Anda di halaman 1dari 37

Case Report

Session

Uretritis Gonore
Oleh:
ELSA GIATRI
1110313060
Preseptor :
dr. Rina Gustia, Sp. KK, FINSDV, FAADV

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Uretritis gonore
merupakan
penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh kuman
neisseria
gonorrhoeae

dimana manusia
merupakan satusatunya penjamu
( host ) dengan
manifestasi berupa
keradangan pada
saluran kencing
bagian depan
(uretra ).

EPIDEMIOLOGI
WHO memperkirakan bahwa tidak kurang dari 25 juta
kasus baru ditemukan setiap tahun di seluruh dunia.

Angka tertinggi pada wanita dari semua ras adalah


kelompok usia 15 sampai 19 tahun. Prevalensi gonore
selama kehamilan bervariasi, tetapi dapat mencapai
7% dan mencerminkan status resiko populasi
Faktor resiko antara lain adalah lajang, remaja,
kemiskinan, terbukti menyalahgunakan obat, prostitusi,
penyakit menular seksual lain dan tidak adanya
perawatan prenatal.

ETIOLOGI
Kuman ini tidak
dapat bertahan
hidup pada suhu
39 derajat Celcius,
pada keadaan
kering dan tidak
tahan terhadap
zat disinfektan

tahan asam,
gram negatif,
dan dapat
ditemui baik
di dalam
maupun di
luar leukosit

Neisseri
a
gonorrh
oeae

Gonokok
termasuk
golongan
diplokokus
berbentuk
biji kopi

0,8 u
dan
pajang
1,6 u.

PATOGENESIS
Gonococci menyerang membran
selaput lendir dari saluran
genitourinaria, mata, rectum dan
tenggorokan, menghasilkan nanah
yang akut yang mengarah ke
invaginasi jaringan, hal yang diikuti
dengan inflamasi kronis dan
fibrosis. Pada pria, biasanya terjadi
peradangan uretra ( uretritis ),
nanah berwarna kuning dan kental,
disertai rasa sakit ketika kencing.

GAMBARAN KLINIS
PRIA
masa tunas singkat : 2-5
hari
Gejala: rasa gatal, disuria,
polakisuria, keluar duh
tubuh mukopurulen dari
ujung uretra yang kadangkadang dapat disertai darah
dan rasa nyeri pada saat
ereksi.
Pada pemeriksaan orifisium
uretra eksternum tampak
kemerahan, edema,
ekstropion dan pasien
merasa panas.
pembesaran KGB inguinal
unilateral maupun bilateral

WANITA
masa tunas lebih lama
( berbulan-bulan)
Gejala : asimptomatik,
kadang hanya keputihan
saja.
wanita seringkali menjadi
carrier dan akan menjadi
sumber penularan yang
tersembunyi.

PADA BAYI : KONJUNGTIVITIS


GONORE

DIAGNOSIS

TATALAKSANA
Pada dasarnya pengobatan uretritis baru diberikan
setelah diagnosa ditegakkan. Fasilitas untuk
menegakkan diagnosis penyebab uretritis secara
pasti pada suatu daerah kadang-kadang belum
tersedia, sehingga diagnosis dengan
mengandalkan tanda-tanda klinis atau dengan
pendekatan sindrom masih dipandang sangat
efektif. Obat-obat yang digunakan sebagai terapi
uretritis tergantung beberapa faktor:
- Pola resistensi menurut area geografi maupun
sub populasi
- Obat-obatan yang tersedia
- Efektivitas yang dikaitkan dengan harga obat

TATALAKSANA

TATALAKSANA

KOMPLIKASI
Penyulit uretritis bisa terjadi
apabila tidak secepatnya
mendapat pengobatan atau
telah mendapatkan yang
kurang adekuat.

Penyulit lokal pada laki-laki :


tysonitis, cystitis, vesiculitis,
parauretritis, cowperitis,
deferenitis, littritis,
prostatitis, epidydimitis,
infertile. Pada wanita :
skenitis, bartholinitis,
cystitis, salpingitis, proctitis,
PID, infertilitas

Penyulit ekstra genital :


orofaringitis. konjungtivitis Penyulit disseminated :
arthritis, myocarditis,
endocarditis, pericarditis,
meningitis

PROGNOSIS
Sebagian besar infeksi gonore
memberikan respons yang cepat
terhadap pengobatan dengan
antibiotik. Prognosis baik jika diobati
dengan cepat dan lengkap.

ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. Rino
Umur : 24 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Jln. Steba no 12 Padang
Bangsa : Indonesia
Suku Bangsa : Minangkabau
Agama : Islam
Pekerjaan : Supir truk
Status : Sudah Menikah
No telp : 08126770057

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Keluar nanah dari kemaluan dan terasa nyeri
saat buang air kecil sejak 3 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang:
Keluar nanah dari kemaluan dan terasa nyeri
saat buang air kecil dirasakan sejak 3 hari yang
lalu. Nyeri semakin jelas dirasakan saat pasien
ereksi di pagi hari. Cairan nanah bewarna putih
kekuningan, kental, dan keluar banyak saat
bangun tidur pada pagi hari.

ANAMNESIS
Awalnya keluhan ini muncul 4 hari setelah melakukan
hubungan seksual dengan pekerja seks komersial.
Hubungan seksual dilakukan secara genito-genital, orogenital, dan mano-genital.
Pasien tidak memakai kondom, dan pasien mengetahui
pasangannya tersebut pernah berhubungan seksual
sebelumnya dengan orang lain.
Pasien sudah menikah, terakhir berhubungan dengan
istri pasien 3 minggu yang lalu. Istri pasien tidak
mempunyai keluhan yang sama seperti pasien ataupun
keluhan berupa keputihan. Saat melakukan hubungan
seksual tersebut pasien tidak memakai alat kontrasepsi
(kondom).

ANAMNESIS
Pasien tidak pernah berhubungan seksual
dengan sesama jenis.
Keluhan frekuensi kencing lebih sering tidak
ada.
Keluhan nyeri, merah, dan bengkak pada
bagian lain pada alat kelamin pasien tidak ada.
Riwayat pemakaian obat lama dan obat yang
pertama kali dipakai tidak ada. Alergi obat
tidak ada, riwayat alergi makanan tidak ada,
riwayat asma tidak ada.

ANAMNESIS
Riwayat Dahulu dan pengobatan:
Pasien sebelumnya juga pernah melakukan
hubungan seksual dengan pekerja seks
komersial 6 bulan yang lalu. Beberapa hari
setelah itu pasien mengeluhkan keluhan yang
sama, yaitu nyeri kencing saat buang air kecil
dan keluar nanah yang banyak saat bangun
tidur dipagi hari. Pasien berobat ke dokter dan
mendapatkan obat yang disuntik di bokong
sebanyak 1 kali.
Tidak ada riwayat penyakit tukak pada kelamin

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Keluarga/Atopi :
Riwayat keluarga yang sakit seperti ini
tidak ada
Riwayat keluarga yang menderita HIV /
AIDS tidak ada
Riwayat alergi di keluarga tidak ada
Riwayat alergi makanan ataupun obat
sebelumnya tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalisata
Keadaan umum : Tidak tampak sakit
Kesadaran : Compos mentis kooperatif
Status Gizi : normoweight
Nadi : 86 x/menit
Nafas : 20 x/menit
Tekanan Darah : 130/80 mmHg
Suhu : 37,5
Berat badan : 55 kg
Tinggi badan : 165 cm
IMT : 22,89

PEMERIKSAAN FISIK
Rambut : Tidak mudah rontok
Mata : Tidak dilakukan pemeriksaan
Thoraks : Tidak dilakukan pemeriksaan,
diharapkan dalam batas normal
Abdomen : Tidak dilakukan pemeriksaan,
diharapkan dalam batas normal
Ekstremitas : Tidak ditemukan kelainan,
diharapkan dalam batas normal

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN FISIK

INSPEKSI
pubis : udem (-), eritem (-), vegetasi (-), ulkus/ erosi (-)
Penis : udem (-), eritem (-), vegetasi (-), ulkus/ erosi (-)
Skrotum: udem (-), eritem (-), vegetasi (-), ulkus/ erosi (-)
Muara uretra eksterna : udem (-), eritem (+), ektropion
(-), cairan (+) kental
warna putih kekuningan, jumlah
sedikit, vegetasi (-), ulkus (-) erosi (+)
Perineum : udem (-), eritem (-), vegetasi (-), ulkus/ erosi
(-)
Perianal : udem (-), eritem (-), vegetasi (-), ulkus/ erosi (-)

PEMERIKSAAN FISIK
PALPASI
KBG inguinal medial : tidak terdapat
pembesaran kgb inguinal medial sinistra et
dextra, tidak nyeri.
Skrotum : tidak teraba pembesaran
Kelainan Selaput : Tidak ditemukan
kelainan.
Kelainan Kuku : Tidak ditemukan kelainan.
Kelainan Rambut : Tidak ditemukan
kelainan.

