Anda di halaman 1dari 9

Pengumpulan

Data dalam
Penelitian
Dani Ramdani, S. Sos
Musik. Suzanne Invernes Album
The Private Music of Suzanne Ciani

PENGERTIAN PENGUMPULAN DATA


Setelah melakukan penyusunan
rancangan penelitian, langkah
selanjutnya adalah pengumpulan data.
Pengumpulan data adalah kegiatan
mencari data di lapangan yang akan
digunakan untuk menjawab
permasalahan penelitian. Pengumpulan
data dilakukan dengan dokumentasi atau
studi kepustakaan, angket (daftar
pertanyaan), wawancara, dan observasi.

STUDI KEPUSTAKAAN
Studi kepustakaan merupakan suatu
kegiatan pengumpulan data dan
informasi dari berbagai sumber,
seperti buku yang memuat beragam
kajian teori yang sangat dibutuhkan
peneliti, majalah, naskah, kisah
sejarah, dan dokumen. Termasuk di
dalamnya adalah rekaman berita dari
radio, televisi, dan media elektronik
lainnya.

ANGKET (KUESIONER)
Angket atau kuesioner adalah sebuah cara atau teknik yang digunakan seorang
peneliti untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar
kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden.
Pertanyaan dalam angket atau kuesioner dapat dibedakan menjadi 4, yaitu
pertanyaan tertutup, terbuka, semi terbuka, dan pertanyaan kombinasi terbuka
dan tertutup.

OBSERVASI
Observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran,
peraba dan pengecap. Semua kegiatan tersebut dinamakan observasi atau
pengamatan langsung. Dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan cara
tes, kuesioner, rekaman gambar, dan rekaman suara. Terdapat dua jenis
observasi:

Wawancara (INTERVIEW)
Adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab sambil
bertatap muka antara si peneliti
dengan obyek penelitian, dalam
wawancara ada dua pihak yang
terlibat yaitu interviewer
(pewawancara), yaitu orang yang
mewawancarai/pihak pewawancara
dan interviewe (terwawancara), yaitu
orang yang diwawancarai

Macam-macam pedoman wawancara

Wawancara tidak terstruktur

Pedoman wawancara tidak terstruktur


adalah pedoman wawancara yang
hanya memuat garis-garis besar
wawancara. Wawancara disesuaikan
dengan garis besar pembicaraan yang
telah dipersiapkan.

Wawancara
terstruktur/terstandar
(standardized)

Pedoman wawancara terstruktur


adalah pedoman wawancara yang
disusun secara terperinci, seperti
halnya kuesioner. Pedoman
wawancara terstruktur terdiri dari
sederetan pertanyaan.

Jenis-jenis wawancara

Ditinjau dari pelaksanaannya,


maka wawancara dibedakan
atas tiga macam

Wawancara bebas (unguided interview);


Pewawancara secara bebas bertanya apa saja
tanpa harus menggunakan acuan pertanyaan.

Wawancara terpimpin (guided interview);


Pewawancara membawa sederetan
pertanyaan lengkap dan terperinci, seperti
wawancara terstruktur

Wawancara bebas terpimpin; Merupakan


kombinasi dari wawancara bebas dan
wawancara terpimpin.

Sumber Pustaka

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2012. Sosiologi untuk


SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta

Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/MA untuk Kelas XII.


Erlangga. Jakarta

Copyright. Sosiologi SMAN 1 Cibeber

Anda mungkin juga menyukai