Anda di halaman 1dari 13

Sejarah Kemaritiman Indonesia

Kelompok 2B

Kelompok 2B

TAYA
A UMAR JUFRI
RIRIASTY APRILENI A
ANNISA INDAH
CITRA INDAH SARI
ANDI YAYANG AAP

J111 16 033
J111 16 038
J111 16 308
J111 16 009
J111 16 320
J111 16 021

WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN

Indonesia Sebagai Negara Maritim


Negara yang mempunyai banyak pulau, luasnya lautan, belum
menjadi modal utama bahwa negara tersebut adalah negara
maritim. Namun, seberapa besar penduduk suatu negara itu
berorientasi ke laut, itulah yang menjadi acuan bahwa negara itu
adalah negara maritim.
Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia, terbukti dengan


pengakuan dunia yang tertuang dalam United Nation Convention on
the Law of the Sea (UNCLOS) yang diratifikasi oleh negara-negara
sedunia,serta melalui Deklarasi Juanda yang mengatur hal-hal yang
berkaitan kedaulatanIndonesia sebagai sebuah negara kepulauan.

Kejayaan Kerajaan Maritim yang Pernah Ada di


Indonesia

Sejak abad ke-9 Masehi, bangsa Indonesia telah berlayar jauh


dengan kapal bercadik. Mereka ke Utara mengarungi lautan, ke
Barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar, ke Timur hingga
Pulau Paskah. Dengan kian ramainya arus pengangkutan
komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya
kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki
armada lautyang besar.

Kerajaan Sriwijaya
Sebagai kerajaan maritim yang kuat di Asia Tenggara, Kerajaan
Sriwijaya (683 -1030 M) telah mendasarkan politik kerajaannya
pada penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan serta
menguasai wilayah-wilayah strategis yang digunakan sebagai
pangkalan kekuatan lautnya. Konsekwensi sifat maritim itu sendiri
lebih mengarah pada terwujudnya aktifitas pelayaran di wilayah
Indonesia. Dalam kalimat ini bahwa Indonesia sebagai negara
kepulauan dalam membangun perekonomian akan senantiasa
dilandasi oleh aktivitas pelayaran.

Kerajaan Majapahit
Puncak kejayaan maritim nusantara terjadi pada masa Kerajaan
Majapahit (1293-1478). Majapahit lalu berkembang menjadi
kerajaan maritim setelah Gajah Mada menjadi mahapatih. Dengan
Sumpah Palapa, Gajah Mada bercita-cita menyatukan nusantara
dan diangkatlah Laksamana Nala sebagai Jala dimantri yang
bertugas memimpin kekuatan laut Kerajaan Majapahit. Dengan
armada laut yang kuat, kekuasaan Majapahit amat luas hingga
keluar nusantara. Di bawah Raden Wijaya, Hayam Wuruk dan Patih
Gajah Mada, Majapahit berhasil menguasai dan mempersatukan
nusantara. Pengaruhnya bahkan sampai ke negara-negara asing
seperti Siam, Ayuthia, Lagor, Campa (Kamboja), Anam, India,
Filipina, China.

Kilasan sejarah itu memberi gambaran, beberapa kerajaan di


Nusantara mampu menyatukan wilayah luas dan disegani bangsa
lain karena kehebatan armada niaga, keandalan manajemen
transportasi laut, dan armada militer yang mumpuni. Sejarah telah
mencata dengan tinta emas bahwasannya Sriwijaya dan Majapahit
pernah menjadi center of excellence di bidang maritim,
kebudayaan,dan agama di seluruh wilayah Asia Tenggara kejayaan
para pendahulu negeri ini dikarenakan kemampuan mereka
membaca potensi yang mereka miliki.

Menyikapi Potensi Kemaritiman


Indonesia
Berkaca dari masa lalu, melihat bagaimana kejayaan masa lampau
diperoleh karena mengoptimalkan potensi laut sebagai sarana dalam
suksesnya perekonomian dan ketahanan politik suatu negara, maka
menjadi suatu hal yang wajar bila sekarang ini Indonesia harus lebih
mengembangkan laut demi tercapianya tujuan nasional.
Pentingnya pelayaran bagi Indonesia tentunya disebabkan oleh
keadaan geografisnya, posisi Indonesia yang strategis berada dalam
jalur persilangan dunia, membuat Indonesia mempunyai potensi yang
sangat besar untuk mengembangkan laut. Laut akan memberikan
manfaat yang sangat vital bagi pertumbuham dan perkembangan
perekonomian Indonesia atau perdaganagan pada khususnya.

Dunia maritim Indonesia telah mengalami kemunduran yang cukup


signifikan, kalau pada zaman dahulu mencapai kejayan baik dalam
bidang politik maupun ekonomi, sekarang ini tidak tampak sedikit
pun kemajuan yang dapat dilihat. Ironis memang, Indonesia yang
mempunyai potensi laut sangat besar didunia kurang begitu
memperhatikan sektor ini.
Berbagai kendala menjadi masalah tersendiri bagi upaya
pemanfaatan laut Indonesia. Masalah utama adalah masalah
paradigma. Paradigma darat/agraris masih kuat melekat pada
kebanyakan masyarakat Indonesia, termasuk pemerintahnya.
Bangsa Indonesia masih mengidap kerancuan identitas. Jika
masalah paradigma ini tidak selesai maka tidak akan ada visi
maritim yang sesungguhnya.

Sebagai akibat dari belum adanya kejelasan visi maritim tersebut


adalah masalah-masalah yang faktual di lapangan, seperti masalah
perbatasan dengan beberapa negara tetangga, masalah
infrastruktur kemaritiman yang masih kurang memadai seperti
armada laut yang jauh dari memadai. Bayangkan pertahanan laut
serta teknologi kelautan. Agaknya, memang bukan pekerjaan
mudah mengembalikan kejayaan yang pernah kita capai. Namun,
yang tidak mudah itu bukan berarti tidak bisa. Kita bisa seperti para
pendahulu kita jika bisa dengan tepat dan ada kemauan untuk mulai
berkomitmen penuh terhadap pembangunan maritim yang
sesungguhnya.

Video