Anda di halaman 1dari 27

EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL

JALAN DIPONEGORO - JALAN BIMA


KABUPATEN KLATEN

TEGUH PAMUNGKAS
PEMBIMBING :
SLAMET JAUHARI .L. ST, MT

I 8213030

PRESENTASI TUGAS AKHIR


SENIN, 17 OKTOBER 20116

LATAR BELAKANG
Kota Klaten merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan
penduduk yang cukup tinggi. Saat ini, kota Klaten merupakan daerah
pusat perdagangan dan perindustrian terbesar di Jawa Tengah. Hal itu
terbukti dengan adanya fasilitas-fasilitas yang menunjang seluruh
keegiatan yang meliputi sarana dan prasarana transportasi. Tetapi pada
kenyataannya perkembangan kota Klaten belum sepenuhnya
diimbangi dengan peningkatan prasarana transportasi yang
mengakibatkan pergerakan arus lalu lintas kurang optimal. Hal itu
terbukti dengan sering terjadinya kemacetan arus lalu lintas pada harihari tertentu terutama pada jam-jam sibuk.

RUMUSAN MASALAH
1) Seberapa Besar nilai tingkat kinerja Simpang
Tiga Gumulan menurut MKJI 1997 yaitu
dengan tundaan, derajat kejenuhan (ds).
2) Bagaimana Kinerja simpang tak bersinyal
Gumulan jika diubah menjadi simpang
bersinyal menurut MKJI 1997.
3) Seberapa Besar Rencana Anggaran Biaya
(RAB).
4) Berapa lama jadwal pelaksanaan.

LOKASI SIMPANG
Lokasi Simpang Tiga
Jl. Diponegoro Jl. Bima,
Klaten
Jln.
Diponegoro

Jln.
Bima

RUANG LINGKUP TUGAS AKHIR


1) Lokasi survei adalah Simpang Tiga tak bersinyal Gumulan.
2) Pelaksanaan waktu survei pada jam puncak ( pagi, siang dan sore ).
3) Kendaraan yang diamati adalah kendaraan berat, kendaraan ringan,
sepeda motor dan kendaraan tak bermotor.
4) Pada perhitungan simpang tak bersinyal, yang dihitung yaitu
kapasitas, tundaan, derajat kejenuhan (ds), dan peluang antrian.
5) Pada perhitungan simpang bersinyal, yang dihitung adalah kapasitas,
panjang antrian (Que Length/QL), jumlah kendaraan terhenti
(Number of Stoped Vehicle/ Nsv), dan tundaan (Delay/D).

TUJUAN PENELITIAN
1) Mengetahui kinerja simpang Tiga tak bersinyal Gumulan meliputi
tundaan, derajat kejenuhan (ds), dan Peluang antrian dengan
menggunakan MKJI 1997..
2) Menghitung Kinerja Simpang Tiga Gumulan ketika di buat simpang
bersinyal sesuai MKJI 1997.
3) Menghitung RAB
4) Menghitung time schedule.

MANFAAT PENELITIAN
1) Mengetahui tingkat kinerja simpang tak bersinyal Gumulan dan di ubah
menjadi simpang bersinyal.
2) Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai rekayasa lalu
lintas khususnya yang berkaitan dengan kinerja simpang bersinyal dan tak
bersinyal.
3) Memberikan informasi tentang cara menghitung tingkat kinerja suatu simpang
tak bersinyal Gumulan dengan menggunakan metode MKJI 1997 dan lebih baik
sehingga memberikan saran perbaikan yang sesuai.
4) Dapat Memperkirakan RAB pembuatan dari simpang tak bersinyal menjadi
simpang bersinyal.
5) Dapat Memperkirakan Lama Pekerjaan pembuatan dari simpang tak bersinyal
menjadi simpang bersinyal.

METODE
Metode penelitian ini menggunakan survey dan observasi langsung di
lapangan untuk mendapatkan data masukan dan lalu dihitung untuk
mendapatkan hasil kinerja yang diinginkan. Survei digunakan dengan
menggunakan teknik manual dalam pengamatan dan pengambilan data
di lapangan. Analisis menggunakan teknik perhitungan metode MKJI
1997 secara manual.

PELAKSANAAN DAN PENGAMATAN


SURVEI GEOMETRI

SURVEI
PENDAHULUAN

SURVEI ARUS LALU


LINTAS

Dilaksananakan pada hari Selasa, 1 Maret


2016, Pukul 23.00 WIB

Untuk menentukan lokasi surveyor


yang aman dan nyaman
Penentuan jam pelaksanaan
Penentuan jumlah surveyor
Pengecekan formulir survai
Menyiapkan Formulir survai
Pencatatan setiap interval 15 menit
Jumlah kend. yang diamati langsung
dicatat pada formulir

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


DATA SURVEI GEOMETRIK SIMPANG
NAMA JALAN

LEBAR JALAN
(m)

JUMLAH LAJUR

LEBAR
MEDIAN
(m)

TIPE
LINGKUNGAN

Jln. Diponegoro
(Utara)

10

RES

Jln. Diponegoro
(Barat)

10

COM

Jln. Bima
(Timur)

COM

H
TO
N
cO

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

Rekapitulasi Pencacahan Arus Lalu Lintas Pendekat utara Simpang Gumulan Klaten pagi Pukul 06.00 08.30

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


Rekapitulasi Pencacahan Arus Lalu Lintas Pendekat utara Simpang Gumulan Klaten pagi Pukul 06.00 08.30

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


Penentuan jam sibuk pagi Simpang Tiga Tak Bersinyal Jalan Diponeoro Jalan Bima (smp/jam)

JAM SIBUK

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


Contoh Perhitungan Formulir USIG 1 Pada Jam Survai Pagi

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN


Contoh Perhitungan Formulir USIG 2 Pada Jam Survai Pagi

Rekapitulasi Perhitungan USIG II pada Jam Puncak Pagi, Siang, dan Sore

Dari tabel diatas didapat DS tertinggi pada jam puncak pagi yaitu sebesar 0,95 Jadi pada
perhitungan selanjutnya digunakan data jam puncak pagi.

ALTERNATIF PENANGANAN

KONDISI EKSITING
SIMPANG TAK BERSINYAL

SIMPANG BERSINYAL
KONDISI GEOMETRIK EKSITING
CYCLE TIME OPTIMAL

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

Dari hasil diatas maka digunakan alternatif dengan pemberian sinyal 2 fase karena
memiliki derajat kejenuhan yang paling rendah yaitu :
DS Utara = 0,512
DS Barat = 0,800
DS Timur = 0,800

TIME SCHEDULE

Dari hasil perhitungan untuk Simpang Tiga tak Bersinyal Jalan Diponeoro Jalan Bima Kota Klaten pada
kondisi eksising (Tahun 2016), didapat nilai :
DS jam puncak pagi

= 0,95

DS jam puncak siang

= 0,91

DS jam puncak sore

= 0,89

Untuk meningkatkan kinerja pada simpang tersebut direncanakan menjadi simpang bersinyal 2 Fase
DS Pendekat Utara = 0,512 DS Pendekat Timur = 0,800
DS Pendekat Barat

= 0,800

Biaya untuk pemasangan traffic light pada simpang Tiga Jalan Diponegoro Jalan Bima Kota Bima sebesar
Rp 261.045.363,54 (Dua Ratus Enam Puluh Satu Juta Empat Puluh Lima Ribu Tiga Ratus Enam Puluh Tiga
Koma Lima Puluh Empat Rupiah) dengan waktu pelaksanaan selama 16 hari ( Kurang Lebih 3 Minggu).

PERHITUNGAN DAN
PEMBAHASAN

Pendekat Barat

Pendekat Timur

Pendekat Utara

Anda mungkin juga menyukai