Anda di halaman 1dari 35

PSIKOLOGI

INDUSTRI

Dr. Erdiana Silalahi, MSi

Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja

PEKERJAAN
- KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
- MELANGSUNGKAN KEHIDUPANNYA SECARA LAYAK

BEBAN
FISIK - PSIKIK

INTERNAL CONFLICT

STRES KERJA
KELELAHAN PENURUNAN SEMANGAT DAN PRESTASI KERJAMENURUNNYA TINGKAT KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA

KEBUTUHAN MANUSIA
A. MASLOW, 1970

1. KEBUTUHAN FISIOLOGIK
TERMASUK KEBUTUHAN BIOLOGIS, SANDANG, PANGAN DAN PAPAN

2. KEBUTUHAN AKAN KEAMANAN


BAIK HARTA DAN JIWA

3. KEBUTUHAN SOSIAL
AKAN PERASAAN DITERIMA, UNTUK DIHORMATI, KASIH SAYANG, PERAN SERTA

4. KEBUTUHAN AKAN HARGA DIRI, SUKSES DAN


DIHARGAI SEBAGAI MANUSIA
5. KEBUTUHAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI
SECARA MAKSIMAL

BEKERJA

BEKERJA
- AKTIVITAS MANUSIA
- MEMELIHARA KELANGSUNGAN HIDUP DAN KELUARGANYA
- MENGHASILKAN BARANG DAN JASA
BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN / MASYARAKAT
- BENTUK PENGABDIAN YANG LUHUR TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

1. UPAH
2. KEPUASAN / KEBAHAGIAAN
3. STATUS SOSIAL
4. PENGALAMAN KERJA

PERANAN PSIKOLOGI DALAM


PERUSAHAAN
Pada masa lalu pekerja mempunyai status
seperti mesin sebagai unsur produksi sehingga
untuk memilih The right Man on the right Job
dianggap hanya memboroskan waktu dan biaya
Upaya untuk memahami motivasi pekerja
Yang hanya diperhatikan hanya pekerja diberi
upah, peralatan kerja, kondisi kerja yang baik.

SEKARANG :

Pekerja diperlakukan sebagai asset perusahaan


yang berarti, yang dapat menentukan maju
tidaknya perusahaan
semua pihak yang akan
berhubungan dengan pengelolaan pekerja
diharapkan mempunyai pemahaman mengenai
prinsip psikologi yang diterapkan di perusahaan

PSIKOLOGI INDUSTRI
UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK
MEMPELAJARI, MENGANALISA DAN MEMPERBAIKI
SEMUA ASPEK PSIKOLOGI KETENAGAKERJAAN
YANG ADA DALAM DIRI TK MAUPUN DARI ATAU
YANG DISEBABKAN PENGARUH FAKTOR LK

MENCIPTAKAN DAN MEMELIHARA


-IKLIM KERJA YANG BAIK, SEHAT, NYAMAN, SERASI DAN AMAN
- MENDUKUNG UPAYA PENINGKATAN TK

KETENANGAN BEKERJA DAN BERUSAHA

PSIKOLOGI INDUSTRI MEMBANTU:

1. Meningkatkan perusahaan tujuan produksi


keuntungan perusahaan berkembang.
2. a. Integrasi ke luar, perusahaan dapat diterima
masyarakat sekitarnya masyarakat
mempergunakan barang/jasa yang dihasilkan
perusahaan dan sebaliknya tenaga kerja dalam
masyarakat dapat dipergunakan perusahaan.
b. Integrasi ke dalam, perusahaan dapat
mempertahankan struktur, fungsi, hubungan
antara bagian-bagian, hubungan formil antar
pekerja,

memberikan suatu ketetapan tertentu pada


struktur perusahaan perusahaan berfungsi
3. Mencapai/menjamin kesejahteraan pegawai
untuk diperolehnya kegairahan kerja pegawai
menguntungkan perusahaan.

