Anda di halaman 1dari 14

Epilepsi

Definisi
Suatu kelainan otak yang ditandai oleh
adanya faktor predisposisi yang dapat
mencetuskan kejang epileptik,
perubahan neurobiologis, kognitif,
psikologis dan adanya konsekuensi
sosial yang diakibatkannya. Definisi ini
membutuhkan sedikitnya satu riwayat
kejang epilepsi sebelumnya.

Epidemiologi
Insiden epilepsi di negara maju
ditemukan sekitar 50/100,000
sementara di negara berkembang
mencapai 100/100,000
Penderita laki-laki umumnya sedikit
lebih banyak dibandingkan dengan
perempuan. Insiden tertinggi terjadi
pada anak berusia di bawah 2 tahun
(262/100.000 kasus) dan uisa lanjut
di atas 65 tahun (81/100.000 kasus).

Etiologi

Klasifikasi
Klasifikasi bangkitan epilepsi menurut International League
Against Epilepsi :
A.Bangkitan parsial
a. Bangkitan parsial sederhana :
1. Motorik
2. Sensorik
3. Otonom
4. Psikis
b. Bangkitan parsial kompleks :
1. Bangkitan parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran
2. Bangkitan parsial disertai gangguan kesadaran saat
awal bangkitan

c. Bangkitan parsial yang menjadi umum sekunder :


1. Parsial sederhana menjadi umum tonik-klonik
2. Parsial kompleks menjadi umum tonik-klonik
3. Parsial sederhana menjadi parsial kompleks kemudian
menjadi umum tonik-klonik
B. Bangkitan umum
a. Absans (lena)
b. Mioklonik
c. Klonik
d. Tonik
e. Tonik-klonik
f. Atonik
C. Tak tergolongkan

Gejala klinis

Kejang parsial simplek


deja vu: perasaan di mana pernah
melakukan sesuatu yang sama
sebelumnya.
Perasaan senang atau takut yang muncul
secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan
Perasaan seperti kebas, tersengat listrik
atau ditusuk-tusuk jarum pada bagian
tubih tertentu.
Gerakan yang tidak dapat dikontrol pada
bagian tubuh tertentu
Halusinasi

Kejang parsial (psikomotor) kompleks


- Gerakan seperti mencucur atau mengunyah
- Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang atau
memainkan pakaiannya
- Melakukan
berjalan

gerakan

berkeliling

yang
dalam

tidak

jelas

keadaan

artinya,
seperti

atau

sedang

bingung
- Gerakan menendang atau meninju yang berulang-ulang
- Berbicara tidak jelas seperti menggumam.

Kejang tonik klonik


Aura : merasa sakit perut, baal, kunang-kunang,
telinga berdengung.
Pada tahap tonik : kehilangan kesadaran,
kehilangan keseimbangan dan jatuh karena otot
yang menegang, berteriak tanpa alasan yang
jelas, menggigit pipi bagian dalam atau lidah.
Pada tahap klonik: terjaadi kontraksi otot yang
berulang dan tidak terkontrol, mengompol atau
buang air besar yang tidak dapat dikontrol,
pucat, lemas, letih ataupun ingin tidur setelah
serangan semacam ini.

Penatalaksanaan