Anda di halaman 1dari 30

F00-F09

Gangguan Mental
Organik

Pembimbing :
dr.Rahmatsjah Said, Sp.KJ

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


FK- Universitas Trisakti
Rumah Sakit dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
11/28/16

Gangguan Mental Organik


(termasuk gangguan mental simtomatik)

GMO = Gangguan mental yang berkaitan


dengan penyakit/ gangguan sistemik atau otak
yang dapat didiagnosis sendiri

Termasuk gangguan mental simptomatik


pengaruh terhadap otak merupakan akibat
sekunder dari penyakit/ gangguan sistemik di
luar otak

Gangguan Mental Organik

Gambaran utama :
Gangguan fungsi kognitif
(memory, intellect,
learning)
Gangguan sensorium
(kesadaran, perhatian)
Sindrom dengan
manifestasi menonjol
dalam bidang:
persepsi (halusinasi),
isi pikiran
(waham/delusi),
suasana perasaan dan
emosi (depresi,

Menggunakan 2 kode:
Sindrom
psikopatologik (ex:
demensia)
Gangguan yang
mendasari (ex:
penyakit Alzheimer)

DEMENSIA
Sindrom
akibat
penyakit/gangguan
otak
bersifat kronik-progresif,dimana terdapat :

Gangguan

Luhur
Kortikal
yang
multipel
:
daya ingat,daya pikir, orientasi, daya tangkap,
belajar,bahasa, dan daya nilai.

Kesadaran

Fungsi

Tidak Berkabut

Biasanya disertai hendaya fungsi kognitif, kadang


diawali oleh deterioration dalam pengendalian emosi,
perilaku sosial, atau motivasi.

DEMENSIA

Diagnosa :
daya ingat & daya
pikir hingga
mengganggu kegiatan
harian seseorang
(personal activities of
daily living, seperti:
mandi, berpakaian,
dll)
Tidak ada gangguan
kesadaran
Gejala sudah nyata
paling sedikit 6 bulan

DD:
Gangguan depresif
(F30-F39)
Delirium (F05), F05.1
Delirium, bertumpang
tindih dengan
Demensia
Retardasi Mental
Ringan dan Sedang
(F70-F71)

F00 : (Demensia Pada Penyakit Alzheimer)


F00.0
Demensia pada penyakit Alzheimer dengan
onset dini (< 65 th)
F00.1
Demensia pada penyakit Alzheimer dengan
onset lambat
F00.2
Demensia pada penyakit Alzheimer tipe tak
khas atau tipecampuran
F00.9
Demensia pada Penyakit Alzheimer YTT
(unspecified)

F00: (Demensia Pada Penyakit Alzheimer)

Diagnosa :
Terdapat gejala demensia
Onset bertahap dengan
deteriorasi lambat
Perjalanan Penyakit
LAMBAT
Tidak ada bukti klinis
Tidak ada serangan
Apoplektik mendadak atau
gejala neurologik kerusakan
otak fokal

DD/

Gangguan depresi
Delirium, sindrom amnesik
organik
Retardasi mental

F01 : Demensia Vaskular

Terdiri atas:
demensia vaskular onset akut
demensia multi infark
demensia vaskular subkortikal
demensia vaskular campuran
kortikal dan subkortikal
F01.8 : demensia vaskular lainnya
F01.0 : demensia vaskular YTT

F01.0
F01.1
F01.2
F01.3

:
:
:
:

Diagnosa :
Terdapat gejala demensia
Hendaya Fungsi kognitif biasanya
tidak merata
Suatu onset yang mendadak,
deteriorasi bertahap disertai gejala
neurologis fokal

DD:
Delirium
Demensia Alzheimer
Demensia vaskular+
alzheimer
Perdarahan subdural
Retardasi mental
sedang
dan ringan
Khas:
Riwayat TIA

F02: Demensia pada penyakit lain YDK


Terdiri atas:
F02.0 Demensia
F02.1 Demensia
Jakob
F02.2 Demensia
F02.3 Demensia
F02.4 Demensia
F02.8 Demensia

pada penyakit Pick


pada penyakit Creutzfeldtpada
pada
pada
pada

penyakit
penyakit
penyakit
penyakit

Huntington
Parkinson
HIV
lain YDT YDK

F02.0
Demensia pada Peny.Pick
demensia yg progresif
gambaran atrofi selektif lobus
frontalis
yg menonjol: euforia, emosi
dangkal, perilaku sosial yg kasar,
disinhibisi, apati atau gelisah
manifestasi
gang.perilakugang.daya ingat

F02.2
Demensia pd Penyakit
Huntington
kaitan antara gangguan gerakan
koreiform, demensia, riw.keluarga
gejala koreiform yg involunter
(wajah,tangan,bahu, cara berjalan
yg khas
gejala demensia : gang.fungsi
lobus frontalis

F02.1
Demensia pada
Creutzfeldt_Jakob
demensia yg progresif merusak
penyakit piramidal dan
ekstrapiramidal
EEG khas (trifasik)

F02.3
Demensia pd Peny. Parkinson
gamb.klinik tdk khas

F02.4
Demensia pd Penyakit HIV
Khas: sering lupa, << konsentrasi,
sulit membaca & memecahkan
masalah. Apati, spontanitas turun, dll
PF: tremor, gang,gerakan ulang yg
cepat, gang.keseimbangan, ataxia,
hipertonia, hiperreflek menyeluruh,
gejala pelepasan frontal (+),
gang.gerakan bola mata.

F02.8
Demensia pada penyakit lain YDT YDK
sbg manifestasi atau konsekuensi beberpa macam
kondisi somatik dan cerebral lainnya.

F03 (DEMENSIA YTT)

Kategori ini digunakan bila kriteria umum


untuk diagnosa demensia terpenuhi, tetapi
tidak mungkin diidentifikasi pada salah satu
tipe tertentu. (F00.0-F02.9)

Termasuk:

11/28/16

Demensia prasenil atau senil YTT


Psikosis prasenil atau senil YTT
Demensia degeneratif primer YTT

12

Tata Laksana demensia

Dementia yang reversibel (pd pseudodemensia,hipotiroid, pengaruh obat) harus


mendapatkan perhatian utama dalam pengobatannya.
Mengatasi komorbiditas medik
Pengobatan simtomatik untuk:
Memperbaiki fungsi kognitif :
Coline

esterase inhibtor : donepezil 5-10 mg p./ hari dosis


tunggal dan rivastigmin 2 x 1,5 mg p.o/hari selama 2
minggu, kemudian dosis ditingkatkan sesuai dengan
kbutuhan, dosis max 2x6 mg p.o/hari, dosis maintenance 2 x
(1,5-6 mg) p.o/ hari
Piracetam 3 x 800 mg p.o/ hari selama 6 minggu dosis
maintenance 3 x 400 mg p.o/ hari
11/28/16

13

Tata Laksana demensia


Memperlambat progresivitas penyakit :
Vit E 400-600 mg p.o/ hari
Mengatasi masalah perilaku :

11/28/16

Choline Esterase inhibitor


Anti psikosis
Anticemas
Antikonvulsan
Antidepresan
Dukungan dari caregiver
14

F04
(SINDROM AMNESIK ORGANIK, BUKAN AKIBAT
ALKOHOL, DAN ZAT PSIKOAKTIF LAINNYA)

Diagnosa

Daya ingat jangka pendek, amnesia antegrad &


retrograd, kemampuan daya ingat & mengungkapkan
pengalaman yang telah lalu dalam urutan terbalik
menurut kejadiannya.
Bukti adanya cedera/ penyakit pada otak
Tidak berkurangnya daya ingat segera

DD/
Sindrom organik lain dengan hendaya daya ingat yang
menonjol
Amnesia disosiatif
Berpura-pura atau malingering
Sindrom amnestik akibat alkohol

F05
(DELIRIUM, BUKAN AKIBAT ALKOHOL
DAN ZAT PSIKOAKTIF LAINNYA)

Delirium :
Suatu disfungsi
metabolisme otak
yang menyeluruh
bersifat sementara
dan reversibel,
biasanya terjadi
secara akut
(kadang-kadang
subakut).

Pasien yang beresiko tinggi :


Anak-anak
Lanjut Usia (>60 tahun) yang
biasanya juga menderita
demensia atau komorditas medis
lainnya.
Gangguan pada SSP, seperti CVA,
Parkinson, demensia, tumor otak
Pasca bedah
Luka bakar
Pada keadaan lepas zat pada
penderita ketergantungan zat
psikoaktif
Pernah mengalami delirium
sebelumnya.

F05
(DELIRIUM, BUKAN AKIBAT ALKOHOL DAN ZAT
PSIKOAKTIF LAINNYA).....

Etiologi:
Gangguan sistemik
Gangguan pada otak
Keadaan lepas zat pada penyalahgunaan zat
psikoaktif.
Tanpa etiologi yang tidak jelas
Hipotesis
aktivitas asetilkolin di daerah formatio retikularis
area pengaturan perhatian kewaspadaan dan
keterjagaan (arousal).
Pelepasan dopamin yang >>>
aktivitas serotonergik atau
11/28/16
17

F05
(DELIRIUM, BUKAN AKIBAT ALKOHOL DAN ZAT
PSIKOAKTIF LAINNYA).....

