Anda di halaman 1dari 32

Lembaga Sosial

DANI RAMDANI, S.SOS


MUSIK. [DANIALYAMP3] THIRD EYE BLIND - SEMI CHARMED LIFE ALBUM THIRD EYE
BLIND

Pemandu Materi
Di kelas X kita telah mempelajari nilai dan
norma. Nilai dan norma yang terdapat dalam
masyarakat tersebut mendapatkan pengaruh
dari modernisasi dan globalisasi. Dalam
kenyataan hidup sehari-hari, norma dan nilai
tersebut saling berhubungan satu sama lain
membentuk sistem norma yang berfungsi
membantu masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Sistem norma yang
berfungsi mengatur dan membantu masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut
lembaga sosial.

Hakikat Lembaga Sosial


Istilah lembaga sosial merupakan terjemahan
dari istilah Bahasa Inggris social institution
yang merujuk pada dua pengertian, yakni
sistem nilai dan norma-norma sosial serta
bentuk atau organ sosial. Koentjaraningrat
lebih mengutamakan sistem nilai dan norma
sehingga menerjemahkan social institution
sebagai pranata sosial. Sementara itu Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
menerjemahkan social institution sebagai
lembaga kemasyarakatan.

Definisi Lembaga Sosial Menurut Sosiolog


Menurut Paul Horton dan Chester L. Hunt, lembaga sosial adalah
sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang
menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam
rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat
Menurut Koentjaraningrat, lembaga sosial adalah suatu sistem tata
kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk
memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan
manusia
Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial adalah himpunan
norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan
pokok dalam kehidupan masyarakat

Kesimpulan,
lembaga sosial berkaitan
SEPERANGKAT
NORMA YANG
dengan hal-hal berikut.
SALING BERKAITAN,
BERGANTUNG, DAN
MEMENGARUHI

SEPERANGKAT NORMA YANG


DAPAT DIBENTUK, DIUBAH,
DAN DIPERTAHANKAN SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN HIDUP
SEPERANGKAT NORMA YANG
MENGATUR HUBUNGAN
ANTARWARGA MASYARAKAT
AGAR DAPAT BERJALAN
DENGAN TERTIB DAN TERATUR

Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial


Proses sejumlah norma menjadi
lembaga sosial disebut pelembagaan
atau institusionalisasi. Proses tersebut
memakan waktu lama dan juga melalui
internalisasi (penyerapan) dalam
kebiasaan masyarakat. Secara garis
besar, timbulnya lembaga sosial dapat
diklasifikasikan kedalam dua cara
berikut.

SECARA TIDAK TERENCANA, ARTINYA


LEMBAGA SOSIAL TERSEBUT LAHIR
SECARA BERTAHAP (BERANGSURANGSUR) DALAM PRAKTIK
KEHIDUPAN MASYARAKAT.
SECARA TERENCANA, ARTINYA
LEMBAGA SOSIAL MUNCUL MELALUI
SUATU PERENCANAAN YANG MATANG
OLEH SEORANG ATAU SEKELOMPOK
ORANG YANG MEMILIKI KEKUASAAN
DAN WEWENANG.

Fungsi Lembaga Sosial


Fungsi manifest (nyata) adalah
fungsi lembaga sosial yang disadari
dan menjadi harapan banyak orang
Fungsi laten adalah fungsi lembaga
sosial yang tidak disadari dan
bukan menjadi tujuan utama banyak
orang. Dengan kata lain, fungsi
laten adalah fungsi yang tidak
tampak di permukaan dan tidak
diharapkan masyarakat, tetapi ada.

Karakteristik Lembaga Sosial


Memiliki simbol sendiri.
Memiliki tata tertib dan tradisi.
Usianya lebih lama
Memiliki alat kelengkapan
Memiliki ideologi
Memiliki tingkat kekebalan/daya
tahan

Tipe-tipe Lembaga Sosial


MENURUT JOHN LEWIS GILLIN DAN
JOHN PHILIP GILLIN, TIPE LEMBAGA
SOSIAL DAPAT DIKLASIFIKASIKAN
SEBAGAI BERIKUT.

