Anda di halaman 1dari 32

Identitas Pasien

No. RM
:
Nama
: An. SS
Usia
: 8 th 10 bln
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama
:
Alamat
:
Tanggal MRS :

Keluhan Utama
Buang air kecil kemerahan.

Keluhan Tambahan

Mata dan perut bengkak.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan buang air kecil


kemerahan 4 hari SMRS, mata dan perut bengkak
sejak 3 hari SMRS.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riw. ISPA (+) 2 minggu yll


OS belum pernah mengalami keluhan yang serupa.

Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga OS mengaku tidak mengalami keluhan yang sama.
Riwayat hipertensi, diabetes melitus, alergi pada keluarga
disangkal.

Riwayat Pengobatan
Saat ini OS sedang tidak dalam pengobatan apapun.

Riwayat Kehamilan
Saat hamil Ibu OS rutin kontrol ke bidan. Selama hamil Ibu OS tak pernah sakit.

Riwayat Persalinan
OS lahir normal dengan BBL 3000 gr, PB 50 cm, keadaan sehat.
Kesan: NCB SMK

Pola Makan
Os jarang konsumsi buah-buahan dan sayursayuran. Os makan 2-3x sehari. Jarang konsumsi
air putih. Sering konsumsi teh.
Riwayat Imunisasi

BCG
DPT
Hepatitis B
Polio

Campak
Kesan: Imunisasi dasar
lengkap.

Riwayat Tumbuh Kembang

Tengkurap : usia 4 bulan


Tumbuh gigi : usia 7 bulan
Duduk : usia 9 bulan
Berdiri : usia 11 bulan
Berjalan : usia 1 tahun
Bicara : usia 1 tahun
Kesan:
Perkembangan terjadi sesuai usia

Riwayat Alergi
Riwayat alergi pada Os disangkal.

Riwayat Psikososial
Tinggal bersama orangtua
Lingkungan rumah bersih dengan ventilasi dan
pencahayaan yang cukup

Pemeriksaan Fisis
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis

Tanda-Tanda Vital

Nadi
: 110x/m, reguler, isi penuh, kuat
angkat

Suhu
: 36,9 C

Pernapasan : 22x/menit, reguler

Tek. Darah : 120/80mmHg

Antopometri & Status Gizi


BB
TB

: 21 kg
: 125 cm

Status Gizi

BB/U : 21/28 x 100%


= 75% (gizi
kurang)

TB/U : 125/132 x 100% = 94% (tinggi


normal)

BB/TB : 21/24x 100%


= 88% (Gizi
kurang)
Kesan Gizi : Gizi Kurang

Status Generalis

Mulut : Mukosa bibir


Kepala
: Normocephal
lembab
Mata
: Edema palpebra (+/+)
Lidah kering (-), lidah
Mata cekung (-/-)
kotor (-), lidah tremor (-)
Konjungtiva anemis (-/-)
Perdarahan gusi (-)
Sclera ikterik (-/-)
Faring hiperemis (-),
Hidung : NCH (-)
debris (-), petechie (-)
Deviasi septum (-)
Tonsil T1/T1
Sekret (-/-)
Tonsil hiperemis (-),
Epistaksis (-/-)
debris (-), petechie (-)
Telinga : Normotia
Sekret (-/-)
Leher : Pembesaran KGB (-)
Kaku kuduk (-)

Paru
Inspeksi : Simetris, tidak nampak lapang paru yang
tertinggal
Retraksi otot pernapasan (-)
Palpasi : Vocal fremitus sama di seluruh lapang paru
Perkusi : Sonor.
Auskultasi : Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : kardiomegali (-)
Auskultasi : BJ I/II Reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi
: Perut tampak datar
Auskultasi : Bising usus (+),
Palpasi
: undulasi (+)
Perkusi
: Timpani. Asites (+) Nyeri ketok sudut kosto-vertebral (-)
Nyeri supra simfisis (-)
Turgor Kulit
: Baik
Ekstremitas Atas : Akral hangat, edema (-), sianosis (-), RCT
< 2 detik
Ekstremitas Bawah
: Akral hangat, edema (-), sianosis (-),
RCT < 2 detik
Anus dan Rectum : Hemorrhoid (-). Tanda infeksi lain (-)
Genitalia
: t.a.k
Refleks
: Patologis
Fisiologis
Babinski (-)
Patella (+)
Oppenheim (-)
Biseps (+)
Burdzinski I (-)
Tendo Achiles (+)
Burdzinski II (-)

Pemeriksaan Laboratorium
2/11/2016

Nilai

Satuan

Hemoglobin 12.7

rujukan
10.8 - 15.6

g/dl

Hematokrit 36

33 - 45

Trombosit
Leukosit

381
16.52

184 - 488
ribu/L
4.50 - 13.50 ribu/L

MCV/ HER
MCH/ VER
MCHC/

79
28
35

69 93
22- 34
32-36

KHER

Nilai

fL
pg
g/dL

Pemeriksaan Laboratorium
2/11/2016

Nilai

Nilai rujukan

Warna

Kuning muda

Kuning

Kejernihan

Jernih

Jernih

Leukosit

0-5

/LPB

Eritrosit

131

/LPB

Silinder

/LPK

Sel epitel

1+

1+

/LPK

Kristal

Bakteria

Berat Jenis

1.015

1.005- 1.030

Satuan

Pemeriksaan Laboratorium
2/11/2016

pH
Protein
Glukosa

Nilai

Nilai

6.0
1+

rujukan
5.0-7.0
Negatif

(<30)mg/dL
(<100)

Keton
Darah samar / 3+

mg/dL
-

Hb
Bilirubin
Urobilinogen

0.2- 1.0

0.2

Satuan

mg/dL

Resume
An. SS usia 8 tahun 10 bulan datang dengan keluhan
BAK kemerahan sejak 4 hari SMRS, mata dan perut
bengkak. Riw. ISPA (+).
Nadi: 110x/m, Suhu: 36,9 C, Pernapasan: 22x/menit,
Tek. Darah: 120/80mmHg

Assesment
Hematuria
Asites

Diagnosis Kerja

Diagnosis
Diagnosis
Diagnosis
Diagnosis

Klinis : GNAPS
Gizi : Gizi Kurang
Imunisasi : Imunisasi Dasar Lengkap
Tum-Bang : Sesuai Usia

Diagnosis Banding
GNAPS
ISK
Sindrom Nefrotik

Terapi

IVFD RL 1200
cc/hari
Antibiotik :
Cefotaxime
gr

2x1

Follow Up
Rencana Pemeriksaan
Penunjang

Follow Up

Hasil Urinalisa 2 Nov 2016


Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Urin Lengkap
Warna

Kuning Muda

Kuning

Kejernihan

Jernih

Jernih

Sedimen
Leukosit

/LPB

0-5

Eritrosit

131

/LPB

<3

Silinder

(-) Negatif

/LPK

(-) Negatif

Sel Epitel

1+

/LPK

1+

Kristal

(-) Negatif

(-) Negatif

Bakteria

Negatif

Negatif

Berat Jenis

1.015

1.005-1.030

pH

6.0

5.0-7.0

Protein

1+

Negatif (<30) mg

Glukosa

(-) Negatif

(-) Negatif

Keton

(-) Negatif

(-) Negatif

Darah Samar / Hb

3+

(-) Negatif

Bilirubin

(-) Negatif

(-) Negatif

Urobilinogen

0.2

mg/dL

0.2 1.0

Pembahasan

Tinjauan Pustaka

Glomerulonefritis akut pasca streptokokus


(GNAPS) adalah suatu sindrom nefritik yang
ditandai dengan timbulnya hematuria, edema,
hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal.

Tinjauan Pustaka

Lebih dari 50 % kasus GNAPS adalah asimtomatik. 11


Kasus klasik atau tipikal diawali dengan infeksi
saluran napas atas dengan nyeri tenggorok dua
minggu mendahului timbulnya sembab. 1

Tinjauan Pustaka
Periode laten rata-rata 10 atau 21
hari setelah infeksi tenggorok atau
kulit.10
Hematuria dapat timbul berupa gross
hematuria maupun mikroskopik.17,18
Gross hematuria terjadi pada 30-50
% pasien yang dirawat.

