Anda di halaman 1dari 11

Pengolahan Data

DANI RAMDANI, S.SOS


MUSIK. SUZANNE CIANI HOTEL LUNA ALBUM THE PRIVATE MUSIC OF
SUZANNE CIANI

Pemandu
Setelah menyusun rancangan penelitian dan
melakukan pengumpulan data, langkah ketiga
dalam penelitian sosial adalah pengolahan atau
analisis data. Data yang telah dikumpulkan
selanjutnya dianalisis. Proses tersebut bertujuan
untuk menyederhanakan data lapangan yang
kompleks ke dalam bentuk yang lebih mudah
untuk dibaca. Untuk dapat melakukan pengolahan
data diperlukan dua kegiatan, yaitu editing
(meneliti atau memeriksa data yang telah
dikumpulkan) dan coding (pengkodean).

Tahap-tahap dalam Mempersiapkan Analisis Data

EDITING

Kegiatan editing adalah kegiatan meneliti


atau memeriksa kembali data yang telah
dikumpulkan dari lapangan. Dalam
mengedit, hal-hal yang harus diperhatikan
dari sebuah data adalah sebagai berikut.
Memeriksa

nama dan kelengkapan


identitas pengisi

Mengecek

kelengkapan data

Mengecek

macam isian data

CODING

Coding atau pengkodean adalah usaha


mengklasifikasikan jawaban responden
menurut macamnya. Tujuannya adalah
menyederhanakan jawaban responden
sehingga dapat diolah. Biasanya usaha
pengkodean dilakukan dengan memberi
symbol atau angka pada jawaban
responden. Simbol atau angka inilah
yang kita sebut kode.

MENGORGANISASIKAN DATA
Setelah melakukan editing dan coding
langkah selanjutnya adalah
mengorganisasikan
(mengelompokkan) data. Data-data
yang telah diberi kode, kemudian
dimasukan dalam tabel pengolahan,
baik berupa tabel frekuensi maupun
tabel silang. Dengan demikian, data
dari lapangan akan tampak lebih
sederhana, ringkas, dan mudah
dipahami.

Grup 1

Grup 2

Kelas 1

82

95

Kelas 2

76

88

Kelas 3

84

90

Mengolah Data
Setelah melakukan pengorganisasian
data atau proses tabulasi, langkah
selanjutnya adalah mengolah data.
Umumnya, cara pengolahan data
terdiri dari dua cara, yakni cara
statistik dan non statistik. Cara
statistik biasa digunakan untuk data
yang bersifat kuantitatif, sedangkan
cara nonstatistik biasa digunakan
untuk data kualitatif. Namun, tidak
jarang keduanya digunakan bersamasama dalam sebuah penelitian.

PENGOLAHAN DATA SECARA


STATISTIK
Pengolahan data secara statistik
mempunyai dua fungsi. Pertama,
membantu peneliti melukiskan dan
merangkum hasil pengumpulan
datanya. Statistik seperti ini disebut
statistik deskriptif. Kedua, membantu
meramalkan kesimpulan untuk suatu
populasi yang lebih besar dari
sekumpulan data yang diselidiki.
Statistik seperti ini disebut statistik
inferensial. Pada bagian ini, kita hanya
mempelajari jenis statistik pertama,
yakni statistik deskriptif.

Pengolahan

data dengan statistik


deskriptif dapat dilakukan dengan
distribusi frekuensi dan ukuran
tendensi sentral.

Distribusi

frekuensi, Data yang


dikumpulkan dari hasil penelitian
disusun secara sistematis agar dapat
diolah dengan mudah.

Ukuran

tendensi sentral, data


disusun dengan mencari suatu
bilangan yang mewakili keseluruhan
satuan data. Ukuran tendensi sentral
yang sering digunakan adalah mean
(rata-rata hitung), modus (mode),
dan median

Mean (rata-rata hitung)


Mean disebut juga nilai rata-rata. Mean merupakan
hasil bagi antara jumlah seluruh nilai dengan jumlah
unit yang diamati.
Modus
Modus (mode) ialah nilai data yang memiliki
frekuensi tertinggi dalam suatu distribusi. Modus
(mode) berguna sebagai alat distribusi (gambaran)
yang cepat tapi kasar.
Median
Median adalah suatu nilai yang membagi data yang
telah diurutkan ke dalam dua bagian yang sama
besar. Atau disebut juga nilai tengah

PENGOLAHAN DATA SECARA


NON STATISTIK

Adalah cara mengolah data-data


kualitatif. Hasil pengolahan data ini
langsung dapat diambil tanpa
menggunakan instrument statistik.
Langkah-langkah yang harus
diperhatikan adalah cara mereduksi
data, menyajikannya, kemudian
mengambil kesimpulan.

Reduksi

data. Reduksi data adalah


proses mengubah rekaman data ke
dalam fokus, kategori, atau pokok
permasalahan tertentu.

Penyajian

data. Penyajian data


adalah menampilkan data dengan
cara memasukkan data ke dalam
sejumlah matriks yang diinginkan.

Pengambilan

kesimpulan.
Pengambilan kesimpulan adalah
mencari kesimpulan atas data yang
direduksi dan disajikan tadi.

Jenis Hubungan Data


Setelah mengolah data, langkah
selanjutnya menganalisis atau
menginterpretasikan data tersebut.
Dalam tahap ini yang harus diketahui
adalah jenis hubungan data. Ada
beberapa jenis hubungan data yang
perlu diketahui oleh seorang peneliti
dalam menganalisis atau
menginterpretasikan data yang telah
diolah. Jenis-jenis hubungan tersebut
adalah sebagai berikut.

Hubungan

Simetris; Apabila sebuah variabel


berhubungan dengan variabel yang lain, tetapi variabel
tersebut bukan disebabkan oleh variabel yang pertama,
hubungan demikian dinamakan hubungan simetris.
Hubungan simetris terjadi apabila kedua variabel
merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.
sebuah variabel
berhubungan dengan variabel yang lain tetapi hubungan
tersebut tidak timbal balik, hubungan itu disebut
asimetris.

Sumber Pustaka

Suryawati. 2012. Sosiologi


untuk SMA/MA Kelas XII. Esis

Hubungan Asimetris; Apabila

Hubungan

Timbal Balik (Resiprokal); Apabila kedua


variabel saling mempengaruhi secara timbal balik (dua
arah), hubungan tersebut disebut hubungan timbal balik.
Dengan kata lain, variabel x mempengaruhi variabel y
dan sebaliknya, y mempengaruhi x. Dalam hubungan ini,
kita tidak tahu mana sebab dan mana akibat.

Maryati, Kun dan Juju

Erlangga. Jakarta

Muin, Idianto. 2006. Sosiologi


SMA/MA untuk Kelas XII.
Erlangga. Jakarta

Copyright. Sosiologi SMAN 1


Cibeber

Anda mungkin juga menyukai