Anda di halaman 1dari 76

Oleh: Imami Arum Tri Rahayu, S.Pd., M.Pd.

METODE
PEMBELAJARAN

Definisi Metode

Metode berasal dari kata meta berarti


melalui, dan hodos jalan. Jadi metode
adalah jalan yang harus dilalui untuk
mencapai suatu tujuan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(1999:767) Metode adalah cara yang telah
teratur dan terpikir baik-baik untuk
mencapai suatu maksud.

Definisi Metode Pembelajaran

Nana Sudjana (2005: 76):


Metode pembelajaran ialah cara yang
dipergunakan guru dalam mengadakan
hubungan dengan siswa pada saat
berlangsungnya pengajaran.
M. Sobri Sutikno (2009: 88):
Metode pembelajaran adalah cara-cara
menyajikan materi pelajaran yang dilakukan
oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran
pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai
tujuan.

Macam-macam Metode
Pembelajaran

Ceramah
Pemberian Tugas
Tanya Jawab
Demonstrasi
Diskusi
Experimen
Karya wisata
Drill/Latihan
Beregu
Project

Metode Ceramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan


atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk
mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang
relatif besar.
Dengan metode ceramah,
guru dapat mendorong
timbulnya inspirasi bagi
pendengarnya.
Guru biasanya belum merasa
puas jika tidak melakukan
ceramah. Seolah-olah jika
tdak ada ceramah tidak ada
proses pembelajaran.

Keunggulan Metode
Ceramah

Ceramah merupakan metode yang murah dan


mudah dilaksanakan.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang
luas.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi
yang perlu ditonjolkan.
Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan
kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan
tanggungjawab guru yang memberikan ceramah.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah
dapat diatur secara lebih sederhana.

Kelemahan Metode
Ceramah

Penguasaan materi oleh siswa terbatas sejauh


apa yang dikuasai guru.
Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan
dapat menyebabkan terjadinya verbalisme.
Guru yang kurang memiliki kemampuan
bertutur yang baik, ceramah sering dianggap
sebagai metode yang membosankan.
Melalaui ceramah sangat sulit untuk
mengetahui apakah seluruh siswa sudah
mengerti apa yang dijelaskan atau belum.

Langkah-langkah Menggunakan
Metode Ceramah
1. Tahap persiapan
a. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Apa yang
harus dikuasai siswa setelah ceramah berakhir.
b. Menentukan pokok-pokok materi yang akan
diceramahkan.
c. Mempersiapkan alat bantu. Alat bantu sangat
diperlukan untuk menghindari kesalahan persepsi
siswa. Misalnya dengan mempersiapkan
transparansi.

Langkah-langkah Menggunakan
Metode Ceramah (lanjutan)
2. Tahap pelaksanaan
a. Pembukaan
. Meyakinkan bahwa siswa memahami tujuan yang akan dicapai.
. Melakukan langkah apersepsi, yaitu menghubungkan materi pelajaran
yang lalu dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
b. Penyajian
. Menjaga kontak mata secara terus menerus dengan siswa. Kontak mata
adalah isyarat dari guru agar siswa mau memperhatikan.
. Menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna oleh siswa.
. Menyajikan materi secara sistematis agar mudah difahami siswa.
. Menanggapi respon siswa dengan segera.
. Menjaga agar kelas tetap kondusif dan menggairahkan untuk belajar.

Langkah-langkah Menggunakan
Metode Ceramah (lanjutan)
c. Penutupan
Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
atau merangkum materi pelajaran yang baru saja
disampaikan.
Merangsang siswa untuk dapat menanggapi atau
memberi semacam ulasan tentang materi
pembelajaran yang telah disampaikan.
Melakukan evaluasi untuk mengetahui
kemampuan siswa menguasai materi
pembelajaran yang baru saja disampaikan.

Metode Pemberian Tugas

Pemberian tugas atau resitrasi adalah terjemahan dari bahasa


inggris to cite yang artinya mengutip,yaitu siswa mengutip atau
mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku
tertentu,lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana
mestinya.
Pengertian lain dari metode resitrasi adalah cara menyajikan
bahan pelajaran dimana guru memberikan sejumlah tugas
terhadap muridnya untuk mempelajari sesuatu ,kemudian mereka
disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang
diberikan oleh guru bisa berbentuk
memperbaikai,memperdalam,mengecek,mencari infomasi atau
menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.

Kelebihan Metode Pemberian


Tugas

Pengetahuan yang diperoleh murid baik dari hasil


belajar,hasil eksperimen atau penyelididikan,bayak
behubungan dengan minat dan berguan untuk hidup
mereka dan akan lebih lama diingat.
Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.
Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok maka
murid dapat saling bekerjasama dan saling membantu.
Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan
keberanian berkreatif,berinisiatif,bertanggung jawab
dan berdiri sendiri.

Kekurangan Metode
Pemberian Tugas

Tugas rumah sering dikerjakan oleh


orang lain,sehingga murid tidak tahu
apa yang harus dikerjakan.
Tugas yang sukar dapat mempengaruhi
ketenangan mental murid.
Sukar memberikan tugas sesuai dengan
perbedaan individual dan murid suka
menyalin pekerjaan teman.

Langkah-langkah Metode
Pemberian Tugas

Merumuskan tujuan khusus dari tugas


yang diberikan.
Pertimbangkan betul-betul apakah
pemilihan teknik pemberian tugas itu
telah tepat untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Merumuskan tugas-tugas dengan jelas
dan mudah dimengerti.

Penggunaan Metode
pemberian Tugas

Suatu pokok bahasan tertentu membutuhkan latihan atau


pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang
melibatkan beberapa sumber belajar.
Ruang lingkup bahan pengajaran terlalu luas, sedangkan
waktunya terbatas. Untuk itu guru perlu memberikan tugas.
Suatu pekerjaan yang menyita waktu banyak, sehingga tidak
mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran di
sekolah.
Apabila guru berhalangan untuk melaksanakan pengajaran,
sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid sangat
banyak. Untuk itu pemberian tugas perlu diberikan melalui
bimbingan guru lain yang menguasai bahan pengajaran yang
dipegang oleh guru yang berhalangan tadi.

Metode Tanya jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara


penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan
mengajukan pertanyaan dan murid menjawab.
Metode ini dimaksudkan untuk meninjau
pelajaran yang lalu agar para murid
memusatkan lagi perhatiannya tentang
sejumlah kemajuan yang telah dicapai
sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran
berikutnya dan untuk merangsang perhatian
murid.

Manfaat Metode Tanya Jawab

Merangsang agar perhatian anak terarah pada


suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan.
Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan
anak didik.
Meninjau atau melihat penguasaan anak didik
terhadap materi/bahan yang telah diajarkan
sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan
materi berikutnya
Melaksanakan ulangan, evaluasi dan
memberikan selingan dalam ceramah

Kelebihan Metode Tanya Jawab

Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid


berpikir aktif.
Sangat positif untuk melatih anak untuk berani
mengemukakan pendapat secara lisan dan
teratur.
Murid yang biasanya malas memperhatikan
menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh
mengikuti pelajaran.
Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi
guru dapat melakukan kontrol terhadap
pemahaman murid.

KelemahanMetode Tanya
Jawab

Terjadi perbedaan pendapat/jawaban


maka akan terjadi perdebatan sengit
sehingga mamakan waktu banyak untuk
menyelesaikan, terkadang murid
mengalahkan pendapat guru.
Kemungkinan timbul penyimpangan dari
pokok persoalan.
Memakan waktu yang lama untuk
merangkum bahan pelajaran.

Metode Diskusi

Diskusi merupakan komunikasi seseorang berbicara satu dengan


yang lain, saling berbagi gagasan dan pendapat.
Menurut Suryosubroto (1997: 179), diskusi adalah suatu percakapan
ilmiah oleh beberapa orang yang bergabung dalam suatu kelompok,
untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersamasama mencari pemacahan
mendapatkan jawaban dan
kebenaran atas suatu
masalah.

