Anda di halaman 1dari 15

JENIS-JENIS

TEMPAT
PENIMBUNAN

Oleh:
Fernaldi Anggadha
Muhammad Darmawan Saputra
Mokhamad Candra Eka

LATAR BELAKANG
Memahami ilmu kepabeanan yang begitu luas harus diawali dengan
memahami prinsip-prinsip ilmu kepabeanan. Klasifikasi barang, nilai pabean,
tempat penimbunan, prosedur impor dan ekspor, perbendaharaan adalah
sebagian dari ruang lingkup illmu kepabeanan yang bersifat teknis.
Dalam memasukkan atau mengeluarkan barang dari suatu daerah pabean,
barang tersebut perlu diletakkan pada suatu tempat khusus yang memberikan
keleluasaan bagi orang yang berwenang untuk mengatur jalan masuk atau
keluarnya suatu barang ke dalam atau luar daerah pabean. Oleh karena itu,
terdapat beberapa jenis tempat penimbunan yang sangat penting sekali untuk
dipahami, tidak hanya untuk pelajar, atau petugas yang berwenang, tetapi juga
penting sekali untuk dipahami oleh pebisnis atau profesi lainnya yang tidak
jarang memindahkan barang dari dalam daerah pabean atau memasukkan
barang ke dalam daerah pabean
2

Tempat Penimbunan Pabean (TPP)

Tempat Penimbunan Pabean adalah bangunan


dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan
dengan itu yang disediakan oleh Pemerintah di
Kantor Pabean yang berada dibawah pengelolaan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menyimpan
barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang
dikuasai negara, dan barang yang menjadi milik
negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan
3

Tempat Penimbunan Berikat (TPB)

Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan,


tempat atau kawasan yang memenuhi persyaratan
tertentu yang digunakan untuk menimbun,
mengolah, memamerkan dan/atau menyediakan
barang untuk dijual dengan mendapatkan
penangguhan Bea Masuk.

TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT


TERBAGI MENJADI :

1. Gudang berikat
Adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di
dalamnya melakukan kegiatan usaha penimbunan, pengemasan, penyortiran,
pengepakan pemberian merek/label, pemotongan atau kegiatan lain dalam
rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang barang asal impor untuk
tujuan dimasukan ke DPIL, KB atau direekspor tanpa adanya pengolahan.
2. Kawasan Berikat
Adalah suatu bangunan, tempat atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang
didalamnya dilakukan kegiatan industri pengolahan untuk menimbun barang
impor dan/atau barang yang berasal dari tempbarang dan bahan, asal impor atau
barang dan bahan dari Daerah Pabean Indonesia lainya yang hasilnya terutma
untuk tujuan ekspor.
5

3.Toko Bebas Bea


Adalah toko atau ruang suatu bangunan atau suatau Kawasan/lokasi tempat
yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan usah menjual barang asal
impor asal daerah pabean kepada Warga Negara Asing tertentu yang berada
di indonesi, orang yang berangkat keluar negri, atau orang yang tiba dari luar
negeri dengan mendapat pembebasan Bea Masuk, Cukai, dan pajak atau
tidak mendapat pembebasan.

4. Entrepot Untuk tujuan Pameran (ETP)


Adalah suatu bangunan atau kawasan dengan batas batas tertentu yang
didalamnya dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang
hasil industri asal impor dan/atau barang hasilindustri dari dalam Daaerah
Pabean yang penyelenggaraanya bersifat Internasional.

TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA (TPS)

Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan


atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu
di Kawasan Pabean untuk menimbun barang sementara
menunggu pemuatan atau pengeluarannya
Menimbun barang sementara, artinya tidak boleh lama menimbun
barang tersebut. TPS terbagi menjadi 2:
TPS yang berada di dalam areal pelabuhan, penimbunan paling
lama 30 hari.
TPS yang berada di luar areal pelabuhan, penimbunan paling lama
60 hari.
7

Tempat Penimbunan Sementara dapat berupa:


Gudang penimbunan yaitu bangunan dan/atau ruangan
yang berada di dalam atau di luar area pelabuhan yang
digunakan untuk menimbun barang impor dan/atau ekspor
sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya;
Lapangan penimbunan yaitu lapangan yang berada di
dalam atau di luar area pelabuhan yang digunakan untuk
menimbun barang impor dan/atau ekspor sementara
menunggu pemuatan atau pengeluarannya
Lapangan penimbunan peti kemas yaitu lapangan yang
berada di dalam atau di luar area pelabuhan yang
digunakan untuk menimbun barang impor dan/atau ekspor
dalam peti kemas dan/atau peti kemas kosong sementara
menunggu pemuatan atau pengeluarannya.

