Anda di halaman 1dari 13

Efek-Efek Hormon Gonadal

Pada Orang Dewasa


Dinda Fitri Annisa

Perilaku Terkait Reproduksi dan


Testosteron Laki-laki
Peran penting yang dimainkan oleh
hormon gonadal dalam pengaktifan
perilaku seksual laki-laki diperagakan
melalui efek-efek arkidektomi yang
menyebabkan aseksual, yang diteliti
oleh Bramer
Orkidektomi : eksisi / pengangkatan
satu atau kedua testis, jika keduanya
maka seseorang tidak mampu
bereproduksi

Menurut penelitian Bremer, orkidektomi menyebabkan


1. kurangnya minat dan perilaku seksual
2. tingkat dan derajat kehilangan minat dan perilaku
seksual berbeda-beda seperti
- separuh laki laki kehilangan sepenuhnya minat perilaku
seksual dalam waktu beberapa minggu setelah operasi
(aseksual)
- kehilangan kemampuan ereksi, tapi masih bisa
terangsang / kenikmatan seksual
- ada yang berhasil berkopulasi / bersenggama meski
kurang antusias
- perubahan pada tubuh, seperti berkurangnya rambut
yang ada di badan, anggota gerak (kaki dan di tangan) dan
wajah (alis, kumis,jenggot), penumpukan lemak di pinggul
dan dada, kulit melembut, dan berkurangnya kekuatan

Note
Hubungan kelamin antara laki-laki
dan perempuan = kopulasi
Aktifitas hubungan kelamin antara
laki-laki dan perempuan =
Kopulatorik
Orkidektomi = Kastarsi = Kebiri

Penis tidak tegang / tidak mencapai ereksi


sehingga tidak bisa memuaskan pasangan
Diberi suntikan testosteron, setelah suntikan
kelima ereksi tercapai, hal itu bisa berefek pada
penambahan berat badan yang drastis.
Jadi suntikan testosteron pengganti itu dapat
membantu pria agar bisa berereksi tapi tidak
dapat menghilangkan masalah sterillitas
(ketidakmampuan untuk bereproduksi, sperma
tidak ada) bagi laki-laki yang tidak memiliki
testis fungsional

Tingkat seksualitas laki-laki tergantung dalam


kadar testosteron di dalam darah (salah)
Dorongan seks seorang laki2 dapat
ditingkatkan dengan meningkatkan kadar
testosteronnya (salah)
Kenyataannya :
Tidak ada hubungan antara kadar testosteron
dengan dorongan seksual pada laki-laki sehat
jadi, suntikan testosteron tidak meningkatkan
dorongan seks bagi laki-laki sehat.

Laki-laki sehat punya testosteron lebih


banyak dari yang dibutuhkan, untuk
mengaktifkan titik-titik saraf yang
mengaktifkan perilaku seksualnya
Punya testosteron berlebih pun
sebenarnya tidak memiliki keuntungan
Karena untuk mengaktifkan saraf yang
menghasilkan perilaku seksual itu punya
kadar tertentu (tidak semua terpakai)

Pada ekperimen Grun dan Young meskipun


setiap subjek menerima suntikan
testosteron yang sama dan dalam jumlah
yang sangat besar sekalipun suntikan itu
hanya dapat mengembalikan aktifitas
kopulatorik ke tingkat yang sama seperti
sebelum dia di kastrasi
Kesimpulannya : lebih banyak testosteron,
belum tentu lebih baik efeknya dalam hal
yang berkaitan dengan perilaku seksual

Perilaku Terkait Reproduksi dan


Hormon-hormon Gonadal Perempuan
Motivasi seksual maupun perilaku seksual perempuan
terkait siklus mensturansinya
Perempuan termotivasi untuk berkopulasi selama
priode non-vertilitas
Pada perempuan, ovariektomi tidak terlalu
berpengaruh terhadap motivasi seksual ataupun
perilaku seksualnya. Karena bisa digantikan dengan
andogen dari hormon kelenjar adrenal untuk
mempertahankan motivasi seksual perempuan bahkan
indung telur mereka diambil (ovariektomi)
Konsekuensi utama efek dari ovariedektomi pada
perempuan selain sterillitas (ketidakmampuan untuk
bereproduksi) adalah berkurangnya lubrikasi vaginal /
pelumasnya

Secara efek berlawanan, bahwa dorongan seksual


perempuan berada dalam kontrol androgen bukan
estrogen. Bukti dari teori bahwa androgen mengontrol
seksualitas perempuan datang dari 3 sumber :
- eksperimen pada kera-kera rhesus pada ovaridiektomi
dan diadrenaliektomi (kelenjar adrenal diangkat) diberi
suntikan penggantian testosteron meningkatkan
proseptivitasnya (kemungkinan terlibat dalam perilaku
yang berfungsi untuk menarik pejantan)
- studi korelasional pada perempuan-perempuan sehat :
ukuran motivasi seksual berkorelasi dengan kadar
testosteron tetapi tidak dengan kadar estradiol
Studi klinis terhadap perempuan yang ovariektomi dan
adrenalektomi : suntikan pengganti testosteron dan bukan
estradiol menghidupkan kembali motivasi seksual mereka

Sebuah penelitian melahirkan perkembangan testosteron


skin patch : pemberian testosteron melalui tempelan di
kulit. Digunakan untuk menangani dorongan seks yang
rendah pada perempuan. Tempelan itu efektif untuk
perempuan yang telah kehilangan dorongan seksualnya
setelah mengalami disterektomi radikal (pengangkatan
rahim)
Meski ada beberapa studi yang melaporkan korelasi
positif antara kadar testosteron darah dengan kekuatan
dorongan seks pada perempuan, kebanyakan perempuan
dengan dorongan seks yang rendah tidak memiliki kadar
testosteron darah yang rendah. Jadi, skin patch
testosteron kecil kemungkinannya untuk membantu
kebanyakan perempuan yang memiliki masalah libido
(nafsu seks)

Meskinpun motivasi seksual


perempuan tidak terkait dengan
siklus mensturasi , tetapi hal itu
terkait tipe laki laki yang lebih
mereka sukai
Studi menunjukkan bahwa
perempuan lebih menyukai wajah
yang maskulin selama hari-hari
suburnya.

Penyalahgunaan Steroid
Anabolik
Steroid Anabolik : senyawa kimia
untuk pendorong pertumbuhan
Salah satu contohnya testosteron
yang memiliki efek anabolik
(pendorong pertumbuhan) tapi tidak
terlalu berguna sebagai obat
anabolik karena setelah disuntikkan,
didalam tubuh terurai dengan cepat