Anda di halaman 1dari 469

Nur Muhammad Ridha

Tarigan
ridho_fe.uisu@yahoo.co.id
081361768290

KEWIRAUSAHAAN
Nur Muhammad Ridha
Tarigan

Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Sumatera
Utara
Medan

PENDAHULUAN
Landasan Dasar Ilmu Kewirausahaan
diajarkan di Perguruan Tinggi.
– INPRES no:4 tahun 1995 tentang Gerakan
Nasional Memasyarakatkan dan
Membudayakan Kewirausahaan
– SKB Menteri Negara Koperasi
No:02/SKB/Meneg/VI/2000 dan No:4
/U/SKB/2000 tanggal 29 juni 2000.

Pengembangan jiwa
kewirausahaan bagi mahasiswa
Perguruan Tinggi dimaksudkan
untuk memberikan bekal
kepada mahasiswa agar
mahasiswa/alumni memiliki pola
pikir, pola sikap dan pola tindak
yang mengutamakan inovasi,
kreativitas dan kemandirian

Mengapa di Perguruan Tinggi
dilakukan pengembangan jiwa
kewirausahaan ?
Hal itu terkait dengan masalah:
masa tunggu setelah lulus agar
lebih pendek, dan
daya serap dunia kerja terhadap
lulusan agar lebih tinggi
kemampuan menciptakan
lapangan kerja bagi diri sendiri
dan orang lain

Peran Perguruan Tinggi harus mampu
memberikan bekal bagi lulusannya bukan
hanya hardskills, tetapi juga softskills yang
cukup kepada mahasiswa. Hardskills antara
lain terdiri dari ilmu pengetahuan sesuai
dengan bidang studi yang ditekuni (knowledge
of field) dan pengetahuan tentang teknologi
(knowledge of technology). Sementara itu,
softskills antara lain terdiri dari kemampuan
berkomunikasi baik lisan, tulisan, maupun
gambar (oral and written communication),
kemampuan bekerja secara mandiri atau di
dalam tim (ability to work independently and in
team setting), kemampuan berlogika (logical
skills), dan kemampuan menganalisis
(analytical skills)

Kenyataan di lapangan
menunjukkan bahwa untuk
mencapai puncak
keberhasilan, bukan hanya
hardskills yang dibutuhkan,
tetapi juga softskills. Bahkan
dalam banyak hal, keunggulan
seseorang pada softskills
justru menjadi faktor penting
yang menentukan
keberhasilan hidupnya

 Jika

dahulu kewirausahaan merupakan
bakat bawaan sejak lahir dan diasah
melalui
pengalaman
langsung
di
lapangan, maka sekarang ini paradigma
tersebut telah bergeser. Kewirausahaan
telah menjadi suatu disiplin ilmu yang
mempelajari tentang nilai, kemampuan
(ability) dan perilaku seseorang dalam
menghadapi tantangan hidup untuk
memperoleh peluang dengan berbagai
resiko yang mungkin dihadapinya.

8

Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu
kewirausahaan dapat dipelajari dan
diajarkan, sehingga setiap individu
memiliki peluang untuk tampil sebagai
seorang wirausahawan (entrepreneur).
Bahkan untuk menjadi wirausahawan
sukses, memiliki bakat saja tidak
cukup, tetapi juga harus memiliki
pengetahuan segala aspek usaha yang
akan ditekuninya. Tugas dari wirausaha
sangat banyak, antara lain tugas
mengambil keputusan, kepemimpinan
teknis, kepemimpinan organisatoris
dan komersial, penyediaan modal dll. 9

– Kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir (entrepreneurship are born not made). . – Kewirausahaan kesannya tidak dapat dipelajari dan diajarkan. – Kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. • Dahulu.PERKEMBANGAN ILMU KEWIRAUSAHAAN.

(Entrepreneurship are not only born but also made) . – Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan serta independen.• Sekarang. – Kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir akan tetapi dapat dipelajari dan diajarkan.

• bentuk entrepreneur clerical pekerjaan arsitek bangunan istana • Abad ke 17: – Seseorang yang menanggung resiko untung rugi dalam mengadakan kontrak pekerjaan dengan pemerintah dengan menggunakan fixed price.• Abad Pertengahan – berarti aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi berskala besar. .

– Menyatakan entrepreneur sebagai orang yang menanggung resiko yang berbeda dengan orang yang memberi modal. Kontrak dengan pemerintah untuk memasok produk melalui penetapan harga agar lebih jelas perolehan keuntungan ataupun rugi.yang merencanakan.ABAD ke:17. • 1797:Bedeau. – Menyatakan wirausaha sebagai orang yang menanggung resiko. . • 1725: Richard Cantillon.supervisi.mengorganisasi dan memiliki.

– Menyatakan adanya pemisahan antara keuntungan untuk entrepreneur dan keuntungan untuk pemilik modal. .dengan orang yang menerima keuntungan karena keberhasilannya memimpin usaha. – Membedakan antara orang menyediakan modal dan menerima bunga.ABAD 18 • 1803:Jean Baptist Say. • 1876:Francis Walker.

• 1934:Joseph Schumpeter. • 1964:Peter Drucker. – Seorang entrepreneur adalah seorang inovator dan mengembangkan teknologi. • 1961:David Mc lelland.ABAD 19 Bahwa seorang Wirausaha adalah orang yang melihat peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. – Entrepreneur adalah seorang yang energik dan membatasi resiko. . – Seorang entrepreneur adalah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang.

• 1980:Karl Vesper.dan menerima resiko kegagalan. – Seorang entrepreneur berbeda dengan seorang ahli ekonomi. . Istilah wiraswasta dan wirausaha • 1975:Albert Shapero. – Seseorang yang memiliki inisiatif.psychologist.mengorganisir mekanis sosial dan ekonomi.business persons dan politicians.Pada Abad 19.

• 1985:Robert Hisrich. – Entrepreneur adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda dalam nilai dengan mencurahkan waktu dan usahanya.• 1983:Gifford Pinchot.menanggung penyertaan keuangan. .resiko sosial dan menerima hasil akhir berupa uang dan kepuasan diri.psychologis. – Intrapreneur adalah seorang entrepreneur dari dalam organisasi yang sudah ada/organisasi yang sedang berjalan.

 Pemerintah harus mengarahkan .  Pemerintah harus berorientasi pelanggan bukan birokrasi.Sejak Abad 19 muncul banyak istilah “entrepreneur”.  Pemerintah harus membiayai hasil.bahwa perlu ada persaingan kedalam pemberian layanan.”entrepreneurship” 1992:David Osborne &Ted Gaebber  Bukunya “Reinventing Government” artinya “Mewirausahakan Birokrasi”  Pemerintah dengan seluruh jajarannya harus merubah orientasinya terhadap rakyat. .

– Jika Rakyat Puas Pelayanan Pemerintah.dll demi kepentingan pemerintahnya.REINVENTING GOVERNMENT targetnya Pemerintah Yang Bersih dan Berwibawa. – Pemerintah harus berorientasi pasar dan mendongkrak perubahan melalui pasar. – Pemerintah harus menghasilkan bukan membelanjakan. – Targetnya RAKYAT harus memperoleh kepuasan dari segala sektor pelayanan pemerintah. .maka rakyat akan tidak segan membayar pajak.retribusi . – Pemerintah harus mencegah dari pada mengobati.kontribusi.

kiat.DEFINISI KEWIRAUSAHAAN • Kewirausahaan adalah – Suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya.1994) • Kewirausahaan adalah – Suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu sesuatu yang baru dan berbeda (“ability to create the new and different) (Drucker.1959).tenaga penggerak. (Ahmad Sanusi.tujuan. .proses dan hasil bisnis.siasat.

• Kewirausahaan adalah: – Suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer 1996) • Kewirausahaan adalah – Suatu nilai yang diperlukan untuk memulai usaha (start up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro.1997) .

dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. Kewirausahaan adalah  Suatu usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumbersumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.Kewirausahaan adalah:  Suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative). .

.proses.dasar.sumber daya.dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.KESIMPULANNYA (6 Konsep) • Kewirausahaan adalah: – Sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat.

• Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal. mengelola. . mengembangkan. • Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri.• Dari segi karakteristik perilaku : • Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan.

produktif dan inovatif. • Berdasarkan hal tersebut. maka definisi kewirausahaan adalah tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga.• Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan. 1997) .” (Pekerti. (2) kemampuan menanggapi peluang.

. • Pengertian Wiraswasta.• Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha. – Istilah wiraswasta sering dipakai wirausaha. – Menurut DR Suparman Sumahamijaya dosen Fakultas Ekonomi UNPAD bahwa wiraswasta merupakan peluang kelompok kreatif entrepreneur Indonesia untuk mengangkat bangsa Indonesia dari lembah kemiskinan.

berjiwa besar.• Istilah Wiraswasta dalam bahasa Sansekerta yaitu: – Wira adalah manusia unggul. – Swa adalah sendiri – Sta adalah berdiri.teladan.berani.(Taufik Rashid 1981:4) – Sau adalah seribu – Dagar adalah akal .berbudi luhur.pahlawan/pendekar kemajuan. • Istilah Saudagar terdiri dari kata Saudan dagar.dan memiliki keagungan watak.

• Siap menanggung resiko ekonomi yang sulit diukur secara kuantitatif dan kualitatif.WIRASWASTA menurut DR Daoed Yoesoef (1981:78). – Dengan memperhatikan aspek fungsionil al • Memiliki modal (sebagai owner/secara bagian co-owner).peniru (imitator) . • Sebagai manager(mengurus dalam kapasitas sebagai penanggung jawab) • Mau menerima tantangan ketidakpastian.(pionir menerapkan kombinasi baru) • Inovator (penemu). • Mempelopori usaha baru. • Seorang Wiraswasta adalah: – Memimpin Usaha baik secara teknis/atau ekonomis.

perkembangan melalui jalan kepemimpinan ekonomi demi: – Kenaikan prestise. – Kebebasan (independency).perluasan. – Kontinuitas usaha.kekuasaan dan kehormatan. . • Membawa usaha kearah kemajuan.• Memburu Keuntungan dan manfaat secara maksimal.

5 Tipe Pokok Wiraswasta. Membuktikan prestasi teknik. Mengadakan penemuan Membuat peniruan.     .  Pelanggan diperoleh dengan tidak sengaja namun diperoleh melalui mutu barang/mutu prestasi. Wiraswasta sebagai orang vak “captain of industry” disuatu bidang tertentu. Perhatian utamanya adalah aspek teknik dari usaha yang dijalankan.

. – Menimbulkan kebutuhan baru melalui reklame. – Perhatian dan keprihatinnya adalah angka dan grafik penjualan – Memperhatikan barang yang mempunyai masa depan cerah. – Menganalisa terus menerus kebutuhan dan selera masyarakat.• Wiraswasta sebagai orang bisnis.

– Tugasnya adalah mengumpulkan dan menyalurkan dana. – Mendirikan concern – Perhatian dan kegiatan dipasar uang dan modal. • Wiraswasta sebagai “Social engineer” – Pengusaha berusaha mengikat pekerjanya melalui berbagai karya sosial (welfareworks) – Baik pertimbangan moral ataupun perhitungan.• Wiraswasta sebagai orang uang. .

• Wiraswasta sebagai manajer – Orang yang mau memajukan usahanya dengan menggunakan pengetahuan bisnis modern – Memperhitungkan efisiensi. . – Meraih keuntungan tidak sama mencapai pendapatan tinggi bagi pengusaha.

85% ditentukan oleh  Sikap mental  Kepribadian. Untuk menjadi seorang wiraswasta diperlukan Sikap berani dengan perhitungan yang matang. . Pendidikan formal juga membantu Hasil penelitian Charles Schrciber bahwa keberhasilan seseorang ditentukan pendidikan formal hanya 15%.menyelesaikan tugas. Pembinaan aspek mental yaitu penegakkan disiplin.jujur.Hasil survey Wiraswasta SUKSES.bertanggung jawab. Pendidikan yang kurang memperhatikan aspek pembinaan mental membawa generasinya menjadi ke pengangguran.berani karena benar.

CIRI MANUSIA WIRASWASTA menurut DR Suparman Tahu apa maunya.  Dengan merumuskan . Berpikir Teliti dan Berpandangan Kreatif dengan imajinasi konstruktif. Siap Mental untuk menyerap dan menciptakan kesempatan serta siap mental dan kompetensi untuk memenuhi persyaratan kemahiran mengerjakan sesuatu yang positif.merencanakan upayanya dan menentukan program batas waktu untuk mencapainya. .

• Membiasakan diri bersikap mental positif maju dan selalu bergairah dalam setiap pekerjaan. • Mempunyai daya penggerak diri yang selalu menimbulkan inisiatif.waktu dan mensyukuri lingkungannya. • Bersedia membayar harga kemajuan (mau berjerih payah) . • Tahu mensyukuri dirinya.

Menguasai kemampuan menjual (salesmanship) dan memiliki kepemimpinan dan kemampuan memperhitungkan resiko. Membiasakan membangun disiplin diri dan bersedia menabung dan membuat anggaran waktu dan uang. Selalu menarik pelajaran dari kekeliruan.Memajukan lingkungan dengan menolong orang lain agar orang lain dapat menolong dirinya. .kesalahan dan pengalaman pahit serta berprihatin selalu. Mereka berwatak maju dan cerdik serta percaya pada diri sendiri.

• Jujur.tidak minum alkohol dan narkotik. • Berkepribadian yang menarik.Bertanggung jawab. .Tidak suka bergadang .jangan perokok berat.memahami seni berbicara dan seni bergaul.• Mampu memusatkan perhatiannya pada setiap tujuannya.tekun terarah.ulet. • Memperhatikan kesehatan diri.

dendam dan takut disaingi.khawatir dan ragu-ragu (hambatan diri).• Menjauhkan diri dari sifat iri.dengki. .rakus. • Tunduk dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mendapat ridhonya dan berkahnya.

.produktif.kreatif dan melaksanakan kegiatan memiliki perencanaan dan dimulai dengan ide sendiri kemudian mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain serta selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran tinggi.• Seorang Wiraswasta ialah seorang yang memiliki pribadi hebat.

.watak dan ciriciri yang melekat pada seseorang.HAKIKAT KEWIRAUSAHAAN • Menurut Peter F Drucker (1994) bahwa: • Terminologi kewirausahaan yang sama tentang kewirausahaan sampai sekarang belum ada. • Umumnya memiliki hakikat yang hampir sama yaitu merujuk sifat.

• Ciri yang melekat adalah : – Mempunyai kemauan keras. – Memiliki keinginan mewujudkan gagasan inovasi dalam usaha nyata. – Dapat mengembangkan usaha dengan jiwa tangguh. .

DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN • Rumusan “entrepreneur” yang berkembang sekarang berasal dari konsep Schumpeter (1934). • Menurut Schumpeter “entrepreneur” merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial kedalam bentuk praktik. .

 Dimana kualitas barang belum dikenal konsumen.  Cara baru untuk menangani suatu produk  Target keuntungan besar dengan produk baru. Membuka pasar baru  Pasar yang belum pernah dimasuki cabang industri. .FUNGSI WIRAUSAHA (Schumpeter) Memperkenalkan produk baru.  Belum ada pasar sebelumnya. Melaksanakan metode produksi baru  Dari hasil penemuan ilmiah baru.

sumber yang masih harus dikembangkan. .setengah jadi. • Pelaksanaan organisasi baru.• Pembukaan sumber dasar baru.

– Adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang : • Nilai kemampuan (ability) • Perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang dihadapinya.PENGERTIAN ILMU KEWIRAUSAHAAN • ILMU KEWIRAUSAHAAN. .

Entrepreneur menurut Thomas W Zimmerer (1996) • “ Entrepreneurship is the result of a disciplined. .proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar).systematic process of applying creativity and innovations to need and opportunities in the marketplace” (Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin.

 Yang harus dimiliki adalah pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya.SIAPA ENTREUPRENEUR?  Mereka adalah yang menjadi entrepreneur  Orang-orang yang mengenal potensi (traits)  Orang-orang yang mau belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang (opportunity).  Orang-orang yang mau mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. .  Memiliki bakat saja tidak cukup.

Pendidikan Kewirausahaan menurut Soeharto Prawirokusumo (1997:4) Dikarenakan : Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata yaitu: ada teori.dan metode ilmiah yang lengkap. . Kewirausahaan memiliki dua konsep yaitu: posisi “venture start –up” dan “venture growth” Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki obyek tersendiri yaitu memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan/kesejahteraaan masyarakat yang adil dan makmur.konsep.

perdagangan.pendidikan.kese hatan dan instansi lainnya. • Kewirausahaan dapat dijadikan kiat bisnis .KESIMPULAN • Disiplin Ilmu Kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. • Berkembangnya bukan pada dunia usaha semata melainkan dibidang industri.

INOVATIF . KREATIF CREATE A NEW & DIFFERENT COMPETITIVE ADVANTED OPPORTUNITY CHAMPION/ WINNER .

 Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya  Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri. kesejahteraan dan sebagainya.MANFAAT DARI WIRAUSAHA  Menambah daya tampung tenaga kerja. distribusi. jujur. bagaimana kita harus bekerja keras  Hidup secara efisien. disiplin. tidak berfoya-foya dan tidak boros 52 . pemeliharaan lingkungan. tekun dalam menghadapi pekerjaan  Memberi contoh kepada orang lain. sehingga dapat mengurangi pengangguran  Sebagai generator pembangunan lingkungan di bidang produksi.

2. 6. 5. 3. Percaya diri Berorientasi pada tugas dan hasil Keberanian mengambil resiko Kepemimpinan Berorientasi ke masa depan Kreatif inovatif Memiliki tenaga dalam 53 . 4.CIRI – CIRI JIWA WIRAUSAHA 1. 7.

Seseorang yang memiliki kepercayaan diri cenderung memiliki keyakinan akan kemampuannya untuk mencapai keberhasilan 54 . individualitas.1. Percaya Diri (Self Confident) Kepercayaan diri merupakan suatu paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan. optimisme. Dalam praktik. melakukan dan menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang dihadapi. Oleh sebab itu kepercayaan diri memiliki nilai keyakinan. sikap dan kepercayaan ini merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai. dan ketidaktergantungan.

energik. Berinisiatif artinya selalu ingin mencari dan memulai. maka sukses berikutnya akan menyusul. 55 . Berorientasi Tugas dan Hasil Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil. Sekali sukses atau berprestasi. mempunyai dorongan kuat. serta karsa yang besar.2. Untuk memulai diperlukan niat dan tekad yang kuat. sehingga usahanya semakin maju dan semakin berkembang. berorientasi pada laba. ketekunan dan ketabahan. dan berinisiatif. tekad kerja keras. adalah orang yang selalu mengutamakan nilai‑nilai motif berprestasi.

Keberanian Mengambil Risiko  Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif.  Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha‑usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan 56 .3.

wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas‑tugasnya secara realistik. dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil.  Artinya. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan. Dengan demikian. 57 . keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistik.

4. ia selalu menampilkan barang dan jasa‑jasa yang dihasilkannya dengan lebih cepat. lebih dulu dan segera berada di pasar. 58 . keteladanan. la selalu ingin tampil berbeda lebih dulu lebih menonjol. Kepemimpinan  Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepernimpinan. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan keinovasiannya. kepeloporan.

Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang sudah ada sekarang.5. maka selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. Berorientasi ke Masa Depan  Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan. ia tetap tabah untuk mencari peluang dan tantangan demi pembaharuan masa depan. 59 . Meskipun dengan risiko yang mungkin terjadi. Karena ia memiliki pandangan yang jauh ke masa depan.

 Pandangan yang jauh ke depan. 60 . membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada sekarang. Oleh sebab itu. ia selalu mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

6. Kreativitas dan inovasi   Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru (thinking new things) dan keinovasian adalah melakukan sesuatu yang baru (doing new things). 61 . Kreatiivtas diartikan sebagai kemampuan mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan mencari peluang.

62 .  Oleh karena itu.Keinovasian diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk mempertinggi dan meningkatkan taraf hidup. kewirausahaan adalah "thinking and doing new things or old thinks in new ways" Kewirausahaan adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

 Kejujuran  Kedisiplinan  Ketulusan  Keikhlasan  Kesopanan. 63 .  Ketekunan. Memiliki tenaga dalam  Memiliki tenaga dalam artinya bahwa seorang wirausaha harus memiliki :  Keuletan. keramahan dll.  Ketabahan.7.

Anda dapat memprogram ulang diri anda untuk sukses melalui deklarasi tertulis. bahwa pikiran perasaan. agar lebih produktif dan untuk memaksimalkan potensi diri. mencapai sesuatu yang diinginkan. ucapan dan tindakan anda akan selalu diperbaiki ke arah yang lebih baik (buat 1 deklarasi setiap hari selama 1 bulan) 64 . menghindari ketergantungan pada orang lain.Menumbuhkan Mental Wirausaha Melalui Komitmen Pribadi Jiwa wirausaha ditandai dengan adanya komitmen pribadi untuk dapat mandiri.

sahabat. kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berfikir lamban dan malas. masalah yang dihadapi dan caracara mengatasinya. 65 .Menumbuhkan Mental Wirausaha Melalui Lingkungan dan Pergaulan yang Kondusif Dorongan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dapat berasal dari lingkungan pergaulan teman. karena mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha. Sehingga mempunyai semangat. famili.

Menumbuhkan Mental Wirausaha Melalui Pendidikan dan Pelatihan Keberanian untuk membentuk jiwa wirausaha juga didorong oleh guru atau dosen di sekolah atau lembaga pelatihan. 66 . Mereka memberikan mata pelajaran kewirausahaan yang praktis dan menarik sehingga membangkitkan minat untuk berwirausaha.

sehingga akhirnya menjadi wirausaha yang sukses. Mungkin pada awalnya tujuannya hanya untuk memenuhi kebutuhannya. 67 .Menumbuhkan Mental Wirausaha Karena Keadaan Terpaksa Banyak orang yang sukses karena dipaksa oleh keadaan. Tetapi karena usahanya yang keras. tidak gampang menyerah dan berputus asa.

Menumbuhkan Mental Wirausaha Melalui Proses Berkelanjutan SUKSES BERKELANJUTAN Bertindak Berlatih Belajar 68 .

Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha memposisikan seseorang menjadi “bos” yang memiliki kehendak terhadap kontrol bisnisnya. Otonomi. terdapat keuntungan dan kerugian ketika seseorang mengambil pilihan menjadi seorang wirausahawa di antaranya : Keuntungan : 1. .Keuntungan dan Kerugian Wirausaha Menurut Ilik (2010). Hal ini juga didukung dengan pendapat Robert T. Kiyosaki yang menyatakan bahwa padadasarnya perspektif menjadi seorang wirausaha adalah pilihan karena mencari sebuah kebebasan.

2. Tantangan awal dan perasaan motif
berprestasi
Peluang untuk mengembangkan konsep
usaha yang dapat menghasilkan keuntungan
sangat memotivasi wirausaha.
3.Kontrol finansial (Pengawasan
keuangan).
Bebas dalam mengelola keuangan, dan
merasa kekayaan sebagai milik sendiri.
4. memiliki legitimasi moral yang kuat
untuk mewujudkan kesejahteraan dan
menciptakan kesempatan kerja.
Hal ini dikarenakan target entrepreneur
adalah masyarakat kelas menengah dan
bawah, maka entrepreneur memiliki peran
penting dalam proses trickling down effect.

Kerugian :
1. Pengorbanan personal.
• Pada awalnya, wirausaha harus bekerja
dengan waktu yang lama dan sibuk.
Sedikit sekali waktu untuk kepentingan
keluarga, rekreasi. Hampir semua waktu
dihabiskan untuk kegiatan bisnis.
2. Beban tanggung jawab.
• Wirausaha harus mengelola semua fungsi
bisnis, baik pemasaran, keuangan,
personil maupun pengadaan dan
pelatihan.

3. Kecilnya marjin keuntungan dan
kemungkinan gagal
• Karena wirausaha menggunakan
keuntungan yang kecil dan keuangan
milik sendiri, maka marjin
laba/keuntungan yang diperoleh
akan relatif kecil dan kemungkinan
gagal juga ada.

Perilaku kerja prestatif
 
Pengertian perilaku kerja prestatif
Perilaku kerja prestatif artinya orang
yang selalu ingin maju atau berambisi
maju.
Seorang
wirausaha
yang
mempunyai perilaku kerja prestatif
harus
memiliki
komitmen
tinggi
terhadap pekerjaannya dan setiap
pikirannya tidak lepas dari bisnisnya.
Wirausaha yang menerapkan perilaku
kerja prestatif sebagai modal dasar
untuk keberhasilan seorang wirausaha.

Sumber daya manusia yang prestatif
Di era globalisasi dibutuhkan SDM
yang tangguh karena di era ini
perdagangan bebas dengan cara
membuka dan memperluas lapangan
kerja dengan mempersiapkan SDM
yang siap kerja.
Ciri – ciri milinium ketiga adalah :
• Persaingan bebas
• Perubahan yang semakin cepat
• Derasnya arus informasi antar Negara

Karakteristik wirausaha
kerja prestatif

yang

berperilaku

 
Ada 4 sisi potensial manusia menurut
Stephen Covey dalam bukunya First Thing’s
First yaitu :
1. Self awareness ( sikap mawas diri )
2. Conscience ( mempertajam suara hati )
3. Independent will ( pandangan mandiri untuk
bekal bertindak )
4. Creative Imagination ( berpikir kedepan
untuk memecahkan masalah serta adaptasi
yang tepat

Karakteristik perilaku kerja prestatif menurut para
ahli yaitu :
A. Zimmerer :
1.Komitmen tinggi terhadap tugasnya
2.Bertanggung jawab
3.Yakin pada dirinya
4.Kreatif dan fleksibel
5.Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi yang
tinggi
6.Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan
ketidakpastian
7.Ingin memperoleh balikan dengan segera
8.Energik
9.Motivasi untuk lebih unggul
10.Berorientasi ke masa depan
11.Mau belajar dari kegagalan
12.Mempunyai kemampuan memimpin

B. Murpy dan Peck
a.Kemauan bekerja keras
b.Bekerjasama dengan pihak lain
c.Penampilan yang baik
d.Keyakinan diri
e.Pandai membuat keputusan
f.Mau menambah ilmu pengetahuan
g.Ambisi untuk maju
h.Pandai berkomunikasi

Ciri dan sifat kerja prestatif
Untuk menjadi wirausahawan yang
berhasil harus memiliki ciri – ciri
karakteristik prestatif sebagai berikut
:

Ciri – ciri Prestatif Percaya diri Berorientasi pada hasil Pengambilan resiko Kepemimpinan Keorisinilan Berorientasi ke masa depan Sifat – sifat profil wirausahawan  Keyakinan dan optimisme  Individualistic  Mandiri / ketidaktergantungan  Kebutuhan akan prestasi dan orientasi pada laba  Ketekunan dan ketabahan  Kerja keras dan mempunyai dorongan kuat  Energik dan inisiatif  Kemampuan mengambil resiko  Suka pada tantangan o Bertingkah laku sebagai pemimpin o Dapat bergaul dengan orang lain o Menanggapi saran dan kritik  Inovatif  Mengetahui banyak  Punya banyak sumber  Prestatif  Pandangan ke masa depan .

Kerja ikhlas Adalah bekerja dengan baik bersungguh – sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. .Bentuk – bentuk kerja prestatif 1. namun tetap bekerja dengan baik . Contohnya : Seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas – pasan. melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata – mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.

2. Di tempat kerja ada bawahannya yang membuat masalah yang merugikan perusahaan. Contohnya : Seorang pemimpin perusahaan. . Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional. Sebagai pemimpin yang bijaksana maka pemimpin tersebut harus membedakan urusan pribadi dengan perusahaan . Kerja mawas terhadap emosional Adalah bekerja dengan baik tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya. di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarga.

pandai bernegosiasi / berkomunikasi dan pandai mengelola informasinya. Kerja cerdas Adalah bekerja harus pandai memperhitungkan resiko. menggunakan konsep hitung menghitung.3. Contohnya : Sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan tehnologi yang tepat. mampu menggunakan bahasa global. . mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.

kadang – kadang membawa obor penerang jalan. Contohnya : Seorang penjual kayu bakar yang rumahnya di pegunungan setiap hari berangkat pagi – pagi buta. meskipun cuaca masih gelap. Kerja keras Adalah didalam bekerja mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. jarak serta kesulitan yang dihadapi. dapat memanfaatkan waktu.4. . sesampainya di pasar dengan sabar menawarkan dagangan sampai laku kadang kala sampai siang baru laku.

. proses pembuatan menu makanan.5. Kerja tuntas Adalah dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dan maksimal. kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil akhir yaitu laba. Contohnya : Seorang pengusaha warung apung dapat mengorganisasikan usahanya alat yang dibutuhkan.

D. Pembinaan perilaku kerja prestatif Pembinaan kerja prestatif harus diawali dengan penanaman efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja. Wirausaha yang bekerja prestatif harus memiliki efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja. sehingga dalam bekerja terukur. . terencana dan terkendali dalam setiap tindakan hasilnya .

Efisiensi • Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar • Derajat atau tingkat pengorbanan dari suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan Konsep matematika : Ratio antara output (keluaran) dan input (masukan) Output : > Hasil > Produktivitas > Performance Input : > Tenaga Kerja > Bahan Baku > Uang > Mesin dan Waktu .

Seorang Manajer Efisien : • Manajer yang bisa mencapai Output lebih tinggi dari input yang digunakan • Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumberdaya– sumberdaya untuk mencapai output yang telah ditentukan • Manajer yang bisa memaksimumkan output dengan jumlah input yang terbatas .

Efektifitas • Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan • Derajat atau tingkat pencapaian hasil yang diharapkan Manajer yang efektif : Dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode/ cara yang tepat untuk mencapai tujuan Peter Drucker mengatakan bahwa: • Efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things) • Efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right) .

. antara daya usaha dan hasil usaha atau antara pengeluaran dan pendapatan.– Efisiensi bekerja adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. – Efisiensi bekerja adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output. hemat dan berhasil guna. – Efisiensi bekerja adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat. cepat. – Efektifitas bekerja adalah sampai tingkat apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.

• Berhasil guna : segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud tanpa mengalami hambatan – hambatan sehingga meraih prestasi tetentu.• Tepat : bekerja mencapai sasaran sesuai dengan yang diinginkan : mengatur waktu • Cepat dengan tepat pada tingkat tertentu • Hemat : dengan biaya yang tertentu tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apapun yang menghasilkan pada tingkat tertentu pula. .

Yoder : untuk meningkatkan stabilitas pegawai dan untuk memperbaiki cara bekerja. Dibawah ini beberapa pendapat tentang pentingnya dan manfaat latihan yaitu : 1.Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri salah satunya melalui latihan. Latihan bisa dilakukan untuk wirausaha maupun karyawan.D.W. 2. cekatan dan baik 3. . Latenier : pegawai lebih berkembang. 4. Taylor : memilih karyawan terbaik dan melaksanakan pekerjaan lebih baik.J. Tiffen : pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik dan cara bekerja lebih baik.F.D.

Mengembangkan kemampuan berprakarsa 8.Efisiensi dan efektif dalam bekerja .Meningkatkan kemampuan bekerja secara prestatif 3.Mengembangkan rasa kesetiakawan 6.Mengembangkan daya kreatifitas 9.Mengurangi pengawasan dalam bekerja 4.Menghargai cita – cita dan masa depan 2.Terus menerus menambah ilmu pengetahuan 5.Mengembangkan sikap yang positif 7.Penanaman bekerja prestatif melalui latihan sangat penting karena : 1.

Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • Metode On-the-Job – Pelatihan Instruksi Kerja – Rotasi Jabatan – Magang dan Coaching • Metode Off-the-Job – – – – – – – – – Ceramah dan Presentasi Video Vestibule Training Role Playing dan Behavior Modeling Studi Kasus Simulasi Belajar Mandiri dan Pembelajaran Terprogram Pelatihan Laboratorium Action Learning Business Game .

atau mengundurkan diri. Ini penting untuk membuat karyawan ahli dalam berbagai pekerjaan sehingga bisa cepat menggantikan karyawan lain yang cuti. absen. atasan/supervisor.Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • • • Pelatihan Instruksi Kerja: Karyawan langsung belajar menjalankan pekerjaannya saat ini. Yang menjadi instruktur bisa pelatih khusus. Coaching mirip dengan magang karena seorang coach (pembimbing) berusaha memberi contoh untuk ditiru karyawan yang sedang dilatih (trainee). Rotasi Jabatan: Karyawan berpindah-pindah dari satu jabatan ke jabatan lainnya. Coaching biasanya dilakukan langsung oleh supervisor atau manajer dari karyawan yang bersangkutan. meskipun bisa juga dikombinasikan dengan pelatihan di kelas di luar jam kerja. diberhentikan. atau rekan kerja yang berpengalaman. . Magang dan Coaching: Dengan magang karyawan belajar pada karyawan lain yang lebih berpengalaman.

hotel.Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • Ceramah dan Presentasi Video: Ceramah dan metode off-the-job lainnya lebih mengandalkan komunikasi dibandingkan contoh. • Vestibule Training: Vestibule training adalah pelatihan yang menggunakan tiruan dari situasi kerja yang sesungguhnya. film. rumah sakit. bahkan hal tersebut bisa lebih menarik bagi peserta pelatihan. Presentasi melalui televisi. dan sebagainya. partisipasi. umpan balik. Namun. kecepatan transfer. dan pengulangannya seringkali rendah. . dan slide mirip dengan ceramah. Hal ini bisa diatasi dengan menyisipkan sesi diskusi dalam ceramah. Ceramah adalah cara yang populer karena relatif murah dan bisa mengatur bahan belajar untuk disampaikan dengan baik. misalnya menggunakan tiruan bank.

Dalam behavior modeling para karyawan berusaha meniru perilaku kerja tertentu sampai mereka benar-benar menguasai.Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • Role Playing dan Behavior Modeling: Dalam role playing (bermain peran) para karyawan mencoba memainkan peran tertentu yang ada dalam situasi kerja yang nyata. Di sini mereka bisa meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. . dan ada karyawan yang memerankan bawahan tersebut. Misalkan saja ada karyawan yang memainkan peran manajer yang sedang memberi saran kepada bawahannya. Rekaman video bisa membantu para karyawan untuk mengamati perilaku mereka sendiri dan memperoleh umpan balik untuk penyempurnaan. • Studi Kasus: Dengan studi kasus para karyawan mempelajari situasi nyata atau rekaan yang bisa terjadi dalam pekerjaan mereka.

dan sebagainya. misalnya strategi bisnis. cara ini menjadi lebih mudah karena para karyawan bisa lebih cepat memperoleh umpan balik dan panduan melalui program komputer yang dirancang sedemikian rupa untuk menyampaikan materi yang bisa dipelajari sendiri oleh para karyawan.Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • Simulasi: Simulasi biasanya menggunakan mesin canggih yang bisa memunculkan situasi kerja yang nyata. Dengan perkembangan komputer. olah raga. kapal laut. • Belajar Mandiri dan Pembelajaran Terprogram: Para karyawan bisa mempelajari sendiri pekerjaannya dengan bantuan bahan-bahan instruksional yang dirancang sedemikian rupa. Mesin itu disebut simulator. dan sebagainya. Ada pula simulator yang berupa program komputer yang bisa mensimulasikan strategi-strategi dalam bekerja. misalnya saja ada simulator pesawat terbang. . kereta api. Cara ini sangat berguna jika posisi karyawan tersebar secara geografis sehingga sulit mengumpulkan mereka pada satu lokasi.

controller.Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan • • • Pelatihan Laboratorium: Dalam pelatihan laboratorium para karyawan berbagi pengalaman. Business game (permainan bisnis): adalah metode pelatihan dan pengembangan yang memungkinkan para peserta untuk mengambil peran-peran seperti presiden. Action Learning: Dalam action learning sekelompok kecil karyawan harus memecahkan sebuah masalah nyata yang terjadi dalam organisasi. perasaan. atau vice president pemasaran dari dua organisasi bayangan atau lebih dan bersaing satu sama lain dengan memanipulasi faktor-faktor yang dipilih dalam suatu situasi bisnis tertentu. . dan persepsi sehingga di sini mereka bisa meningkatkan kemampuan interpersonalnya. Mereka dibantu oleh seorang fasilitator yang bisa seorang konsultan dari luar atau staf internal organisasi.

.Dalam bekerja prestatif setiap orang harus memiliki motivasi bekerja. Untuk memperdalam motivasi bekerja hendaknya wirausaha memahami hal-hal yang berkaitan dengan masalah kebutuhan hidup.

MOTIVASI = Movere 100  Secara taksonomi Motivasi berasal dari kata latin Movere (bergerak)  Untuk itu Leader HARUS selalu dapat memelihara semangat.uns .id .  Dengan kata lain. salah satu tantangan BERAT bagi Organisasi adalah Bagaimana motivasi dpt tumbuh dan http:// herw terbina dengan baik ?? anpar wiyan to.ac.sta ff. kesadaran. dan kesungguhan dari bawahannya untuk terus menunjukkan kinerja yang optimal.

Ekonomi dan Bisnis. sesuai dengan sasaran atau tujuan yg ingin dicapai organisasi (Ensiklopedi Manajemen.uns .id . 1993 : 432-433) http:// herw anpar wiyan to.ac.Beberapa Definisi Motivasi 101 • Motivasi adalah proses pengembangan dan pengarahan perilaku atau kelompok itu menghasilkan keluaran (output) yang diharapkan.sta ff.

102  Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau & rela untuk mengerahkan kemampuan.uns .sta ff. dalam rangka pencapaian tujuan & berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan http:// herw sebelumnya (Siagian.id . dalam bentuk keahlian atau keterampilan.ac. tenaga & waktunya untuk menyelanggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya. 1986 : 132) anpar wiyan to.

holding constant the effects of attitude. Motivation has to do with a set of independent / dependent variable relationship that explain the direction.id .uns . and understanding of the task. skill. and persistence of individual’s behavior. 1991 : 5) herw anpar wiyan to.ac. and the constraints operating in the environment (Campbell & Pritchard http:// dalam Steers and Porter.103 • ….sta ff.

1991 : 6) http:// herw anpar wiyan to.id .ac. and 3) how this behavior is maintained or sustained (Steers and Porter.104 • … motivation primarily concerned with : 1) what energizes human behavior.sta ff.uns . 2) what direct or channels such behavior.

dorongan. yaitu : • a. tujuan http:// herw anpar wiyan to.id .sta ff. • c.ac.Dimensi motivasi 105 • Motivasi mengandung 3 komponen penting yang saling berkaitan erat.uns . kebutuhan. • b.

id .kebutuhan 106 • Kebutuhan timbul dalam diri individu apabila si-individu merasa adanya kekurangan dalam dirinya ( ada ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa yang menurut persepsi si-individu harus dimiliki ). http:// herw anpar wiyan to.uns .sta ff.ac.

• Maka.dorongan 107 • Untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut.sta ff. dan inilah INTI dari MOTIVASI http:// herw anpar wiyan to.uns . DORONGAN biasanya berorientasi pada tindakan tertentu yang secara sadar dilakukan oleh seseorang/individu.ac.id . dalam diri si individu akan timbul DORONGAN berupa usaha pemenuhan kebutuhan secara terarah.

id .uns .tujuan • Komponen ketiga dari motivasi adalah TUJUAN.ac.sta ff. http:// herw anpar wiyan to. Pencapaian TUJUAN berarti mengembangkan keseimbangan dalam diri seseorang/si-individu.

and with teoritically increased along with the level of deprivation (dalam http:// herw Steer & Porter. 1991 : 11) anpar wiyan to.  HULL kemudian menyatakan bahwa MOTIF sebagai an energizing influence with determined the intencity of behavior.109  WOODWORTH pertama kali mengembangkan pendekatan MOTIF dalam motivasi sebagai the reservoir of energy that impels an organism to behave in certain way.id .uns .ac.sta ff.

dan desakan hati yang membangkitkan & mempertahankan gairah hidup individu untuk mengerjakan sesuatu.sta ff.id . dorongan.ac. keinginan. yaitu kebutuhan.Pendekatan Motif dalam motivasi 110 • Pemahaman terhadap MOTIVASI individu berkaitan pula dengan pemahaman tentang MOTIF.uns . http:// herw anpar wiyan to. tekanan.

Proses Motivasi .

– Kemampuan Kecakapan. kecerdasan dan keterampilan. – Variabel Keorganisasian Pola pekerjaan. Kelompok. gaya kepemimpinan. . – Kepuasan Konsekuensi dari imbalan & hukuman yang dihubungkan dengan prestasi yang lalu.Faktor yang Mempengaruhi Proses Motivasi: – Usaha Tenaga yg dikeluarkan dlm melakukan pekerjaan. rentang kendali.

ac.sta ff.uns .id .Teori motivasi 113 • 1 /Teori hierarki kebutuhan (hierarchy of needs) Abraham Maslow • 2 /Teori ERG Clayton Alderfer • 3 /Teori kebutuhan untuk maju (need for achievement) McClelland • 4 /Teori 2 faktor (two-factor model of motivation) Frederick Hezberg http:// herw anpar wiyan to.

ac.sta ff. HEZBERG MASLOW ALDERFER McCLELLAND HEZBERG Existence - Hygiene Safety & Security - - - Belongingness & Love Relatedness Need for Affiliation - Self Esteem Growth Need for Achievement Motivators Self Actualization - Need for Power - 114 Physiological http:// herw anpar wiyan to.id .uns . McCLELLAND. ALDERFER.TEORI MOTIVASI MASLOW.

id .sta ff.ac.uns .MASLOW’s Hierarchy of Need 115 http:// herw anpar wiyan to.

kebutuhan manusia dengan sendirinya membentuk semacam hierarki kebutuhan.ac.id .uns .sta ff.  Physiological needs / kebutuhan fisik  Safety & security needs / kebutuhan akan rasa aman  Belongingness & love / kebutuhan sosial  Self esteem & status / kebutuhan akan penghargaan & status http:// herw anpar  Self actualization / aktualisasi diri wiyan to.116  MASLOW mengembangkan teori hierarchy of needs.

. • Motivasi individu tergantung pada dimana tingkat hirarki ia berada. • Kebutuhan yang terpuaskan tidak lagi memotivasi. • Individu harus memuaskan kebutuhan tingkat bawah sebelum mereka dapat memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.Teori Awal Motivasi Teori Hirarki Kebutuhan Maslow’s – Kebutuhan dikategorikan lima tingkatan dari kebutuhan yang paling rendah sampai kebutuhan yang paling tinggi.

– Kebutuhan Keamanan Keamanan dan perlindungan dari gangguan fisik da emosi. – Kebutuhan Sosial Kasih sayang. minuman. . menjadi bagian dari kelompoknya. sex. persahabatan. tempat tinggal. dan kebutuhan fisik lainnya.Lima Tingkat Kebutuhan Maslow’s: – Kebutuhan Fisik Makanan. kepastian bahwa kebutuhan fisik akan terus terpenuhi. diterima oleh teman-teman.

– Kebutuhan Harga Diri • Faktor harga diri internal seperti penghargaan diri. . dan perhatian. pengakuan. – Kebutuhan Aktualisasi Diri • Pertumbuhan. otonomi. pecapaian prestasi. pencapaian potensi seseorang. faktor harga diri eksternal seperti status. dan pemenuhan diri sendiri. dorongan untuk menjadi apa yang mampu dicapai.

Hirarki Kebutuhan Maslow’s KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI KEBUTUHAN HARGA DIRI KEBUTUHAN SOSIAL KEBUTUHAN KEAMANAN KEBUTUHAN FISIOLOGI .

KOMUNIKASI .

secara simbolis. . Komunikasi. sebagai suatu proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan pengertian‑pengertian melalui pengiringan berita. sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi. dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula.PENGERTIAN KOMUNIKASI Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan informasi dari seseorang ke orang lain.

huruf. Komunikasi melibatkan simbol-simbol. yang dipakai untuk menyampaikan suatu maksud. dimana dapat berupa kata-kata. atau gerakan-gerakan tertentu.Komunikasi melibatkan orang. . maka pemahaman terhadap orang (manusia) menjadi penting untuk mempelajari komunikasi yang efektif. gerakan tubuh. Komunikasi melibatkan arti informasi yang sama (shared meaning) antara pengirim dan penerima.

PROSES KOMUNIKASI Pengiri m  PESAN  Peneri ma .

Proses Komunikasi

TAHAPAN PROSES KOMUNIKASI
• THE SOURCE OF THE
COMMUNICATION MESSAGE
• ENCODING THE MESSAGE
• TRANSMITTING THE MESSAGE
• RECEIVING THE MESSAGE
• DECODING THE MESSAGE
• SENDING FEED BACK TO THE
SOURCE

TAHAPAN KOMUNIKASI

Sumber (Sender), merupakan sumber
pesan, atau pihak yang memulai
komunikasi, pihak tersebut merupakan
orang yang mempunyai informasi atau
keingingan untuk mengkomnikasikan
informasi atau keinginannya kepada
pihak lain.
Encoding,
merupakan
proses
penterjemahan
informasi
kedalam
simbol-simbol
tertentu
yang
akan
disampaikan ke penerima informasi.

Pesan, merupakan bentuk fisik hasil dari
proses encoding. Kata merupakan pesan
dalam
komunikasi
lisan.
Dalam
komunikasi tertulis, kita menggunakan
tulisan. Komunikasi non-verbal yang
menyertai komunikasi lisan merupakan
bagian penting dalam komunikasi secara
keseluruhan.
Media-komunikasi, merupakan metode
penyam-paian informasi dari satu pihak
ke pihak lainnya. Secara umum ada dua
bentuk media komunikasi: (1) lisan dan
(2) tertulis.

Penerima,
merupakan
pihak
yang
menerima pesan dan diharapkan mengerti
pesan yang disampaikan oleh pengirim.
Decoding,
merupakan
kebalikan
encoding. Decoding merupakan proses
dimana penerima menerjemahkan atau
mengartikan pesan yang diterima.

Keuntungan & Kelemahan
LISAN
 Mudah dan cepat
dilakukan,
 Umpan balik bisa
diperoleh dengan
cepat,
 Akurasi lebih rendah,
 Tidak ada catatan
permanen

TULIS
 Lebih akurat
 Catatan permanen
bisa diperoleh
 Umpan balik tidak
cepat diperoleh
sulit
 Lebih
dilakukan
(tidak
praktis)

KOMUNIKASI ORGANISASI
 Saluran Komunikasi Formal, Seorang bawahan
akan cenderung melaporkan situasi kepada atasannya
langsung. Kemudian atasan tersebut akan melaporkan
ke manajemen yang lebih tinggi. Komunikasi menjadi
tidak fleksibel karena seorang karyawan akan
cenderung berkomunikasi dengan karyawan lain dari
bagian
yang
sama.
Meningkatkan
intensitas
komunikasi karyawan pada bagian yang sama.
  Struktur Wewenang organisasi, perbedaan status
dan kekuasaan dalam organisasi akan menentukan
siapa yang dapat bicara dengan siapa; jika perbedaan
status dan wewenang antara dua pihak cukup besar,
komunikasi cenderung tidak akan efektif.

 Spesialisasi Kerja, membuat komunikasi menjadi
lebih efektif antar anggota organisasi dengan
bagian yang sama; setiap bagian mempunyai
kebiasaan atau istilah yang khas yang membedakan
dengan bagian lainnya. Sebaliknya, spesialiasi kerja
akan cenderung menghambat komunikasi antar
bagian yang berbeda, karena bagian yang berbeda
tersebut mempunyai istilah atau kebiasaan yang
berbeda satu sama lainnya.
 Kepemilikan Informasi, Orang-orang tertentu
akan mempunyai informasi tertentu yang membuat
dirinya menjadi sukses. Orang-orang tersebut
kadang-kadang tidak ingin menyebarkan informasi
penting tersebut ke pihak lain, karena itu informasi
yang efektif akan terganggu.

