Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KASUS

ABSES HEPAR
PIOGENIK
Oleh :
dr. Anisa Wahyuniarti
Pembimbing :
dr. Amanda Trixie Hardigaloeh, Sp.PD

BAB I Pendahuluan
Bentuk infeksi pada hepar yang disebabkan
oleh karena infeksi bakteri, amoeba, jamur,
maupun nekrosis steril yang bersumber dari
sistem gastrointestinal
Abses hepar piogenik >>> negara maju

BAB II STATUS PENDERITA


Nama

: Tn.B

Umur

: 52 tahun

Jenis Kelamin
Pekerjaan terakhir

: Laki-laki
: Wiraswasta

Alamat

: Dusun Lestari, Munsure, Sambas

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

Sesak nafas
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien dibawa ke IGD RSUD Sambas dengan keluhan


sesak nafas. Sesak nafas yang dikeluhkan pasien sudah
dialami sejak 1 tahun yang lalu. Sesak yang dirasakan
memberat sejak tadi pagi. Sesak berkurang jika pasien
memiringkan tubuhnya ke kanan atau ke kiri dan
menggunakan 2 bantal ketika tidur. Sesak bertambah
parah bila batuk. Keluhan lain yang menyertai adalah
batuk. Batuk yg dirasakan sejak 1 tahun yg lalu.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Kurang lebih 2 tahunan yang lalu pasien sering mengeluhkan nyeri ulu hati,
nyeri dirasakan hilang timbul, menyesak ke atas, mual (+), muntah (+)
makanan dan air. Pasien mengatakan tidak pernah muntah berisi ludah dan
cairan kekuningan. Pasien juga mengeluhkan mengalami demam yang sering
naik turun, BAB mencret (+) sebanyak 2 kali. Pasien juga mengatakan pernah
BAB warna hitam dan muntah warna merah kehitaman sebanyak 3x. Pasien
telah berobat demam dan mencret berkurang namun keluhan nyeri ulu hati
tidak terlalu berkurang.
Beberapa bulan setelah keluhan tersebut perut dirasakan semakin membesar,
dan leher, kaki dan tangan dirasakan membengkak. Nyeri perut kanan atas (+),
terasa perih, seperti ditusuk tusuk, nyeri dirasakan sampai ke bahu kanan,
mual (+), muntah (+) batuk (+), demam (+), BAK biasa, BAB biasa. Berobat ke
puskesmas namun keluhan tidak berkurang.
DM Type II

RIWAYAT KELUARGA

Riwayat keluarga dengan penyakit serupa (-)


Riwayat asma (-)
Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat sakit gula (-)
Riwayat alergi obat dan makanan (-)
RIWAYAT PENYAKIT SOSIAL

Riwayat merokok (+) 1bungkus perhari, berhenti merokok sejak 2 thn yang lalu.
Riwayat minum alkohol (-)
Riwayat minum kopi setiap hari, 1 gelas.

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG
DARAH RUTIN

Hb : 5,2 g/dL
Lekosit : 5.700 /cm3
Trombosit : 328.000 /cm3
Hematokrit : 18,6
Eritrosit : 2.9 juta
GDS : 278 mg/dl

RESUME
Seorang Pria berusia 52 tahun datang ke RS dengan
sesak nafas yang memberat sejak tadi pagi.
Pada pemeriksaan fisik terdapat hepatomegali 5 jari BAC
dengan permukaan rata, konsistensi lunak dan tepi tumpul, lien
tidak teraba. Pekak pada regio hipokondrium dextra, lumbal
dextra, redup pada regio epigastrium. Edema pada ekstremitas
superior dan inferior
Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin didapatkan
Hb 5,2 g/d: dan GDS : 278 mg/dl

Rencana Terapi

Pungsi
Pleura
Pungsi Abses

FOLLOW UP
20/10/15

S : Sesak (-), Batuk (-)


O : GCS : 456, TD : 138/79

21/10/15

HR: 104x/mnt; RR 20x/mnt; T 36,2


K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan
cairan
Abd : Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+ GDS : 348

A : Hepatomegali susp Massa

Efusi Pleura susp Metastasis


Anemia Gravis
Hipoalbumin
DM Type II

P : IVFD NaCl 0,9% 500cc/12 jam

Inj. Furosemid 1x40 mg


Spironolacton 1x 100 mg
Inj. Metilprednisolon 1x62,75mg
Inj. OMZ 1x40 mg
Metronidazol 3 x 500 mg IV
Ciprofloxacin 2x400 mg IV
Novorapid 3x8 IU
Transfusi PRC target HB 8

S : Sesak (-), Batuk (+), Dahak (-)


O : GCS : 456
TD : 144/86
HR: 104x/mnt; RR 20x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+
HbsAg : Non Reaktif HCV ; Non Reaktif,
Urea: 19,7 Cr: 0,78 Na: 147 K : 3,7 Cl : 99
A : Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NaCl 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x8 IU
Albumin 100 cc

23/10/15

22/10/15

S : Sesak (+), Batuk (+), Dahak (-)

O : GCS : 456, TD : 138/85


HR: 104x/mnt; RR 24x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+

Hb : 6,3 Leu : 5.500 Hct : 21% Trom : 283.000


Eri : 3,2jt MCV : 67 MCH : 20 MCHC : 30 GDS :
323 >> 272

A : Multiple Abses Hepar


Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NaCl 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x12 IU
Albumin 100 cc
Transfusi PRC target HB 10
Pungsi Pleura

