Anda di halaman 1dari 34

REFERAT

Hipertropi
Pyloric Stenosis

Pembimbing:
dr. I Made Dewi K., Sp. Rad
Disusun Oleh:
Tutut Rachmawati
15710358

Anatomi Lambung
Lambung merupakan organ berbentuk kantong
seperti huruf ‘J’, dengan volume pada orang dewasa
1200-1500cc pada saat berdilatasi. Sedang lambung
bayi baru lahir mempunyai kapasitas 10-20cc, bayi
usia 1 minggu 30-90cc, bayi usia 2-3 minggu 75100cc, bayi usia 1 bulan 90-150cc, bayi usia 3 bulan
90-150cc, dan bayi usia 1 tahun 210-360cc.
Pada bagian superior, lambung berbatasan
dengan bagian distal esofagus, sedangkan bagian
inferior berbatasan dengan duodenum. Lambung
terletak pada daerah epigastrium dan meluas ke
hipokhondrium kiri. Kecembungan lambung yang
meluas
ke
gastroesofageal
junction
disebut
kurvatura mayor.

Kelengkungan lambung bagian
kanan disebut kurvatura minor,
dengan ukuran ¼ dari panjang
kurvatura mayor. Seluruh organ
lambung terdapat di dalam rongga
peritoneum dan ditutupi oleh
omentum

Anatomi Lambung .

Fundus. 5. daerah yang kecil terdapat pada bagian superior di dekat gastroesofageal junction. Korpus. . merupakan bagian tubulus yang paling distal dari lambung. 4. 3. Kardia. 2.Secara Anatomi Lambung dibagi Menjadi 5: 1. adalah bagian 1/3 bagian distal dari lambung. merupakan 2/3 bagian dari lambung dan berada di bawah fundus sampai ke bagian paling bawah yang melengkung ke kanan membentuk huruf ‘J’ Antrum pilori. bagian berbentuk kubah yang berlokasi pada bagian kiri dari kardia dan meluas ke superior melebihi tinggi gastroesofageal junction. Keberadaannya secara horizontal meluas dari korpus hingga ke sphincter pilori Sphincter pilori.

Definisi menurut Wikipedia encyclopedia.Definisi Hipertropi pyloric stenosis (HPS) merupakan suatu kondisi yang terjadi pada bayi dengan lambung bagian pilorus mengalami penebalan yang abnormal. HPS adalah penyempitan di jalan keluar lambung sampai bagian pertama dari duodenum menyebabkan pembesaran (hipertropi) muskulus sekitar jalan keluar tersebut (pilorus) dan mengalami spasme saat lambung kosong5 .

Bayi laki-laki lebih banyak terkena dari pada perempuan dengan perbandingan 4:1 . Insidensinya di populasi barat 2-4 per 1000 bayi lahir hidup tetapi pada populasi asia dan afrika lebih rendah. namun beberapa literatur 2-12 minggu.Epidemiologi HPS sering terjadi pada bayi dengan usia kehidupan 2-10 minggu.

Gejala Klinis  Muntah proyektil  Tampak peristaltik lambung dan teraba masa di perut yang bentuk olive di kuadran kanan atas  pasien disertai hematemesis karena esofagitis atau gastritis  Dehidrasi  alkalosis hipokalemia  berat badan turun  pertumbuhan lambat  Keadaan jaundice .

HPS bisa merupakan kejadian kongenital maupun didapat. Kontribusi genetik Stenosis pilorus . Teori yang menjelaskan etiologi ini antara lain: hiperaktifitas lambung yang menyebabkan spasme hipertropi muskulus dan inervasi pilorus yang abnorma Adanya predisposisi genetik disertai faktor lingkungan Abnormalitas kromosom .Etiologi Etiologi HPS sampai saat ini belum diketahui.

sehingga terdapat kemungkinan tidak adanya saraf ini di otot pilorus menyebabkan kontraksi berlebihan dan terjadi hipertrofik otot pilorus sirkule  Terdapat sejumlah protein matriks ekstraseluler yang abnormal dalam otot pilorus hipertrofik. Sel otot sirkuler pada HPS secara aktif mensintesis kolagen dan hal ini bertanggung jawab tehadap karakter dari tumor pilorus  Peningkatan ekspresi insulin-like growth factor-I. transforming growth factor.Patogenesis patogenesis HPS pada bayi antara lain:  Adanya bukti menunjukkan sel-sel otot polos di HPS pada bayi tidak mempunyai inervasi yang baik  Karena non-adrenergik. saraf non-kolinergik merupakan mediator relaksasi otot halus.beta 1. dan plateletderived growth factor-BB dan reseptor otot hipertrofik pilorus menunjukkan peningkatan sintesis lokal dari faktor pertumbuhan dan mungkin memainkan peran penting dalam hipertrofi otot polos HPS .

Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis HPS diperlukan anatar lain: 1. pemeriksaan fisik Didapatkan bayi sering datang dengan tanda dehidrasi berupa berat badan rendah dan nafsu makan yang tak terpuaskan sehingga tampak kening muka berkerut dan keriput perut buncit di hipokondrium. . dan tampak aktivitas peristaltik meningkat di dinding perut yang tipis.

mobile. . yang teraba di epigastrium atau di kuadran kanan dan disebut sebagai olive sign.Pada palpasi tampak masa bentuk bulat telur.

2. Foto polos radiografi Foto polos radiografi tidak mempunyai peran penting dalam penentuan diagnosis HPS. Distensi lambung masif (diameter > 7cm) dengan isi cairan atau udara dengan gambaran gas di intestinal minimal yang disebut sebagai single bubble umumnya mendukung diagnosis HPS. .

.Distensi gaster massif (single bubble) dengan gambaran udara usus minimal didistal).

3. sonografi bebas dari radiasi dan dapat mengikuti visualisasi dari muskulus pilorus secara langsung.5 MHz. Selain sensitifitas dan spesifitas yang tinggi. Pemeriksaan ultrasonografi USG menjadi modalitas pilihan untuk diagnosis HPS. Pemeriksaan menggunakan transduser linear 5-7. Transduser sampai 10 MHz dapat digunakan tergantung ukuran bayi dan dalamnya pilorus .

Anatomi normal antara gaster. A dan C: diagram yang menunjukkan ilustrasi sonografi di B dan D. (M) permukaan muskulus. (Mu) adalah sub mukosa dan (F) adalah cairan di dalam saluran. B merupakan potongan transversal/melintang dan D adalah potongan longitudinal. cairan didalam duodenum (D) .

  . Tanda ini mempresentasikan mukosa yang ekogenik dalam pylorus yang dikelilingi penebalan dinding muskulus yang hipoekoik.Pilorus menunjukkan target sign atau doughnut sign pada HPS.

Cervix sign pada HPS. Menggambarkan indentasi pylorus masuk ke antrum yang terisi cairan .

Menunjukkan adanya redundant mukosa pyloric yang mengalami protusio masuk ke antrum gaster .Antral nipple sign pada HPS.

Diagnosis HPS dengan USG mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang tinggi (96% dan 100%) serta positive predictive value lebih besar dari 90% .

Selama pemeriksaan UGI dengan kontras lambung harus dikosongkan melalui selang naso gastric tube (NGT) sebelum dan sesudah dilakukan pemeriksaan agar tidak terjadi refluks dari isi lambung. Pemeriksaan gastrointestinal bagian atas (upper gastrointestinal/UGI) dengan kontras Sebelum sonografi popular digunakan. pemeriksaan UGI dengan kontras menjadi andalan diagnosis gangguan gastric outlet obstruction selama bertahuntahun. Pemeriksaan UGI dengan kontras pada HPS menunjukkan tanda tidak langsung berupa adanya efek pilorus pada lumen.4. . Pada kasus-kasus yang meragukan pada pemeriksaan USG diperlukan pemeriksaan UGI dengan kontras untuk memastikan diagnosis.

