Anda di halaman 1dari 35

PELUANG

YAYA HASANAH

PELUANG
Ruang contoh
Kejadian
Peluang suatu kejadian
Kaidah Penjumlahan
Peluang Bersyarat
Kaidah Penggandaan
Kaidah Bayes

RUANG CONTOH
Himpunan semua kemungkinan hasil suatu

percobaan
Dilambangkan dengan S
Setiap kemungkinan hasil dalam suatu
ruang contoh unsur (anggota ruang
contoh tersebut) titik contoh
Misal : Ruang contoh bagi pelemparan
sekeping mata uang logam
S = G, A

G = sisi gambar A = sisi


angka

Pelemparan sebuah dadu, maka bilangan

yang mungkin muncul

S = 1, 2, 3, 4, 5, 6

KEJADIAN
Himpunan bagian dari ruang contoh
Misal : jika diketahui ruang contoh S=t t 0,

sedangkan t adalah umur (tahun) komponen


motor boat tertentu , maka kejadian A yaitu
komponen tersebut rusak sebelum akhir tahun ke5 dapat dinyatakan sebagai
A = t 0 t 5
Himpunan A merupakan himpunan ruang contoh S
Kejadian :
Kejadian sederhana kejadian yang dinyatakan
hanya terdiri atas satu titik contoh.
Kejadian majemuk kejadian gabungan dari
beberapa kejadian sederhana
4

CONTOH KEJADIAN
Kejadian terambilnya kartu hati dari 52
helai kartu bridge, dapat dinyatakan
dengan :
A =hati merupakan himpunan bagian dari
ruang contoh S =hati, sekop, clover, wajik
A kejadian sederhana
Kejadian B terambilnya kartu merah,
merupakan kejadian majemuk, karena
B = hati wajik = hati, wajik

RUANG NOL
Ruang nol atau ruang kosong =
himpunan kosong
Adalah himpunan bagian ruang contoh
yg tidak memiliki satu pun anggota
Lambang khusus ruang nol
Misal :
B = x x adalah kejadian terlihatnya
makhluk hidup mikroskopik dengan
mata tanpa bantuan mikroskop/loup
maka B = himpunan kosong

DIAGRAM VENN
Hubungan antara kejadian dengan ruang

contohnya dapat digambarkan dengan


Diagram Venn
S
A
C
B

PENGOLAHAN TERHADAP KEJADIAN

Irisan dua kejadian


Irisan

dua kejadian A dan B A B


Kejadian yang mengandung semua unsur
persekutuan A dan B
S

IRISAN DUA KEJADIAN

CONTOH IRISAN DUA KEJADIAN


10

Misalkan : A=1,2,3,4,5
B=2,4,6,8 maka
A B = 2,4
Misal = P =a, I, u, e, o
dan Q = r, s, t} maka
PQ=
Kejadian saling terpisah jika
tidak memiliki unsur
persekutuan, tidak ada
irisannya
Maka A dan B saling terpisah
jika
AB=

KEJADIAN SALING
TERPISAH

Komplemen suatu kejadian A


terhadap S adalah himpunan
semua anggota S yang bukan
anggota A
Lambang komplemen A A
Misal :
A adalah kejadian terambilnya
kartu merah dari seperangkat
kartu bridge
S adalah ruang contoh berupa
keseluruhan kartu
Maka A = kejadian terambilnya
kartu bukan merah, yang
berarti terambilnya kartu hitam

S
A

13

DALIL-DALIL PELUANG

A =
A = A
A A =
A A = S
S =
= S

MENCACAH TITIK CONTOH


Kaidah

penggandaan

Misal : jika sepasang dadu dilemparkan


sekali, berapa banyak ruang contohnya ?
Dadu pertama dapat mendarat dengan 6
cara, dadu kedua dapat mendarat dengan 6
cara, maka sepasang dadu tersebut dapat
mendarat dengan (6) (6) = 36 cara

PERMUTASI

Banyaknya permutasi n benda n!

PERMUTASI
Banyaknya permutasi n benda n!
Misal : banyaknya permutasi 4 huruf a, b, c, d

adalah 4! = 24
Banyaknya permutasi akibat pengambilan n
benda berlainan jika diambil r benda
sekaligus

n!
n Pr
( n r )!

Misalkan : 2 ekor ikan diambil dari 20 ekor

ikan untuk dimasak.


Hitung banyak titik
20!
( 20)(19) 380
20 P2
contoh.
( 20 2)!
Banyak titik contoh adalah

PERMUTASI BENDA YANG DISUSUN


DALAM LINGKARAN

n!1

4!1 24 1 23

Banyaknya permutasi yang berbeda dari n benda


yang n1 diantaranya berjenis pertama, n2 berjenis
kedua dan n3 berjenis ketiga, nk berjenis ke- k
adalah

n!
n1! n2 !...nk !
CONTOH

Berapa banyak susunan yang berbeda jika kita


ingin membuat rangkaian lampu pada akuarium
dari 3 lampu merah, 4 lampu kuning dan 2 lampu
biru

9!
1260
3!4!2!

MENYEKAT n BENDA DALAM r SEL

KOMBINASI

Tanpa memperhatikan urutannya.

Contoh :

Jika ada 4 kimiawan dan 3 fisikawan, carilah

banyak panitia 3 orang yang dapat dibentuk


beranggotakan 2 kimiawan dan 1 fisikawan.