Tanda dan Gejala

Diawali dengan ISPA dengan nyeri tenggorok dua minggu mendahului


Setelah infeksi tenggorok atau kulit.
Hematuria
demam
Malaise
Nyeri perut
nafsu makan menurun
nyeri kepala
Lesu
Hipertensi
Wajah sembab, edem pretibial atau berupa gambaran sindrom nefrotik.
Asites
takipne dan dispneu
Oliguria/anuria
LFG menurun
ASTO
Pemeriksaan Urin terdapat peningkatan eritrosit
Proteinuria
Penurunan C3

Analisa Kasus
-Hematuria tanpa disertai rasa sakit

Tatalaksana
Setelah ditegakkan diagnosis pada An. SS,
diberikanlah terapi:
Umum:
Tirah Baring sampai edema membaik dan hematuria
nyata menghilang.
Balans cairan dan elektrolit dengan pemberian RL

Khusus:
Diuretik : Furosemid 1 mg/kgBB/hari, 2-3 kali
pemberian
Antibiotik golongan penisilin (amoksisilin 50
mg/kgBB/hari dibagi 3) atau eritromisin 30 mg/kg/hari
dibagi 3 selama 10 hari.

Komplikasi GNAPS

Prognosis

Quo Ad Sanactionam : Dubia ad


bonam
Quo Ad Functionam : Dubia ad
bonam
Quo Ad Vitam : Bonam

Daftar Pustaka
Travis LB, Kalia. Acute nephritic syndrome. Dalam: Poslethwaite RJ, penyunting. Clinical pediatric
nephrology. Edisi ke-2. Oxford: Butterworth-Heinemann, 1994. h. 201-9.
Sekarwana HN. Rekomendasi mutahir tatalaksana glomerulonefritis akut pasca streptokokus.
Dalam: Aditiawati, Bahrun D, Herman E, Prambudi R, penyunting. Buku naskah lengkap simposium
nefrologi VIII dan simposium kardiologi V. Ikatan Dokter Anak Indonesia Palembang, 2001. h. 14162.
Noer MS. Glomerulonefritis. Dalam: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, penyunting.
Buku ajar nefrologi anak. Edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2002. h. 345-53.
Gauthier B,Edelmann CM, Barnett HL. Clinical acute glomerulonephritis. Dalam: Nephrology and
urology for the pediatrician. Edisi ke-1. Boston: Little Brown & Co, 1982. h. 109-22.
Travis LB. Acute post infections glomerulonephritis. Dalam: Rudolph AM, Hoffman JIE, Axelrod S,
penyunting. Pediatrics. Edisi ke-18. Connecticut: Appleton & Lange, 1987. h. 1169-71.
Langman CB. Hematuria. Dalam: Stockman III JA, penyunting. Difficult diagnosis in
pediatrics.Philadelphia: W.B.Saunders, 1990. h. 315-22.
Ramayati R dan Rusdidjas. Penanggulangan glomerulonefritis kronik pada anak. Disampaikan
pada: Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak X. Bukit Tinggi: Pancaran Ilmu, 1996. h.105-19.
Ogle JW. Infections: bacterial and spirochaetal. Dalam: Hay WW, Grothuis JR, Hayward AR, Levin MJ,
penyunting. Current pediatric diagnosis & treatment. Edisi ke-13. Connecticut: Appleton & Lange,
1997. h. 1003-6.
Svensson MD, Sjorbring U dan Bessen DE. Selective distribution of a high affinity plasminogenbinding site among group A Streptococci associated with impetigo. Infect and Immun1999;
67:3915-20.
Bergstein JM. Condition particularly associated with hematuria. Dalam:Behrman RE, Kliegman RM,
Jenson HB, penyunting. Nelson texbook of pediatrics. Edisi ke- 16. Philadelphia: WB Saunders,
2000. h. 1577-82.

TERIMA KASIH

Wassalamualaikum Wr. Wb.