BERDASARKAN SUDUT
PERKEMBANGANNYA
CRESCIVE INSTITUTION, YAITU
LEMBAGA SOSIAL YANG SECARA
TIDAK SENGAJA TUMBUH DARI
ADAT ISTIADAT MASYARAKAT
ENACTED INSTITUTION, YAITU
LEMBAGA SOSIAL YANG SENGAJA
DIBENTUK UNTUK MENCAPAI
TUJUAN TERTENTU

Berdasarkan sudut sistem nilai yang


diterima oleh masyarakat
BASIC INSTITUTION, YAITU LEMBAGA
SOSIAL YANG PENTING UNTUK
MEMELIHARA DAN
MEMPERTAHANKAN TATA TERTIB
DALAM MASYARAKAT
SUBSIDIARY INSTITUTION, YAITU
LEMBAGA SOSIAL YANG BERKAITAN
DENGAN HAL YANG DIANGGAP
OLEH MASYARAKAT KURANG
PENTING, SEPERTI REKREASI.

Berdasarkan sudut penerimaan


masyarakat

BERDASARKAN SUDUT
PENYEBARANNYA

APPROVED DAN SANCTIONED


INSTITUTION, YAITU LEMBAGA
SOSIAL YANG DITERIMA OLEH
MASYARAKAT

GENERAL INSTITUTION, YAITU


LEMBAGA SOSIAL YANG
DIKENAL DAN DITERIMA
OLEH SEBAGIAN BESAR
MASYARAKAT DUNIA

UNSANCTIONED INSTITUTION,
YAITU LEMBAGA SOSIAL YANG
DITOLAK MASYARAKAT
MESKIPUN MASYARAKAT TIDAK
MAMPU MEMBERANTASNYA
KARENA ALASAN TERTENTU

RESTRICTED INSTITUTION,
YAITU LEMBAGA SOSIAL
YANG HANYA DIKENAL OLEH
MASYARAKAT TERTENTU

Berdasarkan sudut fungsinya


OPERATIVE INSTITUTION, YAITU
LEMBAGA SOSIAL YANG BERFUNGSI
MENGHIMPUN POLA-POLA ATAU CARACARA YANG DIPERLUKAN UNTUK
MENCAPAI TUJUAN DARI
MASAYARAKAT YANG BERSANGKUTAN
REGULATIVE INSTITUTION, YAITU
LEMBAGA SOSIAL YANG BERTUJUAN
MENGAWASI ADAT ISTIADAT ATAU
TATA KELAKUAN YANG ADA DALAM
MASYARAKAT

Jenis-jenis Lembaga Sosial


Lembaga Keluarga
KELUARGA MERUPAKAN UNIT
SOSIAL TERKECIL YANG
TERDIRI ATAS AYAH, IBU, DAN
ANAK. DALAM KEHIDUPAN DI
MASYARAKAT, KITA MENGENAL
TIGA MACAM BENTUK
KELUARGA YAITU.

KELUARGA INTI (KELUARGA


BATIH, SOMAH, NUCLEAR
FAMILY), YANG TERDIRI DARI
AYAH, IBU, DAN ANAK-ANAK
YANG BELUM MENIKAH
KELUARGA BESAR (EXTENDED
FAMILY) MERUPAKAN IKATAN
KELUARGA DALAM SATU
TURUNAN YANG TERDIRI ATAS
KAKEK, NENEK, IPAR, PAMAN,
ANAK, CUCU, DAN SEBAGAINYA
KELUARGA POLYGAMOUS
TERDIRI DARI BEBERAPA
KELUARGA INTI YANG DIPIMPIN
OLEH SEORANG KEPALA
KELUARGA

PADA UMUMNYA, KELUARGA TERBENTUK


Proses
terbentuknya
keluarga
MELALUI
PERKAWINAN
YANG SAH
MENURUT AGAMA, ADAT, ATAU
PEMERINTAH DENGAN PROSES SEPERTI
DIBAWAH INI.
DIAWALI DENGAN ADANYA INTERAKSI
ANTARA PRIA DAN WANITA
INTERAKSI DILAKUKAN BERULANGULANG, LALU MENJADI HUBUNGAN
SOSIAL YANG LEBIH INTIM, KEMUDIAN
TERJADI PROSES PERKAWINAN.
SETELAH TERJADI PERKAWINAN,
TERBENTUKLAH KETURUNAN,
KEMUDIAN TERBENTUKLAH
KELUARGA INTI.

Tujuan Perkawinan

MANFAAT ATAU HIKMAH


PERKAWINAN

UNTUK MENDAPATKAN KETURUNAN

TERPELIHARANYA
KEHORMATAN

UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT


DAN STATUS SOSIAL SESEORANG
BAIK PRIA MAUPUN WANITA
MENDEKATKAN KEMBALI
HUBUNGAN KERABAT YANG SUDAH
RENGGANG
AGAR HARTA WARISAN TIDAK JATUH
KETANGAN ORANG LAIN

MENGHUBUNGKAN TALI
PERSAUDARAAN DAN
MEMPERBANYAK KELUARGA
MEMBENTUK KELUARGA
DAN MASYARAKAT
SEJAHTERA

Bentuk-bentuk perkawinan
MONOGAMY (MONO BERARTI
GAMOS
BERARTI
SATU,
Menurut
jumlah
suami atau istri
KAWIN), YAITU PERKAWINAN
ANTARA SATU ORANG LAKILAKI DAN SATU ORANG
WANITA
POLIGAMI (POLI BERARTI
BANYAK) YAITU PERKAWINAN
ANTARA SATU ORANG LAKILAKI ATAU WANITA DAN
LEBIH DARI SATU WANITA
ATAU LAKI-LAKI. DENGAN
KATA LAIN, BERISTRI ATAU
BERSUAMI LEBIH DARI SATU
ORANG. POLIGAMI DIBAGI

Poligini, yaitu seorang laki-laki beristri


lebih dari satu orang wanita. Poligini
sendiri dibagi menjadi dua.
Poligini sororat, bila para istrinya
beradik-kakak
Poligini non-sororat, bila para
istrinya bukan beradik-kakak
B. POLIANDRI, YAITU SEORANG
WANITA BERSUAMI LEBIH DARI
SATU ORANG LAKI-LAKI.
POLIANDRI DIBAGI MENJADI
DUA.
Poliandri fraternal, bila para suami
beradik-kakak
Poliandri non-fraternal, bila para
suami bukan beradik-kakak

Asal suami atau istri

MENURUT HUBUNGAN
KEKERABATAN

ENDOGAMI IALAH PERKAWINAN DI


LINGKUNGAN SENDIRI, MISALNYA
DALAM SATU KLAN, ETNIS, ATAU
KERABAT

CROSS COUSIN (SEPUPU SILANG),


YAITU PERKAWINAN ANTARA
SAUDARA SEPUPU

EKSOGAMI IALAH PERKAWINAN


YANG DILAKUKAN DI LUAR
LINGKUNGAN KELUARGA SENDIRI.

PARALEL COUSIN (SEPUPU SEJAJAR),


YAITU PERKAWINAN ANTARA PRIA
DAN WANITA DIMANA AYAH ATAU
IBU MEREKA BERSAUDARA

Menurut pembayaran mas kawin


PADA MASYARAKAT TERTENTU,
SEBUAH PERKAWINAN BARU
DIRESTUI OLEH PIHAK KELUARGA
WANITA SETELAH KELUARGA PRIA
MENYERAHKAN MAHAR ATAU MAS
KAWIN SEBAGAI TANDA
KESUNGGUHAN. MAS KAWIN
SERING DIARTIKAN SEBAGAI UANG
PEMBELI ATAU GANTI RUGI KEPADA
ORANG TUA SI GADIS YANG TELAH
MEMBESARKANNYA.

LAKI-LAKI IBU (PAMAN) DARI


PIHAK SUAMI

Pola menetap sesudah perkawinan


Patrilokal (virilokal), yaitu pasangan
suami istri bertempat tinggal di sekitar
pusat kediaman kerbat suami
Matrilokal (otorilokal), yaitu pasangan
suami istri bertempat tinggal di sekitar
kerabat istri
Bilokal, yaitu pasangan suami istri
menetap secara bergantian antara
kerabat istri dan kerabat suami
Neolokal, yaitu pasangan suami istri
bertempat tinggal di tempat yang baru

NATALOKAL, YAITU SUAMI


DAN ISTRI TIDAK TINGGAL
DITEMPAT YANG SAMA TETAPI
TINGGAL DI TEMPAT
KELAHIRANNYA MASINGMASING DAN HANYA
BERTEMU UNTUK WAKTU
YANG RELATIVE PENDEK
UTROLOKAL, YAITU
PASANGAN SUAMI ISTRI
BEBAS MENENTUKAN TEMPAT
TINGGALNYA
KOMONLOKAL, YAITU
PASANGAN SUAMI ISTRI
BERTEMPAT TINGGAL DALAM
KELOMPOK YANG TERDIRI
DARI ORANG TUA KEDUA

FUNGSI REPRODUKSI
Fungsi
keluarga
FUNGSI SOSIALISASI
FUNGSI AFEKSI/KASIH
SAYANG
FUNGSI EKONOMI
FUNGSI PENGAWASAN
SOSIAL
FUNGSI PROTEKSI
(PERLINDUNGAN)
FUNGSI PEMBERIAN STATUS

POLA PERILAKU : AFEKSI,


KESETIAAN,
TANGGUNGJAWAB,
UNSUR
LEMBAGA
KELUARGA
RASA HORMAT, KEPATUHAN
BUDAYA SIMBOLIS : MAS KAWIN,
CINCIN KAWIN, BUSANA
PENGANTIN, UPACARA
BUDAYA MANFAAT : RUMAH,
APARTEMEN, ALAT RUMAH
TANGGA, KENDARAAN
KODE SPESIALISASI : IZIN KAWIN,
KEHENDAK, KETURUNAN, HUKUM
PERKAWINAN
IDEOLOGI : CINTA, KASIH SAYANG,
KETERBUKAAN, FAMILISME,

Lembaga Pendidikan
Fungsi lembaga pendidikan
FUNGSI MANIFEST (NYATA)

FUNGSI LATEN (TIDAK DISADARI)

MEMPERSIAPKAN ANGGOTA
MASYARAKAT UNTUK MENCARI
NAFKAH

MENGURANGI PENGENDALIAN
ORANG TUA

MENGEMBANGKAN BAKAT
PERSEORANGAN

MENYEDIAKAN SARANA UNTUK


PEMBANGKANGAN

MELESTARIKAN KEBUDAYAAN

MEMPERTAHANKAN SISTEM
KELAS SOSIAL

MENANAMKAN KETERAMPILAN

MEMPERPANJANG MASA REMAJA

POLA
Unsur-unsur
lembaga
pendidikan

PERILAKU
: CINTA
PENGETAHUAN,
KEHADIRAN, MENELITI, DAN SEMANGAT
BELAJAR
BUDAYA SIMBOLIS : SERAGAM SEKOLAH,
MASCOT, LAGU-LAGU SEKOLAH, DAN LOGO
BUDAYA MANFAAT : KELAS, PERPUSTAKAAN,
BUKU, LABORATORIUM, DAN LAPANGAN
KODE SPESIALISASI : AKREDITASI, TATA
TERTIB, KURIKULUM, DAN TINGKATAN ATAU
STRATA
IDEOLOGI : KEBERHASILAN AKADEMIS,
PENDIDIKAN PROGRESIF, INOVATIF, DAN
KLASIKISME

Lembaga Politik
KESELURUHAN TATA NILAI DAN NORMA
YANG BERKAITAN DENGAN
KEKUASAAN DAN WEWENANG YANG
ADA DALAM MASYARAKAT DINAMAKAN
LEMBAGA POLITIK. LEMBAGA POLITIK
BERKAITAN DENGAN MASALAHMASALAH BENTUK NEGARA, BENTUK
PEMERINTAHAN, DAN BENTUK
KEKUASAAN, SERTA SISTEMNYA.