Definisi Metode
Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang
peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau
saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah
sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka.
Metode diskusi mendorong
siswa untuk berdialog dan bertukar
pendapat, dengan tujuan agar
siswa dapat terdorong untuk
berpartisipasi secara optimal,
tanpa ada aturan-aturan yang
terlalu keras, namun tetap harus
mengikuti etika yang disepakati
bersama

Metode Diskusi

Menurut hasil penelitian Mc. Keachie-Kulik:


Metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam
pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan
masalah dibandingkan metode ceramah.
Dalam transformasi pengetahuan, penggunaan
metode diskusi hasilnya lambat dibanding
penggunaan ceramah.
Metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan
kuantitas pengetahuan anak dari pada metode
diskusi.

Manfaat Metode Diskusi

memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh


siswa
memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menyalurkan kemampuannya masing-masing
memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah
tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai
membantu para siswa balajar berpikir teoretis dan praktis
lewat berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah
membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan
peranan diri sendiri maupun teman-temannya (orang lain)
mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut

Kegiatan Guru dalam


Pelaksanaan Metode
Diskusi
1.

2.
3.

4.

Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang


akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa
untuk mengemukakan suatu pokok atau problem
yang akan didiskusikan.
Guru menjelaskan tujuan diskusi.
Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya
jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.
Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua
siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.

Kegiatan Guru dalam


Pelaksanaan Metode
Diskusi (lanjutan)
6. Menjaga

suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar


seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang
dikemukakan.
7. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan
berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan
untuk mengeluarkan pendapatnya.
8. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari
pokok/problem.
9. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera
dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat
yang salah.
10.Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur
pembicaraan.

Kegiatan Siswa dalam


Pelaksanaan Metode
Diskusi
1.
2.

3.

4.
5.

Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau


mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.
Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku
sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat
mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.
Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang
diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman
sebangku atau sekelompok.
Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya
terhadap pendapat yang baru dikemukakan.
Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat
yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.

Kegiatan Siswa dalam


Pelaksanaan Metode
Diskusi (lanjuatan)

Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok


lainnya walau berbeda pendapat.
7. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang
saling dikemukakan teman baik setuju maupun
bertentangan.
8. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam
bahasa yang baik dan tepat.
9. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.
10. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam
diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang
benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.
6.

Kelebihan Metode
Diskusi
1.Mendidik

siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.


2.Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari
berbagai sumber data.
3.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem
bersama-sama.
4.Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau
menentang pendapat teman-temannya.
5.Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan,
atau keputusan yang akan atau telah diambil.
6.Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau
mungkin bertentangan sama sekali.
7.Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara saja
tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
8.Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara,
pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.

Kelemahan Metode
Diskusi
1. Tidak

semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya halhal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
2. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.
3. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu
uraian diskusi.
4. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat
sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa
mengemukakan pendapat.
5. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa
yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan
pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk
berbicara.

Langkah- langkah
Pelaksanaan Diskusi

Menyampaikan tujuan dan mengatur


setting
Mengarahkan diskusi
Menyelenggarakan diskusi
Mengakhiri diskusi
Melakukan tanya jawab singkat tentang
proses diskusi itu

Metode Demonstrasi

Metode pembelajaran demonstrasi adalah metode mengajar


dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan
melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui
penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok
bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Menurut Aminuddin
Rasyad (2002: 8) metode
demonstrasi adalah cara
pembelajaran dengan
meragakan, mempertunjukkan
atau memperlihatkan sesuatu
di hadapan murid di kelas atau
di luar kelas.

Metode Demonstrasi

Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah


bilamana seorang guru atau seorang demonstrator
(orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa
memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau
proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci
otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Sangat efektif untuk menolong siswa mencari
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti:
Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses
bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya.

Kelebihan Metode
Demonstrasi

Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme


akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung
memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab
siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat
peristiwa yang terjadi.
Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan
memiliki kesempatan untuk membandingkan antara
teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan
lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Kelemahan Metode
Demonstrasi

Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang,


sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal
sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan
sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses
tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu,
sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat
yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan
pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang
khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di
samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi
guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

Langkah-langkah
Menggunakan Metode
Demonstrasi
a.

