Anda di halaman 1dari 27

BIOREAKTOR

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
1. DWI INDAH WAHYUNI
OKTASARI
2. M. SYAHRAWI
3. SARI RISKI HASIBUAN

DEFINISI BIOREAKTOR
Suatu
unit
alat
yang
digunakan
untuk
melangsungkan
proses
biokimia dari suatu bahan
baku menjadi produk yang
diinginkan, dimana prosesnya
dikatalisis oleh enzim-enzim
mikrobial atau isolat enzim
murni.

PARAMETER YANG DIKONTROL


PADA BIOREAKTOR :
Suhu
pH
Oksigen

terlarut
Bahan baku dan nutrisi

MACAM BIOREAKTOR
BERDASARKAN KAPASITAS :
1.

Skala laboratorium :

Dalam botol erlenmeyer (volume 502000 ml dengan pengisian


maksimum 20 %).
Kelebihan : dapat mengukur
komposisi larutan nutrisi, suhu dan
suplementasi substrat
Kelemahan : tidak dapat mengukur
pH dan konsentrasi oksigen.
2.
3.

Skala pilot
Skala industri.

Fermentor skala lab dan pilot

Fermentor untuk
industri

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


DALAM PENENTUAN MODEL BIOREAKTOR
Pemilihan

sistem fermentasi (batch,


continuous, fed batch).
Tipe bioreaktor dan cara operasinya.
Sifat-sifat mikroba yang digunakan
Melakukan penelitian pendahuluan
untuk menentukan kondisi optimum
suatu galur mikroba pada skala
laboratorium, lalu di-scale up hingga
layak
untuk
diproduksi
skala
industri.

SYARAT BIOREAKTOR

Tidak boleh ada hubungan antara bagian


sistem yang steril dengan non-steril.
Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk
gelangan, karena bentuk demikian dapat
mengendur akibat dari gerakan/fibrasi
alat
dan
kenaikan
suhu,
dan
memungkinkan kontaminasi.
Bila mungkin seluruh konstruksi alat
dilas.
Hindari ruang-ruang perangkap serta
bentuk leher, karena ruangan seperti itu
sulit untuk dibersihkan.
Semua
bagian
sistem
harus
dapat
disterilisasi secara tersendiri.
Setiap hubungan/kelep ke bejana harus

ATURAN OPERASIONAL AGAR


KONDISI STERIL :
Sterilisasi fermentor, dengan uap
bertekanan. Medium fermentasi dapat
disterilkan bersama di dalam fermentor
atau secara terpisah.
Sterilisasi penyediaan udara, dilakukan
dengan menggunakan penyaring
berserat atau penyaring absolut.
Aerasi dan agitasi, berkaitan dengan
jenis bahan, struktur geometrik dan
posisi pemasangannya serta penggunaan
seal.
Penambahan inokulum, nutrien dan
bahan-bahan lain, harus dalam keadaan
tekanan positif dan lubang pemasukan

TIPE-TIPE BIOREAKTOR /
FERMENTOR
1. Skala laboratorium & skala
pilot : ukuran 1-15 liter
2. Skala industri besar : 5.000100.000 gallon
Setiap fermentor harus mempunyai
head space sekitar atau 1/5
dari volume total, yang berguna
untuk menyediakan ruangan pada
waktu aerasi dan pembentukan
buih.

KARAKTERISTIK
BAHAN
PEMBENTUK FERMENTOR :

Fermentor
kapasitas 1-30
liter biasanya
terbuat
dari
gelas
atau
stainless steel,
permukaannya
halus,
tidak
menimbulkan
efek toksik dan
tahan karat.
Fermentor
kapasitas > 30

Struktur fermentor
(satu impeller multi-blade) :
Keterangan

:
1 = pipa inokulasi
2 = seal stirrer sahft
3 = tinggi cairan kultur
(=L)
4 = baffle
5 = pipa sambung
6 = impeller
7 = pipa udara steril
8 = sparger udara
9 = pipa pengeluaran
H = tinggi fermentor
D = diameter fermentor

F
4
5

4
6
H

8
7

KOMPONEN SISTEM AERASI


& AGITASI FERMENTOR :
IMPELLER
Fungsi :
Memperkecil ukuran gelembung
udara sehingga area interface
untuk transfer oksigen menjadi
besar dan menurunkan jarak
difusi.
Mempertahankan keseragaman
kultur
di
seluruh
bagian
fermentor.

BAFFLE
Fungsi :
Meningkatkan
efisiensi
aerasi dan mencegah aliran
atau sirkulasi cairan kultur
yang terlalu cepat.

SPARGER
Fungsi :
Memasukkan udara ke dalam
cairan kultur dalam fermentor
Tipe :
Sparger berpori (untuk fermentor
skala laboratorium, tanpa agitator)
Sparger orifice (pipa berlobanglobang, mudah tertutup mikroba)
Sparger nozel (pipa terbuka atau
tertutup di bawah impeller)

Proses fermentasi :
JENIS-JENIS FERMENTOR
BERDASARKAN
Sistem
tertutup
PEMBERIAN SUBSTRAT
Fermentor diisi oleh
(DENBIGH&TURNER {1971}):
nutrisi/medium, suhu
& pH di set sterilisasi
BATCH
Inokulum dimasukan
FERMENTOR
proses fermentasi
Konsentrasi awal
Substra
t
hingga waktu yg
ditentukan
Proses s.d fase akhir
log/stasioner
Waktu
Proses selanjutnya
diulang
Tidak ada nutrisi
yang ditambahkan

Continuous fermenter
Pemberian

nutrisi
secara
kontinyu/berkala
dalam
jangka
waktu tertentu
Volume nutrisi di dalam reaktor
harus tepat antara nutrisi yang
dikeluarkan dan dimasukan harus
ekivalen
Proses fermentasi bersifat sensitif
terhadap
kontaminasi,
biomasa
berkurang karena ikut terbuang,
perubahan fase biotik

Fed batch fermenter


Intermediary

bioreactor
Nutrisi
ditambahkan pada
saat fase yang dibutuhkan
Selama
proses fermentasi
kecepatan pertumbuhan mo
dan
konsentrasi
biomasa
dapat
dikontrol
dengan
penambahan nutrisi saat fase
tertentu

memiliki
waktu
Retensi
mikroorganisme di dalam
untuk beradaptasi
fermentor
Mikroorganisme
dan kecepatan
CONTINUOUS
FERMENTOR
BATCH
FERMENTOR
nutrisi dan
cairan
pembelahan
dapat ikut
maksimum
terbuang
Biotransformasi
Mikroorganisme
Mikroorganisme
membutuhkan
berjalan dengan baik
waktu untuk
dengan parameter
beradaptasi lagi
lingkungan yang
setiap penambahan
terkontrol
nutrisi
Mikroorganisme
Rentan terhadap
dapat lebih
Mikroorganisme
cepat/lambat masuk
kontaminan
ke fase stasioner
dan terakumulasi
toksin saat nutrisi
terbatas

Retensi mikroorganisme di dalam


fermentor
FEED BATCH FERMENTOR

Pemberian

nutrisi
secara berselang
Mikroorganisme
lebih sehat karena
nutrisi dapat
terpenuhi

FERMENTOR BERDASARKAN
TINGKAT ASEPTIS :
FERMENTOR

ASEPTIS
FERMENTOR NON ASEPTIS

FERMENTOR BERDASARKAN
SISTEM AERASI :
STIRRED

TANK (MENGGUNAKAN
SISTEM AGITASI)
BUBBLE
COLUMN
(UDARA
DIALIRKAN MELALUI SPARGER)
LOOP BUBBLE COLUMN BIOREACTOR
(UDARA DAN MEDIA DISIRKULASI
BERSAMAAN
MELALUI
SUATU
KOLOM)