BENTUK PEMERINTAHAN
REPUBLIK ADALAH BENTUK
PEMERINTAHAN YANG DIPIMPIN
SEORANG PRESIDEN.
MONARKI ADALAH BENTUK
PEMERINTAHAN YANG DIPIMPIN
OLEH SEORANG RAJA ATAU RATU
KEKAISARAN ADALAH BENTUK
PEMERINTAH DENGAN KEPALA
NEGARA SEORANG KAISAR.

BENTUK KEKUASAAN
KEKUASAAN DAPAT DIPEROLEH
MELALUI CARA-CARA BERIKUT.

Bentuk Negara
NEGARA KESATUAN MEMILIKI CIRICIRI, ANTARA LAIN HANYA ADA
SATU PEMERINTAHAN, SATU
PARLEMEN, SATU LEMBAGA
PERADILAN, DAN SATU KONSTITUSI.
NEGARA FEDERASI ATAU SERIKAT
MEMILIKI CIRI-CIRI ANTARA LAIN
TERDAPAT NEGARA DI DALAM
NEGARA ATAU SERING DISEBUT
NEGARA BAGIAN

KEKUASAAN KARISMATIK YANG


DIMILIKI OLEH ORANG YANG
BERKARISMA ATAU DISEGANI ORANG
LAIN.
TRADISI ATAU KETURUNAN.
PEMBERIAN SECARA FORMAL (LEGALRASIONAL)

Fungsi lembaga politik


MEMELIHARA KETERTIBAN DI DALAM (INTERNAL
ORDER)
MENJAGA KEAMANAN DI LUAR (EXTERNAL SECURITY)
MENGUSAHAKAN KESEJAHTERAAN UMUM (GENERAL
WELFARE)
MENGATUR PROSES POLITIK

UNSUR-UNSUR
POLA PERILAKU
: LOYALITAS,

LEMBAGA
KEPATUHAN, SUBORDINASI,
POLITIK
KERJA SAMA, DAN CONSENSUS
BUDAYA SIMBOLIS : BENDERA,
MATERAI, MASCOT, DAN LAGU
KEBANGSAAN
BUDAYA MANFAAT : GEDUNG,
PERSENJATAAN, PEKERJAAN
PEMERINTAH, BLANKO, DAN
FORMULIR
KODE SPESIALISASI : PROGRAM,
KONSTITUSI, TRAKTAT, DAN
HUKUM
IDEOLOGI : NASIONALISME, HAK
RAKYAT, DEMOKRASI, DAN
REPUBLIK/ MONARKI

Lembaga Ekonomi
LEMBAGA EKONOMI BERGUNA
SEBAGAI PENGATUR EKONOMI ATAU
PENGATUR CARA-CARA ATAU USAHAUSAHA MANUSIA DALAM MEMENUHI
KEBUTUHAN PRIMER DAN
SEKUNDERNYA.

1. BAGIAN UNIT
PRODUKSI
BAGIAN-BAGIAN LEMBAGA
TERBAGI MENJADI
EKONOMI
BEBERAPA KEGIATAN
SEBAGAI BERIKUT.
BERBURU DAN
MERAMU
BERCOCOK TANAM
DILADANG
BERCOCOK TANAM
DILAHAN BASAH

2. Bagian unit distribusi


Kegiatan distribusi barang
dan jasa terdiri atas tiga cara
Resiprositas (timbal-balik)
Redistribusi

PETERNAKAN

Pertukaran pasar

PERINDUSTRIAN

3. Bagian konsumsi

MEMBERI
UNTUK

Tujuan danPEDOMAN
fungsi lembaga
ekonomi
MENDAPATKAN BAHAN PANGAN

MEMBERIKAN PEDOMAN UNTUK


MELAKUKAN PERTUKARAN BARANG
(BARTER)
MEMBERIKAN PEDOMAN TENTANG
HARGA JUAL BELI
MEMBERIKAN PEDOMAN UNTUK
MENGGUNAKAN TENAGA KERJA
MEMBERIKAN PEDOMAN TENTANG
CARA PENGUPAHAN
MEMBERIKAN PEDOMAN TENTANG
CARA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
MEMBERI IDENTITAS DIRI BAGI

