Anda di halaman 1dari 21
BISNIS DAN ETIKA Drs. M.Kosasih Zen, Msi Oktober 2011 PENGANTAR Perkembangan bisnis saat ini telah menjadi sebuah profesi yang luhur dan etis.  Pengertian ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa bisnis perlu dijalankan secara etis.  Namun disini timbul persoalan : apakah benar bahwa bisnis perlu dijalankan secara etis ?, apakah bisnis perlu etika, atau apakah benar perlu etika bisnis ?  ETIKA BISNIS PADA TATANAN TEORITIS, FILOSIFIS DAN PRATKTIS Pertanyaan tadi tidak dapat hanya dijawab dengan tatanan teoritis atau filosofis saja, tetapi juga harus masuk pada tatanan peraktis dilapangan.  Jika bisnis tidak perlu etika, apa gunanya kita merumuskan prinsif moral didalamnya.  Pada dunia bisnis yang sudah demikian ketat bersaing, paling tidak tugas etika bisnis adalah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam berbisnis, setidaknya berdasarkan tuntutan kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri.  MITOS BISNIS AMORAL Ungkapan bisnis adalah bisnis ! Bisnis tidak ada sangkut pautnya dengan etika!  Begitulan sering terdengar ungkapan yang ada dikalangan masyarakat.  Menurt mitos ini, karena kegiatan orang bisnis adalah melakukan bisnis, maka yang menjadi pusat perhatian adalah bagaimana memproduksi, mengedarkan, menjual dan membeli barang dengan tujuan memperoleh keuntunagan sebesar-sebasarnya.  Jadi tidak ada hubungan de4ngan Etika atau moral.  MENURUT MITOS BISNIS AMORAL BISNIS TIDAK BEDANNYA DENGAN PERMAINAN JUDI Seperti halnya judi, bisnis adalah bentuk persaingan, yang mengutamakan kepentingan pribadi, orang yang terlibat didalamnya dengan segala cara dan upaya berusaha untuk menang.  Dalam prinsip judi orang akan sengan menghalalkan segala cara berusaha untuk menang.  Maka prinsip norma dan nilai etrika akan diabaikan dan dianggap tidak relevan dengan kegiatan bisnis.  MENURUT MITOS BISNIS AMORAL BISNIS TIDAK DIPERLUKAN ATURAN Aturan yang dipakai dalam permainan penuh persaiangan itu berbeda denbgan aturan dalam kehidupan sosial pada umumnya.  Bisnis tidaklah bisa dinilai dengan aturan moral dan sosial sebagaimana kita temui dalam kehidupan sosial umumnya.  Dalam argumen ini baik tidaknya kegiatan bisnis bukan ditentukan oleh pantas tidaknya menurut ukuran moral, melainkan menurut kaedah kaadah yang biasa diperaktekkan dalam dunia bisnis  MENURUT MITOS BISNIS AMORAL BISNIS TIDAK DIPERLUKAN ATURAN Karena itu menurut pendapat keyakinan mereka orang bisnis yang masih mau mematuhi aturan moral akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan ditengah persaingan ketat tersebut.  Orang yang masih patuh pada aturan moral akan kalah dan tersingkir dengan sendirinya..  KASIMPULAN DARI PENDAPAT AMORAL Bisnia dan etika merupakan dua hal yang berbeda dan terpisah.  Etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan mebuat pelaku bisnis akan kalah dalam persaingan bisnis yang ketat.  Orang-orang bisnis tidak perlu memperhatikan imbauanan-imbauan norma-norma, dan nilaiunilai moral.  PERTANYAAN PERTANYAAN SERIUS YANG PERLU DIJAWAB OLEH ORANG DALAM KELOMPOK AMORAL Apa yang diungkapkan oleh kelompok-kelompok amoral tadi menimbulkan pertanyaanpertanyaan yang serius.  Pertanyaan-pertanyaan itu justru datang dari pebisnis sendiri.  Apakah benar bahwa prinsip dan aturan dalam bisnis itu berbada dari prinsip dan aturan moral yang dikenan dalam msyarakat.  Apakah benar keberhasilan bisnis ditwentukan dengan menghalalkan segala cara, menipu, memotong bisnis orang lain dan semacamnya.  PENGALAMAN DARI ORANGORANGBISNIS BAHWA MITOS AMORAL TIDAKLAH BENAR Pertama memang bisnis sering diibaratkan dengan judi, bahkan sudah dianggap semacam judi, namun bisnis tidak seratus persen sama dengan judi.  Dalam bisnis orang masih mempertaruhkan dirinya mempertimbangkan nama baik seluruh keluarganya.  Karena itu orang bisnis perlu menerapkan cara dan strategi yang diperhitungkan dengan matang, sehingga tidak sampai merugikan dirinya sendiri.  Dalam bisnis, yang dipertaruhkan adalah nilainilai manusiawi, dengan kata lain cara dan stratgy bisnispun harus etis.  PENGALAMAN DARI ORANG-ORANGBISNIS BAHWA MITOS AMORAL TIDAKLAH BENAR Kedua, Tidak sepenuhnya benar bahwa bisnis sebagai permainan judi.  Dunia bisnis mempynnyai aturan sendiriyang berbeda sama sekali dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan sosial pada umumnya. Karena bisnis adfalah bagian deri kehidupan masyarakat, bisnis adalah penomena modrn yang tidak terlepas dari masyarakat.  Binisnis dilakukan antara manunsia dengamanusia. Karena itu norma yang ada dimsayarakat harus ikut didalamnya  PENGALAMAN DARI ORANGORANGBISNIS BAHWA MITOS AMORAL TIDAKLAH BENAR Ketiga, Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.  Suatau praktek atau kegiatan mungkin saja dibenarkan dam diterima secara legal, karena ada dasar hukuimnya.  Contohnya, praktek monopoli didasarkan aturan pemerintah. Namun tidak dengan sendirinya prekatek semacam ini dibenarkan secara moral.  PENGALAMAN DARI ORANG-ORANGBISNIS BAHWA MITOS AMORAL TIDAKLAH BENAR Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.  Dalam ilmu emp[iris suatu gejala atau fakta yang berulang terus terjadi dimana-mana menjadi alasan yang sah bgagi kita untuk menarik sebuah teori hukum yang sah berlaku universal.  Dalam etika tidak demikian. Dalam kenyataan adanya sogok, menyuap, kolusi, nepotisme yang terjadi berulang-ulang.  Tidak dengan sendirinya hal-hal diatas disimpulkan bahwa itu suatru yang sah. Daripadanya kita menyimpulkan bahwa bisnis tidak mengenal etika.  PENGALAMAN DARI ORANGORANGBISNIS BAHWA MITOS AMORAL TIDAKLAH BENAR  Kelima, pemberitaan diperbagai media, tentang betbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana, mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, menunjukkan masih banyak orang atau kelompok masyarakat yang menghjendaki agar bisnis dijalankan secara baik dengan mengindahkan segala norma-norma moral. KESIMPULAN YANG DIPEROLEH DARI PENGALAMAN PARA PEBISNIS Dari pengalaman para praktisi bisnis, disimpulkan bahwa :  Bisnis tidak sepenuhnya sama dengan judi.  Bisnis yang dilakukan adalah sebagai aktivitas dalam masyarakat yang tidak terlepas dari etika yang ada dimasyarakat, dalam arti dibuituhkan standar moral dalam pergaulan itu.  Untuk kepentingan kualitas hidup perusahaan maka dalam menjalankan bisnisnya para pebisnis harus tuntk kepada prinsip-prinsip moral yang berlaku dimasyarakat.  KEUNTUNGAN DAN ETIKA Perlu digars bawahi sejak sekarang bahwa tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan.  Dari sudut pandang etika keuntungan bukanlah suyatu yang buruk.  Dengan keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan dalam bisnisnya.  Tanpa memperoleh kentungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya. Dengan keuntungan memungkan perusahan tidak saja hidup melainkan dapat menghidupi karyawannya  ADA BEBARAPA ALASAN JUSTRU UNTUK MENDAPAT KEUNTUNGAN ETIKA PERLU DIJALANKAN Pertama. Dalam bisnis modern para pelakuk binis dituntut menjadi orang-orang profesional. Hanya orang profesionallah bisnisnya akan berkembang.  Kedua, dalam persaingan bisnis yang ketat para pelaku bisnis modernsangat sadar bahwa konsumen adalah benar-benar raja. Karena itu merebut dan mempertahankan kepercayaan konsumen adalah suatu yang perlu dilakukan.  ADA BEBARAPA ALASAN JUSTRU UNTUK MENDAPAT KEUNTUNGHAN ETIKA PERLU DIJALANKAN Ketiga, dalam sistim pasar terbuka dengan peran pemerintah yang bersifat netral, para pelaku bisnis berusaha sebisa mungkin untuk menghindari campurtangan pemerintah, yang baginya sangat merugikan kelangsungan bisnisnya.  Salah satu cara yang paling efektip adalah dengan melaksanakan bisnis secara baik dan etis  MENGAPA MASIH ADA PRAKTEK-PRAKTEK YANG SECARA TERANG-TERANGAN MELANGGAR NORMA-NORMA ETIKA MORAL Hal yang manusiawi bahwa tidak ada orang bersih seratus persen, etis dan bermoral dalam seluruh tindakannya.  Dalam dunia bisnis kita mamang sering ditemukan praktek bisnis yang tidak fair, hal ini terutama disebabkan oleh peluang yang diberikan .  Ada pelaku-pelaku tertentu yang dalam keadaan terpaksa  SELESAI TERIMA KASIH   Wassalamualaikum Wr Wb