Anda di halaman 1dari 11

LIPIDA

Novriyanti

101514253007

Dewangga Lazuardi

101524253001

Jihan Faradisha

101524253003

Pengertian
Lemak (Lipid) adalah
zat organik hidrofobik
yang bersifat sukar
larut dalam air. Namun
lemak dapat larut
dalam pelarut organik
seperti kloroform, eter,
dan benzen.

Struktur Penyusun Lemak


Struktur Kimia Lemak
Unsurpenyusun lemak antara lain adalah Karbon
(C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan kadang-kadang
Fosforus (P) serta Nitrogen (N)
Molekullemak terdiri dari empat bagian,yaitu satu
molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak
Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon (CH)
dan gugus Karboksil (-COOH). Molekul gliserol
memiliki tiga gugus Hidroksil (-OH) dan tiap gugus
hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam
lemak

Fungsi Lipida
1.
2.
3.
4.

Sebagai penyusun membran sel


Sebagai hormon
Sebagai sumber asam lemak essential
Sebagai sumber energi dan cadangan
energi
5. Alat angkut vitamin larut lemak
6. Menghemat protein
7. Memberi rasa kenyang dan kelezatan
8. Sebagai pelumas
9. Memelihara suhu tubuh
10.Pelindung organ tubuh

Klasifikasi Lemak Makanan

Lemak Nabati mengandung lebih banyak

asam lemak tak jenuh, berasal dari


bahan makanan tumbuhan
Contoh Lemak nabati : alpukat, coklat,
kelapa, minyak zaitun, kacang, jagung

Lemak Hewani mengandung terutama

asam lemak jenuh, berasal dari binatang


termasuk ikan, telur, dan susu.
Contoh Lemak hewani : daging sapi,
ayam, ikan, telur, susu

Metabolisme Lemak

Proses metabolisme lemak di dalam tubuh berfungsi


untuk menghasilkan energi tubuh untuk bergerak dan
memenuhi kebutuhan energi di dalam sel.
Metabolisme Lemak merupakan proses tubuh untuk
menghasilkan energi dari asupan lemak setelah masuk
menjadi sari-sari makanan dalam tubuh.
Dalam memetabolisme lemak menjadi energi
membutuhkan bantuan glukosa dari karbohidrat.
Lemak dalam tubuh akan masuk ke dalam proses
metabolisme setelah melewati tahapan penyerapan,
sehingga bentukan lemak yang memasuki jalur
metabolisme lemak dalam bentukan trigliserida.

Metabolisme Lemak

Dalam bentuk trigliserida, lemak dihidrolisis menjadi


asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase
dalam sel adipose serta melepasnya ke pembuluh darah.
Disel-sel yang membutuhkan, komponen-komponen ini
kemudia dibakar dan menghasilkan energi, CO2, dan
H2O.
Pada tahap akhir hidrolisis, setiap pecahan berasal dari
lemak mengikat pecahan berasal dari glukosa sebelum
akhirnya dioksidasi secara komplit menjadi CO2 dan
H2O.
Pada prosesnya juga, gliserol dan asam lemak
memerlukan glukosa untuk memasuki siklus krebs atau
biasanya dikenal dengan TCA, dengan memasuki siklus
ini gliserol dan asam lemak dapat diubah menjadi energi.

Metabolisme Lemak

Asam lemak hasil sintesis lemak hanya terdiri dari


pecahan 2-karbon, karena itu sel tubuh tidak dapat
membentuk glukosa dari asam lemak, begitupun dengan
gliserol, karena gliserol hanya merupakan 5% dari lemak.
Dengan demikian, sel tubuh tidak dapat membentuk
glukosa dari lemak. Karena itu lemak tubuh tidak dapat
dihidrolisis secara sempurna tanpa kehadiran
karbohidrat.
Tubuh mempunyai kapasitas tak terhingga untuk
menyimpan lemak. Namun, lemak tidak sepenuhnya
dapat menggantikan karbohidrat sebagai sumber energi.
Otak, sistem syaraf dan sel darah merah membutuhkan
glukosa sebagai sumber energi. (sumber: Buku Kiki)

Metabolisme Lemak

Berikut ini adalah gambaran proses metabolisme lemak


menjadi energi

Kelebihan dan Kekurangan

Sumber :
Mihatri Tantri, 2013, Ilmu Gizi 1 Kelas X Semester 1, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta
Sediaoetama Achmad Djaeni, 1991, Ilmu Gizi untuk Profesi dan Mahasiswa,
DienRakyat, Jakarta

TERIMAKASIH