Diagnosis Kerja

Uretritis gonoroe akut non


komplikata

Diagnosis Banding

Uretritis non spesifik

PEMERIKSAAN RUTIN
Pemeriksaan Gram
Pemeriksaan
pewarnaan
gram
PMN
100-150 / LP,
gram
negative,
diplokokus
intrasel.

PEMERIKSAAN ANJURAN
Kultur dan sensitivitas kuman

RESUME
Seorang pasein Tn. Rino, laki-laki, 24 tahun, datang ke
poliklinik kulit dan kelaim RSUP. Dr. M. Djamil pada tanggal 11
November 2016 dengan keluhan utama keluar nanah dari
kemaluan dan nyeri kencing saat buang air kecil sejak 3 hari
yang lalu. Keluar nanah dari kemaluan dan terasa nyeri saat
buang air kecil dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Nyeri semakin
jelas dirasakan saat pasien ereksi di pagi hari. Cairan nanah
bewarna putih kekuningan, kental, dan keluar banyak saat
bangun tidur pada pagi hari. Awalnya keluhan ini muncul 4
hari setelah melakukan hubungan seksual dengan pekerja
seks komersial. Hubungan seksual dilakukan secara genitogenital, oro-genital, dan mano-genital. Pasien tidak memakai
kondom Pasien sudah menikah, terakhir berhubungan dengan
istri pasien 3 minggu yang lalu. Istri pasien tidak mempunyai
keluhan yang sama seperti pasien ataupun keluhan berupa
keputihan.

RESUME
Pasien sebelumnya juga pernah melakukan hubungan seksual
dengan pekerja seks komersial 6 bulan yang lalu. Beberapa hari
setelah itu pasien mengeluhkan keluhan yang sama, yaitu nyeri
kencing saat buang air kecil dan keluar nanah yang banyak saat
bangun tidur dipagi hari. Pasien berobat ke dokter dan
mendapatkan obat yang disuntik di bokong sebanyak 1 kali.
Riwayat penyakit atopi pada pasien dan keluarga tidak ada. Pada
pemeriksaan fisik status generalis dalam batas normal, status
dermatologikus tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan status
venerologikus di dapatkan eritem, cairan kental berwarna putih
kekuningan dengan jumlah sedikit yang didaptkan pada muara
uretra eksterna pasien. Pasien didiagnosis kerja dengan uretritis
gonoroe akut non komplikata dan didiagnosis banding dengan
uretritis non spesifik. Kemudian dilakukan pemeriksan rutin berupa
pewarnaan gram pada pasien dan didaptkan hasil PMN 100-150 /
LP,
gram negative, diplokokus intrasel. Pasien dianjurkan untuk
dilakukan pemeriksaan kultur dan sensitivitas kuman.

DIAGNOSIS
Uretritis gonoroe akut non
komplikata

TATALAKSANA
Umum :
Menjelaskan tentang gonore, kemungkinan
komplikasi, dan cara penularan.
Abstinensia/tidak boleh berhubungan seksual selama
satu minggu atau sampai penderita benar-benar
sudah sembuh dari penyakitnya.
Memberitahukan kepada pasien bahwa istrinya perlu
untuk segera memeriksakan diri dan berobat juga
Kontrol 7 hari lagi
Khusus :
Sistemik : inj ceftriaxon 250 mg IM (dosis tunggal)

PROGNOSIS

Quo
Quo
Quo
Quo

ad
ad
ad
ad

sanam
: bonam
vitam
: bonam
kosmetikum : bonam
functionam : bonam

DISKUSI
Penegakkan diagnosis uretritis gonoroe akut non komplikata
didasarkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan rutin. Uretritis gonore merupakan penyakit
infeksi yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae
dimana manusia merupakan satu-satunya penjamu ( host )
dengan manifestasi berupa keradangan pada saluran
kencing bagian depan (uretra ). Pada anamnesis didapatkan
keluhan utama pasien saat datang adalah keluar nanah dari
kemaluan dan terasa nyeri saat buang air kecil sejak 3 hari
yang lalu. Ini sesuai dengan gambaran klinis uretritis gonore
yang telah dijelaskan pada tinjauan pustaka. Biasanya
pasien memang mengeluhkan nyeri saat buang air kecil dan
saat ereksi. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluar
nanah dari lubang kemaluan, nanah dirasakan lebih banyak
keluar dan disadari pada saat bangun tidur dipagi hari.