SALURAN KOMUNIKASI DLM ORGANISASI .

merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintah.Komunikasi Vertikal. komunikasi ysng sesuai dengan rantai perintah.   Komunikasi Lateral atau Horisontal. komunikasi terjadi jika komunikasi terjadi antara anggota organisasi dengan tingkatan yang sama. atau diantara departemen2 pada tingkat organisasi yang sama. Komunikasi Diagonal. terjadi sebagai hasil hubungan depatemen lini dan staf . yaitu terdiri dari Komunikasi ke Bawah (downward) dan Komunikasi ke Atas (Upward).

Komunikasi Dua Arah .

HAMBATAN KOMUNIKASI FAKTOR ANTAR PRIBADI Persepsi selektif Status Komunikator Keadaan membela diri Pendengaran lemah Ketidak tepatan bahasa FAKTOR ORGANISASI Tingkatan (jenjang) hirarki Wewenang manajerial Spesialisasi Hambatan-hambatan Komunikasi Sumbe r Encodin g Umpan balik Pengirim an Decodin g Penerima an .

akan menimbulkan berbagai masalah komunikasi. Berita harus melalui tingkatan (jenjang) tambahan. di mana cenderung memisahkan orang-orang. spesialisasi adalah prinsip dasar organisasi tetapi juga menciptakan masalahmasalah komunikasi. Spesialisasi. cenderung menjadi berkurang ketepatannya. Bila suatu organisasi strukturnya berkembang. .Hambatan Organisasional Tingkatan hirarki. tanpa wewenang untuk membuat keputusan tidak mungkin manajer mencapai tujuan dng efektif. Wewenang Manajerial.

Hambatan Antar Pribadi  Persepsi Selektif  Status atau Kedudukan Komunikator  Keadaan membela diri  Pendengaran Lemah  Ketidak-tepatan penggunaan bahasa .

Pola Komunikasi .

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF KETEPATAN DALAM MENENTUKAN IDENTIFIKASI SASARAN FORMULASI PESAN PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI KREDIBILITAS DIRI SENDIRI .

Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selama berkomunikasi. 4. . Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi. bila perlu. 3. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan. 5. 2.PEDOMAN KOMUNIKASI American Management Associations (AMA) 1. dalam perencanaan komunikasi.

Ambil kesempatan. berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapi untuk mengerti. Tindakan atau perbuatan.6. Ikuti lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan. 9. 7. 10. Jadilah pendengar yang baik. 8. Perhatikan konsistensi komunikasi. bila timbul. . harus mendorong komunikasi. untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantu atau umpan balik.

Leadership is the initiation of act that result in a consistent pattern of group interaction directed toward the solution of mutual problems. Kepemimpinan adalah langkah pertama yang hasilnya berupa pola interaksi kelompok yang konsisten dan bertujuan menyelesaikan problem-problem yang saling berkaitan (Hamphill. Definisi Kepemimpinan 1. 1954) 3. Leadership is the exercise of outhority and the making of decisions. 1948) . 1951) 2. Kepemimpinan adalah aktivitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan (Dubin. Leadership is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan (Stogdill.LEADERSHIP (Kepemimpinan) DEFINISI DAN SKOPE KEPEMIMPINAN A.

katalisator.Kesimpulan Kepemimpinan sebagai konsep manajemen di dalam kehidupan organisasi mempunyai kedudukan yang strategis dan merupakan figure sosial yang selalu diperlu. konseptor dan sebagainya (lihat rumusan: Ralp M. Stogdill) . agitator.tor.tor. motiva. Strategis karena sebagai dinamisator.kan dalam kelompok. promo. provokator.

Lingkup Kepemimpinan Ruang lingkup kepemimpinan dalam hal ini adalah yang terkait dengan penyelenggaraan negara dan pemerintahan dalam administrasi negara dan organisasi maupun perusahaan C. Kepemimpinan dalam Kerangka Manajemen dan Administrasi KEPEMIM PINAN MANAJE MEN ADMINIS TRASI .B.

Muncul teori sifat kepemimpinan atau Traits theory of leadership.PROSES KEPEMIMPINAN Kepemimpinan Menurut Teori Sifat: A. B. Berbagai Macam Pendapat 1. 5. Latar Belakang Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat. Sebagai panutan . perangai atau ciri-ciri yang dimiliki oleh pemimpin itu. 4. Inti kepemimpinan 1. Ordway Tead John D Millet Keith Davis Chester I Barnard Ralp M Stogdill Empu Prapanca dan Ruslan Abdulgani C. 2. Perlunya keteladanan 2. 3. 6.

pengorganisasian.KEPEMIMPINAN Seni – Proses Mempengaruhi Bekerja Sungguh sungguh TUJUAN Fungsi Manajemen: Perencanaan. pelaksanaan dan pengendalian Kegiatan Bekerjasama MANAJER Mengkoordinasi .

3. kemanusiaan. Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam: merencanakan. Pemimpin yang efektif harus membekali diri dengan keterampilan: teknis. Berminat mencapai peningkatan produktivitas 5. konseptual. Menetapkan-merumuskan : tujuan (sukar tapi dapat dicaai secara jelas). 2. membimbing dan mengendalikan kegiatan yang berorientasi tujuan 6. mengarahkan.PERILAKU KEPEMIMPINAN Berorientasi Pada Tugas 1. Beritahu orang lain: apa yang mereka harapkan. Tentukan prosedur pengukuran tujuan secara rinci dan mengukur pencapaian tujuan itu 4. mengambil keputusan .

Menciptakan komunikasi timbal balik antar karyawan 2. .PERILAKU KEPEMIMPINAN Berorientasi Pada Orang Lain 1. ide dan perasaan pada karyawan. Pendelegasian kekuasaan dan tanggung jawab. Menunjukkan pengertian & rasa hormat pada. tujuan. Perhatian besar pada terciptanya keharmonisan dalam berorganisasi 1. mendorong inisiatif. Menciptakan suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. kebutuhan. 3. 4.

kecakapan mengajar kecakapan bergaul. cermat. kecakapan berkomunikasi. pengetahuan hubungan kemanusiaan. kreativitas tinggi.TEORI KEPEMIMPINAN Leader are born and not made : Teori Genetis Leader are made not born : Teori Sosial SIFAT YANG DIBUTUHKAN Bakat (Pemimpin) Berkembang melalui Pendidikan dan Pengalaman Kriteria yang harus dimiliki (Terry – 1960) BERHASIL Kekuatan. motivasi pribadi. mampu menghub. keseimbangan emosi. Ilmu dan teknologi yang dimiliki dengan tugas. kepribadian menarik. kemampuan teknis Memiliki pengetahuan & teknologi. kemandirian mantap. kecerdasan tinggi . berani bertindak. teguh dalam prinsipprinsip kerja.

PEMIMPIN TUJUAN Mampu & Pandai Mempengaruhi dan Menggerakkan .

KEPEMIMPINAN IDEAL KEMAMPUAN MANAJERIAL .

Dubin .Stogdill 2. Apa yang dimaksud dgn perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada tugas 4.UJIAN KOMPETENSI DASAR 1. 2. administrasi dan manajemen 3. Jelaskan hub. ! .Kepemimpinan yang ideal harus memiliki kemampuan manajerial. Jelaskan. Jelaskan teori kepemimpinan yg berdasarkan teori genetis dan teori sosial 5.Hamphill . antara kepemimpinan. Sebutkan definisi kepemimpinan menurut : .

LEADERSHIP MODEL Telling (Kwadran I) (Agar bawahan mampu Dan mau melaksanakan tugas Sesuai ketentuan) Tingkat kematangan rendah (perlu pengarahan) .

LEADERSHIP MODEL Selling (Kwadran II) Tingkat kematangan rendah-sedang (telah memiliki kemauan) .

LEADERSHIP MODEL Participating (Kwadran III) Tingkat kematangan sedang-tinggi (telah ada kemampuan. tapi kemauan Masih rendah) .

LEADERSHIP MODEL Delegating (Kwadran IV) Tingkat kematangan tinggi (kemauan tinggi) .

baik. selalu menepati kata-katanya.KEPEMIMPINAN YANG SEJATI Adalah berbudi luhur. 1802 – 1874) . berhati mulia. lapang dada. mampu mengatur. suka memberi. luhur bahasanya. sabar dan tenang (Serat Witaradya. teliti. memeriksa dan memberi keadilan. Ronggowarsito.

Bapak (pelindung. Kawan (diskusi). Aspirasi bersama terletak di atas selera pribadi 8. Menjadi guru (pendidik). Humanistik approach 7.PEMIMPIN WAJIB 1. Hindari kepemimpinan “Laisser Faire” (bebas/masa bodoh) 2. Kekeluargaan dan gotong royong 6. Gunakan partisipatif dan demokratik type dalam menggerakkan bawahan 5. kecuali pada situasi tertentu 3. Hindari otokratis (mementingkan peran pemimpin). Dokter (penasehat). Gunakan “persuasif”. “konsultatif” dan kompromis 4. Polisi (disiplin) dan Militer (proaktif menyerang) .

Berorientasi pada hubungan kerjasama (relationship oriented) 3.KEWIBAWAAN PIMPINAN DAN BAWAHAN Tiga pola dasar kepemimpinan tiga dimensi: 1. Berorientasi pada tugas (task oriented) 2. Berorientasi pada hasil (effectiveness oriented) .

polisi dan militer. Jelaskan bahwa dalam model kepemimpinan delegating. Jelaskan ! 5. seorang pemimpin berposisi sebagai apa ? 3. Jelaskan ! 2. kawan. Apa yang dimaksud dengan pernyataan bahwa seorang pemimpin harus menjadi “panutan” anak buahnya .UJIAN KOMPETENSI 1. bagaimana tingkat kematangan bawahan. Seorng pemimpin wajib menghindari sifat kepemimpinan yang “laisser faire” Jelaskan ! 4. Apa yang dimaksud dengan seorang pemimpin harus dapat berperan menjadi : guru. Dalam model kepemimpinan partisipasi. bapak. dokter.

Model Hubungan Antara Bapak Penolong Dengan Bapak Pengkritik OK Penyelamat Kebapakan Penyelamat Kekanakan Memberi rasa aman Demagogik Tidak OK Penindas Penolong BAPAK Penindas Pengkritik Penindas anak Tidak percaya Menghancurkan Ide Sikap berlebihan Tidak OK Support Menasehati Menghargai Mendorong OK Penyelamat anak Percaya diri Menghargai nilai Mengkontrol waktu Berlebihan dalam menjaga .

lingkungan. LATAR BELAKANG Penelitian mengenai perilaku kepemimpinan (teori perilaku) --- Faktor genetis.Middle leader -. KONSIDERASI DAN STRUKTUR INISIASI Tinggi – Rendah Top leader -. MODEL LEADERSHIP CONTINUUM Hasil pemikiran Robert Tannenbaum dan Warren H. talenta/bakat B.STRUKTUR KEPEMIMPINAN A.Lower leader C. Schmitdt Pemimpin yg dibutuhkan/ditetapkan oleh masyarakat ( social leader) .

Partisipatif . Otoriter yang bijaksana (Benevolent Authoritative) 3. Konsultatif 4. Otoriter 2.GAYA KEPEMIMPINAN Menurut Likert ada 4 gaya kepemimpinan: 1.

Uraikan bahwa menjadi pemimpin dapat by born dan by made. seharusnya berada ? Jelaskan ! . Pada kuadran mana seorang Pimp. Jelaskan dan beri contohnya 3. Benarkah bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki sifat yang kharismatis. Jelaskan ! 5. Beri contohnya ! 2. Jelaskan ! 4. Gaya kepemimpinan yang seperti apakah bila anda menjadi pimpinan sebuah lembaga pendidikan. Perush.• • • • • TUGAS : 1. Sebutkan yang anda ketahui tentang gaya gaya kepemimpinan.

MENGEMBANGKAN SIFAT KEPEMIMPINAN  Wirausaha individu yang telah mampu mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri.  Kepribadian seseorang mempunyai pengaruh ada perilaku kepemimpinan  Cara yang baik untuk mempraktekkan keterampilan kepemimpinan adalah menyadari bahwa ada peluang untuk menunjukkan kemampuan memimpin dalam kegiatan sehari-hari.  Pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan .  Pemimpin yang kreatif pada hakekatnya selalu berusaha menemukan ide-ide baru dalam memimpin.

KEPEMIMPINAN SEORANG PENJUAL Setiap salesman yang berhasil adalah pemimpin yang besar dan setiap pemimpin yang berhasil adalah salesman yang besar (Paul Meyer) Pemimpin = Penjual Apa yang dijual? Yang dijual adalah Ide / gagasan Sasaran? Minimal terhadap pengikutnya/bawahannya .

Disiplin tinggi 5. Mampu mengendalikan emosi dengan baik . Dapat memperlakukan orang lain sebagai kolega 6. Pandai bergaul 3. Mampu memanfaatkan waktu 4. Berkepribadian menarik 2.Pemimpin yang Sukses perlu Memiliki Syarat-syarat dan Seni Memimpin Syarat-syarat 1.

Ciri-ciri Pemimpin yang Berinisiatif

1. Dengan kemampuan sendiri mau
mengerjakan sesuatu dengan baik
tanpa tunggu perintah orang lain
2. Dengan kesadaran dan tanggung
jawab tinggi atas tindakannya
3. Memiliki daya kreativitas tinggi

PEMIMPIN ADALAH PENJUAL YANG BAIK
1. Mengetahui tujuan dengan jelas
2. Mampu menyusun rencana usaha
3. Mampu mengorganisasikan orang dalam manajemen
usaha
4. Memiliki optimisme yang tinggi
5. Pantang menyerah dalam menghadapi berbagai
kesulitan
6. Mampu mencari solusi yang tepat dalam pemecahan
masalah
7. Tidak menggunakan “Trial and Error” dalam
berusaha
8. Tidak menggunakan jam kerja yang baku/tetap
9. Bekerja dengan enjoy tanpa keterpaksaan
10. Mampu mendelegasikan wewenang untuk hal-hal
yang bersifat teknis

JADILAH PEMIMPIN YANG
1.
2.
3.
4.

Nglurug tanpa bala
Menang tanpa ngasorake
Sakti tanpa jimat
Pinter ora nggo minteri

PENGANUT PAHAM
“Bahwa untuk memperoleh
sesuatu harus bersedia membayar
kebahagiaan itu dengan
pengorbanan atau jerih payah”

Pemimpin yang berhasil
Adalah mereka yang mempunyai perasaan yang tajam
terhadap keadilan dan memperlakukan anak buahnya
dengan jujur dan tidak memihak

Pemimpin yang Efisien
Adalah pemimpin yang memiliki syarat-syarat
pendidikan dan guru yang mampu mengambil
keputusan yang tepat
Bila kita bisa mengambil sari kegagalan, maka kadangkadang tersembunyi keuntungan yang sangat besar
sebagai modal perjuangan masa depan” (Napoleon
Hill)

Pemimpin yang sejati dapat menjual isi pikirannya
ke dalam benak pengikutnya:
- Ikuti perkembangan
- Seirama
- Kesadaran

Orientasi pemeriksaan oleh pemimpin
- Bukan orientasi kekuasaan tetapi melalui ajakan
(persuasif) dalam menjual ide
- Gunakan positif thinking

(a)

(f)

Jabatan
Pimpinan
Direncanakan

Lingkungan
Ekstern

(b)
Persyaratan
Jabatan

(d)
Rekruitmen,
Seleksi,
Penempatan

(e)

(1)

(2)

Orientasi
dan
Sosialisasi

Penampilan
Kepemimpi
nan

Penampilan
Organisasi

(3)
(c)
Ciri-ciri
Kepribadian

(g)
Lingkungan
Intern

(4)

Pembi
naan

Pengharga an
& Hadiah

(5)
Promosi
Mutasi
Penempatan
Kembali
Pensiun

KEPEMIMPINAN NASIONAL

TINGGI
HUBUNGAN
DAN RENDAH
TUGAS

TINGGI
TUGAS DAN
TINGGI
HUBUNGAN
P.3 P.2

P4

P1
RENDAH
HUBUNGAN
DAN RENDAH
TUGAS

TINGGI
TUGAS DAN
RENDAH
HUBUNGAN

RENDAH PERILAKU MENGARAHKAN (TINGGI)
(TUGAS)

GAYA KEPEMIMPINAN

RENDAH  PERILAKU MENDUKUNG  (TINGGI)
(HUBUNGAN)

GAYA PEMIMPIN YANG EFEKTIF

K.4

SEDANG
K.3

K.2

TINGKAT KEDEWASAAN

RENDAH
K.1

SEDANG
BERKEMBANG

TELAH
BERKEMBANG

TINGGI

Kepemimpinan

Kepemimpinan

Terpusat pada atasan

Terpusat pada bawahan

Penggunaan
Otoritas oleh
Pemimpin
Daerah Kebebasan
untuk Bawahan

Pemimpin Pemimpin menjual Pemimpin
Pemimpin
Pimpinan
Pimpinan
Pimpinan/
membuat
keputusan memberikan ide
memberikan
memberikan
merumuskan
mengizinkan
dan mengundang
persoalan memintabatas-batasnya
keputusan dan
keputusan
bawahan untuk
mengumum
pertanyaan
sementara yang saran-saran dan meminta pada melakukan fungsi
kannya
bisa diubah
membuat
kelompok untuk dalam batas yang
keputusan
membuat
telah dirumuskan
keputusan
oleh atasan

DERETAN PERILAKU

BAGAN EFISIENSI DUKUNGAN STAF TUJUAN ORGANI SASI Perencanaan Penghapusan Penyederhanaan Penghematan PEnggabungan Susunan Kerja Organisasi Lingkungan Tempat kerja Perlengkapan PELAYANAN Faktor Intern Man Money Material Method EFISIENSI KEGIATAN STAF Planning Organizing Actualing Controlling Keinginan Kemampuan Kemahiran Faktor Ekstern ORGA NISASI SUMBER KEGIATAN KEGIATAN LINI Effective Valid Sound Satisfactory .

DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) .

Kepentingan Tujuan Organisasi 2.FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN Kepemimpinan dalam organisasi terdapat dua kepentingan yang orientasinya sama secara mendasar: 1.Kepentingan Tujuan Orang didalam organisasi Muhammad.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 .

pengorganisasian. dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. penyusunan. Mengarahkan kelompok dan Memberikan motivasi Muhammad. dan seorang manager bekum tentu seorang pemimpin . Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan aktifitas yang berkaitan dengan tugas. Melaksanakan tugas dengan benar.KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah subyek yang paling penting untuk manager. Menegakan disiplin. Seorang pemimpin biasanya seorang manager.SE/Dasar-Das Kepemimpinan/LDK/2008 Definisi Manajemen Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan. karena peran kritis yang dimainkan oleh pemimpin adalah efektifitas kelompok dalam organisasi. seperti. pengarahan.

PERBEDAAN PEMIMPIN DAN MANAJER PEMIMPIN 1.What and why ? 11. Berorientasi pada sistem/peraturan 9.Mengurusi perubahan 13.Mengembangkan kapasitas untuk merealisasikan rencana .Melakukan persamaan pandangan dr orang lain.Menetapkan arah tujuan 14.Menyusun anggaran 14. Berkaitan dengan tugas jk. Berkaitan dengan tugas jk. 4.Mengurusi kompleksitas 13.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 MANAJER 1. Berorientasi pada manusianya 9.Bagaimana ? 11. 4. 2.pendek dan operasional 10. Pokok pekerjaan mempengaruhi orang Perencanaan berdasarkan visi Daya pengaruh pada personal power Bawahan mengolah sendiri Pengarahan dan pengendalian menggunakan inspirasi 6.panjang dan strategis 10. Menjaga/meningkatkan yang ada dengan baik 8. 5. Berurusan dengan ketatalaksanaan/ketertiban 7. Pokok pekerjaan mengola sumber daya Perencanaan berdasar usaha Daya pengaruh mengandalkan position power Bawahan dikendalikan Pengarahan dan pengendalian menggunakan standar 6. Berurusan dengan inovasi / perubahan 7. 3.Menegakan aturan 12. Berusaha melakukan peningkatan/pengembangan 8. 5.Membangun komitmen 12. 2. 3. Muhammad.

MEMOTIVASI DIRI KEMAMPUAN BERBICARA DIMUKA UMUM PEMAHAMAN TEKNIK/ALAT KENDALI MUTU KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DENGAN SYSTEM 5. TRANSFER PENGETAHUAN KEPADA BAWAHAN 6.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 . 4.HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN 1. MEMOTIVASI BAWAHAN 7. KEINGINAN MENGETAHUI PERKEMBANGAN 9. 2. 3. CITRA DIRI Muhammad. SIKAP MENTAL 11. MENGENALI KARAKTERISTIK BAWAHAN 8. KEINGINAN MELAKUKAN PERUBAHAN/PERBAIKAN 10.

MAMPU MENANGANI KOMFLIK 8.MAMPU MENGAJAR/MENTRANSFER PENGETAHUAN 7.MAMPU MEMOTIVASI 4.MAMPU BERKOMUNIKASI 5.MAMPU MEMUTUSKAN/MEMECAHKAN MASALAH 2.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 .KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF 1.MAMPU MELAKUKAN PRESENTASI/PIDATO 6.MAMPU MEMBIMBING Muhammad.MAMPU MERENCANAKAN/MENETAPKAN PRIORITAS 3.

10. 12. PENGETAHUAN LUAS SEHAT JASMANI DAN ROHANI ENERGIK KEMAMPUAN MENGENDALIKAN EMOSI KEMAMPUAN ANALISA YANG TINGGI MEMILIKI ANTUSIASME YANG TINGGI OBYEKTIVITAS MEMPERLAKUKAN BAWAHAN PERSEASIF DAN EDUKATIF KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI KEMAMPUAN MENYATAKAN PENDAPAT TIDAK CEPAT PUTUS ASA BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMILIKI RASA PERCAYA DIRI LAYAK MENJADI TAULADAN MAMPU BERPERAN SEBAGAI ATASAN.CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG EFEKTIF BERDASAR KAN TEORI SIFAT 1. 2. 14. BAPAK DAN PENASEHAT BAGI BAWAHANNYA. 13. 4. 15. GURU.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 . 6. 11. 3. 9. Muhammad. 8. 5. 7.

3. 9. 4. 12.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 . 5. 15. 10. 13. 2. BAPAK DAN PENASEHAT BAGI BAWAHANNYA Muhammad. 14. 7. PENGETAHUAN LUAS SEHAT JASMANI DAN ROHANI ENERGIK KEMAMPUAN MENGENDALIKAN EMOSI KEMAMPUAN ANALISA YANG TINGGI MEMILIKI ANTUSIASME YANG TINGGI OBYEKTIVITAS MEMPERLAKUKAN BAWAHAN PERSEASIF DAN EDUKATIF KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI KEMAMPUAN MENYATAKAN PENDAPAT TIDAK CEPAT PUTUS ASA BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMILIKI RASA PERCAYA DIRI LAYAK MENJADI TAULADAN MAMPU BERPERAN SEBAGAI ATASAN. GURU.CIRI-CIRI PEMIMPIN CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG EFEKTIF BERDASARKAN TEORI SIFAT 1. 6. 11. 8.

LAISSEZ FAIRE Adalah pemimpin yang memberik an kebebasa n kepada bawahan. Kapan harus bersikap memaksa dan kapan harus moderat. serta pada situasi apa pemimpin harus memberi kebebasan kepada bawahan SITUASIO NAL Adalah pemimpin pepmimpin yang bersikap tengah antara memaksakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan . Muhammad.MODEL ATAU GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER Adalah gaya pemimpin yang “otokritik” artinya sangat memaksakan dan mendesak kekuasaannya kepada bawahan.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 DEMOKRA TIS Adalah pemimpin yang bersikap lebih melihat pada situasinya.

SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 • • • • • • • • • • • Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan Kurang percaya pada anak buah Kurang memberi dorongan semangat kerja bawahan Kurang mawas diri Selalu tertutup Suka mengancam Kurang menghiraukan usulan bawahan Ada rasa bangga bila bawahannya takut Tidak suka bawahannya maju dan berkembang Kurang adanya rasa kekeluargaan Senang sanjungan .CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER • • • • • • • • • • Tanpa musyawarah Tidak mau menerima saran dari bawahan Mementingkan diri sendiri dan kelompok Selalu memerintah Memberikan tugas mendadak Cenderung menyukai bawahan “ABS” Memaksakan kehendak Setiap keputusan tidak dapat dibantah Kekuasaan mutlak ada pada pimpinan Hubungan dengan bawahan kurang harmonis Muhammad.

CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL • • • • • • • • • • • Supel / luwes Berwawasan luas Mudah menyesuaikan dengan lingkungan Mampu menggerakan bawahan Bersikap keras pada saat tertentu Berprinsip dan konsisten terhadap suatu masalah Mempunyai tujuan yang jelas Bersikap terbuka Mau membantu memecahkan permasalahan bawahan Mengutamakan suatu kekeluargaan Ada komunikasi baik satu arah/dua arah Muhammad.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 • • • • • • • • Mengutakan produktifitas kerja Bertanggungjawab terhadap masalah yang dihadapinya Bawahan diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat Mengutamakan kontrol mengetahui kelebihan dan kekurangan bawahan mengutamakan kepentingan bersama Mempunyai ketegasan dalam situasi dan kondisi tertentu Mau menerima saran dan kritik dari bawahan .

SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 • • • • • • • • • Kurang mawas diri Perencanaan dan tujuan kurang jelas Bawahan merasa sebagai orang yang berkuasa Kurang memberikan dorongan pada bawahan Rasa tanggungjawab kurang Kurang berwibawa Menjungjung tinggi hak asasi Menghargai pendapat bawahan Kurang bermusyawarah .CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE • • • • • • • • Pemimpin bersikap pasif Semua target diberikan kepada bawahan Tidak tegas Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan Percaya kepada bawahan Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali Mudah dibohongi bawahan Pemimpin kurang kreatif Muhammad.

CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS • • • • • • • • • • • Pendapat terfokus pada hasil musyawarah Tenggang rasa Memberi kesempatan mengembangkan karir bawahan Selalu menerima kritik dari bawahan Menciptakan suasana kekeluargaan Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan Komunikatif dengan bawahan Partisipatif dengan bawahan Tanggap terhadap situasi Tidak mementingkan diri sendiri Selalu mawas diri Muhammad.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 • • • • • • • • • • • • • Senang kepada bawahan yang kreatif dan inovatif Mau menerima usulan atau pendapat bawahan Lapang dada dan terbuka Mendorong bawahan untuk mencapai hasil baik Tidak sombong Menghargai pendapat bawahan Mau membimbing bawahan Tidak mudah putus asa Percaya pada bawahan Tidak ada jarak dengan bawahan Adil dan bijaksana Suka bermusyawarah Mau mendelegasikan tugas kepada bawahan selalu mendahulukan hal-hal yang lebih penting .

SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 .SUMBER DAYA KEKUATAN KEPEMIMPINAN Muhammad.

SKEMA SIKAP PEMIMPIN TERHADAP BAWAHAN MAMPU MAMPU DAN MAU MAMPU TETAPI TIDAK MAU TIDAK MAU Muhammad.SE/Dasar-Dasar Kepemimpinan/LDK/2008 MAU MAU TETAPI TIDAK MAMPU TIDAK MAU DAN TIDAK MAMPU TIDAK MAMPU .

MANAJEMEN .

Untuk mencapai tujuan organisasi.individu & masyarakat 2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan 3. Untuk mencapai efisiensi dan .PENDAHULUAN Siapa yang membutuhkan manajemen ?  Perusahaan (bisnis)  Semua tipe organisasi  Semua tipe kegiatan Mengapa manajemen dibutuhkan ? 1.

Seorang Manajer Efisien : • Manajer yang bisa mencapai Output lebih tinggi dari input yang digunakan • Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumberdaya– sumberdaya untuk mencapai output yang telah ditentukan • Manajer yang bisa memaksimumkan output dengan jumlah input yang terbatas .

Efektifitas • Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan • Derajat atau tingkat pencapaian hasil yang diharapkan Manajer yang efektif : Dapat memlilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode/ cara yang tepat untuk mencapai tujuan Peter Drucker mengatakan bahwa: • Efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things) • Efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right) .

pengarahan (Actuating) dan pengawasan (Controlling) usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan • Ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien . pengorganisasian (Organizing).Pengertian Manajemen • Manajemen merupakan proses perencanaan (Planning).

Skema Pengertian Manajemen PERENCANAAN (PLANNING) M A N A J E M E N PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) PENGARAHAN (ACTUATING) PENGAWASAN (CONTROLLING) T U J U A N O R G A N I S A S I .

Skema Pengertian Manajemen Efektif Memanfaatkan Sumber daya Tujuan Efisien .

kepemimpinan.Manajemen : • Sebagai Ilmu (Science)  ilmu terus berkembang  utk pembuatan keputsn • Sebagai Seni (Art)  perencanaan. suku dan kriteria lain . komunikasi & segala sesuatu yang menyangkut manusia • Sebagai Profesi  Profesional : pembuatan keputusan berdasarkan prinsip umum  pendidikan formal  Para profesinal mendapatkan status karena prestasi bukan favorit.

yaitu : 1.MANAJEMEN DAN MANAJER MANAJER  setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya Manajer diklasifikasikan menjadi 2. Menurut tanggungjawab dalam organisasi : * Manajer Umum (General Manager) * Manajer Fungsional (Functional Manager) . Menurut tingkatannya : * Tinggi (Top Manager) * Menengah (Middle Manager) * Bawah (Lower Manager) 2.

Kepala dsb 2. Kepala Bagian dsb 3. Manajer Bawah Memimpin dan mengawasi tenagatenaga operasional Contoh : Mandor. Presiden. Manajer Menengah Membawahi dan mengarahkan kegiatankegiatan para manajer lainnya juga karyawan operasional Contoh : Kepala Seksi. Manajer Puncak Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen organisasi Contoh : Direktur. pengawas lapangan .Tingkatan Manajer : 1.

mengawasi dan bertanggungjawab atas satuan kerja keseluruhan divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan funsional satuan kerja . personalia dan keuangan 2. Manajer Fungsional Mempunyai tanggungjawab hanya atas satu kegiatan organisasi  produksi. Manajer Umum Mengatur.MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM 1. pemasaran.

Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas 3.APA YANG DILAKUKAN MANAJER 1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain 2. Manajer bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan 4. Manajer harus berpikir secara analistis dan konseptual .

Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik) 3. Teori Organisasi Klasik 2. Aliran Klasik : a. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Ada 3 aliran pemikiran manajemen yaitu 1. Manajemen Ilmiah b.3. Aliran Manajemen Modern .

Robert Owen (1771-1858) Menekankan pentingnya : a). Perbaikan dalam kondisi kerja c). Umur manusia dalam produksi b). Melalui perbaikan kondisi karyawan akan menaikkan produksi dan keuntungan dan investasi paling menguntungkan adalah pada karyawan atau “ vital Machines” .I. ALIRAN KLASIK : Kelompok Manajemen Ilmiah. Tokoh-tokohnya antara lain : 1.

Charles Babbage dari Inggris (17921871) Menekankan pentingnya : a). Menganjurkan kerjasama yang saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik pabrik e). Setiap tenaga kerja harus diberi latihan ketrampilan sesuai operasi pabrik c). Pembagian kerja melalui spesialisasi b). Merencanakan skema pembagian keuntungan .2. Mengembangkan program-program permainan d).

Pemberian perintah. Fayol membagi operasi perusahaan menjadi kegiatan yang semuanya saling tergantung satu dengan yang lain : Teknik . 5. laba dan hutang. pencatatan biaya. Pengorganisasian.dan Pengawasan . 2.produksi & manufacturing produk Komersial – Pembelian bahan baku dan penjualan produk Keuangan – Perolehan dan penggunaan modal Keamanan – Perlindungan karyawan dan kekayaan Akuntansi – Pelaporan. 6. 4. Pengkoordinasian. tokohnya : Henry Fayol (1841-1925) 1. pembuatan neraca. 3. pengumpulan data Manajerial – Perencanaan.Kelompok Teori Organisasi Klasik.

manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi mereka . ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI Tokohnya yaitu Elton Mayo (1880-1949) Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik.II.

ALIRAN MANAJEMEN MODERN Prinsip dasar Perilaku Organisasi dari tokoh manajemen modern : • • • • Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat Manajemen harus sistematik dan pendekatan yg digunakan harus dgn pertimbangan secara hati-hati Organisasi sebagi suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai situasi Pendekatan motivasional yg menghasilkan komitmen pekerja thd tujuan organisasi sangat dibutuhkan .III.

Lingkungan Eksternal Organisasi/ Lingkungan Organisasi (Organizational Environment) yaitu meliputi semua elemen yang berada di luar organisasi tetapi berpotensi mempengaruhi organisasi. ekonomi dan legal politik. sosiokultur. Lingkungan ini terdiri atas : a. teknologi. Lingkungan Tugas (Task Environment) yaitu Lapisan lingkungan eksternal yang secara langsung mempengaruhi operasi dan kinerja organisasi. Lingkungan ini meliputi pesaing. b.4. Lingkungan Umum (General Environment) merupakan Lapisan lingkungan eksternal yang mempengaruhi organisasi secara tidak langsung. . pemasok. pelanggan dll. manajemen dan budaya organisasi 2. MANAJER DAN LINGKUNGAN ORGANISASI 1. Lingkungan Internal Organisasi (Internal Environment) yaitu Lingkungan yang berada di dalam organisasi yang terdiri dari karyawan. Termasuk dalam lingkungan ini antara lain dimensi internasional.

Lingkungan dalam Organisasi .

dan oleh siapa. bagaimana. kapan. PROSES PERENCANAAN (PLANNING) Pengertian :  Adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan.5.  Salah satu aspek penting perencanaan adalah pembuatan keputusan (decision making). proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu .

EMPAT TAHAP DASAR PLANNING Tahap I Menetap kan Tujuan Tahap II Merumus kan Keadaan Sekarang Tahap III Mengindentifi kasikan Kemudahan & Hambatan Tahap IV Mengembang kan Kegiatan T U J U A N .

Merumuskan keadaan saat ini tahap ini memerlukan informasi terutama tentang keuangan dan data statistik. Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja Tahap 2. yang diperoleh melalui komunikasi .EMPAT TAHAP DASAR PERENCANAAN (PLANNING): Tahap 1.

Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan  Pengembangan berbagi alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan. Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan  segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan Tahap 4. penilaian alternatif-alternatif terbaik dan paling memuaskan .Tahap 3.

MANFAAT PERENCANAAN 1. Memungkinkann manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas 4. Membantu kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama 3. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan lingkungan 2. Membantu penempatan tanggungjawab lebih cepat .

8. usaha dan dana .5. 6. terperinci dan lebih mudah dipahami Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti Menghemat waktu. 9. lanjutan Memberikan cara pemberian perintah untuk operasi Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi Membuat tujuan lebih khusus. 7.

Terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan 4. Cenderung menunda kegiatan 3. Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten . berinovasi 5. Kadang-kadang hasil yg paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual 6. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi yang nyata 2.KELEMAHAN PERENCANAAN 1.

MISI TUJUAN RENCANA STRATEGIS RENCANA SEKALI PAKAI PROGRAM PROYEK Rencana A N G G A R A N RENCANA operasional TETAP KEBIJAKSA NAAN PROSEDUR & METODE STANDAR PERATURAN .

PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Pengorganisasian  proses penyusunan struktur organisasi yg sesuai dengan tujuan organisasi. sumberdayasumberdaya yg dimiliki dan lingkungan yg melingkupinya Aspek utama proses proses penyusunan struktur organisasi ada 2 (dua) yaitu: * Departementalisasi pengelompokkan kerja * Pembagian kerja  pemerincian tugas pekerjaan .6.

Bagan organisasi formal 4. akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. Tingkat-tingkat hirarki manajemen 6. Pembagian kerja 2. Departementalisasi 3. Rantai perintah dan kesatuan perintah 5. yg tercermin pada struktur organisasi yg mencakup : 1.Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses. Rentang manajemen dan kelompokkelompok informal yg tidak dapat dihindarkan . Saluran komunikasi 7. Penggunaan komite 8.

menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi. bagian-bagian atau posisiposisi maupun orang-orang yg menunjukkan kedudukan.STRUKTUR ORGANISASI Pengertian : Struktur organisasi (desain organisasi): mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. tugas wewenang dan tanggungjawab .

Faktor-faktor utama yg menentukan perancangan struktur organisasi : 1. Ukuran organisasi . Teknologi yang digunakan 3. Anggota/ karyawan dan orangorang yg terlibat dalam organisasi 4. Strategi organisasi untuk mencapai tujuan 2.

Sentralisasi dan desentralisasi 5. Spesialisasi pekerjaan 2. Koordinasi kegiatan 4.Unsur-unsur struktur organisasi : 1. Ukuran satuan kerja . Standardisasi kegiatan 3.

Pembagian kerja 2. Manajer dan bawahan atau rantai perintah 3. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5.BAGAN ORGANISASI Bagan organisasi menggambarkan 5 aspek utama suatu struktur organisasi sbb: 1. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4. Tingkatan manajemen .

BENTUK BAGAN ORGANISASI Bentuk Piramid Bentuk Vertikal .

Bentuk Horisontal Bentuk Lingkaran .

Jateng. keuangan. 8. 5.BENTUK DEPARTEMENTALISASI 1. Fungsi : pemasaran. eksekutif Alpha –numeral : no Telp Proyek dan matriks : perusahaan konstruksi . pemerintah Proses atau peralatan : dept pembungkusan Waktu : Shift 1. TV Wilayah : DIY. 3. Jabar Langganan : pedagang eceran. 2. 3 Pelayanan : kelas bisnis. 7. produksi Produk atau jasa : mesin cuci. 6. 9. 2. 4.

PEMBAGIAN KERJA Tujuan pembagian kerja  untuk mencapai tujuan di mana individu tidak dapat mencapainya sendiri  synergy Tiang dasar pengorganisasian adalah pembagian kerja (division of labor) .

KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN KOORDINASI  proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien RENTANG MANAJEMEN  jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan .7.

Rentang manajemen dan koordinasi saling berhubungan erat :  Semakin besar jumlah rentangan semakin sulit untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif. organisasi hanya membutuhkan sedikit manajer  lebih mudah mengkoordinasi kegiatan-kegiatan antar departemen. .  Jumlah bawahan yang melapor ke setiap manajer lebih banyak.

>Terlalu melebar  tidak efisien >Terlalu sempit  manajer tidak digunakan sepenuhnya 2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi .BERAPA JUMLAH RENTANGAN YG IDEAL ? Ada 2 alasan utama penentuan rentangan yang tepat penting: 1. Rentangan manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.

struktur organisasi akan berbentuk “FLAT” RUMUS : R = n (2n-1 + n-1 ) R = Jumlah hubungan n = Jumlah bawahan Jika ada 5 bawahan  ada 100 hubungan .lanjutan • Semakin sempit rentang manajemen. struktur organisasi akan berbentuk “TALL” • Semakin lebar rentang manajemen.

HUBUNGAN ANTARA RENTANG MANAJEMEN DAN STRUKTUR ORGANISASI 1. Rentangan lebih tinggi  2 Tingkatan manajemen 4 Manajer 3. Rentangan datar (Flat) 1 Tingkatan manajemen 1 Manajer 2. Rentangan tinggi (Tall) 3 Tingkatan manajemen 9 Manajer .

4 Manajer . 1 Manajer 2. Tingkatan manajemen.1. Tingkatan manajemen.

Teori penerimaan  wewenang muncul hanya jika diterima oleh kelompok atau individu .8. WEWENANG DAN DELEGASI Wewenang hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu Ada 2 pandangan berlawanan : 1. Teori formal/ pandangan klasik  wewenang adalah dianugerahkan. ada karena dilimpahi 2.

Wewenang Staf (staff authority)  hak yang dimiliki oleh satuan-satuan staf untuk menyarankan. serta diturunkan ke bawah melalui tingkatan organisasi 2. memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini 3.Jenis Wewenang : 1. Wewenang Staf Fungsional (functional staff authority)  hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini . Wewenang Lini (line authority)  wewenang dimana atasan melakukannya atas perintah bawahan langsung yang diwujudkan dalam wewenang perintah dan secara langsung tercermin sebagai rantai perintah.

Ada 4 kegiatan ketika delegasi dilakukan : 1.DELEGASI  merupakan pelimpahan wewenang dan tanggungjawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu DELEGASI WEWENANG  proses di mana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya. Pendelegasi menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada bawahan 2. Pendelegasi menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai . Pendelegasi melimpahkan wewenamg yang diperlukan untuk mencapai tujuan 3. Penerimaan delegasi menimbulkan kewajiban dan tanggungjawab 4.

Pedoman Klasik untuk delegasi wewenang. wewenang dan akuntabilitas . Prinsip skalar  harus ada garis wewenang yang jelas 2. yaitu : 1. Prinsip kesatuan perintah  setiap bawahan seharusnya melapor kepada seorang atasan 3. Tanggungjawab.

penempatan.9. bakat. . PENYUSUNAN PERSONALIA ORGANISASI Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia. orang-orang yang memberikan tenaga. kreatifitas dan usaha mereka kepada organisasi Penyusunan Personalia  fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan. pemberian latihan dan pengembangan anggotaanggota organisasi.

 Fungsi ini dilaksanakan dalam 2 tipe lingkungan yang berbeda. Lingkungan Eksternal 2. Lingkungan Internal . Proses penyusunan personalia (staffing process)  serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terus menerus untuk menjaga pemenuhan kebutuhan personalia organisasi dengan orang-orang yang tepat dalam posisi-posisi tepat dan pada waktu yang tepat. yaitu : 1.

Perencanaan sumber daya manusia Penarikan Seleksi Pengenalan dan orientasi Latihan dan pengembangan Penilaian pelaksanaan kerja Pemberian balas jasa dan penghargaan Perencanaan dan pengembangan karier (promosi.LANGKAH-LANGKAH PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA 1. 6. 7. 4. 2. 8. lateral) . 3. 5. demosi.

Penentuan spesifikasi jabatan 3. Mengestimasi jumlah karyawan total yang dibutuhkan selama periode tertentu di masa yang akan datang 4.PENENTUAN KEBUTUHAN JABATAN 1. Mempertimbangkan persediaan karyawan yang telah tersedia untuk melaksanakan berbagai pekerjaan. Penentuan tujuan-tujuan dan rencana organisasi 2. .

SUMBER PENAWARAN PERSONALIA Eksternal Internal Lamaran Pribadi Organisasi Buruh Kantor PenempatanTK Promosi Manajer Personalia Transfer Sekolah Sekolah Perusahaan Pesaing Migrasi & imigrasi Penataran .

Kantor penempatan TK 5. Pengiklanan 2. Penggunaan komputer atau internet . Penarikan lewat lembaga pendidikan 4. Serikat buruh 6.PENARIKAN PERSONALIA Penarikan (recruitment)pencarian dan penarikan sejumlah karyawan potensial yang akan diseleksi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi Metode penarikan : 1. Rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja 3.

Wawancara 5. Wawancara pendahuluan 2. Orientasi jabatan . Pemeriksaan referensi-referensi prestasi 6. Pengujian 4.SELEKSI PERSONALIA Seleksi  pemilihan seseorang tertentu dari sekelompok karyawan potensial untuk melaksanakan suatu jabatan tertentu Prosedur seleksi : 1. Pemeriksaan kesehatan 7. Keputusan pribadi 8. Pengumpulan data pribadi 3.

OFF THE JOB > Program-program pengembangan eksekutif > Latihan laboraturium > Pengembangan organisasi . ON THE JOB > Coaching > Planned progression > Rotasi jabatan > Penugasan sementara > Penilaian prestasi 2.METODE LATIHAN DAN PENGEMBANGAN 1.

komisi) .PEMBERIAN KOMPENSASI pemberian kepada karyawan dengan pembayaran finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator untuk pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang KOMPENSASI  Penentuan Kompensasi 1. Upah insentif (bonus. Upah harian 2. Kemampuan membayar 3. Persyaratan-persyaratan pembayaran Bentuk-bentuk pembayaran : 1. Gaji tetap mingguan 3. Kesediaan membayar 2.

Model Tradisional 2. Model Hubungan Manusiawi 3.10. Model Sumber Daya Manusia . MOTIVASI MOTIVASI  keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan Pandangan tentang motivasi : 1.

MODEL TRADISIONAL 1. Manajer harus mengawasi dan mengendalikan bawahan 4. Orang bersedia bekerja jika balas jasanya memadai 6. Bekerja pada dasarnya tidak disukai banyak orang 2. disiplin dan pengendalian diri 3. Jarang yang dapat menangani pekerjaan yang sifatnya memerlukan kreatifitas. Berproduksi sesuai standar . Tugas terperinci dan operasi mudah dipelajari 5.

Pemuasan kebutuhan akan meningkatkan semangat kerja . Orang ingin merasa berguna dan penting 2. Pembagian informasi kepada bawahan dan keterlibatan keputusan rutin sangat penting 6. Kebutuhan lebih penting dari uang dalam memotivasi orang untuk bekerja 4.MODEL HUBUNGAN MANUSIAWI 1. Orang ingin memiliki dan diakui sebagai individu 3. Manajer harus membuat setiap karyawan merasa berguna dan penting 5.

Manajer menciptakan lingkungan yang menyenangkan 5. Bekerja pada dasarnya menyenangkan 2.MODEL SUMBER DAYA MANUSIA 1. Kepuasan kerja akan meningkat sejalan dengan pemanfaatan SDM secara penuh . disiplin diri 3. Sebagian besar orang lebih kreatif. Manajer mendorong partisipasi penuh 6. Manajer harus memanfaatkan potensi sumber daya manusia 4.

TEORI-TEORI MOTIVASI Ada 3 kelompok : 1. Teori prestasi dari David Mc Cleland 3. Teori Keadilan .coba 2. TEORI PETUNJUK > Mengemukakan bagaimana memotivasi para karyawan > Teori ini didasarkan atas pengalaman coba. Pembentukan perilaku c. Teori Porter-Lawler d. TEORI PROSES a. TEORI ISI > Disebut teori kebutuhan a. Teori Pengharapan b. Teori Motivasi dari Frederick Herzberg c. Hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow b.

Aktualisasi diri 4. Keamanan & rasa aman 1.TEORI HIERARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW 5. Fisiologis . Sosial 2. Harga diri 3.

Kebutuhan fisiologis Contoh : makan. istirahat . Kebutuhan aktualisasi diri dan pemenuhan diri Contoh : penggunaan potensi diri 2.TEORI HIERARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW Dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah 1. seks. Kebutuhan sosial Contoh : Cinta. Kebutuhan keamanan dan rasa aman Contoh : perlindungan dan stabilitas 5. minum. persahabatan 4. prestasi penghargaan dan kehormatan diri 3. perumahan. Kebutuhan harga diri Contoh : status atau kedudukan.

Komunikasi adalah proses melalui fungsi-fungsi manajemen perencanaan. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Mengapa komunikasi penting ? 1. pengorganisasian. pengarahan dan pengawasan dapat dicapai 2.11. Komunikasi adalah kegiatan di mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka .

sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi . dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula.KOMUNIKASI proses pemindahan pengertian dalam gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan pengertian melalui pengiriman berita secara simbolis.

Sumber (source) 2.PROSES KOMUNIKASI Model Komunikasi Antar Pribadi Proses Komunikasi Sederhana : Pengirim  Berita  Penerima Proses Komunikasi terperinci : 1. Penerimaan berita 5. Pengubahan berita ke dalam sandi /kode (encoding) 3. Pengartian atau penterjemahan kembali berita (decoding) 6. Pengiriman berita (transmitting the massage) 4. Umpan balik (feedback) .

informasi.TIPE-TIPE SALURAN DASAR KOMUNIKASI 1. Komunikasi Lateral Komunikasi diantara para anggota dalam kelompok kerja yang sama > Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen pada tingkatan yang sama > . Komunikasi Vertikal Komunikasi ke bawah  dari manajemen puncak mengalir ke karyawan bawah  untuk memberi pengarahan. instruksi. nasehat dan penilaian kepada bawahan > Komunikasi ke atas  untuk mensuplai informasi kepada tingkat manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkat bawah > 2.