S : Sesak (+), Batuk (+)


O : GCS : 456, TD : 115/70
HR: 104x/mnt; RR 26x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+
Alb : 2,8 GDS : 204
A : Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NaCl 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x12 IU
Levemir 1x10 IU

24/10/15

S : Nyeri Perut (+), Sesak (+)


O : GCS : 456, TD : 124/74
HR: 104x/mnt; RR 20x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+
GDS : 119 >> 204 , Na : 147, K : 4,3 Cl : 105
A : Abdominal Pain
Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD Aminofluid/12 jam
IVFD RL/24 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x12 IU
Levemir 1x10 IU
Alinamin F 3x1 amp IV
Tramadol 3x1 amp
Transfusi PRC target Hb 10

26/10/15

S : Nyeri Perut (-), Sesak (+)


O : GCS : 456, TD : 141/74
HR: 104x/mnt; RR 36x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : BU+ Menurun, Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+

GDS : 40 >> 81

A : Ileus Paralitik Parsial


Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NacL 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x12 IU
Levemir 1x10 IU
Alinamin F 3x1 amp IV
Tramadol 3x1 amp
Dulcolax 1x1

27/10/15

S : Nyeri Perut (-), Sesak (-), Batuk (+), BAB +


O : GCS : 456, TD : 136/81
HR: 104x/mnt; RR 24x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : BU+ Menurun, Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+

Pemeriksaan Sputum 3x pagi (Negatif)


GDS : 242

A : Ileus Paralitik Parsial


Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NacL 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x8 IU
Levemir 1x10 IU
Alinamin F 3x1 amp IV
Tramadol 3x1 amp K/P

28/10/15

S : Nyeri Perut (-), Sesak (-), Batuk (+)


O : GCS : 456, TD : 139/85
HR: 104x/mnt; RR 24x/mnt; T 36,2
K/L : a+/i-/c-/d- , kesan penumpukan cairan
Abd : BU+ Menurun, Asites +, Hepatomegali
Eks : Edema +/+

Hb : 11,6 Leu : 11.800 Hct : 36% Trom : 226.000


Eri : 5,1jt GDS : 145

A : Ileus Paralitik Parsial


Multiple Abses Hepar
Efusi Pleura Dextra
Hipoalbumin
Anemia Gravis
DM Type II
P : IVFD NacL 0,9% 500cc/12 jam
Inj. OMZ 1x40mg
Ceftriaxon 1x2gr
Metronidazole 3x500mg IV
Novorapid 3x8 IU
Levemir 1x10 IU
Alinamin F 3x1 amp IV
Tramadol 3x1 amp K/P
Rujuk Singkawang

BAB 3 TINJAUAN PUSTAKA


DEFINISI
Abses hepar adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan
oleh karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekrosis
steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai
dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus
yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel
darah didalam parenkim hati.

ETIOLOGI
Enterobacteriaceae,
streptococci, anaerobic
streptococci, klebsiella
pneumoniae, bacteriodes,
staphylococcus aureus,
staphylococcus milleri,
candida albicans, aspergillus,
salmonella typhi, dan fungal.

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS
Abses hepar piogenik lebih berat dari pada
abses hepar amebik
CURIGA Abses hepar piogenik
sindrom klinis klasik

ANAMNESIS
Nyeri pada kuadran kanan atas abdomen, seperti ditusuk atau di
tekan, rasa sakit akan berubah saat berubah posisi sebagai gejala
iritasi diafragma
Rasa mual dan muntah
Berkurangnya nafsu makan
Penurunan berat badan yang unintentional
Sindrom klinis klasik berupa nyeri spontan perut kanan atas, yang
ditandai dengan jalan membungkuk kedepan dengan kedua tangan
diletakan di atasnya
Urin berwarna gelap

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi: asimetris dari dinding perut, tampak tegang
Palpasi: hepatomegali yang bisa teraba 3-6 jari di
bawah arcus costae, nyeri tekan
Perkusi: nyeri ketuk
Splenomegali >> kronik
Asites
Ikterus
Tanda-tanda hipertensi portal.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Leukositosis
LABORATORIUM
Anemia
Peningkatan laju endap darah, alkalin fosfatase, enzim
transaminase dan serum bilirubin
Berkurangnya kadar albumin serum dan
Waktu protrombin yang memanjang
Abnormalitas fungsi hati lebih jarang terjadi dan lebih ringan
pada abses hati amebik dibanding abses hati piogenik
Hiperbilirubinemia

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIAGNOSIS
Diagnosis bedasarkan penyebab adalah dengan
menemukan bakteri penyebab pada pemeriksaan
kultur hasil aspirasi, ini merupakan standar emas
untuk diagnosis.

PENATALAKSANAA
N

Kombinasi
ampisilin/penisilin,
aminoglikosida dan
metronidazole. Kombinasi
sefalosporin generasi III
dan metronidazole

KOMPLIKASI
Perforasi atau ruptur abses ke berbagai rongga
tubuh (pleura, paru, perikardium, usus,
intraperitoneal) dan ke kulit

KESIMPULA
N
Dari kasus ini dapat dilihat dari hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
rontgen thorax, foto polos abdomen dan USG
Abdomen yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
diagnosis dari penderita adalah Abses Hepar
pyogenik dengan komplikasi Efusi Pleura Dextra,
Hipoalbumin, Anemia.

Add Your Company Slogan

Thank You!