Anda di halaman 1dari 29

Perkembangan jantung dan pembuluh

darah, susunan getah bening, dan


darah.

Kategori
Klasifikasi.
Masteri

Permasaalahan.
Gejala dan hubungan alat tubuh pada
kelainan bawaan pada bayi dan anak.

Sesak nafas
Letih
Kebiruan
Tidak ada gejala
lain yang
berhubungan,
seperti gejala
karena
pertumbuhan
infeksi jasad renik

Alat tubuh yang


diperiksa :
Jantung
Pembuluh darah
Paru
Darah
Susunan getah
bening

Bayi baru lahir.


Pola
pengembangan
alat tubuh dan
bentuk akhir
Hal-hal yang
mempengaruhi
perkembangan
bagian-bagian
tubuh janin

Keadaan
perkembangan
jantung dan
pembuluh darah,
susunan getah
bening, dan darah
selama hamil.

Perkembangan bagian-bagian janin dimulai dari


zygote, yaitu penggabungan ovum dengan sperma.

Gambar penggabungan ovum dengan sperma.

Zygote berkembang menjadi inner cell mass dan trofoblast. Zigot


berpindah ke kavitas uteri karena gerakan silia epitel tuba uterina beserta
kontraksi dinding tuba uterina

trofoblast

inner cell mass

Perkembangan pada masa


janin.
Pembagian /
kategori jaringan
tubuh pada masa
janin :
Bakal janin /
embrioblast
Trofoblast.

Tiga lapis primer


janin : ektoderm
Mesoderm
Entoderm

Perkembangan zigot.

Zigote membelah sampai tingkat morula


Morula berbentuk buah murbei
Morula berkembang menjadi blastokista yang mempunyai rongga
Pada zigot dibedakan kelompok sel embrioblast dan sel-sel trofoblast
Blastokista tertanam di endometrium pada hari ke 5 sesudah fertilisasi

Trofoblast, innercell mass, dan darah.

Trofoblast berkembang menjadi sitotrofoblast dan sinsitiotroblast


Dalam sinsitiotrofoblast terbentuk rongga khorion
Rongga khorion berkembang menjadi ruang interviler
Susunan sel darah, pembuluh darah, dan susunan getah bening,
berkembang dari mesoderm ekstraembrional khorion, dan mesoderm
intraembrional lamina viseral dan lamina parietal janin
Dalam ruang interviler terdapat darah ibu melalui kapiler endometrium
Darah janin terdapat dalam kapiler vili khorialis
Kelainan trofoblast : molahidatidosa dan khorion epitelioma organ
uterus.

DNA sebagai molekul yang


menentukan ciri yang bisa diamati
(fenotip).

Kelompok molekul
pembawa sifat.
Gen
Histon
Khromosom

Ciri / sifat / character


yang ditentukan
Penyataan fenotip
melalui translasi
transkripsi replikasi
enzim gen
Fenotip berbeda
Fenotip biasa
Kurun kedahuluan
telur ayam telur ayam
telur

Pengelompokan sel-sel yang


menyusun susunan jantung
pembuluh darah,susunan getah
bening, dan sel darah di mesoderm
intraembrional.
Pengelompokan sel-sel
darah
Pembentukan dinding
pembuluh dan buluh
endokard pada
mesoderm
intraembrional
Selaput perikardial
jantung berkembang dari
mesotel yang melapisi
selom intra embrional
dan pembentukan ruang
perikardium diatas
septum transversum

Perkembangan buluh endokard dan


bagian jantung.
Sinus venosus dan atrium
berkembang dari mesenkim
diluar perikardium
dibelakang buluh endokard
Bulbus kordis dan ventrikel
berkembang dari buluh
endokard
Trunkus arteriosus dari
mesenkim diluar kantong
perikardium dibagian depan
buluh endokard, dan
berkembang menjadi
bulbus aortikus dan trunkus
pulmonalis

Perkembangan bagian-bagian jantung

Pembentukan bagian jerat jantung


Pembentukan bagian-bagian jantung
Pembentukan sekat atrium
Perkembangan foramen ovale yang
menghubungkan atrium kanan dengan atrium kiri
Pembentukan sekat ventrikel pars membranasea
dan pars muskularis
Pembentukan katup-katup jantung

Pengelompokan susunan vena.


