Anda di halaman 1dari 12

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DALAM WAWASAN AL-QURAN


OLEH :
RASNAWAT
I
NURHIDAY
AH
RAFIQAH

DOSEN MATA KULIAH :

DR.H.MUKHTAR YUNUS, Lc,M.Th.I

PROGRAM PASCA SARJANA (MAGISTER)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS
IT
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PAREPARE
2015

Materi Pendidikan Agama


Islam dalam Wawasan AlQuran
A. Pengertian Materi Pendidikan Agama
Islam
B. Materi Pendidikan Agama Islam dalam
Sisi Islam
Q.S Al-Imran (3) : 19 dan Q.S Al-Maidah
(5) : 3
C. Materi Pendidikan Agama Islam dari
Sisi Syariah
Q.S Al-Baqarah (2) : 177
D. Materi Pendidikan Agama Islam dari
Sisi Akhlak
Q.S An-Nahl (16) : 97

A. PENGERTIAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


H.M Arifin seorang tokoh pendidikan islam terkemuka di
indonesia berpendapat bahwa tentang pengertian materi,
dengan perkataanya bahwa Pada hakikatnya materi, yaitu
bahan-bahan
pelajaran
yang
disajikan
dalam
proses
kependidikan dalam suatu sistem institusional pendidikan,
Defenisi pendidikan agama islam dalam kurikulum 2004 standar
kompetensi ,Pendidikan agama islam adalah upaya sadar dan
terencana dalam menyiapkan peserta didik umtuk mengenal,
memahami, bertaqwa, beramal mulia, mengajarkan ajaran
agama islam dari sumber aturan kitab suci Al-qur,an dan hadits,
melalui
kegiatan
bimbingan,
pengajaran,latihan,
serta
penggunaan pengalaman.

Unsur-unsur pokok materi pendidikan agama


Islam berkaitan erat dengan unsur atau nilai
ajaran Islam yakni yang bersumber dari al
Quran dan Sunnah

Akidah

Syariah

Akhlak

B. MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM


SISI ISLAM

Berdasarkan Q.S Al Imran (3): 19


terjemahannya :
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah
datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada)
di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah
maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya

Berdasarkan Q.S Al- Maidah (5) 3 :















terjemahannya :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi,
(daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang
tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang
diterkam
binatang
buas,
kecuali
yang
sempat
kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk
berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak
panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan
takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa
karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Keterakaitan Materi Pendidikan Agama Islam dengan


Q.S Al Maidah (5):3
Keterkaitannya terletak pada pemahaman tentang hukum dan
ketentuan makanan dalam Islam, serta penjelasannya. Pada prinsipnya
semua makanan dan minuman yang ada di dunia ini halal semua untuk
dimakan dan diminum kecuali ada larangan dari Allah yaitu yang
terdapat dalam Al Quran dan hadist Nabi Muhammad SAW
Segala jenis makanan apa saja yang ada di dunia halal untuk dimakan
kecuali ada larangan dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW untuk
dimakan. Agama Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk
memakan makanan yang halal dan baik. Makanan halal maksudnya
makanan yang diperoleh dari usaha yang diridhai Allah. Sedangkan
makanan yang baik adalah yang bermanfaat bagi tubuh, atau
makanan bergizi

C. MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM


SISI SYARIAH
Berdasarkan Q.S Al-Baqarah (2): 177




terjemahannya :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian
orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat,
kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan
zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa

Keterakaitan Materi Pendidikan Agama Islam dengan


Q.S Al Baqarah (2):177
Keterkaitannya dimana surah ini mengatur tentang syariat Islam yang
berhubungan dengan interaksi ( hubungan sosial ) manusia dengan
manusia lain yang merupakan bentuk keimanannya kepada Allah SWT
Ayat 177 ini merupakan dasar kehidupan yang lengkap, baik dalam
aqidah individual, maupun muamalah kehidupan sosial. Iman sebagai
dasar yang asasi, dilengkapi dengan shalat sebagai ibadah badaniah
dan ruhiah, zakat sebagai ibadah maliah. Kemudian asas mumalah
adalah saling tolong dan menjaga amanah memenuhi janji. Adapun
asa perjuangan didasari sabar di kala menghadapi tantangan dan
rintangan
Sifat mu`min yang taqwa juga tergambarkan dalam ayat ini antara
lain (1) kuat imannya dan selalu meningkat kualitasnya, (2) kuat
ibadahnya; (3) kuat hartanya sehingga bias menyantuni kaum
kerabat, anak yatim, kaum miskin, ibn sabil dan yang meminta; (4)
kuat menjaga amanah dan selalu memenuhi janji; (5) kuat mentalnya
sehingga shabar di kala menghadapi berbagai masalah

D. MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SISI


AKHLAK

Berdasarkan Q.S An Nahl (16): 97

terjemahannya :

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun


perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan
Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan

Keterakaitan Materi Pendidikan Agama Islam dengan


Q.S An Nahl (16):97
Keterkaitannya terletak pada pemahaman konsep tentang akhlak.
Akhlak berkaitan erat dengan keimanan seseorang. Secara bahasa
kata akhlak jamak dari khuluqin yang diartikan tabiat, kebiasaan,
adab. Sedangkan secara istilah adalah sifat yang mantap di dalam diri
yang membuat perbuatan yang dilakukannya baik atau buruk, bagus
atau jelek
Apabila amal dan pikiran seseorang sholeh (baik)maka sholeh pula diri
dan akhlaknya, dan sebaliknya apabila amal dan pikirannya rusak
maka rusak pula dirinya dan akhlaknya. Akhlak dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu Akhlak terpuji dan Akhlak tercela

1
0

Dari pembahasan makalah ini, penulis menyimpulkan :


Proses pendidikan agama Islam merupakan suatu aktivitas atau usahausaha tindakan dan bimbingan yang dilakukan secara sadar dan sengaja
serta terencana yang mengarah pada terbentuknya kepribadian anak
didik yang sesuai dengan norma-norma yang ditentukan oleh ajaran
agama
Pendidikan Agama Islam juga merupakan upaya sadar dan terencana
dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
hingga mengimani, bertaqwa, dan ber akhlak mulia dalam mengamalkan
ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al-Quran dan AlHadits, melalui kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, serta penggunaan
pengalaman
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan susunan materi pendidikan
yang dapat menghantarkan pemahaman peserta didik tentang ajaran
Islam, baik yang menyangkut aqidah, syariah maupun akhlak. Oleh
karena itu materi pendidikan Islam sangat sesuai dijadikan sebagai
pedoman dalam melangsungkan kehidupan manusia. Di antara
kelengkapan Islam yang digambarkan dalam Al Quran adalah mencakup
konsep keyakinan (aqidah), moral, tingkah laku, perasaan, pendidikan,
sosial, politik, ekonomi, militer, hukum/ perundang-undangan (syariah)

1
1