Anda di halaman 1dari 29

Tugas Penalaran Kuantitatif 2

HG 2
MPKTB

Sistematik
Pendahuluan
Metode sensus
Hasil dan diskusi
Kesimpulan
Daftar pustaka

Pendahuluan
Dalam tugas Penalaran Kuantitatif 2 MPKT B

difokuskan dengan pengambilan data dengan sensus


dalam kelas MPKT B .
Mahasiswa lebih aktif untuk menampilkan data
Sensus adalah cara pengumpulan data di mana
semua elemen populasi diselidiki satu per satu. Data
yang diperoleh sebagai hasil pengolahan sensus
disebut data yang sebenarnya atautrue value.
Survei(sampling)adalah cara pengumpulan data di
mana yang diselidiki adalah elemen sampel dari suatu
populasi. Data yang diperoleh dari hasil survei
merupakan data perkiraan atauestimate value.

Tujuan sensus adalah untuk mengetahui

jumlah dan perkembangan penduduk dalam


periode
waktu tertentu, mengetahui persebaran dan
kepadatan penduduk di berbagai wilayah, serta
mengetahui kondisi demografis lainnya.
Dalam Penalaran Kuantitatif 2 sensus
ditekankan pada peubah bebas yatu
mahasiswa dan peubah terikat terdiri dari
jenis kelamin, umur, waktu tidur, waktu
olahraga, berat badan, tinggi badan, angka BMI
dan angka BMR.

Tujuan
Tujuan umum
Mahasiswa mengerti tentang penalaran

logika dan statstik.


Tujuan Khusus
1. Mengetahui metode sensus
2. Mengetahui jumlah populasi yang disensus
3. Mengetahui jenis peubah
4. Mengetahui distribusi frekuensi dan

kelompok
5. Mengetaui tentang grafik

Metode Pengumpulan Data


1. Kuesioner
daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada
responden. Jawaban dicatat/direkam

2. Observasi
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan,
pendengaran, penciuman, pembau, perasa).
Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat
rekam elektronik

3. Wawancara
Wawancara /secara lisan langsung
dengan sumber datanya, baik melalui tatap
muka atau lewat telephone, teleconference.

4. Dokumen
dokumen tertulis mamupun elektronik.

Metode Sensus
Metode sensus yang
digunakan adalah Setiap
Mahasiswa diwawancara
langsung dalam pengambilan
data.

Data kuisioner berisi


Nama pengisi
Jenis kelamin
Berat Badan
Tinggi Badan
Jumlah waktu makan dalam sehari
Jumlah waktu olahraga dalam seminggu
Jumlah waktu tidur

Data dianalisis dengan komputer (excel)


Sensus hanya dilakukan pada kelas

Hasil dan diskusi


Metode sensus yang digunakan ada dua cara,
yaitu:
1) Canvasser, yaitu sensus yang dilaksanakan
dengan cara petugas mendatangi rumah-rumah
penduduk dan mewawancarainya. Keuntungan
canvasser adalah jelas dan dapat ditanyakan
langsung hal-hal yang tidak dimengerti.
Kerugiannya adalah memerlukan petugas dan
waktu yang banyak.
2) House holder, yaitu sensus yang
dilaksanakan dengan cara mengirim daftar
pertanyaan atau angket yang disebarkan ke tiap-

Hasil dan diskusi


Metode sensus yang kami gunakan adalah

metode House Holder dimana kami


membagikan tabel data yang kami buat ke
setiap HG.
Setelah mendapatkan data dari masing-

masing anggota di dalam HG 1,3,4,5, dan


6, kami melakukan rekapitulasi data-data
yang sudah didapatkan.

Jam Tidur Harian


Batas Frekue Frekue
Kelas
nsi
nsi
(jam)
Relatif
4

16.6 %

21.6 %

15

43.2 %

13.5 %

5.4 %

Waktu Rata-rata Tidur Harian

f = 36

Distribusi tidak simetri

5%
22%
43%
17%
13%

Waktu Olahraga per Pekan


Batas Freku Freku
Kelas ensi
ensi
(hari)
Relati
f
0

24.3
%

14

38.8
%

16.2
%

2.7 %

2.7 %

2.7 %

2.7 %

3%
3%
3%
3%

24%

16%
41%

Distribusi
tidak simetri
3
8.1 %
f =

8%

Pola Makan Harian


Pola Makan Setiap Hari
3%

24%

73%
2

Distribusi tidak simetri

Batas
Kelas
(kali
sehari)

Freku
ensi

Freku
ensi
Relati
f

25 %

26

72.9 %

2.7 %

f = 36

Berat Badan Perempuan


Batas Freku Freku
Kelas ensi
ensi
Relati
f
41-45

22.7
%

46-50

22.7
%

51-55

22.7
%

56-60

13.6
%

> 60

13.6
Distribusi%tidak
f =
21

Berat Badan Perempuan


41-45

46-50

14%

14%

23%

simetri

51-55

56-60

27%
23%

61-65

Berat Badan Laki - laki


Berat Badan Laki-laki
51-55
56-60
61-65
66-70
71-75
76-80
81-85
>85

Batas
Kelas

Freku
ensi

Freku
ensi
Relatif

51-55

13.3 %

56-60

20 %

61-65

13.3 %

66-70

20 %

71-75

13.3 %

76-80

6.7 %

81-85

0%

> 85

13.3 %

f = 15

Distribusi tidak simetri, karena nilai frekuensi di sebelah kiri


titik pusat tidak sama dengan di sebelah kanan titik pusat.

Tinggi Badan Perempuan


Tinggi Badan Perempuan
151-155

23%

156-160

18%

161-165

18%
41%

166-170

Batas Freku Freku


Kelas ensi
ensi
Relati
f
151155

13.6
%

156160

40.9
%

161165

22.7
%

166170

18.2
%

f = kiri
Distribusi tidak simetri, karena nilai frekuensi di sebelah
titik pusat tidak sama dengan di sebelah kanan titik 21
pusat.

Tinggi Badan Laki laki


Tinggi Badan Laki-laki

161-165

166-170

171-175

176-180

Batas
Kelas

Freku
ensi

Freku
ensi
Relati
f

161165

20 %

166170

26.7 %

171175

26.7 %

176180

26.7 %

Distribusi tidak simetri, karena nilai frekuensi di sebelah kiri titik pusat tidak sama
f =
dengan di sebelah kanan titik pusat.
15
Distribusi bentuk J, karena memberikan nilai frekuensi ke kanan yang semakin
besar.

Ukuran Penyebaran Data


Cara

termudah untuk mengukur sebaran

data adalah dengan mencari nilai range


(ukuran penyebaran data)
Range: data terbesar dikurangi data terkecil
Deviasi standar adalah ukuran penyebaran

data

yang

dapat

diandalkan

menunjukkan konsistensi data.

untuk

Sebaran Data Jam Tidur Harian


Range

= 16 2 = 14
Mean dari waktu rata-rata harian = 8
Median dari waktu rata-rata
Rumusdeviasi standar (s)=

= =

Batas
Kelas
harian
(jam)

Frekuensi

=6

16

Sebaran Data Waktu


Olahraga per Pekan

Range = 15 1 = 14
Mean = = 4,625
Median = 1
Deviasi Standar =

=
=

= 4,43

Batas Freku
Kelas ensi
(Hari)
0

15

Sebaran Data Pola Makan


Harian
Range = 27 1 = 26
Mean = (9+27+1)/3 = 12,3
Median = 27
Deviasi Standar =

=
=

= 13,31

Batas
Kelas
(Kali
Sehari)

Frekuens
i

27

Sebaran Data Berat Badan


Perempuan
Dari data tersebut, Range = 6-3 = 3Batas Freku
Kelas

ensi

41-45

Median = 5

46-50

Deviasi Standar =

51-55

56-60

> 60

Mean = 4,4

=
=

= = 0,93

Sebaran Data Berat Badan


Laki-Laki
Dari
data tersebut, Range = 3 0 = 3

Batas
Kelas

Freku
ensi

51-55

Median = 2

56-60

61-65

Deviasi Standar =

66-70

71-75

76-80

81-85

> 85

Mean =(2+3+2+3+2+1+0+2)/8 = 1,875

=
=

= = 0,990

Sebaran Data Tinggi Badan


Perempuan

Dari

data tersebut, Range = 9 4


Batas Kelas

=5
151-155
156-160

Mean = (4+9+5+4)/4=
5,5
161-165

Median = 4
166-170

Deviasi Standar =

=
=

= = 2,36

Frekuensi
4
9
5
4

Sebaran Data Tinggi Badan


Laki-Laki
Range = 4 -3 = 1
Mean :

(3+4+4+4)/4 = 3,75Batas
Kelas
Median : 4
161165
Deviasi Standar =

=
=

= = 0,5

Freku
ensi
3

166170

171175

176180

Ukuran pusat kecondongan pada waktu

tidur yaitu 6 jam/hari kemudian waktu


olahraga yaitu 2 kali/minggu selajutnya
pola makan yaitu 3 kali/hari. Ukuran pusat
kecondongan untuk berat badan yaitu
untuk wanita rata rata sekitar 52 kg dan
untuk pria sekitar 68 kg. Untuk tinggi
badan yaitu 165 cm untuk wanita, 170 cm
untuk Pria. Hasil tersebut didapatkan
berdasarkan data 36 mahasiswa. ukuran
pusat kecondongan dari waktu tidur di
dapatkan dari hasil rata rata dari data
yang ada.

Berat dan tinggi badan seseorang akan bergantung pada


pola makan hariannya, sedangkan waktu tidur akan
mempunyai korelasi dengan waktu olahraga dan
banyaknya aktivitas. Gender juga salah satu faktor yang
mempengaruhi berat dan tinggi badan seseorang. Terlihat
pada tabel dan grafik bahwa berat dan tinggi badan lakilaki mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding
perempuan, pola makan laki-laki juga terlihat lebih
sering.Waktu tidur dan olahraga akan mempunyai
hubungan yang erat dengan banyaknya aktivitas, jika
waktu tidurnya sedikit maka waktu untuk berolahraga
rata-rata juga tidak akan terlalu banyak. Banyaknya
aktivitas disini kita ukur menggunakan jurusan per anak.
Setiap aspek pada hidup kita akan berpengaruh dalam
kehidupan sehari-hari.

Jenis penalaran yang digunakan adalah

penalaran induktif tipe generalisasi, karena


pada awalnya kami mengambil fakta-fakta
dari setiap kasus yang terdapat di tabel
dan grafik untuk dijadikan bahan observasi.
Penalaran induktif adalah tipe penalaran
yang berawal dari sekumpulan contoh fakta
spesifik menuju kesimpulan umum. Disini
kita mengambil setiap data dari tabel dan
grafik sebagai contoh fakta setelah itu
mendapatkan kesimpulannya.