Anda di halaman 1dari 14

truktur Aljabar

RI
B

al
i

Oprasi Pada Himpunan

PG

Semi Group dan Monoid

IK
IP

Dasar-dasar Group

IP
A

Siklik, Permutasi, Homomorfisma

ik
a,
FP
M

Group Faktor

at

Ring (Gelanggang)

at
e
M
ka
n
di
di
en

Ring Polinom

Subring dan Ideal


Ring Faktor dan Homomorfisme
Group
Ring Khusus

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Definisi 1.1
Suatu himpunan A dikatakan merupakan himpunan bagian dari B, jika
setiap anggota A merupakan anggota dai himpunan B, yang
dilambangkan dengan A B

Definisi 1.2
Suatu himpunan A dikatakan merupakan himpunan bagian sejati (proper
subset) dari himpunan B, jika A B dan terdapat sedikitnya satu unsur
dari B yang bukan anggota dari A, yang dilambangkan A B

Latihan 1
Tunjukan bahwa himpunan bilangan asli N merupakan himpunan
bilangan sejati dari himpunan bilangan bulat Z, himpunan bilangan bulat
Z merupakan himpunan bagian sejati bilangan rasional Q dan himpunan
bilangan rasional Q merupakan himpunan bagian sejati dari himpunan
bilangan real R.

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Definisi 1.3

A gabungan B ditulis A B adalah himpunan yang semua anggotanya


merupakan anggota A atau anggota B, disimbolkan dengan A B = { x
A atau x B }

Definisi 1.4

A irisan B ditulis A B adalah himpunan yang semua anggotanya


merupakan anggota A sekaligus anggota B, disimbolkan dengan A B =
{ x A dan x B }

Definisi 1.5
Complemen dari suatu himpunan A adalah himpunan anggota-anggota x
dengan x A, yang dinyatakan dengan Ac

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan

Latihan 2
1.

100 mahasiswa diberikan kuisioner tentang mata kuliah yang


digemarinya. 70 orang suka mata kuliah Kalkulus, 50 orang suka
mata kuliah aljabar dan 45 orang suka mata kuliah diferensial. Juga
36 orang mengatakan suka mata kuliah kalkulus dan aljabar, 22
orang suka mata kuliah kalkulus dan diferensial, 16 orang suka mata
kuliah aljabar dan diferensial, dan 3 orang suka ketiga mata kuliah
tersebut. (a) berapa jumlah mahasiswa yang tidak suka ketiga mata
kuliah tersebut? (b) gambarkan diagram vennnya !

2.

Himpunan semesta s = {x|x bilangan bulat; -5 x 20}, diketahui A


= {-5, -3, -1, 1, 3, 5, 7}, B = {-2, 0, 2, 4, 6} dan C = {5, 7, 19, 20}.
Tentukan.
a. (A B) (A B)
b. A (B C)
c. (A B)c
d. (B C)c
e. Ac Bc
f. Bc Cc

Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan

Dari definisi-definisi yang ada diperoleh sifat-sifat dari


himpunan yang tersusun dalam beberapa teorema
berikut.

Relasi
Pemetaan

Teorema 1.1

Sifat-Sifat Oprasi Biner

Untuk sebarang dua himpunan A dan B diperoleh:


i. A B A B = A
ii. A B A B = B

Penjumlahan dan
Perkalian

Teorema 1.2

Modulo n

Untuk sebarang tiga himpunan A, B, dan C diperoleh:


A (B C) = (A B) (A C)

Definisi 1.6

Selisih himpunan A dan B adalah A B = {x|x A dan x Bc}

Teorema 1.3
Untuk dua himpunan A dan B yang mempunyai masing-masing n dan m
unsur, maka | A B | = | A | + | B | - | A B | = n + m - | A B |

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan

Definisi 1.7
Himpunan kuasa (power set) dari A adalah himpunan yang terdiri dari
himpunan bagian dari A. Banyak anggota himpunan kuasa dari himpunan
yang mempunyai n anggota (n bilangan bulat) adalah 2n

Relasi
Pemetaan

Definisi 1.8

Sifat-Sifat Oprasi Biner

Misalkan suatu keluarga (koleksi) himpunan tak kosong, maka:


o Gabungan himpunan-himpunan di adalah himpunan yang
didefinisikan dengan:

Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Himpunan ini memuat semua anggota (di S) yang menjadi anggota


dari sembarang satu himpunan di
Irisan himpunan-himpunan di adalah himpunan yang di definisikan
dengan:
Himpunan ini memuat semua anggota (di S) yang menjadi anggota
dari sembarang satu himpunan di

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan

Definisi 1.9
Misalkan A dan B merupakan dua himpunan tak kosong, maka suatu
relasi T biner dari A ke B adalah suatu himpunan bagian dari A x B. Jika,
A = B, maka T disebut relasi biner pada A

Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner

Contoh
Relasi < pada himpunan A = {a, b, c} adalah himpunan {(a,b), (a,c),
(b,c)} dan relasi pada A adalah {(a,a), (a,b), (a,c), (b,b), (b,c),(c,c)}

Penjumlahan dan
Perkalian

Bila T suatu relasi pada A maka (a,b) T, ditulis aTb.

Modulo n

Definisi 1.10
Misalkan T suatu relasi pada A maka T disebut:
a. Refleksif jika aTa berlaku a A
b. Simetris jika aTb maka bTa berlaku a,b A
c. Transitif jika aTb dan bTc, maka aTc berlaku a,b,c A
d. Trikotomi jika a,b A tepat salah satu berlaku:
aTb atau a = b atau bTa

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi

Dari definisi didapat

T disebut relasi ekuivalen pada A, jika T refleksif, simetris, dan


transsitif.
T disebut relasi terurut parsial pada A jika T reflektif, antisimetris,
dan transitif
T disebut relasi terurut total jika T transitif dan trikotomi

Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Latihan 3
1.
2.

Tentukan relasi < dan pada himpunan A = {1,2,3,4}


Tunjukan bahwa
a. Kesamaan merupakan suatu relasi ekuivalen pada sembarang
himpunan
b. Kesebangunan adalah suatu relasi ekuivalen pada himpunan
semua segitiga
c. < adalah suatu relasi tururut total pada himpunan semua
bilangan real (rasional, bulat, asli)
adalah suatu relasi terurut parsial pada himpunan semua
bilangan real (rasional, bulat, asli)

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian

Definisi 1.11
Misalkan A,B himpunan tak kosong, fungsi atau pemetaan dari A ke B
adalah suatu himpunan bagian f dari A x B demikian sehingga untuk
setiap a A terdapat satu b B dengan (a,b) f. Himpunan A disebut
daerah asal (domain) dari f dan himpunan B disebut daerah kawan
(kodomain)
Dengan kata lain, misalkan A, B suatu himpunan tak kosong. Suatu
pangaitan f dari A ke B disebut pemetaan atau fungsi jika:
1. Untuk setiap a A terdapat b B sehingga f(a) = b
2. Untuk sembarang a1, a2 A dengan a1 = a2 maka f(a1) = f(a2)

Modulo n

Pada gambar diatas ditunjukan bahwa setiap anggota A dipetakan tepat


pada satu anggota B, didefinisikan A x B = {(a,b) | a A dan b B}.
Dalam koordinat kartesius pemetaan A x B B x A

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian

Definisi 1.12
Misalkan A,B himpunan tak kosong
1. Suatu pemetaan f dari A ke B disebut pemetaan 1-1 (injektif) jika
untuk sembaranga a1,a2 A dengan f(a1) = f(a2) maka a1 = a2.
2. Suatu pemetaan f dari A ke B di sebut pemetaan onto/pada (surjektif)
jika untuk setiap b B terdapat a A sehingga f(a) = b
3. Suatu pemetaan f dari A ke B disebut pemetaan bijektif
(Korespondensi 1-1) jika f pemetaan 1-1 (injektif) dan onto/pada
(surjektif)

Modulo n

Injektif

Surjektif

Bijektif

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Definisi 1.13

Misal f,g : A B, suatu fungsi f dikatakan sama dengan g ditulis f = g jika


f(a) = f(b), a A.
Jika A, B, dan C himpunan dari f : A B, g : B C fungsi, maka g o f : A
C adalah fungsi yang didefinisikan dengan (g o f) (a) = g(f(a)) untuk
setiap a A. Fungsi g o f ini disebut komposisi dari f dan g

Teorema 1.4

Komposisi fungsi adalah asosiatif yaitu jika f : A B, g : B C dan h : C


D fungsi, maka h o (g o f) = (h o g) o f

Definisi 1.14

Misalakn f : A B suatu fungsi. Fungsi g : B A disebut:


1. Balikan kiri dari f jika g o f = iA
2. Balikan kanan dari f jika f o g = iB
3. Balikan dari f jika g balikan kiri sekaligus balikan kanan dari f, yaitu g
o
f = iA dan f o g = iB. Bila A = B maka dapat disingkat g o f = iA = f o g

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan

Definisi 1.15
Misalkan A dan B suatu himpunan tak kosong. Himpunan A dan B
dikatakan ekuivalen jika dan hanya terdapat f : A B fungsi
korespondensi 1-1

Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Definisi 1.16
Misalkan A suatu himpunan tak kosong. Himpunan A dikatakan hingga
(finite), jika terdapat n bilangan bulat positif demikian sehingga A dan
{1,2,3,...,n} adalah ekuivalen. Sedangkan himpunan A dikatakan tak hingga
(infinite) jika A dan {1,2,3,...,n} tidak ekuivalen untuk setiap n bilangan
bulat positif.

Oprasi Pada Himpunan


Himpunan
Relasi
Pemetaan
Sifat-Sifat Oprasi Biner
Penjumlahan dan
Perkalian
Modulo n

Himpunan bilangan bulat


Z = {...,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,...}
Z- = {...,-3, -2, -1}
Z+ = {0,1,2,3,...}
Pada himpunan bilangan bulat Z dikenal dua operasi baku penjumlahan/aditif
(+) dan perkalian/multifikatif (.).

Definisi 1.17
Misalkan S adalah suatu himpunan sembarang yang tak kosong, maka
pemetaan S x S S disebut operasi biner.

Definisi 1.18
Sifat operasi biner (*) pada suatu himpunan bilangan bulat Z disimbolkan
dengan (Z,*)
1. Terturup. Misalkan a dan b adalah suatu anggota himpunan tak kosong,
maka a dan b tertutup terhadap bilangan bulat Z bila a*b Z
2. Komutatif. Misalkan a,b Z maka a*b = b*a
3. Asosiatif. Misalkan a,b,c Z maka (a*b)*c = a*(b*c)
4. Adanya unsur satuan atau idenditas. Misalkan a Z maka a*e = e*a = a
5. Adanya unsur balikan atau Invers. Misalkan a Z maka a*a-1 = a-1*a = e