Anda di halaman 1dari 10

HUKUM ANTI MONOPOLI

DAN PERSAINGAN USAHA
TIDAK SEHAT
RISKA HAJRIA
NURUL HASANAH
KHARUL RIZAL

Pengertian Anti monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat “Antitrust” untuk pengertian yang sepadan dengan istilah “anti monopoli” atau istilah “dominasi” yang dipakai masyarakat Eropa yang artinya juga sepadan dengan arti istlah “monopoli” Disamping itu terdapat istilah yang artinya hampir sama yaitu “kekuatan pasar”. Keempat istilah tersebut dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana seseorang menguasai pasar . tanpa mengikuti hukum persaingan pasar atau hukum tentang permintaan dan penawaran pasar . “antitrust”. “kekuatan pasar” dan istilah “dominasi” saling dipertukarkan pemakaiannya. yaitu istilah “monopoli”.dimana dipasar tersebut tidak tersedia lagi produk subtitusi yang potensial. dan terdapatnya kemampuan pelaku pasar tersebut untuk menerapkan harga produk tersebut yang lebih tinggi. Dalam praktek keempat kata tersebut.

   . 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999) yang bertujuan untuk memelihara pasar kompetitif dari pengaruh kesepakatan dan konspirasi yang cenderung mengurangi dan atau menghilangkan persaingan.Asas dan Tujuan Antimonopoli dan Persaingan tidak Usaha Asas       Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum. Kepedulian utama dari UU persaingan usaha adalah promoting competition dan memperkuat kedaulatan konsumen.  Tujuan                          Undang-Undang (UU) persaingan usaha adalah Undangundang No.

kemampuan akses pada pasokan atau penjualan. atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan. Menurut pasal 33 ayat 2 “ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. sektorsektor ekonomi seperti air. telekomunikasi.Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai. .Kegiatan yang Dilarang dalam Antimonopoli  Kegiatan yang dilarang berposisi dominan menurut pasal 33 ayat 2.” Jadi. kekayaan alam dikuasai negara tidak boleh dikuasai swasta sepenuhnya. serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu. listrik.

Perjanjian yang dilarang dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat           Oligopoli Penetapan harga Pembagian wilayah Pemboikotan Kartel Trust Oligopsoni Integrasi vertikal Perjanjian tertutup Perjanjian dengan pihak luar negeri .

yang meliputi : Pencegahan konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang bersaing Pembatasan pasar dan pengembangan teknologi Menghambat pesaing untuk bisa masuk pasar Jabatan rangkap Pemilikan saham Merger. akuisisi. konsolidasi .Hal-hal yang Dikecualikan dalam Monopoli            Monopoli Monopsoni Penguasaan pasar Persekongkolan Posisi dominan.

5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat .Komisi Pengawasan Persaingan Usaha  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk untuk memenuhi amanat UndangUndang no.

000. .000. Pasal 25.000. (2) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 5 sampai dengan Pasal 8. dan Pasal 26 UndangUndang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp5.000. Pasal 15.000. (3) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 41 Undang-undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp1.000.000 (dua puluh lima miliar rupialh). atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 3 (tiga) bulan. atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 6 (enam) bulan.000 ( lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp25.000. Pasal 9 sampai dengan Pasal 14. Pasal 27.000 (lima miliar rupiah).000.000 (satu miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp5.000. atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 (lima) bulan. Pasal 16 sampai dengan Pasal 19.000.000 (seratus miliar rupiah). Sanksi dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha  Pasal 48 (1) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 4.000 (dua puluh lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp100. dan Pasal 28 diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp25.000.000. Pasal 20 sampai dengan Pasal 24.

atau b. Aturan ketentuan pidana di dalam UU Anti Monopoli menjadi aneh lantaran tidak menyebutkan secara tegas siapa yang berwenang melakukan penyelidikan atau penyidikan dalam konteks pidana.Pasal 49              Dengan menunjuk ketentuan Pasal 10 Kitab Undangundang Hukum Pidana. Penghentian kegiatan atau tindakan tertentu yang menyjavascript:void(0)ebabkan timbulnva kerugian pada pihak lain. Pencabutan izin usaha. Larangan kepada pelaku usaha yang telah terbukti melakukan pelanggaran terhadap undang-undang ini untuk menduduki jabatan direksi atau komisaris sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan selama-lamanya 5 (lima) tahun. atau c. terhadap pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 48 dapat dijatuhkan pidana tambahan berupa: a.  .

  . Sementara yang dimaksud dengan “praktek monopoli” adalah suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh salah satu atau lebih pelaku yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan suatu persaingan usaha secara tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undangundagn Anti Monopoli ). Sesuai dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Anti Monopoli.Kesimpulan   Persaingan Usaha Tidak Sehat adalah persaingan antar pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang atau jasa yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha.