Anda di halaman 1dari 29

Rancangan Penelitian Sosial

Dani Ramdani, S.Sos


Musik. Suzanne Ciani Anthem Album The Private Music of Suzanne
Ciani

Pemandu
Penelitian merupakan penelusuran
atau inquiry atas sesuatu yang
dilakukan secara sistematis dalam
rangka memecahkan masalah-masalah
(Talcott Parson)
Penelitian ilmiah merupakan cara yang
tepat untuk mengungkapkan berbagai
fenomena sosial di masyarakat secara
objektif dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penalaran dan Penelitian


Ilmu pengetahuan diperoleh melalui
serangkaian pengamatan dan pemahaman
yang terus-menerus, dari satu orang ke orang
lainnya, dari satu generasi ke generasi
lainnya, bahkan dari satu zaman ke zaman
berikutnya. Dan untuk dapat memahami dan
mengerti suatu ilmu pengetahuan, manusia
perlu melakukan penalaran dan penelitian
terhadap pengetahuan tersebut. Salah satu
syarat suatu pengetahuan dapat menjadi ilmu
pengetahuan adalah bahwa pengetahuan
tersebut dibuat berdasarkan penelitian yang
ilmiah.

Penalaran
Proses berpikir lahir dari rasa ragu terhadap sesuatu hal dan
keinginan untuk memperoleh suatu kepastian, sehingga
kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas dan
memerlukan suatu pemecahan. Untuk itu, dilakukan
penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metodemetode yang tepat.
Biasanya manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan
banyak permasalahan. Akan tetapi, tidak semua masalah
membuat kita terdorong untuk memikirkanya secara
sungguh-sungguh. Hanya masalah-masalah tertentu saja
yang menurut kita perlu dan bermanfaat jika dipikirkan
secara sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir secara sungguhsungguh dan logis inilah yang disebut sebagai penalaran.

Ciri-ciri Penalaran
Logis, ditimbang secara objektif dan

didasarkan pada data yang sahih


Analitis, daya imajinasi untuk

merangkai, menyusun, menyusun atau


menghubungkan petunjuk-petunjuk
akal pikiranya kedalam suatu pola
tertentu.
Rasional, masuk akal karena

didasarkan pada fakta-fakta

Cara Penalaran
1. Deduktif, silogisme Aristoteles, adalah suatu

cara berpikir ilmiah yang bertolak dari


pernyataan atau alasan yang bersifat umum ke
pernyataan atau alasan yang bersifat khusus,
dengan menggunakan kaidah logika tertentu
2. Induktif, memulai suatu penalaran dari hal-hal

atau pernyataan-pernyataan yang bersifat


khusus untuk menentukan kesimpulan atau
hukum yang bersifat umum.
3. Pendekatan Ilmiah, gabungan antara cara

penalaran deduktif dan induktif. Dalam


pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan
suatu dugaan sementara (hipotesis).

Penelitian
Kata penelitian adalah terjemahan dari kata dalam
Bahasa Inggris re-search, yang berasal dari suku
kata re (kembali) dan to search (mencari). Jadi,
research berarti mencari kembali suatu
pengetahuan. Dari pendapat para ahli tentang
definisi penelitian dapat kiranya kita simpulkan
bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan
terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan
kritis dalam mencari fakta untuk menentukan
sesuatu.
Suatu penelitian yang menggunakan metode ilmiah
dinamakan penelitian ilmiah. Suatu penelitian
ilmiah selalu menggunakan dua unsur penting,
yaitu observasi (pengamatan) dan penalaran.

Sikap Seorang Peneliti


Objektif, dapat memisahkan antara

pendapat pribadi (subjektif) dengan


fakta yang ada (objektif)
Kompeten, memiliki kemampuan

untuk menyelenggarakan penelitian


Faktual, bekerja berdasarkan fakta

yang diperoleh

Cara Berpikir Seorang Peneliti

Skeptik, harus selalu mempertanyakan

bukti atau fakta (tidak mudah percaya)


Analtis, selalu menganalisis setiap

penyataan ataupun persoalan yang


dihadapi
Kritis

Jenis-jenis Penelitian
1. Penelitian Dasar (pure research/basic

research): Ilmu untuk ilmu, penelitian


yang dilakukan dalam rangka
mengembangkan suatu ilmu
pengetahuan.
2. Penelitian Terapan (Applied Research):

dalam memberikan solusi pemecahan


yang dihadapi oleh masyarakat.

Metode Ilmiah
Hakikat Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara


pengejaran atau usaha memperoleh
kebenaran yang diatur oleh
pertimbangan-pertimbangan logis.

Kriteria metode ilmiah


Berdasarkan fakta
Bebas dari prasangka
Menggunakan prinsip analisis
Menggunakan hipotesis (dugaan/

kesimpulan sementara)
Menggunakan ukuran objektif
Menggunakan teknik kuantifikasi

Langkah-langkah Penelitian Ilmiah


1. Merumuskan dan mendefinisikan masalah
2. Mengadakan studi kepustakaan
3. Memformulasikan hipotesis (dugaan sementara)
4. Menentukan model untuk pengujian hipotesis
5. Menyusun, menganalisis dan memberikan interpretasi
6. Membuat generalisasi kesimpulan
7. Membuat laporan ilmiah

Metode Penelitian
Metode Historis

Merupakan penelitian yang kritis


terhadap keadaan-keadaan,
perkembangan, dan pengalaman di masa
lampau, serta menimbang secara cukup
teliti dan hati-hati tentang bukti validitas
dari sumber sejarah serta interpretasi
sumber-sumber keterangan tersebut.

Jenis-jenis penelitian deskriptif


Metode Deskriptif

Penelitian survey

Tujuan penelitian deskriptif


adalah untuk membuat deskripsi
(gambaran atau lukisan) secara
sistematis, aktual, dan akurat
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat
serta hubungan antar gejala
yang diselidiki. Jadi, jika
disederhanakan, metode
deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang digunakan untuk
membuat gambaran mengenai
suatu situasi atau kejadian
dengan cara mengumpulkan
data-data dasar saja.

Diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari


gejala yang ada dan mencari keteranganketerangan secara nyata, baik tentang situasi
sosial, eknomi, maupun politik. Salah satu ciri
penelitian survey adalah sering dilakukan pada
populasi yang besar.
Metode deskriptif berkesinambungan

Penelitian dilakukan terus-menerus sehingga


diperoleh pengetahuan yang menyeluruh
mengenai masalah, fenomena, dan kekuatan sosial
yang dapat diperoleh jika hubungan-hubungan
fenomena tersebut dikaji dalam suatu periode
yang lama.

Studi kasus

Penelitian tentang status subjek penelitian


yang berkenaan dengan suatu fase khusus atau
khas dari seluruh kejadian.
Peneltian komparatif

Membadingkan antar gejala sosial tertentu


Penelitian kerja dan aktivitas

Peneltian terhadap aktivitas dan pekerjaan


manusia
Metode waktu gerakan

Menyelidiki efisiensi produksi

Metode penelitian eksperimen


Merupakan penelitian yang
memanipulasi atau mengontrol situasi
alamiah dengan cara membuat kondisi
buatan, atau memanipulasi objek
penelitian, serta dengan melakukan
control secara sengaja terhadap objek
peneltian tersebut.

Metode grouded research

Metode penelitian tindakan

Merupakan suatu penelitian yang


menggunakan analisis perbandingan
dengan tujuan untuk mengadakan
generalisasi empiris, menetapkan
konsep-konsep, membuktikan teori, dan
mengemukakan teori baru. Penelitian ini
bertolak dari fakta yang dicoba untuk
mewujudkan suatu teori yang berlaku
diberbagai tempat.

Merupakan penelitian yang


memanipulasi atau mengontrol situasi
alamiah dengan cara membuat kondisi
buatan, atau memanipulasi objek
penelitian, serta dengan melakukan
control secara sengaja terhadap objek
peneltian tersebut.

Cara merumuskan masalah


Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
Hendaknya jelas dan padat
Berisi implikasi adanya data untuk

memecahkan masalah
Merupakan dasar dalam membuat hipotesis
Menjadi dasar bagi judul penelitian

Masalah Penelitian
Secara teoritis, masalah adalah suatu
keadaan yang tidak bersesuaian dengan
apa yang diinginkan. Dengan kata lain,
masalah adalah ketidaksesuaian antara
keinginan dan kenyataan yang ada.

Ciri-ciri masalah dalam penelitian


Masalah harus memiliki nilai penelitian;

artinya memiliki kegunaan tertentu serta


dapat digunakan untuk suatu keperluan.
Masalah harus fleksibel; disesuaikan

dengan biaya, waktu dan hukum yang


berlaku
Masalah harus sesuai dengan kualifikasi

peneliti; menarik, sesuai dengan


keahlian si peneliti.

Desain Penelitian
Desain Rencana Penelitian

a. Latar Belakang Masalah, berisi:


Mengemukakan dengan jelas mengapa masalah tersebut

muncul
Alasan dipilihnya masalah tersebut sebagai objek penelitian
Fakta-fakta sementara yang diperoleh peneliti
Pembatasan dan perumusan masalah; setelah diidentifikasi

dalam latar belakang sebaiknya permasalahan penelitian


diberi batasan yang tegas sesuai dengan keinginan,
kemampuan, dan kondisi yang ada.

Tujuanpenelitian
dan manfaat
penelitian
b.Tujuan
merupakan
alasan mengapa
kita melakukan penelitian tersebut.
Tujuan penelitian diambil dari perumusan

masalah dalam bentuk kalimat.


Manfaat penelitian merupakan kegunaan hasil

penelitian yang diharapkan oleh peneliti


Manfaat penelitian selain ditujukan untuk

memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dapat


juga dimaksudkan untuk mendeskripsikan atau
mengetahui hubungan antar variabel

c. Landasan teori
Penelaahan masalah penelitian
berdasarkan teori-teori atau bahan bacaan
yang relevan untuk dijadikan landasan
teoritis bagi peneliti dalam merumuskan
dan akhirnya menguji hipotesis

d. Hipotesis
Berasal dari kata hypo (setengah) dan tesis

(kebenaran).
Adalah kebenaran atau dugaan sementara

yang merupakan kemungkinan jawaban atas


masalah penelitian
Dinyatakan dalam bentuk pernyataan yang

menghubungkan dua variable penelitian


atau lebih
Tidak semua penelitian membutuhkan

hipotesis, contohnya penelitian deskriptif

e. Metode penelitian
Harus dipaparkan dengan jelas dalam
desain rancangan penelitian termasuk
bahwa peneliti harus pula menerangkan
argumennya mengenai alasan
penggunaan metode tersebut dalam
penelitian.

Desain Pelaksanaan Penelitian


a. Desain sampel

c. Desain analisis data

Sampel adalah bagian dari populasi

Cara mengolah data yang telah diperoleh


dari lapangan, dibedakan menjadi dua :

penelitian yang dipilih dengan teknik


tertentu
Sampel ditentukan berdasarkan

efisiensi dan hipotesis penelitian

b. Desain instrument atau alat


Tekhnik pengumpulan data;
kuesioner/angket, wawancara, observasi
ataukah dokumentasi

Tekhnik analisis data secara kuantitatif

(berdasarkan kuantitas/jumlah, berkaitan


dengan angka-angka, dengan
menggunakan statistik.
Tekhnik analisis data kualitatif

(berdasarkan kualitas/mutu, tidak


melibatkan perhitungan dengan angkaangka.

Landasan Teori
Teori adalah susunan beberapa variabel atau

konsep dalam bentuk pernyataanpernyataan, misal, perilaku menyimpang


disebabkan oleh pemberian julukan atau
cap jelek pada seseorang secara berulangulang (salah satu teori tentang perilaku
menyimpang).
Landasan teori merupakan telaah

masalah penelitian berdasarkan teoriteori atau bacaan-bacaan.


Landasan teori merupakan dasar teoritis

bagi penulis untuk menjawab penelitian.

Hipotesis
Secara harfiah diartikan sebagai dugaan

sementara tentang kemungkinan jawaban


yang akan diperoleh si peneliti.
Suatu pernyataan yang menghubungkan

dua variabel
Pernyataan dalam suatu hipotesis harus

menyatakan dengan jelas bagaimana


hubungan atau keterkaitan antara variabelvariabel yang telah ditentukan.
Hubungan tersebut bisa berupa hubungan

sebab akibat, penekanan, ataupun


pengganggu faktor utama

Ciri hipotesis yang baik


Harus mempunyai daya penjelas
Harus menyatakan hubungan yang

diharapkan ada diantara variable-variabel


Harus dapat diuji
Hendaknya konsisten dengan

pengetahuan yang sudah ada


Hipotesis dinyatakan secara sederhana

dan seringkas mungkin

Cara menyatakan hipotesis


Pada umumnya ada dua hipotesis yang
dirumuskan oleh peneliti.
Hipotesis kerja (H1); menyatakan

adanya hubungan antara dua variabel


dalam masalah penelitian
Hipotesis statistik atau hipotesis nol

(H0); menyatakan bahwa tidak ada


hubungan antara variabel-variabel
dalam masalah tersebut.

Pemilihan Sampel Penelitian


Fungsi sampel
Sampel adalah kelompok kecil sasaran
pengamatan atau penelitian. Sementara,
kelompok besar yang menjadi sasaran
generalisasi disebut populasi. Populasi adalah
keseluruhan objek penelitian, sementara
sampel adalah sebagian kecil dari keseluruhan
populasi yang dianggap mewakili populasi.
Dalam penelitian, bias saja kita mengamati
keseluruhan populasi, tapi tentu saja hal
tersebut akan sulit dilakaukan sebab kita akan
menghabiskan waktu, tenaga, dan dana yang
luar biasa banyaknya.

Teknik penarikan sampel


Sampel random atau sampel acak (random sampling); Setiap subjek dalam populasi memiliki

kesempatan yang sama


Sampel berstata (stratified sampling); Jika populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata
Sampel wilayah (area probability sampling); Dengan mengambil wakil dari setiap wilayah.
Sampel proposisi (propotional sampling/sample imbangan); Penyempurnaan dari sampel

berstrata dan sampel wilayah, agar representatif (mewakili), maka masing-masing strata atau
wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.
Sampel bertujuan (purposive sampling); Pengambilan sampel didasarkan tujuan tertentu.
Sampel kuota (quota sampling); Peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan

ciri-ciri populasi yang diinginkan tanpa menghiraukan dari mana asalnya yang penting mudah
ditemui
Sampel kelompok (cluster sampling); Satuan sampel yang dipilih bukan individu, melainkan

kelompok individu yang secara alami berada bersama-sama di suatu tempat.

Data
Syarat-syarat data:
Data adalah bahan keterangan berupa
himpunan fakta, angka, huruf, grafik,
tabel, lambang, objek, dan situasi. Data
merupakan bahan baku informasi. Untuk
menjawab permasalahan penelitian,
peneliti memerlukan data yang benar yang
dapat diperoleh di lapangan.

Harus objektif; sesuai dengan

kenyataan
Harus dapat mewakili
Harus mendekati kebenaran
Harus up to date
Harus ada hubungannya dengan

permasalahan penelitian

Jenis-jenis data

a. Menurut cara memperolehnya


Data frimer; data yang didapat langsung dari

lapangan yang peroleh peneliti melalui


wawancara, kuesioner, angket atau observasi.
Data sekunder; data yang diperoleh dari pihak lain,

melalui bacaan, baik koran, majalah atau


perpustakaan, atau instansi terkait.
b. Menurut sifatnya
Data kualitatif; data yang tidak berbentuk angka
Data kuantitatif; data yang bernetuk angka-angka

Sumber Pustaka

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2012.

Copyright. Sosiologi SMAN 1 Cibeber

Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII.


Esis Erlangga. Jakarta
Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/MA

untuk Kelas XII. Erlangga. Jakarta