PSIKOLOGI INDUSTRI

RUANG LINGKUP

1. ASPEK-ASPEK PSIKOLOGI KETENAGAKERJAAN


2. FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KONDISI PSIKOLOGIS TK
3. PENGARUH BEBAN PSIKOLOGIS TERHADAP KESEHATAN TK
4. PEMANFAATAN DAN PENERAPAN PSIKOLOGI KERJA

BEBAN FISIK

BEKERJA

BEBAN PSIKIS

KEBERHASILAN

1. TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN (LATIHAN)


2. SARANA DAN PRASARANA YANG TERSEDIA
3. HUBUNGAN KERJA YANG BAIK
4. CIRI-CIRI KHUSUS DARI TENAGA KERJA

MANUSIA = TENAGA KERJA


KEMAMPUAN

KETERBATASAN

KEKUATAN

KELEMAHAN

SIFAT BAIK

SIFAT BURUK

DOMINAN

DITEKAN

M O T I VAS I

ASPEK-ASPEK PSIKOLOGI TENAGA KERJA

1. INTELIGENSIA
(KEMAMPUAN MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN,
BAKAT DAN KEMAMPUAN KHUSUS)

2. MINAT (INTEREST)
(SIKAP YANG MEMBUAT SESEORANG SENANG AKAN
OBYEK SITUASI ATAU IDE-IDE TERTENTU)

3. KEPRIBADIAN
4. TEMPERAMEN
5. MOTIVASI
(FAKTOR YANG MEMBUAT SESEORANG MELAKUKAN
SESUATU SEPERTI APA YANG DIA PERBUAT)

6. EDUKASI
(PENDIDIKAN FORMAL ATAU KURSUS)

KONDISI LINGKUNGAN KERJA


YANG BERPENGARUH
Faktor Fisik
Faktor Kimia
Faktor Biologis
Faktor psikososial
Tata letak ruang
Warna ruang kerja
Musik
Rumah yang jauh

PSIKOLOGI INDUSTRI
PENERAPAN TIDAK BAIK

BEBAN PSIKOLOGIS

GANGGUAN FISIK

GANGGUAN PSIKIS

KELELAHAN
RASA SAKIT PADA OTOT

KEBOSANAN
KURANGNYA PERHATIAN

KELELAHAN

KELELAHAN
- MEKANISME PERLINDUNGAN TUBUH
- MENGURANGI KERUSAKAN TUBUH YANG LEBIH BESAR
- MEMBERI KESEMPATAN TUBUH MENJALANI PEMULIHAN

- MENURUNNYA PERHATIAN
- PERLAMBATAN / HAMBATAN PERSEPSI
- LAMBAT / SUKAR BERPIKIR / BERKONSENTRASI
- MENURUNNYA KEWASPADAAN TERHADAP BAHAYA
- MENURUNNYA MOTIVASI KERJA

RENDAHNYA SEMANGAT / GAIRAH KERJA

ORGANISASI KERJA

KUMPULAN MANUSIA
TENAGA KERJA DAN PIMPINAN

SATU KEGIATAN
SARANA DAN ALAT KERJA

SATU TUJUAN
PRODUKTIVITAS KERJA

HAKEKATNYA

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA


TENAGA KERJA DENGAN TENAGA KERJA
TENAGA KERJA DENGAN PIMPINAN

ORGANISASI KERJA
PERHATIKAN

1. KEBIJAKSANAAN ORGANISASI
2. GAYA KEPEMIMPINAN
3. PEMBINAAN PENGAWASAN
4. STRUKTUR ORGANISASI
5. KOMUNIKASI
6. PENANGGULANGAN KONFLIK

ORGANISASI KERJA
PENERAPAN
1. PENGETAHUAN TENTANG PEKERJAAN
SELEKSI DAN KLASIFIKASI
DIKLAT DAN KURSUS

2. PEKERJAAN YANG BAIK


SYARAT DAN NORMA KERJA
PENERAPAN HIPERKES DAN KK

3. PENGATURAN KERJA
KEBERSIHAN KETERATURAN JALANNYA PROSES

4. WAKTU DAN JAM KERJA


WAKTU ISTIRAHAT
KERJA SHIFT

KEPEMIMPINAN DAN KEBIJAKSANAAN

BEBERAPA ASPEK PSIKOLOGI


INDUSTRI
Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja
Seleksi dan Penempatan Pegawai
Pelatihan dan Pengembangan
Produktivitas Kerja
Stres Kerja

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA

Dorongan untuk melakukan aktivitas untuk


memenuhi kebutuhan dalam diri manusia
Tujuan tercapai
Selama masih ada tuntutan yang belum
terpenuhi masih selalu timbul dorongan.

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA


Kebutuhan

Ketegangan
mereda

Ketegangan

Tujuan
Terpuaskan

Dorongan

Kegiatan

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA


Termotivasi:
Bekerja untuk memenuhi kebutuhannya
Motivasi Tinggi:
Bekerja untuk mendapat kesenangan dan
kepuasan.

MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA


Setelah bekerja orang melakukan penilaian.
Bila hasil pekerjaan telah sesuai dengan
harapan dan tujuan Kepuasan Kerja
Bila belum timbul dorongan untuk
mencapainya.

SELEKSI DAN PENEMPATAN


PEGAWAI
Seleksi:

Proses dalam penerimaan pegawai


dengan tujuan mengetahui sejauh mana
calon tenaga kerja memiliki ciri
kepribadian yang disyaratkan oleh
perusahaan ditaksir sejauh mana
keberhasilan dalam bekerja
Rekomendasi/keputusan menerima atau
menolak calon pegawai

SELEKSI DAN PENEMPATAN


PEGAWAI
Penempatan:
Mencocokan kualifikasi calon dengan
persyaratan yang telah ditetapkan dari setiap
jenis pekerjaan yang tersedia
Rekomendasi atau keputusan untuk
mendistribusikan calon tenaga kerja pada
pekerjaan yang berbeda-beda

SELEKSI DAN PENEMPATAN


PEGAWAI
Prosedurnya:
Analisis Pekerjaan
Data pekerjaan dikumpulkan untuk
menentukan ciri pribadi seperti apa yg
diperlukan agar pekerjaan dilaksanakan
sesuai dengan harapan
Penetapan Alat Ukur/test Psikologis:
Untuk mengukur ciri pribadi dan
dilengkapi wawancara untuk hal-hal yang
tidak diperoleh dari test psikologi

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN


Tujuan:
1.
Meningkatkan produktivitas
2.
Meningkatkan mutu
3.
Meningkatkan semangat kerja
4.
Menarik dan menahan tenaga kerja
yang baik
5.
Menjaga kesehatan dan keselamatan
kerja

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN


Pelatihan

ialah proses pendidikan jangka


pendek dgn prosedur yang sistimatis
dan terorganisir, dimana tenaga
kerja non managerial
mempelajari pengetahuan dan
ketrampilan teknis

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN


Pengembangan

Ialah proses pendidikan jangka


panjang, dengan prosedur sistimatis
dan terorganisir, dimana tenaga
kerja manajerial mempelajari
pengetahuan konseptual dan
teoritis

PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas

:
Perbandingan antara hasil atau
keluaran (Output) dengan masukan
(Input)
Artinya: Menghasilkan lebih banyak
dan berkualitas (Output) dengan
usaha yang sama (Input)

PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas

Tenaga Kerja:
Ialah efisiensi proses menghasilkan
sumber daya yang digunakan, bukan
dengan tenaga kerja bekerja lebih
berat tetapi dengan perencanaan
yang tepat, teknologi dan
manajemen yang baik.

PRODUKTIVITAS KERJA
Faktor yang mempengaruhi:
Pekerjaan yang menarik
Upah yang baik
Keamanan dan perlindungan kerja
Penghayatan atas arti pekerjaan
Lingkungan dan suasana kerja yang baik
Promosi dan pengembangan diri
Rasa terlibat dalam organisasi
Pengertian dan simpati atas persoalan pribadi
Kesetiaan pimpinan pada diri pekerja

HUMAN RELATION, SYARAT:


Mengenal / memahami individu
Memberi kesempatan kepada bawahan
Atasan harus dapat bergaul dengan bawahan
Atasan harus dapat menguasai prinsip-prinsip
dan cara-cara praktis untuk menambah atau
memperkuat human relationship
Komunikasi yang baik

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT