Anda di halaman 1dari 16

SOFT SKILL TENAGA PENDIDIK

ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN

Kelompok 2  Anggita Mareta P (G1B013009)  Irma Rahmawati (G1B013015)  Fitri Prihastiwi (G1B013017)  Puji Lestari (G1B013018)  Liliawati Daeng K (G1B013019) .

Apa pengertian Etika ? .

yaitu “mos” dan dalam bentuk jamak “mores” yang juga berarti adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik atau kesusilaan dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk  . yaitu “ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).Etika berasal dari bahasa yunani kuno.  Etika berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa latin.

Apa pengertian Soft Skills ? .

kepribadian. hubungan sosial. yang menggambarkan hubungan dengan orang lain. optimis. . Soft skills adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang yang berhubungan dengan “EQ”. komunikasi. kebiasaan.

. seiring.Pada dasarnya soft skills merupakan kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang. tetapi dapat dikembangkan dengan maksimal dan dibutuhkan dalam dunia pekerjaan sebagai pelengkap dari kemampuan hard skills.Keberadaan antara hard skills dan soft skills sebaiknya seimbang. dan sejalan.

Bagaimana Soft Skills dalam dunia pendidikan ? .

khususnya bagi sekolah kejuruan yang mencetak lulusannya siap pakai di dunia kerja karena tuntutan dunia kerja lebih menekankan pada kemampuan soft skills. Pembelajaran soft skills sangatlah penting untuk diberikan kepada siswa sebagai bekal mereka terjun ke dunia kerja dan industri. .

Bagaimana Soft Skills bisa tertanam bagi tenaga pendidikan khusunya guru ? .

 Daniel Goleman menyatakan sebagai social intelligence adalah Tujuan menguasai dan mempraktekan soft skills sebagai pendidik adalah:(1) Mampu menempatkan diri baik dalam komunitas di kampus atau di sekolah. (3) . maupun dengan orang lain. dalam organisasi. (2) Menjadi anggota keluarga yang baik.

(2) Guru yang kreatif dapat mengelola waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. (1) Mereka yang kreatif memanfaatkan potensi. (3) Guru yang berani membuat “lompatan dalam hidup” dengan berwirausaha. seperti menjadi guru privat atau mengajar di bimbingan belajar. karena tugasnya adalah mendidik anak didik dengan pengetahuan dan kearifan.Mengasah dan  mengembangkan potensi bagi guru menjadi keharusan. . Guru yang cerah masa depannya adalah mereka yang memenuhi tiga hal yaitu.

TINJAUAN KASUS Alkisah ada seorang guru yang sudah lama mengajar di suatu sekolah terbaik dan terkenal.Pada waktu itu guru tersebut sedang mengajar di salah satu kelas... saat sesi pelajaran Berhitung (Arithmatika) selesai. jadi berapa?" Andi: "Empat." . guru bertanya pada anak pemilik sekolah. Bu Guru." Guru: "Pintar. dua kali dua berapa?" Andi: "Tiga Bu Guru.." Guru: “Betul Andi. tapi kurang satu.. Guru: "Andi.

Sang Guru tidak menyalahkan. bukan tiga tapi empat”. Mungkin dampaknya akan lain. kemudian baru memberikan koreksi.Kisah ini nampaknya biasa saja. namun jika kita simak lebih mendalam. Andaikan Guru itu tidak punya Soft-skill dan berkata seadanya. tapi terlebih dahulu membetulkan. Kemungkinan yang paling fatal adalah Andi anak pemilik sekolah itu patah arang dan mogok belajar atau gurunya dipecat oleh pemilik sekolah dan digantikan oleh yang lain karena dianggap tidak becus dan tidak etis. saat Andi menjawab salah. misalnya mengatakan: “Salah Andi. .

Kesimpulan  Tenaga pendidik tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi yang bersifat akademis saja.Penguasaan soft skill oleh tenaga pendidik dapat memberikan landasan untuk mencapai indikator perkembangan anak didik. Penguasaan soft skill yang ditandai dengan kemampuan intrapersonal dan interpersonal tenaga pendidik. kegiatan pembelajaran. stimulasi pembelajaran. keterampilan dan soft skills yang sempurna. . memiliki ilmu. Jadi. dan penguatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh anak didik. akan sangat mendukung proses pembelajaran anak didik yang dilaksanakan melalui tahapan penataan lingkungan. guru yang ideal tentunya adalah guru yang sempurna. sebab membelajarkan anak didik tidak semata-mata menyampaikan informasi tetapi juga menanamkan dasardasar pembiasaan positif dan rasa tanggung jawab.

“7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan Profesional”.  Galphin.REFERENSI  Yaniawati R. Poppy. Jamal.” Pikiran Rakyat. . 06 Agustus. Timothy J. 2009. The Human Side of change. 1999. Power Books (IHNIDA). “Soft Skill Dalam Dunia Pendidikan.  Bandung.  Ma’mur Asmani. 2007. Jogjakarta. USA Jassey Boss Inc Illah Sailah. 2009.