Anda di halaman 1dari 12

SINDROMA OVARIUM

POLIKISTIK
FRANKY ANDREAS
1161050050
PEMBIMBING
DR. DEAN WAHJUDY ,SPOG

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN OBSTETRI DAN
GINEKOLOGI
RSUD BEKASI

.

Sindroma Ovarium Polikistik Definisi Serangkaian gejala yang dihubungkan dengan hiperandrogenisme dan anovulasi kronik yang berhubungan dengan kelainan endokrin dan metabolik pada wanita tanpa adanya penyakit primer pada kelenjar hipofise atau adrenal yang mendasari .

3 % dari seluruh wanita steril  3%-7% dari wanita yang pernah menderita ovarium polikistik Etiologi Tidak diketahui secara pasti .Sindroma Ovarium Polikistik Prevalensi Amerika Serikat berkisar 4-6% Menurut Leventhal :  1% .

Kelainan metabolik : hiperinsulinemia dan resistensi insulin  SOPK .Patofisiologi Sindrom ovarium polikistik  infertilitas dan bersifat hiperandrogenik  gangguan antara pusat (hipotalamus-hipofisis) dan ovarium  kadar estrogen  kadar FSH + kadar androgen.

seborrhoe. .Gambaran Klinis Gangguan menstruasi dan infertilitas Hirsutisme Obesitas Akne. pembesaran klitoris . pengecilan payudara.

Hirsutism Acne Bulu dada Chin hair .

Diagnosis Data-data subjektif dan objektif : Temuan penunjang Pemeriksaan hormonal Resistensi insulin .

based on a modified consensus of the NIH-NICHD conference on PCOS.687:115-123 . April 1990 Major Criteria Chronic anovulation Hyperandrogenemia Clinical signs of hyperandrogenism Exclusion of other etiologies Minor Criteria Insulin resistance Perimenarchal onset of hirsutism and obesity Elevated LH/FSH ratio Ultrasonographic evidence of PCOS Intermittent anovulation associated with hyperandrogenemia (free testosterone. DHEAS) Annal NY Academy of Sciences 1993.Diagnostic criteria for PCOS.

Penatalaksanaan Pengendalian dan penurunan berat badan Terapi Medikamentosa :  Kontrasepsi Oral  Medroksiprogesteron Asetat  Agonis Gonadotropin releasing Hormone (Gn-RH)  Ketokonazol  Flutamide  Cyproterone Acetate  Spironolactone  Insulin Sensitizers  Clomiphene citrate .

Terapi Pembedahan  “Wedge Resection”  “Laparoscopic ovarian drilling” .

TERIMA KASIH .