Pengusaha
Sementara

Tempat

Penimbunan

Pengusaha Tempat Penimbunan


Sementara bertanggung jawab atas
bea masuk, cukai dan/atau pajak
dalam rangka impor yang terutang
atas barang yang ditimbun dalam
tempat penimbunannya sejak tanggal
penimbunan sampai dengan tanggal
pendaftaran Pemberitahuan Pabean
oleh importir.

Sistem Penjaluran dalam Proses


Custom Clearance
Instansi Bea dan Cukai sebagai palang pintu
keluar masuknya barang dari dalam dan luar
daerah pabean bertugas memeriksa seluruh
barang tersebut, namun karena berbagai
keterbatasan
maka
instansi
tersebut
menerapkan
manajemen
resiko
kepabeanan.Manajemen resiko ini ditetapkan
berdasarkan profil importir yang dapat dinilai
dari saat importir melakukan registrasi
kepabeanan ,jenis komoditi dan tingkat
kepatuhan
(track
record)
dalam
proses
kepabeanan.

Jalur Merah
Ini adalah jalur umum yang dikenakan kepada importer
baru, importir lama yang memiliki catatan-catatan
khusus, importer dengan risiko tinggi karena track record
yang tidak baik, jenis komoditi tertentu yang diawasi
pemerintah, pengurusannya menggunakan jasa customs
broker atau PPJK perusahaan pengurusan jasa
kepabeanan dengan track record yang tidak baik.

Jalur Kuning
Jalur ini diperuntukkan untuk importer dengan track
record yang baik dan dari segi komoditi impor bersifat
risiko rendah (low risk) untuk jalur tersebut pemeriksaan
hanya dilakukan pada dokumen PIB dan dokumen
pelengkap pebean saja sementara untuk barang / komoditi
tetap akan dilaksanakan dengan dasar-dasar tertentu
misalnya terkena random sampling oleh sistem,

Jalur Hijau
Jalur ini diperuntukkan untuk importer dengan track record
yang baik dan dari segi komoditi impor bersifat risiko rendah
(low risk), ada sedikit perbedaan anatara jalur hijau dan jalur
kuning, pada jalur hijau tidak dilakukan pemeriksaan baik
secara physic barang maupun dokumen namun tetap harus
menyerahkan dokumen setelah 3 (tiga) hari dari SPPB dan
pemeriksaan fisik barang tetap akan dilaksanakan dengan
dasar-dasar tertentu misalnya terkena random sampling oleh
sistem, adanya nota hasilintelejen (NHI) yang mensinyalir
adanya hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut
terhadap barang.
Jalur Prioritas
Khusus untuk importir yang memiliki track record sangat baik,
untuk importer jenis ini pengeluaran barangnya dilakukan
secara otomatis (system otomasi) yang merupakan prioritas dari
segi pelayanan, dari segi pengawasan maka importer jenis ini
akan dikenakan sistem Post Clearance Audit (PCA) dan sesekali
secara random oleh system computer akan ditetapkan untuk
dikenakan pemeriksaan fisik.

PEMERIKSAAN PABEAN
Pemeriksaan Pabean terdiri dari pemeriksaan fisik dan
penelitian dokumen, Pemeriksaan Pabean dilakukan
secara selektif dengan Sistem Penetapan Jalur
Pelayanan di bidang kepabeanan sesuai prinsip
manajemen resiko berdasarkan analisa profil importer
dan profil komoditi.
Pemeriksaan pabean dilakukan pada saat keadaan tertentu saja,
diantaranya adalah:
Jalur Merah dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik
barang;
Jalur Hijau hanya dilakukan penelitian dokumen;
Jalur Prioritas tidak dilakukan Pemeriksaan Pabean sebagaimana yang
dilakukan terhadap jalur merah atau hijau.

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai