Anda di halaman 1dari 26

Pengelolaan Lumpur

Mata kuliah Laboratorium


Lingkungan

Latar Belakang
Lumpur adalah hasil pengolahan ,
umumnya berbentuk cairan atau
semi padat
Konsentrasinya 0,25%- 12 % solid
(padatan) dan sebagian besar
adalah air
Pengolahan lumpur adalah hasil dari
Sewage Treatment Plant (STP)

Pengelolaan Lumpur
Proses pengelolaan lumpur (sludge) jauh
lebih rumit dan mahal dibandingkan
IPAL(STP) itu sendiri.
Umumnya di negara berkembang sludge
(lumpur) itu di letakkan pada sludge
drying bed.
Idealnya sludge harus diproses terlebih
dahulu sebelum terakhir diletakkan
pada sludge drying bed

Pengelolaan Lumpur
Pada negara maju pengelolaan
sludge melalui tahapan proses lalu
terakhir pada sludge driying bed.

Pada Instalasi Pengelolaan


Air Limbah (IPAL)
Tahapan pengelolaan air limbah
antara lain :
1. Pengelolaan Pndahuluan
(Screning, Equalisasi,Pra Aerasi)
2. Pengelolaan Primer (Sedimentasi)
3. Pengelolaan Sekunder (Aerasi,
sedimentasi)

IPAL
4. Pengelolaan Tersier (Flokulasi,
Koagulasi)
5. Desinfeksi
6. Pengelolaan Lanjutan
Dari tahapan proses IPAL di atas,
beberapa tahapan berpotensial
untuk menghasilkan sludge.

IPA dan IPAL


IPA adalah Instalasi Pengolahan Air
(bersih)==== PDAM
IPAL adalah Instalasi Pengelolaan Air
Limbah
Umumnya IPA Menghasilkan sludge non
organik (pada Sedimentasi,
Reservoar,Backwash)
Sementara itu IPAL Menghasilkan Sludge
organik

Mengapa Sludge Perlu


Diolah?
Seringkali IPA tercampur dengan air limbah
sehingga sludge yang dihasilkan jika
dibiarkan akan berbau, sehingga perlu
diproses terlebih dahulu :
1. Dapat berpotensi menimbulkan penyakit, sebab
sludge yang mengandung kadar organik yang
tinggi dapat berdeskomposisi menghasilka bakteri
patogen yang dapat menimbulkan penyakit

Sludge perlu diolah ?


2. Sludge menghasilkan volume
yang besar , Volume>>>
membutuhkan transportasi yang
besar pula untuk dipindahkan,
sehingga kalau diolah sludgenya
diharapkan menghasilkan lumpur
yang sedikit (volumenya menjadi
berkurang)

Asal Lumpur
1. Dari Unit Screning==berupa
lumpur kasar
2. Unit Great Removal berupa great
dan scam
3. Unit Pra aerasi berupa great dan
scam
4. Unit sedimentasi primer berupa
lumpur primer dan scam

Asal Lumpur
5. dari pengolahan biologis (aerasi,
trickling filter) berupa suspended
solid
6. Dari sedimentasi sekunder
berupa flok-flok
7. Dari unit pengolahan lumpur

Komposisi Sludge
Sludge Terdiri atas :
1. Air
2. Total solid terdiri atas :
A. Fix Solid
B, Volatile Solid

Hubungan Antara Berat


Lumpur dan Volume
Lumpur

Latihan Soal
1.Ada informasi konsentrasi solid
rata-ra ta adalah 7%, bila lumpur
berasal dari lumpur primer yang
diolah dengan digester anaerobik
dan Sw = 1. Berapakah Spesifik
Gravity Lumpur tersebut ? ( Ss dari
soal sebelumnya)

Latihan Soal
2. Diketahui data mengenai lumpur
dari Digestion adalah sebagai
berikut :

Sebelum

Sesudah

Solids

5%

10%

Volatilesolids

60%

60%nyahilang

Sf

2,5

2,5

Sv

Berat Solids = 500 Kg


Berapakah spesific Grafity Solids sebelum
digestion ?
Berapakah Spesific grafity lumpur sebelum
digestion?
Berapakah volume lumpur sebelum
digestion?
Berapakah % Volatile solids setelah
digestion?
Berapakah spesific gravity solids setelah
digestion?
Berapakah spesific gravity sludge setelah
digestion?
BerapakahVolume lumpur setelah digestion?
Berapakah reduksi volume yang terjadi ?

http://www.airlimbah.com/2012/12/
08/jenis-jenis-lumpur-dalam-pengo
lahan-air-limbah/
http://www.youtube.com/watch?
feature=player_embedded&v=YM
D8gb4fTJk

Pengetahuan Tentang IPLT


Unit pengolahan lumpur tinja
menggunakan proses biologis, yaitu
dengan memanfatkan bakteri atau
mikroorganisme untuk menguraikan
bahan organik dalam limbah tinja
tersebut.
Komponen-komponen utama dalam
mengolah lumpur tinja berupa kolam
stabilisasi yang terdiri dari bak
penampung, kolam anaerobik, kolam
fakultatif,kolam maturasi, pengering