Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN

PBL
KASUS 3
MENGAMUK

KELOMPOK 1
TUTOR: DR. YANDRI NALDI

MENGAMUK
Perempuan
berusia
20
tahun
diantar
keluarganya ke unit gawat darurat dengan
keluhan mengamuk, berteriak-teriak, melompatlompat, dan tidak bisa tidur sejak ± 2 minggu
sebelum dibawa ke rumah sakit. Hal ini dialami
setelah dia melihat pacarnya berpelukan dengan
perempuan lain. Pada pemeriksaan tampak
gelisah, berbicara teru menerus dan berteriak
memaki-maki pacarnya tanpa terkendali.
Psikomotor hiperaktif, ekspresi perasaan
melambung, pembicaraan cepat. Terdapat
halusinasi visual dan ide-ide kebesaran.

STEP 1. DEFINISI
ISTILAH
 Psikomotor hiperaktif : gangguan
psikomotor dimana pasien melakukan
aktivasi berlebih yang merusak, agresif,
dan gelisah.
 Ekspresi visual : persepsi palsu yang
melibatkan penglihatan baik suatu cinta
yang berbentuk atau tidak berbentuk
yang tidak dikaitkan dengan stimulus
eksternal.

DAFTAR MASALAH 1. Etiologi ? 9. Definisi ? 8. Gejala ? 10. Macam-macam halusinasi ? 4. Macam-macam gangguan psikotik ? 3. Macam-macam waham ? 5. Macam-macam afek ? 6. Terapi dan Prognosis ? . Diagnosis pada kasus ? 7. Apa yang menyebabkan perempuan tersebut mengalami gejala seperti dalam kasus? 2.STEP 2 .

Genetik c.STEP 3. Sebab dalam kasus a. Faktor lingkungan • Keluarga • Sosial b. ANALISIS MASALAH 1. Gangguan medis .

2..LANJUTAN.. Macam-macam gangguan psikotik • Skizofrenia • Skizofrom : 1-6 bulan • Skizoafektif • Gangguan waham • Gangguan waham tak bizzard • Gangguan waham terinduksi • Gangguan psikotik sementara • Gangguan psikotik non organic • Gangguan psikotik akibat medis umum • Gangguan psikotik zat .

3. MACAM-MACAM HALUSINASI • HALUSINASI HIPONAGOGI • HALUSINASI HIPNOPOMPIK • HALUSINASI AUDIOTORIK • HALUSINASI VISUAL • HALUSINASI OLFAKTORI • HALUSINASI GUSTATORIK • HALUSINASI TAKTIL (HAPTIK) • HALUSINASI SOMATIK • HALUSINASI LILIPUT • HALUSINASI KONGRUEN MOOD • HALUSINASI TIDAK KONGRUEN MOOD • HALUSIONIS • SINESTESIA .

Waham sistematik c. Waham somatik h.4. Waham nihilistik f. Waham kemiskinan g. Waham yang tidak sesuai mood e. Waham yang sesuai dengan mood d. Waham kendali  Penarikan pikiran  Insersi pikiran  Siar pikiran  Kendali pikiran • • • Waham kecemburuan/ ketidaksetiaan Waham erotomania Waham pseudofagia fantastika . Waham bizarre b. Waham paranoid  Waham kejar  Waham rujuk  Waham kebesaran i. Waham menyalahkan diri sendiri j. Macam-macam waham a.

. 5. Macam-macam afek – Afek sesuai – Afek tidak sesuai – Afek tumpul – Afek terbatas atau menyempit – Afek datar – Afek labil 6. Diagnosis pada kasus  SKIZOAFEKTIF .LANJUTAN..

STEP 4. MAIN PROBLEM IDE-IDE KEBESAR AN Ekspresi perasaan melambu ng HALU SINAS I VISUA L Psikom otor hiperak tif skizoaf ektif .