Jawab :
Banyak cara memilih 2 orang dari 4 kimiawan
n!
4!
4!

6
r!( n r )!
2!( 4 2)!
2!2!

Banyak cara memilih 1 orang dari 3 fisikawan


n!
3!
3!

3
r!( n r )!
1!(3 1)!
1!2!

Banyaknya panitia yang dapat dibentuk dengan 2

orang kimiawan dan 1 orang fisikawan (6) (3) =


18

PELUANG BERSYARAT

Peluang bersyarat A bila B


diketahui dilambangkan dengan
P(A|B) dan didefinisikan sebagai

P( A B)
P( A | B)
P( B)
jika P(B) > 0

CONTOH
Melanjutka
n ke PT

Tidak
Melanjutkan
ke PT

Jumlah

Laki laki

450

50

500

Perempua
n

150

250

400

Jumlah

600

300

900

Perhatikan kejadian kejadian berikut :


L : kejadian yang terpilih laki - laki
K: kejadian yang terpilih adalah orang yang melanjutkan
ke PT
Dengan menggunakan ruang contoh yang dipersempit
K, maka akan didapatkan

P(L|K) = 450/600 =

Perhitungan :
450 1
P( L K )

900 2
600 2
P( K )

900 3

P( L K ) 1 / 2 3
P( L | K )

P( K )
2/3 4

DUA KEJADIAN BEBAS


Dua

kejadian dikatakan bebas jika

P( B | A) P( B)
Atau

Jika

P( A | B) P( A)
hal itu tidak terpenuhi, maka A dan B

tidak

bebas

KAIDAH TOTAL PELUANG


Bila kejadian kejadian Bi untuk
i = 1, 2, ,k, maka untuk
sembarang kejadian A yang
merupakan himpunan bagian S
berlaku
P(A) = P(B1) P(A|B1) + P(B2) P(A|B2)
+ + P(Bk) P(A|Bk).

Contoh 1
Tiga wakil partai A, B dan C mencalonkan diri

sebagai presiden.
Peluang wakil dari partai A terpilih sebagai
presiden adalah 0.4,
Peluang wakil dari partai B terpilih adalah 0.4
dan peluang wakil dari partai C terpilih adalah
0.3. Seandainya wakil dari partai A terpilih
sebagai presiden, peluang terjadinya kenaikan
harga BBM adalah 0.7.
Seandainya yang terpilih adalah wakil dari partai
B, peluang terjadinya kenaikan harga BBM adalah
0.4. Bila yang terpilih adalah wakil dari partai C
maka peluang terjadinya kenaikan harga BBM
adalah 0.6. Berapa peluang terjadinya kenaikan
harga BBM ?

JAWAB :
M = peluang BBM dinaikkan
B1 = peluang A terpilih
B2 = peluang B terpilih
B3 = peluang C terpilih
Peluang kenaikan harga BBM
P ( B1 ) P ( A | B1 ) (0.4)(0.7) 0.28
P ( B2 ) P ( A | B2 ) (0.4)(0.4) 0.16

P ( B3 ) P ( A | B3 ) (0.3)(0.6) 0.18

P (A) = 0.28 + 0.16 + 0.18 =

0.62

DIAGRAM POHON
B1

P(AB1) = 0.7

=
)
1
B
P( P(B2) = 0.4 B2

P(AB2) = 0.4

4
.
0

P(
B

3)

0.
3

B3

P(AB3) = 0.6

KAIDAH BAYES
Jika kejadian kejadian B1, B2, , Bk
merupakan sekatan dari ruang contoh S
dengan P(Bi) 0 untuk I = 1, 2, , k, maka
untuk sembarang kejadian A yang bersifat
P(A) 0,
P( Br ) P( A | Br )
P( Br | A)
P( B1 ) P( A | B1 ) P( B2 ) P( A | B2 ) ... P( Bk ) P( A | Bk )

Untuk masalah dalam Contoh 1

misalkan ada orang yang tidak


mengetahui siapa yang menjadi
presiden karena dia tinggal di
pelosok daerah. Bila beberapa waktu
kemudian ternyata harga BBM naik,
berapa peluang bahwa yang menjadi
presiden adalah wakil dari partai A?
P ( B1 | A)

P ( B1 ) P ( A B1 )

P ( B1 ) P ( A B1 ) P ( B2 ) P ( A B2 ) P ( B3 ) P ( A B3 )

(0.28)
P ( B1 A)
0.45
(0.28) (0.16) (0.18)

SEE YOU NEXT SESSION

TUGAS

Peluang Bus MAJU berangkat tepat pada


waktunya adalah P(B) = 0.85,
Peluang Bus MAJU datang tepat pada waktunya
adalah P(D) = 0. 90 dan
Peluang bus MAJU tersebut berangkat dan datang
tepat pada waktunya adalah P(BD) = 0.75.
Hitung peluang bahwa Bus MAJU
a. Datang tepat pada waktunya bila diketahui
Bus

MAJU tersebut berangkat tepat pada


waktunya,
b. Berangkat tepat pada waktunya bila diketahui

Bus MAJU tersebut datang tepat pada


waktunya.

KAIDAH BAYES
E

A = (E A) (E A)

P(A) = P [(E A) (E A)]


= P(E A) + P(E A)
= P(E)P(A|E) + P(E)P(A|E)