Diagnosa
Gangguan kesadaran dan
perhatian : mengarahkan,
memusatkan, mempertahankan,
mengalihkan perhatian
Gangguan kognitif secara umum
Gangguan psikomotor
Gangguan siklus tidur-bangun
Gangguan emosional
Onset cepat, penyakit hilangtimbul,gejala berlangsung < 6
bulan

11/28/16

DD:
Gangguan psikotik
akut dan
sementara
Sindroma organik
lainnya, dementia
Skizofrenia dalam
keadaan akut
Delirium akibat
alkohol/zat
psikoaktif lain
18

F05.0

: Delirium,tak bertumpang tindih


dengan demensia
F05.1 : Delirium, Bertumpang tindih
dengan demensia
F05.8 : Delirium lainnya
F05.9 : Delirium YTT
Harus membedakan mental organik dengan cross
check dengan pemeriksaan fisik dan hasil lab

F05
(DELIRIUM, BUKAN AKIBAT ALKOHOL DAN ZAT
PSIKOAKTIF LAINNYA)

Tata Laksana
Perlu

kerjasama dengan bidang-bidang lain yang


terkait dengan etiologinya
Mengatasi penyakit organik yang mendasari
segera untuk menyelamatkan nyawa penderita.
Melakukan pemeriksaan sesuai dengan dugaan
etiologi dan segera mengatasi kausanya sedapat
mungkin.
Monitoring dan evaluasik serta terapi untuk
mengatasi gejala-gejala psikiatrik dengan terapi
medikamentosa dan manipulasi lingkungan.
11/28/16

20

F05
(DELIRIUM, BUKAN AKIBAT ALKOHOL DAN ZAT
PSIKOAKTIF LAINNYA)

Tata Laksana
Terapi

Simptomatik :

Haloperidol 0,5-1 mg p.o/iv tiap 4 jam prn


Risperidon 0,5-1 mg p.o tiap 4 jam prn
Lorazepam 0,5-1 mg p.o tiap 4 jam prn. Pemakaian
lorazepam ini khusus pada delirium oleh karena
alkohol atau benzoduazepin withdrawal
Manipulasi

lingkungan :

Ruang yang tidak berisik, terang dan nyaman.


Suasana familiar
Caregiver yang dikenal penderita sangat membantu
Penderita perlu dijaga agar tidak melukai dirinya
sendiri.

11/28/16

21

F06
(GANGGUAN MENTAL LAINNYA AKIBAT
KERUSAKAN DAN DISFUNGSI OTAK DAN
PENYAKIT FISIK)

Diagnosa:
Adanya penyakit /disfungsi otak atau penyakit
fisik sistemik yang berhubungan dengan salah
satu sindrom mental yang tercantum
Ada hubungan waktu antara perkembangan
penyakit yang mendasari dengan timbulnya
sindrom mental
Kesembuhan dari gangguan mental setelah
dihilangkan penyakit yang mendasarinya
Tidak adanya bukti yang mengarah pada
penyebab alternatif dari sindrom mental ini.

F06.0 : halusinasi organik


F06.1 : gangguan katatonik organik
F06.2 : gangguan waham organik ( LirSkizofrenia)
F06.3 : gangguan afektif organik
F06.4 : gangguan cemas (Anxietas) organik
F06.5 : gangguan disosiatif organik
F06.6 : gangguan astenik organik
F06.7 : gangguan kognitif ringan
F06.8 : gangguan mental lain YDT Akibat
kerusakan dan disfungsi otak dan penyakit fisik
F06.9 : gangguan mental YTT Akibat kerusakan
dan disfungsi otak dan penyakit fisik

F07 ( GANGGUAN KEPRIBADIAN dan


PERILAKU AKIBAT PENYAKIT dan
DISFUNGSI OTAK)
F07.0

Gangguan Kepribadian Organik

Diagnosa :
Riwayat

yang jelas dan hasil pemeriksaan


yg menunjukan adanya penyakit,disfungsi
otak
Disertai 2/lebih gambaran berikut:
yang konsisten dlm kemampuan untuk
mempertahankan aktivitas
Perubahan prilaku emosional
Pengungkapan kebutuhan dan keinginan tanpa
mempertimbangkan konsekuensi/kelaziman sosial
Gangguan proses pikir
Kecepatan dan arus pembicaraan berubah
dengan nyata

DD:
Perubahan

kepribadian yang berlangsung lama


setelah mengalami katastrofa
Sindrom pasca-kontusio
Sindrom pasca-ensefalitis
Gangguan kepribadian khas

F07.1

: sindrom pasca ensefalitis


F07.8 : Gangguan kepribadian dan
prilaku organik lain akibat penyakit,
kerusakan, dan disfungsi otak
F07.9 : Gangguan kepribadian dan
perilaku organik YTT akibat penyakit,
kerusakan, dan disfungsi otak.

F09 (GANGGUAN MENTAL ORGANIK


ATAU SIMTOMATIK)
Termasuk

: psikosis organik YTT,


psikosis sitomatik YTT.

TERIMA KASIH

27

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI Direktorat Jendral Pelayanan Medik.


Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di
Indonesia III (PPDGJ III).Depkes RI : 1993.
Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik,
edisi ketiga : 2001.
Agus D. Psikopatologi: Dasar di Dalam Memahami Tanda dan
Gejala dari Suatu Gangguan Jiwa, edisi pertama: 2003.
Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Saock`s Synopsis of
Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry.10th ed.
USA : Lippincat, Williams and Wilkins : 2007.
RS.umum dokter Soetomo. Pedoman Diagnosis danTerapi.
Ed.3.Surabay; 2004.

11/28/16

30