Anda di halaman 1dari 18

KONTEKTUALISASI AYAT-AYAT YANG

BERKAITAN DENGAN PENGGUNAAN


MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DALAM WAWASAN
AL-QURAN
Oleh:

KELOMPOK IV

NUR HASMAN
NUR AMALIAH
MUHAMMAD IQBAL

Pokok Pembahasan
Pengertian Kontektualisasi dan Media
Kontektualisasi

Ayat

Yang

Berkaitan

Dengan

Penggunaan Media dalam Q.S Ali Imran (3):4 , Q.S


Qalam (68):1 dan Q.S Al- Alaq (96):4 Yang Menggunakan
Term Al-Qalam
Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Dengn Penggunaan

Media Dalam

Q. S. Al-Alaq (96):1

Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Penggunaan Media

Dalam Q.S Al-Baqarah(2):260

A. Pengertian Kontektualisasi dan Media


Kontekstualisasi adalah usaha menempatkan sesuatu dalam
konteksnya, sehingga tidak asing lagi, tetapi terjalin dan
menyatu dengan keseluruhan seperti benang dalam tekstil.
Dalam hal ini tidak hanya tradisi kebudayaan yang menentukan
tetapi situasi dan kondisi sosial pun turut berbicara.
media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan baik dalam
bentuk cetak maupun audio visual untuk menyampaikan pesan
dari pengirim kepada penerima yang dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan minat penerima pesan (siswa)
sehingga proses belajar terjadi.
Jadi, kontekstualisasi ayat tentang media adalah usaha
menempatkan ayat tentang media sehingga terjalin hubungan
antara ayat satu dengan yang lain hingga menjadi sebuah
konsep tentang media pendidikan yang relevan dengan
perkembangan pada zaman sekarang.

B. Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Dengan Penggunaan Media


dalam Q.S Ali Imran (3):4 , Q.S Qalam (68):1 dan Q.S Al- Alaq (96):4
Yang Menggunakan Term Al-Qalam
1. Q.S. Ali Imran 44
a. ( Teks dan Terjemahannya

Terjemahannya: Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang kami


wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama
mereka ketika melemparkan pena mereka untuk mengundi siapa
diantara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkaupun tidak
bersama mereka ketika mereka bertengkar.

b. Makna Al-Qalam
Kata al-qalam terambil dari kata kerja Qalama yang berarti memotong ujung sesuatu.
Memotong ujung kuku disebut taqlim. Tombak yang dipotong ujungnya sehingga
meruncing dinamai maqalim. Tombak panah yang runcing ujungnya dan yang biasa
digunakan untuk mengundi dinamai pula Qalam.

C. Tafsir Kalimat






Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata:

Pangkal ayat ini menyerukan agar peristiwa besar yang dialami Maryam tatkala
didatangi Mala`ikat menjadi pelajaran.

Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu. Inilah pesan pertama,
Allah SWT menetapkan Maryam sebagai wanita pilihan.

mensucikan kamu
Allah menyucikan Maryam, baik ruhani maupun jasmaninya. Dia suci jasmaninya,
karena tidak mengalami haidl dan selalu dalam keadaan suci di mihrabnya. Dia
juga suci ruhaninya, karena tidak pernah berbuat noda dan dosa apa pun.

Lanjut










dan melebihkan kamu
atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Maryam
diangkat derajatnya sebagai wanita termulia se alam dunia pada
jamannya, seperti Asiah di jaman Firaun, dan Aisyah pada
preiode Madinah.












Hai


Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama
orang-orang yang ruku`. Maryam diperintah untuk shalat
berjamaah. Menurut historis, Maryam dalam ibadahnya itu selalu
menyepi di mihrab tidak berjamaah dengan yang lainnya. Perintah
ini mengisyaratkan agar dia dapat melakukan ibadah berjamaah
dengan sesama hamba Allah yang lainnya.

Yang demikian itu adalah








sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada
kamu (ya Muhammad) ; Semua yang dikisahkan itu (Istri Imran,
Zakariya, Yahya, dan Maryam) merupakan sebagian dari berita
yang berkaitan dengan ghaib yang diwahyukan kepada Nabi
Muhammad SAW. rasul SAW

Lanjut

padahal kamu tidak


hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah
mereka (untuk mengundi) Rasul SAW tidak hadir, tidak menyaksikan
secara langsung peristiwa yang diceritrakan al-Qur`an itu. Berdasar
catatan sejarah, tatkala Maryam diserahkan ke Bait al-Maqdis oleh
ibunya, banyak umat yang berebut ingin menjadi pengasuh. Masingmasing mempunyai alasan yang berbeda, maka ditentukanlah melalui
undian. Ternyata yang mendapat undian itu Zakariya, yang juga sebagai
suami dari saudara ibunda Maryam. Secara hukum istri Zakariya
memang lebih dekat hubungannya dengan Maryam karena sebagai

( saudara perempuan ibu).


Dan kamu tidak hadir di sisi


mereka ketika mereka bersengketa . Mereka bersengketa tentang siapa
yang paling berhak mengasuh Maryam. Tatkala persengketaan itu
terjadi, Rasul SAW tidak hadir, tapi dengan wahyu memiliki
pengetahuan yang lengkap dan sempurna.

2. Q.S Al-Qalam (68):1


a. Teks dan Terjemahannya

Terjemahannya: Nun, Demi Qalam dan apa yang


mereka tuliskan.
b. Makna Al-Qalam

Dapat berarti hasil dari penggunaan alat tersebut yakni tulisan. Ini
karena bahasa, sering kali menggunakan kata yang berarti alat atau
penyebab untuk menunjuk akibat atau hasil dari penyebab atau
penggunaan alat tersebut.

c. Makna Perkata
Nun adalah salah satu huruf fenomenis yang digunakan oleh ayat-ayat AlQuran dandi sini digunakan sebagai pembuka surah sebagaimana pembuka
surah yang lain.Penempatan pada awal surah dipahami oleh sebagian
ulama sebagai tantangan kepada orang-orang yangmeragukan Al-Quran
sebagai firman Allah. Huruf tersebut bagaikan menyatakan. Al-Quran
terdiri dari kata-kata yang disusun dan kata-kata fenomis yang kamu kenal,
misalnya nun/alif/lam/mim.
Kata ( ) al-Qalam/pena ada yang memahaminya dalam arti
sempit yakni pena tertentu, ada juga yang memahaminya secara umum
yakni alat tulis apapun termasuk computer tercanggih sekalipun. Yang
memahaminya dalam arti sempit ada yang memahaminya pena yang
digunakan malaikat untuk menulis takdir baik dan buruk serta segala
kejadian dan makhlukyang kesemuanya tercatat dalam Lauhul Mahfuz,
atau pena yang digunakan oleh malaikat menulis amal-amal baik dan buruk
setiap manusia, atau pena sahabat nabimenulis ayata-ayat Al-Quran.
Lanjut

Firmannya (Wama Yasturun) Dan apa yang mereka tulis tentu saja anda
harus pahami berkaitan dengan pemahaman anda tentang pemahamananda
tentang makna Al-Qalam. Dengan demikian yang ditunjuk oleh mereka bisa
dipahami dalam arti malaikat, para penulis wahyu/manusia seluruhnya.
3. Q.S. Al-Alaq (96):4
a. Teks dan Terjemahannya

Terjemahannya: Yang mengajar manusia dengan pena

b. Makna Qalam
Alat yang digunakan menulis dinamai pula Qalam karena pada mulanya
alat tersebut dibuat dari suatu bahan yang dipotong dan diperuncing
ujungnya.Alladzi allama bi al-qalam Yang mengajarkan manusia dengan
perantaraan pena artinya mengajar dengan perantaraan pena atau sebab
pena tertinggi (al-qalam al-ala) yang tak lain adalah ruh awal (turunann
pertama darin-Nya) yang paling agung

4. Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Dengan Penggunaan Media


dalam Q.S Ali Imran (3):4 , Q.S Qalam (68):1 dan Q.S Al- Alaq (96):4
Yang Menggunakan Term Al-Qalam

Kata al-qalam ( )oleh para mufassir klasik (salaf), bahkan


mufassir kontemporer (khalaf) sekalipun umum diartikan
dengan pena. Penafsiran demikian tentu saja tidak salah
mengingat alat tulis yang paling tua usianya yang dikenal
manusia adalah pena. Tapi untuk penafsiran kata qalamun /
al-qalam dengan alat-alat tulis yang lain seperti pensil, pulpen,
spidol, mesin tik, mesin stensil, dan komputer pada zaman
sekarang, agaknya juga tidak bisa disalahkan mengingat arti
asal dari kata qalamun seperti dapat dilihat dalam berbagai
kamus adalah alat yang digunakan untuk menulis. Dan kita
tahu bahwa alat-alat tulis itu sendiri banyak jenisnya mulai
dari pena, gerip, pensil, pulpen, dan lain-lain; hingga kepada
mesin tik, mesin stensil dan komputer.

C. Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Dengn Penggunaan Media


Dalam
Q. S. Al-Alaq (96):1
1. Teks ayat dan terjemahannya

Terjemahannya: Bacalah dengan (menyebut) Tuhanmu yang


menciptakan
2. Makna Kata
Iqra
Kata iqra terambil dari kata kerja qaraa yang berarti menghimpun. Apabila
anda merangkai huruf / kata, kemudian anda mengucapkan rangkaian tersebut,
maka anda telah menghimpunnya atau dalam bahasa Al-Quran qaratahu
qiraatun .

(Dengan Nama Tuhanmu) ( bismi rabbik)

Al-Quran tidak sekedar memerintahkan untuk membaca,


tetapi membaca adalah lambing dari segala yang
dilakukan manusia, baik yang bersifat aktif maupun pasif.
Kalimat tersebut dalam pengertian dan jiwanya ingin
menyatakan Bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi
Tuhamnu, bekerjalah demi Tuhanmu. Demikian juga,
apabila anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan
suatu aktifitas, maka hendaklah hal tersebut juga
didasarkan pada bismi rabbik. Sehingga pada akhirnya
ayat tersebut berarti. Jadikanlah seluruh kehidupanmu,
wujudmu, dalam cara dan tujuannya, kesemuanya demi
Allah.

Rabbika (224 kali) berarti Tuhanmu


Berasal dari kata tarbiyah yang berarti pendidikan. Kata rab apabila berdiri
sendiri maka yang dimaksud adalah Tuhan yang tentunya antata lain
karena Dialah yang melakukan tarbiyah (pendidikan) yang pada
hakikatnya adalah pengembangan, peningkatan serta perbaikan makhluk
yang didiknya.
3. Pendapat Para Ahli Tafsir
M. Quraisy Syihab
Abuddin Nata
Sakip Mahmud

4. Kontekstualisasi Ayat
Iqra terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari
menghimpun maka lahir makna seperti menyampaikan,
menelaah, mendalami, meneliti, mengetahuiciri sesuatu,
dan membaca teks tertulis maupun tidak tertulis. Wahyu
pertama ini tidak menjelas haruskan apa yang harus dibaca,
karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja
selama bacaan tersebut bismi rabbik. Dalam arti bermanfaat
untuk kemanusiaan. Iqra berarti bacalah, telitilah,
dalamilah, ketahuilah cirri-ciri sesuatu, bacalah alam, tandatanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis
maupun tidak. Bahwa objek perintah iqra mencakup segala
sesuatu yang dapat dijangkaunya.

D. Kontektualisasi Ayat Yang Berkaitan Penggunaan Media Dalam Q.S


Al-Baqarah(2):260
1. Teks ayat dan Terjemahannya

Terjemahannya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, Tuhanku perlihatkanlah padaku


bagaimana engkau menghidupkan yang mati, Allah berfirman: Belum percayakah
engkau? Ibrahim menjawab, Aku telah percaya, akan tetapi agar hatiku mantap. Allah
berfirman, (Kalau demikian ambillah empat ekor unggas lalu dekatkan mereka kepadamu
dan cincanglah mereka. Lalu lemparkan diatas setiap satu bukit satu bagian, kemudian
panggillah mereka, niscya mereka datang kepadamu berjalan kaki dengan segera. Dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

2. Kontekstualisasi Ayat
Dalam ayat itu, komponen pembelajaran meliputi:
pembelajar adalah Allah, pebelajar nabi Ibrahim,
materinya masalah eskatologis (manusia bisa hidup
kembali), alat peraganya burung, metodenya demonstratif,
evaluasinya nabi Ibrahim lulus (berhasil) meyakinkan
dirinya bahwa dengan analogi burung, Allah dengan
kekuasaan-Nya mudah mengembalikan manusia yang
telah meninggal dan sudah menjadi abu, debu, tulang
belulang untuk dihidupkan kembali dan mampu berbicara
seperti semula. proses pembelajaran mengandung makna
kontekstual-implisit. Dalam ayat tersebut, Ibrahim
menunjukkan daya kritis yang sangat tajam tentang cara
Allah menghidupkan manusia yang sudah menjadi tulang
belulang, debu, bisa hidup dan berbicara lagi.

SEKIAN
WASSALAMU ALAIKUM
WARAHMATULLAHI
WABARAKATUH