Tahap Persiapan
. Merumuskan tujuan yang harus
dicapai oleh siswa setelah proses
demonstrasi berakhir.
. Persiapkan garis besar langkahlangkah demonstrasi yang akan
dilakukan.
. Lakukan uji coba demonstrasi.

Langkah-langkah
Menggunakan Metode
Demonstrasi (lanjutan)
b.

Tahap Pelaksanaan
1) Langkah pembukaan:
.Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua
siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang
didemonstrasikan.
.Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
.Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan
oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat
hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan
demonstrasi.

Langkah-langkah
Menggunakan Metode
Demonstrasi (lanjutan)
2) Langkah

pelaksanaan demonstrasi.
.Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang
merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui
pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga
mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
.Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari
suasana yang menegangkan.
.Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya
demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
.Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif
memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari
proses demonstrasi itu.

Langkah-langkah
Menggunakan Metode
Demonstrasi (lanjutan)

3. Langkah mengakhiri demonstrasi.


Pemberian tugas-tugas tertentu yang ada
kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan
proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini
diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa
memahami proses demonstrasi itu atau tidak.
Guru dan siswa melakukan evaluasi bersama
tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk
perbaikan selanjutnya.

Hal-hal yang harus


diperhatikan Selama
Pelaksanaan Demonstrasi

Keterangan-keterangan dapat didengar


dengan jelas oleh siswa.
Alat-alat telah ditempatkan pada posisi
yang baik, sehingga setiap siswa dapat
melihat dengan jelas.
Telah disarankan kepada siswa untuk
membuat catatan-catatan seperlunya.

Metode
Eksperimental

Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara


pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan
aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan
sendiri suatu yang dipelajarinya.
Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk
mengalami sendiri atau
melakukan sendiri dengan
mengikuti suatu proses,
mengamati suatu obyek,
menganalisis, membuktikan
dan menarik kesimpulan
sendiri tentang obyek yang
dipelajarinya.

Tujuan Metode Eksperimental


Dengan menggunakan metode eksperimen
murid diharapkan:
Ikut aktif mengambil bagian dalam kegiatankegiatan belajar untuk dirinya
Murid belajar menguji hipotesis dan tidak
tergesa-gesa mengambil kesimpulan, ia
berlatih berpikir ilmiah
Mengenal berbagai alat untuk melakukan
eksperimen dan memiliki keterampilan
menggunakan alat-alat tersebut.

Agar pelaksanaan
eksperimen dapat berjalan
lancar maka:

Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan


dilaksanakan murid
Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang
dipergunakan
Perlu memperhitungkan tempat dan waktu
Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid
Guru membicarakan masalah yang akan yang akan dijadikan
eksperimen
Membagi kertas kerja kepada murid
Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru
Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila
dianggap perlu didiskusikan secara klasikal.

Keunggulan Metode
Eksperimen
1.Dengan

eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah


dalam menghadapi segala masalah. Sehingga tidak mudah
percaya kepada sesuatu yang belum pasti kebenarannya dan
tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan
kebenarannya.
2.Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, karena hal itulah yang
sangat diharapkan dalam dunia pendidikan modern. Dimana
siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.
3.Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen disamping
memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman
praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat percobaan.

Keunggulan Metode
Eksperimen (lanjutan)
4.

5.

Dengan eksperimen siswa membuktikan


sendiri kebenaran suatu teori, sehingga akan
mengubah sikap mereka yang tahayul, ialah
peristiwa yang tidak masuk akal.
Dengan metode ini akan terbina manusia
yang dapat membawa terobosan-terobosan
baru dengan penemuan sebagai hasil
percobaan yang diharapkan dapat
bermanfaat bagi kesejahteraan hidup
manusia.

Kekurangan Metode
Eksperimen

Tidak tersedianya alat-alat yang cukup


mengakibatkan tidak setiap anak didik
berkesempatan mengadakan
eksperimen
Jika eksperimen memerlukan jangka
waktu yang lama anak didik harus
menanti untuk melanjutkan pelajaran.
Metode ini lebih sesuai untuk menyikapi
bidang-bidang ilmu dan teknologi

Prosedur Metode
Eksperimen

Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksperimen, mereka


harus memahami masalah-masalah yang akan dibuktikan melalui
eksperimen.
Perlu dijelaskan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan
yang akan digunakan dalam percobaan, agar tidak mengalami
kegagalan siswa perlu mengetahui variabel yang harus dikontrol ketat,
siswa juga perlu memperhatikan urutan yang akan ditempuh sewaktu
eksperimen berlangsung.
Selama proses eksperimen berlangsung, guru harus mengawasi
pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang
menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.
Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian
siswa, mendiskusikannya dikelas dan mengevalusi dengan tes atau
sekedar tanya jawab.

Langkah- langkah
Metode Eksperimen:
1. Persiapan Eksperimen
Menentapkan tujuan eksperimen
Mempersiapkan berbagai alat atau bahan yang diperlukan
Mempersiapkan tempat eksperimen
Mempertimbangkan jumlah siswa dengan alat atau bahan yang ada
serta daya tampung eksperimen
Mempertimbangkan apakah dilaksanakan sekaligus (serentak seluruh
siswa atau secara bergiliran)
Perhatikan masalah keamanan dan kesehatan agar dapat
memperkecil atau menghindari risiko yang merugikan dan berbahagia.
Berikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan
tahapa-tahapan yang harus dilakukan siswa, yang termasuk dilarang
atau membahayakan.

Langkah- langkah Metode


Eksperimen (lanjutan)
2. Pelaksanaan Eksperimen
Siswa memulai percobaan, pada saat siswa
melakukan percobaan, guru mendekati untuk
mengamati proses percobaan dan memberikan
dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan
yang dihadapi sehingga eksperimen tersebut dapat
diselesaikan dan berhasil.
Selama eksperimen berlangsung, guru hendaknya
memperhatikan situasi secara keseluruhan sehingga
apabila terjadi hal-hal yang menghambat dapat
segera terselesaikan.

Langkah- langkah Metode


Eksperimen (lanjutan)
3. Tindak lanjut Eksperimen
Siswa mengumpulkan laporan
eksperimen untuk diperiksa guru.
Mendiskusikan masalah-masalah
yang ditemukan selama eksperimen,
memeriksa dan menyimpan kembali
segala bahan dan peralatan yang
digunakan.

Metode Study Tour (Karya


Wisata)

Metode study tour (karya wisata) adalah metode


mengajar dengan mengajak peserta didik
mengunjungi suatu objek guna memperluas
pengetahuan dan selanjutnya
peserta didik membuat laporan
dan mendiskusikan serta
membukukan hasil kunjungan
tersebut dengan didampingi
oleh pendidik.

Kelebihan Metode
Karyawisata

Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern


yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam
pengajaran.
Membuat bahan yang dipelajari di sekolah lebih relevan
dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di
masyarakat.
Pengajaran dapat lebih merangsang kreatifitas anak
Dapat menjawab masalah atau pertanyaan sekaligus
selama di lapangan dengan mempertanyakan,
mengamati, mencatat, menyimpulkan dan lain-lain
terhadap hal-hal yang belum/kurang dipahami

Kelebihan Metode
Karyawisata (lanjutan)

Siswa dapat mempraktekkan hasil karyawisata/hasil


kunjungannya.
Sebagai selingan yang menyenangkan yang dapat
menimbulkan semangat baru untuk belajar dengan
sungguh-sungguh
Menimbulkan cakrawala pikir/ harizon yang luas dan intuisif
Siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana
proses pembuatan / merakit mobil, merancang/menenun
pakaian yang indah, dan bagaimana kehidupan binatang di
kebun binatang yang kadang-kadang jarang mereka temui
di kelas.

Kekurangan Metode
Karyawisata

Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak


Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas
daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya
terabaikan
Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap
gerak-gerik anak didik di lapangan
Biayanya cukup mahal
Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas
kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik,
terutama karyawisata jangka panjang dan jauh
Dari segi perencanaan dan pelaksanaannya, metode karya
wisata ini memakan waktu yang cukup lama/panjang

Langkah-Langkah
Pelaksanaan Metode
Karyawisata :

Merumuskan tujuan yang hendak dicapai secara


matang
2. Dapat mempertimbangkan segi untung rugi serta
manfaat karya wisata dilaksanakan
3. Jika karyawisata menuju tempat-tempat pabrik, ke
suatu percetakan, musuam bersejarah dan ke panti
asuhan biasanya diadakan terlebih dahulu kontak /
hubungan dengan pimpinan instansi bersagkutan, dan
menetapkan waktu pelaksanaannya
4. Mempersiapkan segala perangkat/peralatan yang
diperlukan dalam perjalanan
1.

Langkah-Langkah
Pelaksanaan Metode
Karyawisata (lanjutan)
5. Bila

diperlukan bentuklah tim panitia pelaksana karya wisata.


Yang bertugas mengkoordinir dan bertanggung jawab penuh
terhadap pelaksanaan karyawisata dan keamanan
6. Membuat tata tertib yang harus ditaati, merencanakan waktu
yang tepat, rencana biaya dan sebagainya jauh-jauh hari
sebelumnya
7. Mendiskusikan hasil karyawisata, serta merumuskan follow
up dari hasil karya wisata. Misalnya dengan membuat
laporan dan karangan ilmiah
8. Perli berhati-hati agar pelaksanaan metode ini tidak hanya
merupakan pikink belaka

Metode Latihan Keterampilan

Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu


metode mengajar dengan memberikan pelatihan
keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan
mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk
melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat
sesuatu (misal: membuat tas dari mute).
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar,
dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk
melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara
menggunakannya, untuk apadibuat, apa manfaatnya dan
sebagainya.
Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk
kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.

Macam-Macam
Metode Drill

Teknik Inquiry (kerja kelompok), teknik ini dilakukan dengan cara


mengajar sekelompok anak didik untuk bekerja sama dan
memecahakan masalah dengan cara mengerjakan tugas yang
diberikan.
Teknik Discovery (penemuan), dilakukan dengan melibatkan anak
didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, diskusi.
Teknik Micro Teaching, digunakan untuk mempersiapkan diri anak
didik sebagai calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar di
depan kelas dengan memperoleh nilai tambah atau pengetahuan,
kecakapan dan sikap sebagai guru.
Teknik Modul Belajar, digunakan dengan cara mengajar anak didik
melalui paket belajar berdasarkan performan (kompetensi).
Teknik Belajar Mandiri, dilakukan dengan cara menyuruh anak didik
agar belajar sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Tujuan Penggunaan Metode


Drill

Memiliki kemampuan motoris/gerak,


seperti menghafalakan kata-kata,
menulis, mempergunakan alat.
Mengembangkan kecakapan intelek,
seperti mengalikan, membagi,
menjumlahkan.
Memiliki kemampuan menghubungkan
antara sesuatu keadaan dengan yang
lain.

Kelebihan Metode Latihan

Peserta didik memperoleh kecakapan motoris, contohnya menulis,


melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
Peserta didik memperoleh kecakapan mental, contohnya dalam perkalian,
penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan
sebagainya.
Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan
pelaksanaan.
Peserta didik memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan
sesuatu sesuai dengan yang dipelajarinya.
Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa peserta didik yang berhasil
dalam belajar telah memiliki suatu keterampilan khusus yang berguna kelak
dikemudian hari.
Guru lebih mudah mengontrol dan membedakan mana peserta didik yang
disiplin dalam belajarnya dan mana yang kurang dengan memperhatikan
tindakan dan perbuatan peserta didik saat berlangsungnya pengajaran.

Kelemahan Metode
Latihan

Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih
banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari
pengertian.
Dapat menimbulkan verbalisme, terutama pengajaran yang bersifat
menghapal. Dimana peserta didik dilatih untuk dapat menguasai bahan
pelajaran secara hapalan dan secara otomatis mengingatkannya bila
ada pertanyaan yang berkenaan dengan hapalan tersebut tanpa suatu
proses berfikir secara logis.
Membentuk kebiasaan yang kaku, artinya seolah-olah peserta didik
melakukan sesuatu secara mekanis, dalam dalam memberikan
stimulus peserta didik bertindak secara otomatis.
Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan, dimana
peserta didik menyelesaikan tugas secara statis sesuai dengan apa
yang diinginkan oleh guru.

Usaha Mengatasi
Kelemahan Metode Latihan

Metode ini hendaknya digunakan untuk melatih hal-hal yang


bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan grafik,
kesenian dsb.
Sebelum latihan dimulai, pelajar hendaknya diberi pengertian
yang mendalam tentang apa yang akan dilatih dan kompetensi
apa saja yang harus dikuasai.
Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis.
Kalau pada latihan pertama, pelajar tidak berhasil, maka guru
harus mengadakan perbaikan, lalu penyempurnaan.
Latihan harus menarik minat dan menyenangkan serta
menjauhkan dari hal-hal yang bersifat keterpaksaan.
Sifat latihan, yang pertama bersifat ketepatan kemudian
kecepatan, yang keduanya harus dimiliki oleh peserta didik.

Tahapan dalam Metode


Latihan Keterampilan:
1) Tahap persiapan
Guru memberikan gambaran antara
materi yang akan di pelajari dengan
pengetahuan yang sudah di miliki oleh
siswa tersebut.
Guru menyampaikan tujuan-tujuan yang
hendak di capai dari pembelajaran ini.
Guru memberikan motivasi agar siswa
memahami materi yang akan diberikan.

Tahapan dalam Metode


Latihan Keterampilan
(lanjutan)
2) Tahap

pelaksanaan
.Langkah pertama adalah sebelum latihan
dilaksanakan, siswa harus diberi penjelasan
mengenai arti atau manfaat dan tujuan dari
latihan tersebut.
.Latihan hendaknya dilakukan secara bertahap,
dimulai dari yang sederhana kemudian ke taraf
yang lebih kompleks atau sulit.
.Prinsip-prinsip dasar pengerjaan latihan
hendaknya telah diberikan kepada anak.

Tahapan dalam Metode


Latihan Keterampilan
(lanjutan)
Selama

latihan berlangsung, Guru


memperhatikan bagian-bagian mana yang
sebagian besar anak-anak dirasakan sulit.
Latihlah bagian-bagian yang dipandang sulit itu
lebih intensif, guru harus memberikan
penjelasan kembali tentang materi yang
dianggap sulit oleh siswa tersebut serta
menambah kuantitas latihan soal-soal sehingga
siswa bisa lebih memahami materi tersebut.

Tahapan dalam Metode


Latihan Keterampilan
(lanjutan)

Perbedaan individual anak perlu diperhatikan. Pada


dasarnya karakteristik siswa berbeda-beda,
sehingga guru harus bisa membedakan mana
siswa yang cepat menyerap materi dan mana siswa
yang agak lambat dalam menyerap materi.
Sehingga guru harus melakukan perlakuan yang
berbeda pula. Guru bisa memberikan penjelasan
berulang-ulang dan juga lebih mengintensifkan
siswa yang agak lambat ini umtuk sesering
mungkin melakukan latihan-latihan soal.
Jika suatu latihan telah dikuasai anak-anak, taraf
berikutnya adalah aplikasi

Tahapan dalam Metode


Latihan Keterampilan
(lanjutan)

Evaluasi
Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
kemampuan siswa.
Evaluasi ini sebaiknya dilakukan setiap akhir pertemuan,
dengan cara siswa harus mengumpulkan hasil latihan-latihan
soal yang telah dikerjakan sehingga guru dapat mengecek pada
bagian mana saja siswa mengalami kesulitan dan guru bisa
membahasnya kembali pada pertemuan minggu berikutnya.
Pemberian tugas untuk siswa juga dapat dikatakan evaluasi,
jadi setiap satu pokok bahasan selesai, guru memberikan tugas
untuk siswanya, supaya siswa-siswa dapat lebih memahami
materi.

Metode Pengajaran
Beregu

Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode


mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang
yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya
salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator.
Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal,
kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap
siswa yang diuji harus langsung berhadapan
dengan team pendidik tersebut

Tahapan Strategi
Pembelajaran Metode Team
Teaching

1. Tahap Awal
Perencanaan pembelajaran disusun
secara bersama
Metode pembelajaran disusun bersama
Partner team teaching memahami
materi dan isi pembelajaran yang akan
diajarkan
Pembagian peran dan tanggung jawab
secara jelas serta adil

Tahapan Strategi
Pembelajaran Metode Team
Teaching

2. Tahap Inti
Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran
penuh, dan satu orang sebagai pengawas dan pembantu
team.
Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam
pelajaran, dalam hal ini berarti tugas sebagai pemateri dibagi
dua dalam dua jam pelajaran yang ada.
Bisa juga divareasi secara bergantian sesuai dengan
kesepakatan dari perencanaan pembelajaran. Yang jelas saat
satu guru bertindak sebagai pemateri, maka guru yang
satunya atau yang lainnya bertindak sebagai pengawas atau
membantu siswa yang sedang kesulitan relajar.

Tahapan Strategi
Pembelajaran Metode Team
Teaching

3. Tahap Evaluasi
Evaluasi Guru, evaluasi guru selama proses
pembelajaran dilakukan oleh partner team setelah jam
pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan oleh masingmasing partner dengan cara memberi kritikan-kritikan
dan saran yang membangun untuk perbaikan proses
pembelajaran selanjutnya.
Evaluasi Siswa, evaluasi siswa dalam hal ini mencakup
pembuatan soal evaluasi dan merencanakan metode
evaluasi, yang semuanya dilakukan secara bersamasama oleh guru Team Teaching.

Project Method
Project work adalah model pembelajaran
yang mengarahkan peserta didik pada
prosedur kerja yang sistematis dan standar
untuk membuat atau menyelesaikan suatu
produk (barang atau jasa), melalui proses
produksi/pekerjaan yang sesungguhnya.
Model pembelajaran project work sering
digunakan untuk program pembelajaran
produktif.

Langkah-langkah Project
Method
Guru menyampaikan:

Tujuan pembelajaran yang akan dicapai


Strategi pembelajaran dengan pendekatan project work
Alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta.
Ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari
oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa
Menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi
sesuai dengan judul project work
Memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan
memanfaatkan lembar bimbingan.

Langkah-langkah Project
Method
Peserta didik
Memilih salah satu judul/nama produk/jasa. Dan menyusun rencana
Project Work sesuai dengan judul yang dipilih.
Melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah
direncanakan. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang
telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan
guru.
Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi
yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan
diorganisasi dalam bentuk portofolio.
Mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio.
Melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/ penyajian/
display).
Menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh.

Metode Kerja Lapangan

Metode kerja lapangan merupakan suatu


cara mengajar yang bertujuan
memberikan pengalaman kerja nyata bagi
anak didik diluarkelas (dimana saja bisa).
Secara pedagogis ini merupakan latihan
untuk membiasakan anak didik dengan
suatu kegiatan ilmiah dan melatih mereka
agar selalu berinteraksi dengan
lingkungan sosialnya.

Kelebihan Kerja
Lapangan

Kemungkinan siswa melihat kegiatan secara


langsung.
Siswa akhirnya akan mendapatkan pengalaman baru
yang lebih mampu menjawab permasalahan dengan
jalan melihat, mendengar mencoba, membuktikan
secara langsung,dan ini tak pernah mengenal akta
final.
Siswa lwbih mudah mengangkap pelajaran karena
ditempuh dengan langsung bertanya (wawancara)
dengan tutor ataupun staf ahli.
Dengan metode ini memungkinkan menggabungkan
beberapa mata pelajaran .

Kekurangan Kerja
Lapangan

Siswa yang mempunyai kemampuan


kurang akan semakin jauh tertinggal.
Diluar pendidikan kejuruan,dengan
metode ini siswa mustahil untuk
mendapatkan /memperoleh pengalaman
yang mendalam.