Sinus venosus merupakan
bagian buluh endokard yang
menerima vena-vena janin,
bermuara ke atrium
Susunan awal vena-vena pada
janin adalah:
Susunan vena yang
membawa darah dari bagian
badan, yaitu susunan vena
kardinalis melalui
v.kardinalis komunis,
v.kardinalis anterior,
v.kardinalis posterior
Susunan vena umbilikalis
dari plasenta
Susunan vena vitelina dari
yolcsac

Perkembangan vena dan susunan


getah bening.

Susunan hematopoitik
Yoksak
Hati
Sumsum tulang
Membentuk sel T sel B dan
AGPC.
Thymus
Duktus torasikus
merupakan saluran getah
bening terbesar, bermuara
di pertemuan vena
jugularis interna kiri dan
v.subklavia kiri.

V. kardinalis
berkembang menjadi
Vena kava superior
V.kava inferior
V. vitelina berkembang
menjadi
V.porta
V.mesenterika superior
V.mesenterika inferior

Pengelompokan
pembuluh nadi

Aorta ventralis
Aorta dorsalis
Lengkung aorta
dan lengkung
faring
Arkus aorta
Trunkus
brakhiosefalikus
A.pulmonalis
Duktus arteriosus

Perkembangan arkus aorta.

A.subklavia
A.karotis komunis
A.karotis interna
A.karotis eksterna
A.vertebralis

Pembuluh darah janin.

Tali
pusat,
plasen
ta,
uterus,
janin.

Aliran darah janin (fetus).

Vena besar yang bermuara ke jantung


Duktus venosus lanjutan dari
v.umbilikalis yang membawa darah
dari plasenta, bermuara ke vena kava
inferior
V.kava inferior bermuara ke atrium
kanan
Darah dari atrium kanan mengalir ke
etrium kiri melalui foramen ovale
Darah dari atrium kanan mengalir
ventrikel kanan melalui katup
trikuspidalis.
Daarah dari ventrikel kanan mengalir
ke trunkus pulmonalis.
Trunkus pulmonalis bercabang dua
menjadi a.pulmonalis kiri dan
a.pulmonalis kanan
A.pulmonalis kanan berhubungan
arkus aorta melalui duktus arteriosus

Aliran darah fetus.


Dari aorta mengalir ke
seluruh arteri tubuh
Aorta abdominalis
bercabang menjadi
a.iliaka komunis kiri dan
kanan
A.iliaka komunis
bercabang menjadi
a.iliaka interna dan
a.iliaka eksterna
A.iliaka interna
mempercabangkan
a.umbilikalis.

Av.umbilikalis.
Mesoderm
ekstraembrional
Ruang interviler
Sinsitio
trofoblast
Sitotroblast
Vilikhorialis
Sinus vena
endometrium
Sekat janin-ibu
(fetomaternal
membran)

Perkembangan
berganti.

Tetralogi fallot
ASD
VSD
PDA
Dekstrokardia
Pertukaran pembuluh besar
Ligamentum teres hepatis
Ligamentum umbilkale
medial
Fosa ovalis
Ligamentum arteriosum
Ligamentum venosum

Foramen
ovale.

PDA.

Duktus arteriosus
persisten.

Tetralogy
fallot.
Stenosis
subpulmonal
VSD
Hipertrofi ventrikel
kanan
OA

Ligamentum venosum dan


ligamentum teres hepatis.

Dari vena
umbilikalis.

Pelatihan pelatih.
Bentuk pelatihan.
Kelompok :
diruangan dokter /
office / poliklinik
Di ruang
perawatan :
Puskesmas / RS /
IGD / HCU
Umat / jamaat /
komunitas

Pernafasan
Oksigen
Cairan
Jenis cairan
Asidosis
Alkalosis
Jumlah cairan

Penjelasan
Pembenaran.

Kelompok
Kemahiran
Pembenaran
Jalan yang digunakan
untuk mahir
Permasaalahan
pelatihan : adanya
jurang antara
pengenalan masaalah
dan pelaksanaan

Tahap pelatihan
Bentuk / morfologi
Harus dilihat,
dirasakan

Kesiagaan persiapan pelatihan pelatih


dan permasaalahan yang timbul.

Qa.
Qad
Ta
Wa
Nun
Alif

Lam
Mim
Ha
Shad
Ya
Ra

Ilmu.
Qolam
Kitab
Ayat