DISKUSI
Pada tinjauan pustaka telah dijelaskan bahwa
penyebaran infeksi gonoroe bisa melalui aktivitas
seksual. Pada pasien riwayat melakukan hubungan
seksual ada, hubungan seksual dilakukan dengan
pekerja seks komersial yang dicurigai merupakan
karier dari infeksi gonoroe ini. Sebenarnya, istri pasien
juga diduga sebagai karier, tetapi menurut pengakuan
pasien, pasien terakhir kali berhubungan dengan istri
pasien 3 minggu yang lalu. Untuk masa inkubasi
kuman gonore biasanya 2-5 hari setelah aktivitas
seksual. Jadi host karier yang mungkin menyebabkan
tertularnya kuman gonore pada pasien adalah pekerja
seks komersial yang berhubungan dengan pasien 4
hari sebelum pasien merasakan keluhannya.

DISKUSI
Dari anamnesis tidak ditemukan adanya keluhan lain pada alat kelamin
pasien seperti bengkak, kemerahan, dan nyeri. Frekuensi buang air
kecil yang semakin sering juga tidak ditemukan pada pasien. Ini cukup
bisa menyingkirkan kemungkinan adanya komplikasi uretritis gonoroe
akut pada pasien. Sehingga pada diagnosis ditegakkan uretritis
gonoroe akut non komplikata. Penilaian ini dianggap penting karena
berpengaruh pada terapi yang akan diberikan, serta edukasi kepada
pasien nantinya. Pada riwayat pengobatan didapatkan bahwa enam
bulan yang lalu pasien juga menderita keluhan yang sama serta sudah
mendapatkan pengobatan injeksi pada bokong. Dari anamnesis, gejala
klinis dan obat yang diberikan, menurut penulis, kemungkinan enam
bulan yang lalu pasien juga menderita uretritis gonore. Ini
memperlihatkan bahwa pasien memang mempunyai kebiasaan untuk
berhubungan seksual dengan wanita selain istrinya dan tidak ada rasa
takut untuk sakit kembali. Ini merupakan poin penting yang harus
dipikirkan penulis sebagai dokter saat memberikan edukasi kembali
kepada pasien agar penyakitnya tidak berulang kembali.

DISKUSI
Pada pemeriksaan status generalis dan dermatologis tidak
ditemukan kelainan. Pada status venerologi didapatkan
eritem, erosi, dan cairan kental berwarna putih kekuningan
dengan jumlah sedikit pada muara uretra pasien. Pada
pubis, penis, skrotum, perineum, perianal tidak ditemukan
adanya udem, eritem, vegetasi, ulkus dan erosi. Pada
palpasi KGB inguinal medial dan skrotum tidak ditemukan
pembesaran.

Untuk mendukung penegakkan diagnosis dilakukan


pemeriksaan rutin berupa pemeriksaan gram. Pada
pemeriksaan gram di dapatkan hasil berupa PMN 100-150 /
LP,
gram negative, diplokokus intrasel. Normalnya,
pada seorang laki-laki < 5 PNM/ Lapangan pandang besar.
Ini mendukung diagnsosis kuman gonoroe sebagai
penyebab infeksi pada pasien.

DISKUSI
Tatalaksana yang diberikan pada pasien adalah tatalaksana umum
dan tatalaksana khsusus. Pada tatalaksana umum diberikan
penjelasan mengenai penyakitnya kepada pasien dan edukasi agar
pasien bisa menghindari penyakitnya tersebut. Pada tatalaksana
khusus diberikan injeksi ceftriakson intramuskular 250 mg. Penulis
memilih pemakaian obat injeksi dibandingkan obat oral agar
pasien tidak serta merta mempergunakan obat oral yang
didapatkannya apabila dikemudian hari terjadi kasus yang sama.
Ini bisa memicu resistensi obat. Di lain hal, pemberian obat secara
oral juga membuat pasien tidak kapok untuk menghindari faktor
risiko penyakit tersebut karena merasa obat oral yang dibutuhkan
bisa dibeli saja di apotik. Prognosis pada pasien ini adalah quo ad
sanam bonam, quo ad vitam bonam, quo ad kosmetikum bonam,
dan quo ad functionam bonam.

Bed Site
Teaching

Thanks for your


attention. Any
question?
Presentan:
ELSA GIATRI
1110313060

Preseptor:
dr. Rina Gustia, Sp. KK, FINSDV, FAADV