POLA PERILAKU : EFISIENSI,


Unsur-unsur
lembagaPROFESSIONAL,
ekonomi
PENGHEMATAN,
DAN
MENCARI KEUNTUNGAN
BUDAYA SIMBOLIS : MEREK DAGANG,
HAK PATEN, SLOGAN, DAN LAGU
KOMERSIAL
BUDAYA MANFAAT : TOKO, PABRIK,
PASAR, KANTOR, BLANGKO, DAN
FORMULIR
KODE SPESIALISASI : KONTRAK,
LISENSI, HAK MONOPOLI, DAN AKTE
PERUSAHAAN
IDEOLOGI : LIBERALISM, TANGGUNG
JAWAB, MANAJERIAL, KEBEBASAN,
BERUSAHA, DAN HAK BURUH

Lembaga Agama
Dalam hal ini agama diartikan dengan istilah
religion. Menurut Durkheim (1966), agama
adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas
kepercayaan dan praktik yang berhubungan
dengan hal yang suci atau sakral. Kepercayaan
dan praktik tersebut mempersatukan semua
orang yang beriman ke dalam suatu komunitas
moral yang dinamakan umat.
Durkheim menjelaskan bahwa semua agama
membagi semua benda yang ada di bumi ini,
baik yang berwujud nyata maupun ideal,
kedalam dua kelompok yang saling
bertentangan, yaitu hal yang bersifat profane dan
suci (sacred), atau duniawi dan Ilahi.

DALAM HAL INI AGAMA DIARTIKAN


DENGAN ISTILAH RELIGION.
MENURUT DURKHEIM (1966), AGAMA
Unsur lembaga agama
ADALAH SUATU SISTEM TERPADU
YANG TERDIRI ATAS KEPERCAYAAN
DAN PRAKTIK YANG BERHUBUNGAN
DENGAN HAL YANG SUCI ATAU
SAKRAL. KEPERCAYAAN DAN
PRAKTIK TERSEBUT
MEMPERSATUKAN SEMUA ORANG
YANG BERIMAN KE DALAM SUATU
KOMUNITAS MORAL YANG
DINAMAKAN UMAT.
DURKHEIM MENJELASKAN BAHWA
SEMUA AGAMA MEMBAGI SEMUA
BENDA YANG ADA DI BUMI INI, BAIK
YANG BERWUJUD NYATA MAUPUN
IDEAL, KEDALAM DUA KELOMPOK
YANG SALING BERTENTANGAN,
YAITU HAL YANG BERSIFAT PROFANE

SEBAGAI SUMBER PEDOMAN HIDUP

FUNGSI
AGAMA

Unsur lembaga agama


LIGHT, KELLER DAN
CALLHOUN (1989), UNSURUNSUR DASAR AGAMA
KEPERCAYAAN
PRAKTIK KEAGAMAAN
SIMBOL KEAGAMAAN
UMAT
PENGALAMAN
KEAGAMAAN

MENGATUR TATA CARA HUBUNGAN


ANTARMANUSIA DAN MANUSIA DENGAN
TUHAN

MERUPAKAN TUNTUTAN TENTANG PRINISP


BENAR ATAU SALAH
PEDOMAN UNTUK MENGUNGKAPKAN RASA
KEBERSAMAAN YANG MEWAJIBKAN
SESEORANG UNTUK SELALU BERBUAT BAIK
TERHADAP SESAMA DAN LINGKUNGAN
HIDUPNYA
PEDOMAN PERASAAN KEYAKINAN
(CONFIDENCE)
PEDOMAN KEBERADAAN (EXISTENCE)
PENGUNGKAPAN KEINDAHAN (ESTETIKA)
PEDOMAN REKREASI DAN HIBURAN

Pustaka Sumber
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2006. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII. Esis
Erlangga. Jakarta
Copyright. Sosiologi SMAN 1 Cibeber