Anda di halaman 1dari 29

Kegawatdaruratan

Psikiatrik :
Bunuh Diri
Anesty Claresta
11.2014.296
FK UKRIDA
Pembimbing :
Dr. Ismoyowati Putri U, Sp.KJ
1

Pendahuluan

Definisi

Bunuh diri bahasa Inggris:


suicide, berasal dari kata Latin
suicidium, dari sui caedere,
"membunuh diri sendiri") adalah
sebuah tindakan sengaja yang
menyebabkan kematian diri
sendiri.
Dapat terjadi dengan atau tanpa
adanya gagasan

Indonesia : 1,6 hingga 1,8


per 100.000 jiwa. ( WHO
2012)
USA :

Epidemiol
ogi

30.000 kematian/tahun oleh karena


Bunuh Diri yang berhasil
Usaha Bunuh Diri : 8-10 kali nya
1 kasus tiap 20 menit
75 kasus Bunuh Diri / hari
Angka rata2 : 12,5 kematian Bunuh
Diri / 100.000 orang

Jenis Kelamin
: 3x lebih sering >
: 4x >Lebih mungkin berusaha >

Methoda :

Faktor
Risiko

: Fire Arm Hang Jump Guns


: Overdosis racun / obat
(Guns ok UU)

Usia
: > 45 th

: > 55 th (yang berhasil)


rata-rata usia : 15 44 th

RAS : white 2 x > non white ( > )


imigran > asli
Agama : Katolik < Protestan / Yahudi
Status perkawinan :
single / non married 2x > married

Faktor
Risiko

Pekerjaan :
Makin tinggi status sosial > risiko Bunuh
Diri
Penurunan Status Ekonomi me risiko
Pekerjaan menghalangi Bunuh Diri
Profesional :

Dokter (Psikiater, Dr. Mata, Anestesi)


Musisi
Drg / Dentis
Petugas hukum
Pengacara
Agen asuransi

Kesehatan Fisik : 11-51


% kasus Bunuh Diri
Faktor
Risiko

CA
Peny. Saraf (a.l. Epilepsi,
CVD, Dementia,
HIV/AIDS)
Penyakit Endokrin
Penyakit G.I
Pengobatan lama (HT,
Ca, Terapi Steroid)

Kesehatan mental :
Penyalahgunaan Zat
Faktor
Risiko

Depressi
Skizofrenia , Dementia,
Delirium
95% Bunuh Diri = punya
diagnosa gangguan mental
9

Pasien Psikiatri :
Resiko : 3 s/d 12 x lebih besar
Tergantung : usia, jenis/sex , diagnosa,
rawat inap/rawat jalan

Faktor
Risiko

Gangguan Depresif
Skizofrenia
Alcohol Dependence
Ketergantungan zat lain
Gangguan Kepribadian

10

ETIOLOGI
1.

Etiologi

FAKTOR SOSIAL (TEORI EMILE


DURKHEIM)
a. Bunuh Diri EGOISTIK :
Mereka yang tidak terintegrasi
kuat ke dalam kelompok sosial
manapun.
b. Bunuh Diri ALTRUISTIK
Integrasi mereka yang
berlebihan ke dalam kelompok.
c. Bunuh Diri Anomalik
Berlaku bagi orang yang
integrasinya ke dalam
masyarakat terganggu sehingga
mereka tidak dapat mengikuti
norma perilaku yang lazim.
Perubahan status ekonomi
misalnya.

a. Teori Freud : Mourning and


Melancholia
Etiologi :
FAKTOR
PSIKOLOGIS

Cerminan agresi yang dibelokkan


kedalam,
Hubungan antara depresi
kesedihan - agresi dan Bunuh Diri
Kehilangan cinta menyebabkan
agresi pada pasangan yang
hilang, tapi karena objek agresi
telah hilang, maka agresi
berbalik kediri sendiri

b. Teori Psikoanalitik Karen


Horney :
4 faktor utama yang
mendasari Bunuh Diri :

Etiologi :
FAKTOR
PSIKOLOGIS

Tiada harapan
Penderitaan
Keterasingan (alienation)
Pencarian kejayaan
(search of glory)

DIAGRAM
VENN :
Hubungan
Bunuh Diri
dengan
gangguan
Mood dan
Usaha
Bunuh Diri

a. GENETIKA :

Etiologi :
Faktor
Fisiologi

Bunuh Diri cenderung berjalan


dalam keluarga
51 pasangan kembar
monozigotik : 9 kasus Bunuh Diri
Beban genetik yang berat :

gangguan. Depressi Berat


gangguan. Bipolar I
gangguan. Mood lain
Transmisi genetik dari st gangguan
mental, misal faktor genetik untuk
impulsivitas yang mungkin
berhubungan dengan sistem
serotonin sentral

b. Neurokimiawi :

Etiologi :
Faktor
Fisiologi

Defisiensi Serotonin (pe


5-hidroxyin-doleacetic
acid (5-HIAA) ) dikaitkan
dengan : pengendalian
impuls yang buruk

17

18

Gambaran
Klinis dan
Diagnosis

Menentukan seseorang dengan risiko bunuh diri dirawat atau


tidak dapat menggunakan SAD PERSONS Scale yang telah
dimodifikasi. Skala ini telah dipakai luas dan terdiri dari 10
faktor risiko bunuh diri. Jika skor >= 6, maka pasien tersebut
membutuhkan perawatan di rumah sakit. Tetapi jika skornya
<= 5, maka pasien tersebut dapat dirawat jalan.

19

Bunuh Diri pasien psikiatri dapat


dicegah
Perlu penggalian riwayat psikiatrik
yang lengkap

TERAP
I

Keputusan merawat pasien di RS


tergantung banyak faktor a.l. :
- Diagnosis, Keparahan Depressi
dan Gagasan Bunuh Diri
Kemampuan pasien & keluarga
mengatasi masalah
Situasi hidup pasien
Adanya dukungan sosial
Faktor risiko Bunuh Diri : (+) / (-)

TERAP
I

Tidak semua kasus harus


dirawat di RS
Komitmen pasien
Dukungan sosial
Komitmen dokter
Indikasi rawat :
Tidak adanya Dukungan
Sosial
Riwayat perilaku impulsif
Rencana tindakan Bunuh
Diri

Scheinedman : tindakan preventif


praktis

TERAP
I

Turunkan penderitaan psikologis


(lingkungan, teman, kantor,
pasangan)
Bangun dukungan yang positif dan
realistis
Menawarkan alternatif terhadap
Bunuh Diri

Formulasi terapi meliputi :


Medikasi Psikotropika (Anti Depresan,
Anti Psikotik, Anti Anxietas)
ECT
Psikoterapi supprotif
Individual
Kelompok
Keluarga

Terapi lain terkait, misal : terhadap


Penggunaan Zat , dll

Algoritma WHO

23

29