dorongan difungsional adalah
penyerapan overhead. Praktik umum untuk membebankan overhead
manufaktur tetap dan variabel ke produk pada tariff estimasi yang
didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah ditentukan sebelumnya.
Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan yang
telah ditentukan sebelumnya, maka varians yangdibebankan terlalu
tinggi atau terlalu rendah akan terjadi. Ukuran dari varians ini juga
dipengaruhi oleh tingkat kapasitas yang dipilh sebagai penyebut dalam
penetuan tariff tersebut. Tingkat kapasitas jangka panjang (kapasitas
normal) akan menghasilkan variansyang berbeda dibandingkan
dengan tingkat kapasitas jangka pendek (kapasitas yang secara aktual
dapat dicapai).

Alokasi Biaya Tidak Langsung


Dalam riset yang didukung olehNational Associaton of
accountants(NAA), James Fremgen dan Shu S.Lioa menemukan bahwa
perusahaanresponden membedakan dengantegas dua jenis biaya
tidak langsung, yaitu biaya jasa korporat dan biaya administratif
korporat.

Biaya jasa korporat adalah biaya jasa yang dilakukan secara sentral
untuk manfaat korporat dan berbagai pusat pertanggungjawaban.

Biaya administratif korporat adalah biaya yang diperlukan untuk


mengoperasikan kantor korporat. Biaya ini termasuk gaji, hubungan
masyarakat danbiaya korporat lainnya terjadi untuk menjalankan
perusahaan secara keseluruhan. Tidak ada hubungan yang jelas antara
biaya administratif ini dengan tingkat operasi dari berbagai pusat biaya
dan/atau laba di seluruh organisasi.

Analisis Varians
Unsur utama dari pengendalian biaya adalah perbandingan secara
peiodik antara biaya aktual dengans sasaran biaya yang sudah
dietentukan sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran maupun bentuk
standar. Perbandingan tersebut juga akan menghasilkan sejumlah
varians karena mustahil bahwa biaya aktual yang terjadi akan setara
dengan standar atau anggaran dari elemen operasional yang akan
dikendalikan. Varians tersebut dapat merupakan hasil dari berbagai
penyebab, bebrapa di antaranya dapat dijelaskan dan dikendalikan,
smentara yang lain tidak dapat dijelaskan maupun dikendalikan.

Keputusan Investigasi Varians


Keputusan manajemen semata-mata bergntung pada penilainnya atas
signifkansi diskrepansi yang diamati. Varians ini memiliki signifikansi
pengendalian hanya jika varians tersebut berasal dari penyebab yang
dapat ditentukan, dengan kata lain tidak bersifat acak dan rentan
terhadap tindakan perbaikan.
Aspek Keperilakuan

Batas pengendalian

Hasil umpan balik

Keketatan pemaksaan

Struktur penghargaan

TERIMA
KASIH