SASARAN BELAJAR 7. Gejala ? 10. Etiologi ? 9. Definisi ? 8.STEP 5. Terapi dan Prognosis ? .

fungsi pramorbid baik . .STEP 6. riwayat keluarga dan gangguan afektif. membuat terapi pasien dengan gangguan skizoafektif ini menjadi sulit. MENGHUBUNGKAN SB DENGAN MAIN PROBLEM 7. • Adanya gabungan gejala-gejala dari spektrum divergen ini. • Onset yang tiba-tiba pada masa remaja . terdapat stresor yang jelas . • Ditandai dengan adanya gejala kombinasi antara gejala skizofrenia dan gejala gangguan afektif yang sama-sama menonjol pada saat bersamaan (simultaneously). Definisi skizoafektif • Kelainan mental yang rancu. BELAJAR MANDIRI STEP 7.

antara lain depresi adalah komorbid tertinggi dari skizofrenia. yang ditunjukkan adalah angka komorbid antara skizofrenia dan gangguan afektif. 81% pernah didiagnosa gangguan afektif yang terdiri dari 59% depresi dan 22% gangguan bipolar Prevalensi: wanita>> dr pd pria Onset umur pada wanita lebih tua dari pada pria Pada usia tua gangguan skizoafektif tipe depresif lebih sering sedangkan untuk usia muda lebih sering gangguan skizoafektif tipe bipolar . Menurut National comorbidity study : Ada 66 orang yang di diagnosa skizofrenia.EPIDEMIOLOGI • • • • • Studi populasi umum tidak ada yang menunjukkan insidens dari penyakit skizoafektif.

. ETIOLOGI SKIZOAFEKTIF • Beberapa data menunjukkan bahwa gangguan skizofrenia dan gangguan afektif mungkin berhubungan secara GENETIK. • Ada peningkatan resiko terjadinya gangguan skizofrenia diantara keluarga dengan gangguan skizoafektif.8.

.4 MODEL KONSEPTUAL 1. Gangguan skizoafektif mungkin merupakan suatu tipe dari skizofrenia atau suatu tipe dari gangguan afektif. 2. 3. 4. Gangguan skizoafektif mungkin merupakan suatu tipe psikosis yang berbeda dengan skizofrenia maupun dengan gangguan afektif. Gangguan skizoafektif adalah kelompok heterogen yang meliputi semua kemungkinan tersebut diatas. Gangguan skizoafektif mungkin merupakan ekspresi bersama sama dari skizofrenia dan gangguan afektif.

Skizoafektif ≠ skizofrenia dan ggn afektif 4. (meliputi semua kemungkinan di atas) . Afektif 2. heterogen 5.JEMBATAN KELEDAI 1. Skizoafektif = skizofrenia + ggn afektif 3. Skizoafektif adalah kel. Skizoafektif =skizofrenia atau skizoafektif = ggn.

dan gangguan depresif. • Gejala skizofrenik dan gangguan mood dapat ditemukan bersama-sama atau dalam cara yang bergantian.9. episode manik. • Perjalanan penyakit dapat bervariasi dari satu eksaserbasi dan remisi sampai satu perjalanan jangka panjang yang memburuk. GAMBARAN KLINIS • Tanda dan gejala klinis gangguan skizoafektif adalah termasuk semua tanda dan gejala skizofrenia. .

DIAGNOSIS 1. 2. Pedoman Diagnosis Gangguan Skizoafektif • Gejala Skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama menonjol atau dalam beberapa hari sesudah yang lain. Beberapa Tipe Skizoafektif • Gangguan Skizoafektif tipe Manik • Gangguan Skizoafektif tipe Depresif • Gangguan Skizoafektif tipe Campuran . tetapi dalam satu episode penyakit (tidak memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia maupun gangguan afektif).

• SEBUTKAN TIPE :  TIPE BIPOLAR : JIKA GANGGUAN TERMASUK SUATU EPISODE MANIC ATAU CAMPURAN (ATAU SUATU MANIK ATAU SUATU EPISODE CAMPURAN DAN EPISODE DEPRESIF BERAT)  TIPE DEPRESIF : JIKA GANGGUAN HANYA TERMASUK EPISODE DEPRESIF BERAT . GEJALA YANG MEMENUHI KRITERIA UNTUK EPISODE MOOD DITEMUKAN UNTUK SEBAGIAN BERMAKNA DARI LAMA TOTAL PERIODE AKTIF DAN RESIDUAL DARI PENYAKIT. TERDAPAT WAHAM ATAU HALUSINASI SELAMA SEKURANGNYA 2 MINGGU TANPA ADANYA GEJALA MOOD YANG MENONJOL. EPISODE MANIK. GANGGUAN BUKAN KARENA EFEK FISIOLOGIS LANGSUNG DARI SUATU ZAT (MISALNYA. B. D. OBAT YANG DISALAHGUNAKAN. SELAMA PERIODE PENYAKIT YANG SAMA. PADA SUATU WAKTU. C. SUATU MEDIKASI) ATAU SUATU KONDISI MEDIS UMUM. ATAU SUATU EPISODE CAMPURAN DENGAN GEJALA YANG MEMENUHI KRITERIA A UNTUK SKIZOFRENIA.DSM-IV KRITERIA DIAGNOSTIK A. SUATU PERIODE PENYAKIT YANG TIDAK TERPUTUS SELAMA MANA. TERDAPAT BAIK EPISODE DEPRESIF BERAT.

sebagai konsekuensi dari ini.PPDGJ-III PEDOMAN DIAGNOSTIK  Diagnosis gangguan skizoafektif hanya dibuat apabila gejala-gejala definitive adanya skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan (simultaneously) atau dalam beberapa hari yang satu sesudah yang lain. .4 (depresi pasca. diberi kode diagnosis f20.1) atau campuran dari keduanya (f25.skizofrenia).2). dan bilamana.  Bila seorang pasien skizofrenik menunjukkan gejala depresif setelah mengalami suatu episode psikotik.  Beberapa pasien dapat mengalami episode skizoafektif berulang. dalam satu episode penyakit yang sama. Pasien lain mengalami satu atau dua episode skizoafektif terselip di antara episode manik atau depresif (f30-f33). baik berjenis manic (f25.0) maupun depresif (f25. episode penyakit tidak memenuhi kriteria baik skizofrenia maupun episode manik atau depresif  Tidak dapat digunakan untuk pasien yang menampilkan gejala skizofrenia dan gangguan afektif tetapi dalam episode penyakit yang berbeda.

• Gejala-gejala afektif diantaranya : elasi dan ide-ide kebesaran. • Terdapat peningkatan enersi. dan hilangnya hambatan norma sosial .0 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK • Suatu gangguan psikotik dengan gejala-gejala skizofrenik dan manik bersama-sama menonjol dalam satu episode penyakit yang sama. tetapi kadang-kadang kegelisahan atau iritabilitas disertai oleh perilaku agresif serta ide-ide kejaran. . aktivitas yang berlebihan .F25. konsentrasi yang terganggu.

ada kekuatan-kekuatan yang sedang berusaha mengendalikannya. namun penyembuhan secara sempurna dalam beberapa minggu. . perilaku sangat terganggu.0 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK • Waham kebesaran. • Gejala skizofrenik juga harus ada. • Onset biasanya akut. antara lain: merasa pikirannya disiarkan atau diganggu. mendengar suara-suara yang beraneka beragam atau menyatakan ideide yang bizarre. waham kejaran mungkin ada..F25.

.pedoman diagnostik (a) sampai dengan (d)). • Dalam episode yang sama harus jelas ada sedikitnya satu atau lebih baik lagi dua. • Afek harus meningkat secara menonjol atau ada peningkatan afek yang tak begitu menonjol dikombinasi dengan iritabilitas atau kegelisahan yang memuncak.. F20. gejala skizofrenia yang khas (sebagaimana ditetapkan untuk skizofrenia.0 Gangguan Skizoafektif Tipe Manik Pedoman DiagnostikPPDGJ III • Kategori ini digunakan baik untuk episode skizoafektif tipe manic yang tunggal maupun untuk gangguan berulang dengan sebagian besar episode skizoafektif tipe manik.F25.

gangguan konsentrasi.F25. kurang minat. • Gejala depresi disini ditandai dengan adanya perilaku yang retardasi.1 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF • Pada episode yang sama terdapat gejala2 skizofrenia maupun depresif yang sama2 menonjol. insomnia. perasaan bersalah. perubahan nafsu makan. dan ide2 bunuh diri . hilangnya enersi. keputusasaan.

mengutuk dirinya. .F25. Mendengar suara2 yang menghina. Episode berlangsung lebih lama dari pada episode manik. atau akan membunuhnya. Bahkan seperti ada yang mendiskusikan dirinya. ada kekuatan2 yang mrngendalikan pikirannya. atau diganggu. dan bisa sembuh sempurna. Pasien yakin sedang di mata-matai. sedang diincar.1 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF • Secara bersamaan dalam satu episode terdapat • • • • gejala2 skizofrenia yg khas antara lain: Merasa pikirannya sedang disiarkan. Namun ada sebagian yang akhirnya berkembang menjadi defek skizofrenik.

• Afek Depresif harus menonjol. baik depresif maupun kelainan perilaku terkait seperti tercantum dalam uraian untuk episode depresif (F32) • Dalam satu episode yang sama.1 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF Pedoman Diagnostik • Kategori ini harus dipakai baik untuk episode skizoafektif tipe depresi yang tunggal.F25. . F20 (a) sampai (d)). disertai oleh sedikitnya dua gejala khas. dan sebaiknya ada dua. dan untuk gangguan berulang dimana sebagian besar episode didominasi oleh skizoafektif tipe depresi. gejala khas skizofrenia (sebagaimana ditetapkan dalam pedoman diagnostik skizofrenia. sedikitnya harus jelas ada satu.

F25. .6).2 Gangguan Skizoafektif Tipe Campuran • Gangguan dengan gejala-gejala skizofrenia (F20) berada secara bersama-sama dengan gejalagejala afektif bipolar campuran (F31.

medikasi antipsikotik dapat diindikasikan. Jika protocol thymoleptic tidak efektif di dalam mengendalikan gejala atas dasar berkelanjutan. tipe depresif. Pasien dengan gangguan skizoafektif. harus mendapatkan percobaan lithium. dan intervensi psikososial. TERAPI Modalitas terapi yang utama untuk gangguan skizoafektif adalah perawatan dirumah sakit. . Prinsip dasar yang mendasari farmakoterapi untuk gangguan skizoafektif adalah bahwa protocol antidepresan dan antimanik diikuti jika semuanya diindikasikan dan bahwa antipsikotik digunakan hanya jika diperlukan untuk pengendalian jangka pendek. Pasien dengan gangguan skizoafektif. valproate (Depakene). medikasi. atau suatu kombinasi obat-obat tersebut jika suatu obat saja tidak efektif. tipe bipolar.10. carbamazepine (Tegretol). harus diberikan percobaan antidepresan dan terapi elektrokonvulsif (ECT) sebelum mereka diputuskan tidak responsive terhadap terapi antidepresan.

. pengembangan skill sosial dan berfokus pada rehabilitasi kognitif.TERAPI • Apabila ada pikiran bunuh diri atau ide-ide membunuh diindikasikan untuk dirawat inapkan dirumah sakit. • Terapi dengan melibatkan keluarga. • Pengobatan . • Apabila gengguan skizoafektif tipe manik terapi kombinasi antara antipsokotik dengan mood stabilizer . digunakan kombinasi antipsikotik dengan anti depresan bila memenuhi kriteria diagnostik gangguan skizoafektif tipe depresif.

tetapi lebih baik dari skizofrenia. • Prognosis lebih buruk dari gangguan depresif maupun bipolar. • Dan sebaliknya semakin persisten gejala2 gangguan afektifnya. prognosis diperkirakan akan lebih baik. • Semakin menonjol dan persisten gejala skizofrenianya maka pronosis nya buruk.PROGNOSIS • Prognosis bisa diperkirakan dengan melihat seberapa jauh menonjolnya gejala skizofrenianya. . atau gejala gangguan afektifnya.

Thank’S you .