Double track sign pada HPS .

Penyempitan pylorus (panah) dengan shoulder sign prominen (kepala panah tertutup) dan pengosongan lambung yang terlambat pada pasien1 bulan dgn stenosis pylorus. .

. Temuan ini konsisten dengan stenosis pylorus.Pemeriksaan UGI (upper gastrointestinal) menunjukkan adanya obstruksi pylorus dengan string sign .

 Mushroom sign /umbrella sign pada stenosis pylorus .

Gangguan elektrolit berat dikoreksi dengan 0. 1.Penatalaksanaan Koreksi elektrolit dan rehidrasi Gangguan elektrolit ringan dapat dikoreksi dengan 0. diikuti oleh pemberian 0.9% salin dalam 5% dextrose.9% normal salin dengan bolus 10-20cc/kgBB. Kalium di tambahkan jika diperlukan.45% normal salin dan 5% dextrose sebelum dilakukan tidakan operasi. .

2. Dekompresi naso gastrik Setelah diagnosis HPS ditegakkan. semua makanan di stop dan dilakukan aspirasi semua isi lambung melalui NGT. Biasanya isi lambung berupa susu yang telah menggumpal sehingga dilakukan lavage dengan normal saline sampai evakuasi lambung adekuat. . NGT dikeluarkan untuk mencegah perburukan gangguan elektrolit karena aspirasi dari isi lambung. Setelah isi lambung kosong.

Sehingga diperlukan koreksi elektrolit sebelum dilakukan tindakan bedah . Pembedahan Pembedahan pada pasien HPS bukan merupakan tindakan darurat.3.

2. GERD (gastroesophageal reflux disease) pylorospasme atresia pylorus stenosis duodeni malrotasi . 4. 5.Diagnosis Banding 1. 3.

Prognosis Sebagian besar bayi membaik setelah operasi dan tidak memerlukan tambahan intervensi medis lebih jauh. Setelah pembedahan pyloromyotomy muskulus pilorus menjadi ke ukuran normal dan ketika dilihat selama operasi hanya tampak garis halus diatas pilorus di sisi myotomy Pada minggu pertama setelah operasi. ketebalan muskulus bisa sama atau bahkan lebih tebal dari sebelum operasi dan secara bertahap dapat kembali normal .

Berat tubuh berkurang 5. Muntah 3. Perut membengkak 6. Dehidrasi 4.Kesimpulan Hypertrofi pylorus stenosis merupakan kelainan yang di bawa sejak dalam kandungan atau kelaina kongenital yaitu kelainan yang terjadi pada otot pylorus yang mengalami penebalan saluran usus pada lapisan sirkulernya.gejala Hypertrofi pylorus stenosis: 1. Gejala . Rasa lapar meningkat . Menangis dan gelisah 2. terbatas pada lingkaran pylorus dan jarang berlanjut ke otot gaster.

akibatnya makanan atau minuman akan di muntahkan kembali persis apa yang di makan atau di minumnya.Pylorus adalah bagian dari usus dua belas jari yang berbatasan langsung dengan lambung dimana makanan atau minuman dari lambung akan masuk ke usus dua belas jari secara bertahap. Selain muntah hebat dan menyemprot. Gejala tersebut biasanya muncul dua sampai enam minggu setelah lahir . juga terus menerus merasa lapar karena tidak ada penyerapan makanan atau minuman sehingga akan mengganggu pertumbuhanya. dengan adanya penebalan ini maka makanan atau minuman tersebut akan terhalang masuk ke usus dua belas jari.

.Jika kejadian demikian harus di lakukan tindakan operasi “PYLOMYOTOMY” secepatnya. untuk melebarkan daerah yamg menyempit agar bisa berjalan dengan lancar.

TERIMA KASIH .