Komunikasi Diagonal merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintah organisasi PERANAN KOMUNIKASI • Pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi.3. seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain • Perlawanan terhadap pengaruhpengaruh yang monoton atau membosankan .

bila perlu dalam perencanaan komunikasi .Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi 3.Hambatan-hambatan terhadap komunikasi efektif : • Hambatan organisasional • Hambatan-hambatan antar pribadi Pedoman Komunikasi yang efektif : 1.Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan 4.Konsultasikan dengan pihak-pihak lain.Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dulu sebelum dikomunikasikan 2.

Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi 10.5. untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantu atau umpan balik 7.Perhatikan konsistensi komunikasi 9.Jadilah pendengar yang baik . bila timbul.Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai dasar berita selama berkomunikasi 6.Ambil kesempatan.Ikuti lebih lanjut komunikasi yang telah disediakan 8.

   metode mempengaruhi 3.  Bila orang yang dapat dipengaruhi untuk diberlakukan atau bertindak dengan cara tertentu atau menyetujui sikap dan pendapat yang mempengaruhi (pemimpin) dapat menendalikan yang dipengaruhi.   penggunaan sanksi 3. KEPEMIMPINAN Kepemimpinan :  Seorang pemimpin diharapkan proses suatu transaksi sosial.12. 2.   kharisma (daya tarik) . akan dapat mempengaruhi  Dalam proses kepemimpinan/transaksi sosial meliputi unsur: 1.   orang yang mempengaruhi 2.  Adapun metode mempengaruhi dapat berupa : 1.   usaha menunjukkan keahlian 4.   kekuatan fisik.   orang yang dipengaruhi.

• Dalam model kepemimpinan. ada kepemimpinan formal. • Kekuasaan adalah kemampuan seseorang yang bersangkutan menerjakan apa yang dikehendaki. • Hakikat kepemimpinan adalah bahwa atasan mempengaruhi perilaku orang lain dan dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. orang yang dipengaruhi lambat laun akan selalu saling mempengaruhi. . yang terjadi karena manajer mengarahkan berstandar pada wewenang formal sedang kepemimpinan informal terjadi karena seseorang yang tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain.Hakekat Kepemimpinan • Dalam kepemimpinan. sehingga terjadilah hubungan pemimpin dan pengikut (leader Followerrelation).

  berikan kesempatan orang lain menghargai anda. Orang menerima (teori penerimaan) atau acuh tak acuh (indiferent) atas segala sesuatu yang mereka harus lakukan dan mereka tunduk untuk melaksakannya dan tak dapat menyatakan tidak (berbuat tak menurut) pada wewenang yang lebih tinggi  Oleh karena itu syarat seseorang diterima pengarahannya : 1. 2. . serta dari orang berupa keahlian dan rujukan.Sumber Kekuasaan dan Penerimaan Pengarahan  Seseorang punya peranan sebagai pemimpin karena mempunyai kekuasaan  Sumber kekuasaan adalah dari kedudukan yang berupa imbalan. paksaan. dan hukuman.  manfaatkan keahlian yang dimiliki 5.  ciptakan rasa bergantung seseorang pada anda 4.  jangan menyiakan wewenang formal.  jangan takut menciptakan kewajiban pada seseorang 3.

kepemimpinan partisipatif yang selalu berkonsultasi dg bawahan memperhatikan saran bawahan sebelum mengambil keputusan.Tipe Kepemimpinan Dari studi berbagai tipe kepemimpinan muncul: 1. mengharapkan selalu penyempurnaan 4.  pendekatan situasional (fokus: pada kesesuaian antara perilaku pimpinan dengan karakteristik situasional). yaitu teori jalur tujuan menyatakan bahwa ada : 1. yang memperhatikan bawahan. memberikan jadwal. 2. Teori lain.  kepemimpinan direktif.  kepemimpinan yang mendukung. semua teman dan mudah didekati 3. pendekatan perilaku (fokus: pada perilaku pemimpin dihadapkan dengan pengikutnya) 3.  pendekatan sifat (fokus: pada karakteristik pribadi pemimpin) 2. semua diperlakukan sama. memberitahu bawahan memberikan arahan.  kepemimpinan yang berorentasi pada hasil yang menetapkan tujuan yang menantang. . dan mempertahankan standar kinerja. mengharapkan bawahan bekerja keras.

MANAJEMEN KONFLIK Penyebab konflik : 1. informasi tidak lengkap 2. Pribadi  ketidak sesuaian tujuan atau nilai-nliai sosial pribadi karyawan dengan perilaku pada jabatan . Komunikasi  salah pengertian.13. Struktur  pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan yang bertentangan 3.

Konflik antar kelompok dalam organisasi 5. Konflik dalam diri individu  individu menghadapi ketidak pastian tentang pekerjaan yang diharapkan 2.JENIS KONFLIK 1. Konflik antar organisasi . Konflik antara individu dan kelompok 4. Konflik antar individu 3.

pemilihan manajer yang tepat. penawaran bonus dll. Stimulasi konflik dalam satuan-satuan organisasi  pemasukan pihak ketiga. perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan 2. penyusunan kembali organisasi. penenangan (smothing) dan penghindaran (avoidance) kompromi dan pemecahan masalah .METODE PENGELOLAAN KONFLIK 1. Pengurangan konflik jika terlalu tinggi atau menurunkan produktifitas  pendinginan suasana 3. Penyelasaian konflik  penekanan dengan cara: kekerasan (forcing).

pihak yang sedang bertentangan bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik tentang masalh mereka 2.Tiga Jenis Konflik: Metode Penyelesaian 1. pihak-pihak yang saling bertentangan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain dan ada kesepakatan untuk menerima penyelesaian 3. Konfrontasi. Konsensus. Penggunaan tujuan-tujan yang lebih tunggi (superordinate goals) .

14. merancang sistem informasi umpan balik. menentukan dan mengukur penyimpanganpenyimpangan serta mengambil koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan . PENGAWASAN (CONTROLLING) Pengawasan  suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan. membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengawasan pendahuluan/ feedforward controll 2. Pengawasan concurrent 3. Pengawasan umpan balik/ feedback controll .TIPE-TIPE PENGAWASAN : 1.

evaluasi . Bila perlu Perbandingan Dengan Standar .Penetapan Standar pelaksanaan Penetapan Pengukuran Pelaksanaan kegiatan Pengukuran Pelaksanaan kegiatan Pengambilan Tindakan Koreksi.

TAHAP-TAHAP PENGAWASAN 1. koreksi bila perlu . Penetapan standar pelaksanaan (perencanaan) 2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan 3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan 4. Pengambilan tindakan. Pembandingan dengan standar. evaluasi 5.

Diterima para anggota organisasi . Realistik secara organisasional 7. Fleksibel 9. Akurat 2. Tepat waktu 3. Realistik secara ekonomis 6. Obyektif dan menyeluruh 4.KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENGAWASAN 1. Bersifat sebagai petunjuk dan operasional 10. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi 8. Terpusat pada titik-titk pengawasan strategik 5.

Atau Organisasi adalah suatu unit Sosial yang dikoordinasikan secara sengaja yang terdiri dari dua orang atau lebih. yang didirikan untuk jangka waktu lama ( Haryani : 2001 : 36) .ORGANISASI DAN MANAJEMEN Apa itu Organisasi ? Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dimana selalu terdapat hubungan seorang/sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang/sekelompok yang lain yang disebut bawahan.

UNSUR ORGANISASI • • • • • • Manusia atau orang – orang Tujuan atau sasaran Tempat kedudukan Pembagian kerja Metode sarana dan prasarana Struktur dan hubungan kerja yang berkaitan • Kerjasama satuan kerja • Lingkungan yang memerlukan .

masing untuk mempermudah pencapaian tujuan 2. . Adanya Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab. Adanya Ketergantungan Antaranggota  Organisasi sebagai sebuah subsistem saling berhubungan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya.Ciri – Ciri Organisasi : 1. Adanya Pusat Kekuasaan  Pimpinan atau atasan sebagai pusat kekuasaan dalam organisasi akan menentukan pengawasan dan kepemimpinan 3.  Dalam organisasi dibagi menjadi beberapa divisi dan departemen yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing. meninggal dunia dan PHK 4. Adanya Substitusi Sumber Daya Manusia  Terjadinya substitusi SDM seperti mutasi. pensiun. promosi.

Adanya Interaksi yang Berulang – ulang  Kegiatan organisasi dilakukan secara konstinue atau berulang –ulang dan permanen sehingga interaksi juga terjadi berulang – ulang dana berhenti jika organisasi tersebut bubar Fungsi Organisasi : 1. Sebagai proses dimana di analisa intraction antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu. Sebagai wadah dimana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen di jalankan. 2. . Adanya Koordinasi Antarkomponen  Selalu melakukan kordinasi baik secara lisan maupun tertulis 6.5.

PENGORGANISASIAN Pengorganisasian adalah Proses menciptakan struktur sebuah organisasi Atau Suatu proses untuk merancang struktur formal. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi. . agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi 4. Membagi pekerjaan yang harus dilakukan menjadi departemen – departemen dan jabatan – jabatan yang terperinci 2. Membangun hubungan dikalangan individu. Mengalokasikan dan memberikan sumber daya organisasi .Tujuan Pengorganisasian 1. Membagi – bagi tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan masing – masing jabatan 3. Mengelompokan pekerjaan – pekerjaan ke dalam unit – unit 5. kelompok dan departemen 6. Menetapkan garis – garis wewenang formal 7.

dan menetapkan prosedur yang diperlukan • Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab • Kegiatan perekrutan.Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian • Mengalokasikan sumber daya. pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja • Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat . penyeleksian. merumuskan dan menetapkan tugas.

Aspek Penting Dalam Pengorganisasian • Membagi pekerjaan secara spesifik • Menetapkan tugas dan tanggungjawab sehubungan dengan pekerjaan • Mengkoordinasikan tugas-tugas yang bermacam-macam • Membentuk hubungan diantara individu. kelompok dan departemen • Membentuk garis wewenang formal • Mengalokasikan dan menyebarkan sumberdaya organisasi .

Struktur Organisasi • Pengertian  Kerangka kerja formal organisasi dimana tugas – tugas dan jabatan dibagi dan dikelompokan serta dikordinasikan • Tujuannya  Agar para karyawan bisa bekerja secara efektif dan efesien .

Spesialisasi kerja atau pembagian kerja  Pembagian tugas atau membagi tugas organisasi menjadi pekerjaan – pekerjaan terpisah  Contohnya pembagian kerja di bagian keuangan ada kepala bagian keuangan. cashier dan accounting .Unsur – unsur yang harus diperhatikan dalam mendesain stuktur organisasi 1.

pemasaran. produksi dsb 3. personalia.2. Rantai komando  Sebuah garis wewenang yang tak terputus dari tingkat atas ke tingkat paling bawah tujuannya supaya karyawan mengetahui siapa yang harus dituju jika mereka menghadapi suatu masalah dan kepada siapa mereka bertanggung jawab . penjualan. Departementalisasi  Dasar yang digunakan untuk mengelompokan tugas – tugas dan pekerjaan dalam rangka mencapai sasaran organisasi  Contoh departemen keuangan.

Rentang Kendali  Jumlah bawahan yang dapat disupervisi oleh seorang manajer secara efesien dan efektif  tujuannya agar pengawasan bisa dilakukan dengan efektif dan efesien  Belum ada angka ideal dalam rentang kendali artinya rentang kendali yang luas dianggap efesien tapi belum tentu dari segi efektivitasnya begitu juga sebaliknya .4.

Desentralisasi  adalah suatu sistem dimana karyawan dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan organisasi . Sentralisasi  adalah suatu sistem dimana pengambilan keputusan itu terkonsentrasi ditingkat – tingkat atas organisasi 6.5.

Faktor-faktor utama yang menentukan Perancangan Struktur Organisasi Strategi Organisasi Untuk mencapai tujuan organisasi strategi akan menjelaskan sebagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para manajer dan bawahan strategi berubah struktur organisasi berubah. Ukuran Organisasi Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi. . Teknologi yang digunakan Perbedaan terhadap yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan bentuk Organisasi Anggota atau Karyawan Semua individu yang terlibat langsung dalam kegiatan organisasi.

bank. Organisasi yang berorientasi laba ( profit oriented organization ) – Tujuannya utama  mencari laba atau keuntungan – Laba digunakan untuk pengembangan dan membiayai operasional organisasi – Organisasi ini dikenal dengan organisasi bisnis atau perusahaan.Tipe Organisasi • Dilihat dari Orientasi Terhadap Laba : 1. perusahaan asuransi. toko dsb 2. Dimana pemilik menerima laba /keutungan terbesar – Contoh hotel. Organisasi Nirlaba ( non-profit oriented organization ) – Tujuan  Tidak semata – mata mencari keuntungan atau laba – Contoh rumah sakit. lembaga pendidikan. panti asuhan LSM (lembaga swadaya masyarakat) dsb . restoran.

Pengertian Manajemen Istilah manajeman berasal dari bahasa Italia maneggio dan bahasa Latin maneggiare yang berarti mengendalikan kuda. dalam perkembangannya istilah manajeman digunakan untuk mengendalikan dan mengatur suatu organisasi. Beberapa pengertian manajemen dikemukakan oleh beberapa pendapat antara lain sebagai berikut: . Selanjutnya .

The Liang Jie Manajemen adalah proses yang menggerakan tindakan-tindakan dalam usaha kerja sama manusia sehingga sehingga tujuan yang telah di tentukan benar tercapai .

mengorganisasikan. . menggerakan sumber daya manusia. dan mengadakan pengendalian melalui kegiatan orang lain dalam rangksa mencapai suatu tujuan .Henry Fayol Manajeman adalah suatu proses yang terdiri atas kegiatan merencanakan.

menggerakan. .dan mengadakan pengendalian melalui kegiatan orang lain dalam rangka mencapai suatu tujuan.Terry Manajemen adalah suatu proses yang terdiri atas kegiatan merencanakan.George R. mengorganisasikan.

Harold Koontz dan Cyrill O’Donnell Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain. dapat di katakan bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan. penggerakan. dan pengawasan usaha anggota dalam organisasi. Dari beberapa pendapat tentang manajemen tersebut. pengorganisasian. . serta penggunaan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

dan konsisten. perasaan. 3. Tujuan merupakan sasaran manajemen dan manajemen berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. bahan. Dalam mencapai tujuan terdapat penyatuan pikiran .waktu. bukan usaha individu tertentu.dan ruangan. ada pembagian kerja secara jelas dan tegas. antara lain sebagai berikut.Manajemen mempunyai ciri-ciri dalam kegiatannya. 2. Manajemen digunakan terhadap usaha-usaha kelompok. . terkontrol. alat. 5. tenaga. 6. Manajemen ialah suatu hal yang dapat dipelajari. terpadu. Dalam manajemenn. 4. Pencapaian tujuan dilakukan secara sistematis. kemauan. 1.

Luther M. .Gullick Mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama yang lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

baik dalam rangka mencapai tujuan secara keseluruhan maupun dalam rangka proses pencapaian tujuan dari masing-masing pelaksanaann fungsi manajemen. Unsur tersebut mutlak diperlukan dalam manajemen. tidak boleh tidak.Unsur Manajemen Pada intinya manjemen merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan dengan cara-cara yang ilmiah ataupunpraktis untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan . . Unsur adalah bagian yang penting. harus selalu ada.

Manusia merupakan pusat kegiatan yang melahirkan dan menggunakan atau melaksankan manajemen.Tenaga Kerja (Man) Manusia membuat tujuan dan dia pula yang melakukan proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu. .

. Uang diperlukan alat yang penting untuk mencapai tujuan disamping faktor manusia faktor-faktor lainnya.Uang (Money) Uang merupakan faktor yang penting sebagai alat tukar dan pengukur nilai suatu usaha.

Mesin (MachiNes) Kegunaan mesin yang mempermudah dalam melaksanakan pekerjaan juga memberikan keuntungan yang banyak terhadap tenaga kerja. Mesin penggunaannya sangat bergantung pada manusia. . bukan manusia yang diperbudak oleh mesin.Mesin dibuat untuk mempermudah tercapainnya tujuan hidup manusia.

Metode (Methods)
Cara yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat menentukan hasil
kerja seseorang.
Metode-metode itu diperlukan dalam setiap kegiatan
manajemen.Dengan cara kerja yang baik, akan memperlancar dan
mempermudah jalannya pekerjaan.

Bahan dan Perlengkapan
(Materials)
Faktor material dalam manjemen tidak dapat diabaikan sama
sekali. Manajemen sendiri merupakan kegiatan-kegiatan
manusia secara bersama-sama untuk mengurus material.
Manusia dan Material tidak dapat dipisahkan.

Pasar (Market)
Pasar barang-barang hasil produksi sangat penting untuk di kuasai.
Proses produksi suatu barang akan terhenti jika barang-barang hasil
produksi tidak dapay dijual di pasaran. Penguasaan pasar untuk
mendistribusikan hasil-hasil produksi agar sampai kepada konsumen
merupakan hal yang menentukan dalam kegiatan manajemen.

MANAJER

Secara umum manajer berarti setiap
orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber dayasumber daya oraganisasi lainnya.
Manajer dapat diklasifikasikan
dengan
dua cara :
 menurut tingkatan dalam
oragnisasi,
 kegiatan-kegiatan organisasi
untuk

308

TINGKATAN MANAJEMEN
Tingkatan manajemen dalam organisasi
membagi manajer menjadi tiga golongan :
a. Manajer lini pertama (Lower/First-Line
Manager)

Memimpin dan membawahi tenaga-tenaga
operasional.
b. Manajer menengah. (Middle Manager)
Membawahi dan mengarahkan kegiatan
manajer lini pertama.
c. Manajer puncak. (Top Manager)

309

Manajemen Puncak
Manajemen Menengah
Manajemen Pertama
Karyawan Operasional
(non manajerial)

Tingkatan Manajemen dalam Organisasi
310

Perbedaan tingkatan manajemen
membedakan pula fungsi-fungsi
manajemen
yang dilaksanakan.
Manajemen administratif, 
berurusan dengan dengan
penetapan
tujuan, perencanaan, penyusunan
kepegawaian, dan pengawasan
kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan.
311

Manajemen operatif, 
mencakup kegiatan
memotivasi, supervisi, dan
komunikasi
dengan para karyawan
untuk
mengarahkan mereka
mencapai hasil-hasil yang efektif.
Semakin tinggi
tingkatannya,
mereka menjadi lebih

312

Manajer
Puncak

313

Manajer
Menengah

Manajer
Lini
Pertama
MANAJEMEN ADMINISTRATIF
Penentuan
tujuan,
perenca- dan operatif
Perbedaan
Manajer
administratif
naan, pengorganisasian,
dalam
penyusunan personalia,
melaksanakan
fungsi-fungsi manajemen.

. mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau yang mencakup beberapa kegiatan fungsional satuan kerja. Manajer umum  mengatur.Manajer-Manajer Fungsional dan Umum 314 Atas dasar ruang lingkup kegiatan yang dikelola. manajer dapat diklasifikasikan sebagai : Manajer fungsional  mempunyai tanggung jawab satu kegiatan organisasi.

pengorganisasian. pemberian 315 .Fungsi-Fungsi Yang Dilaksanakan Manajer Fungsi-fungsi manajerial menurut Henri Fayol. yang menyatakan bahwa perencanaan. pengkoordinasian.

Beberapa pendapat para ahli manajemen tentang fungsi-fungsi manajemen. Hanri Ernest Fayol Luther Gullick Terry George Dale Planning Planning Planning Planning Organizing Organizing Organizing Organizing Commanding Staffing Actuating Staffing Coordinating Directing Directing Coordinating Inovating Reporting 316 Representing .

Beberapa pendapat para ahli manajemen tentang fungsi-fungsi manajemen. Koontz & James O’donnel Stoner Planning Organizing Organizing Staffing Directing - Oey Liang Lee William Newman Planning Planning Planning Organizing Organizing Directing Asembling*) Leading Coordinating Directing - 317 .

di mana pada 318 Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa persamaan yang tercermin pada fungsi-fungsi planning. organizing. dan controlling.Sedangkan fungsi-fungsi lainnya merupakan cara penyebutan yang berbeda tetapi mengandung arti yang sama. .

Organisasi dapat memperoleh memungkinkan : dan mengikat sumberdayasumberdaya yang diperlukan untuk mencapai 319 . Disamping itu. rencana a.Perencanaan (Planning) Rencana-rencana dibutuhkan organisasi untuk menetapkan tujuan-tujuan dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan itu.

sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan. c.b. Anggota organisasi melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur terpilih. 320 . Kemajuan dapat terus dimonitor dan diukur.

adalah :  pemilihan (penetapan) tujuan organisasi. anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. prosedur. metoda.Perencanaan (Planning). proyek. sistem. program. 321 .  penentuan strategi. kebijakan.

322 .  perancangan dan pengembangan suatu organisasi / kelompok kerja yang dapat membawa ke arah tujuan.Pengorganisasian (organizing) adalah : Bagus ?  penentuan sumberdaya-sumberdaya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

Fungsi ini menciptakan struktur formal di mana pekerjaan ditetapkan. 323 . dibagi dan dikoordinasikan. penugasan tanggung tertentu  pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individuindividu untuk melaksanakan tugasnya.

dan emosional untuk posisi-posisi jabatan yang ada melalui analisa jabatan.Penyusunan Personalia (Staffing) adalah : penarikan (recruitment). Dalam pelaksanaan fungsi ini manajemen menentukan persyaratan mental. deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan. serta penempatan dan pemberian orientasi karyawan dalam lingkungan kerja yang produktif. phisik. 324 . latihan dan pengembangan.

transfer. 325 .  penialaian karyawan untuk promosi.Fungsi personalia (staffing) mencakup kegiatan-kegiatan :  pembuatan sistem penggajian.  demosi dan pemecatan.  latihan dan pengembangan karyawan.

seperti komunikasi. dan harus dilakukan. Fungsi leading sering disebut dengan 326 . motivasi dan disiplin. gaya.Pengarahan (leading) Fungsi pengarahan (leading)  untuk membuat atau mendapatkan karyawan melakukan apa yang di inginkan. Fungsi ini melibatkan kualitas. dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan kepemimpinan.

Pengawasan Semua fungsi sebelumnya tidak akan efektif tanpa fungsi pengawasan (controlling). sedangkan kegiatan pengarahan langsung menyangkut orangorang di dalam organisasi.(Controlling).Fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen. atau sekarang dengan istilah 327 .

Pengawasan negatif  mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau 328 . mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif.Pengawasan (controlling)  penemuan dan penerapan (cara dan peralatan) untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah Pengawasan positif  ditetapkan.

KEGIATAN – KEGIATAN MANAJER Pendekatan Kegiatan Dalam praktek. 329 . menulis/membaca memo. bahwa mereka sebagian besar waktunya untuk menghadiri rapat. menerima/menemui tamu dsb. bicara lewat telepon. sering dijumpai para manajer mengalami kesulitan untuk memahami hubungan antara fungsi-fungsi manajerial Manajer-manajer sering menyatakan dengan kenyataan yang dikerjakan.

pemimpin (pengarah) dan pengawas. pengorganisasi. setiap manajer mengambil peranan yang lebih luas untuk 330 . tetapi saran-sarana (means) melalui mana fungsi-fungsi manajerial dilaksanakan.Kegiatan-kegiatan tersebut bukan fungsifungsi manajerial. Apa yang dilakukan manajer ? Manajer adalah perencana. Kenyataannya.

Istilah orang mencakup tidak hanya bawahan dan atasan.Tugas-tugas penting yang dilaksanakan manajer : 1. tetapi juga manajer lainnya dalam organisasi. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. 331 .

Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.Manajer bertanggung-jawab dan mempertanggung-jawabkan.2. 3. 332 . Manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaanpekerjaan tertentu dengan sukses.

menanalisa dan mencari penyelesaian yang layak dengan akurat. manajer dituntut perannya sebagai mediator (penengah).4. 5. Jika saling tidak bersepakat (tidak setuju) atau saling bertentangan. Manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah. 333 . Manajer adalah seorang mediator. Manajer harus berpikir secara analistis dan konseptual.

Manajer harus mengembangkan hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan.334 6. Manajer harus efektif memainkan politik dengan mengembangkan kerjasama dengan . Manajer adalah seorang politisi. usulan atau keputusan-keputusannya .

Manajer mungkin juga mewakili organisasi dalam urusan dengan pelanggan. Manajer adalah seorang dipomat. . atau organisasi lain.335 7. pejabat pemerintah. Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil resmi organisasi kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional.

. masalah personalia.336 8. Manajer mengambil keputusankeputusan sulit.). Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misal kesulitan finansial. dsb. Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan jalan keluar dari berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.

337 . Ketrampilan konseptual (Conceptual skill)  adalah kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.Ketrampilan-ketrampilan Manajerial Pada umumnya untuk menjadi manajer yang efektif dibutuhkan ketrampilanketrampilan : 1.

3. baik sebagai individu ataupun kelompok.2. 338 . dan memotivasi orang lain.Ketrampilan administratif (administratif skills)  adalah seluruh ketrampilan yang berkaitan dengan perencanaan. memahami. Ketrampilan kemanusiaan (human skills)  adalah kemampuan untuk bekerja dengan.

prosedur. 339 . hanya untuk tingkatan manajemen yang berbeda akan berbeda proporsi masing-masing kebutuhan. Ketrampilan teknik (technical skills)  adalah kemampuan untuk menggunakan peralatan.4. atau teknik dari suatu bidang tertentu. Setiap ketrampilan harus dimiliki oleh setiap manajer.

340 .

341 .

melatih. mengamati dan melaporkan. mengirim memo dan laporan dan membuat kontak telepon. Monitor : mencari dan menerima informasi. 2. spt menandatangani dokumen dan menerima tamu.SEPULUH PERAN MANAJER : A. mempertahankan kontak personal. Interpersonal Role 4. memberikan bimbingan dan komunikasi. Figurhead : melakukan tgs seremonial & tugas simbolik. B. Desiminator : menyebarkan informasi kepada anggota organisasi. Spokesperson : memberikan informs kepada pihak luar melalui pidato. laporan berkala dan memo. 5. 3.Informational Role 1. Pemimpin : mengarahkan dan memotivasi bawahan. 342 .

dan menetapkan prioritas. seperti kontrak-kontrak. Pembagi sumberdaya : membagikan sumber daya berupa keuntungan organisasi kepada yang berhak. 10. jadwal. Entrepreneur : mengembangkan proyek baru.SEPULUH PERAN MANAJER : 6. 343 .menetapkan pendanaan. kerjasama. Pengendali masalah : mengambil tindakan korektif dan pemecahan masalah dalam keadaan krisis 9. Negosiator : mewakili orgnss dalam negosiasi. C. pembelian barang dan penetapan keuangan. ide baru dan mengembangkan organisasi 8. Liason manager : mempertahankan hubungan informasi baik ke luar maupun ke dalam organisasi menggunakan surat. telp & pertemuan. Decisional Role 7.

344 .

. 2. BADAN USAHA Kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi pelayanan kepada masyarakat. PERUSAHAAN Kesatuan teknis dalam produksi yang tujuannya menghasilkan barang dan jasa.BADAN USAHA DAN PERUSAHAAN PENGERTIAN 1.

Firma. atau unit produksi .ASPEK PERBEDAAN BADAN USAHA DAN PERUSAHAAN BADAN USAHA PERUSAHAAN TUJUAN Mencari laba atau memberi layanan Menghasilkan barang dan jasa FUNGSI Kesatuan organisasi untuk mengurus perusahaan Alat badan usaha untuk mencapai tujuan BENTUK Yuridis/hukum (PT. Koperasi) Pabrik. bengkel. CV.

Pertimbangan pemilihan bentuk Badan Usaha Modal yang diperlukan Bidang usaha/kegiatannya Tingkat resiko yang dihadapi Undang-undang dan peraturan pemerintah  Cara pembagian keuntungan     .

perbaikan lingkungan hidup  FUNGSI PEMBANGUNAN EKONOMI membantu pemerintah dalam peningkatan ekspor. alih teknologi. sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat. pengetahuan pekerja.FUNGSI BADAN USAHA  FUNGSI KOMERSIAL usaha untuk menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing atau memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan  FUNGSI SOSIAL diperlihatkan dalam kegiatan penyediaan kesempatan kerja. dan sumber pendapatan negara melalui pajak .

BERDASAR WILAYAH NEGARA * PMDN * PMA . BERDASAR KEPEMILIKAN MODAL * BUMS * BUMD * BUMN * BU CAMPURAN 3.JENIS BADAN USAHA 1. BERDASAR KEGIATAN YANG DILAKUKAN * * Ekstraktif * Industri * Jasa Agraris * Perdagangan 2.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pengertian BUMN berdasar UU RI No 19: badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan .BENTUK – BENTUK BADAN USAHA 1.

Menjadi perintis kegiatan perekonomian yang belum dilakukan oleh swasta dan koperasi 5. Menyelenggarakan kemanfaatan umum bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak 4. Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah.Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Maksud dan tujuan pendirian BUMN: 1. . koperasi. Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional dan penerimaan negara 2. masyarakat. Mengejar keuntungan 3.

19 tahun 2003. Badan Usaha perseroan (Persero) 2. Persero 2. BUMN terdiri dari: 1. Badan Usaha Jawatan (Perjan) Berdasar UU RI No. Badan Usaha Umum (Perum) 3. Perum .JENIS Badan Usaha Milik Negara (BUMN)   Sesuai Instruksi Presiden RI No.17 tahun 1967 perusahaan negara dibagi menjadi: 1.

sebagai bagian dari departemen/dirjen/pemda 3.PERUSAHAAN JAWATAN (PERJAN)  Adalah perusahaan negara yang modalnya setiap tahun ditetapkan dalam APBN bagi departemen yang bersangkutan  Ciri – ciri: 1. pegawainya pegawai negeri . dipimpin oleh seorang kepala 4. memperoleh fasilitas negara 5. public service 2.

Perum Pegadaian. yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang/jasa yang bermutu tinggi sekaligus mengejar keuntungan • Contoh : Perum Damri.PERUSAHAAN UMUM (PERUM) • Adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham. Perum Bulog. Perum Peruri .

Ciri – ciri Perusahaan Umum           Melayani kepentingan umum Umumnya bergerak dibidang jasa vital Dibenarkan memupuk keuntungan Berstatus badan hukum Mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta Hubungan hukum perdata Modal seluruhnya dimiliki oleh negara Dipimpin oleh seorang Direksi Pegawainya adalah pegawai perusahaan negara Laporan tahunan perusahaan disampaikan kepada pemerintah .

KAI. PT.Perusahaan Perseroan (PERSERO)  Adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% dimiliki oleh negara yang tujuan utamanya mengejar keuntungan  Contoh PERSERO: PT. PT. PT. Garuda Indonesia . PT. Pertamina. Jamsostek. Kimia Farma.

Ciri – ciri PERSERO Memupuk keuntungan Sebagai badan hukum perdata Tidak memiliki fasilitas negara Dipimpin oleh seorang Direksi Status pegawainya pegawai perusahaan swasta  Peranan pemerintah sebagai pemegang saham  Dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing      .

Peran BUMN dalam sistem perekonomian nasional:  Sebagai penghasil barang/jasa demi hajat hidup orang banyak  Sebagai pelopor dalam sektor-sektor usaha yang belum diminati swasta  Pelaksana pelayanan publik  Pembuka lapangan kerja  Penghasil devisa negara  Pembantu pengembangan usaha kecil dan koperasi  Pendorong aktivitas masyarakat di berbagai lapangan usaha .

BADAN USAHA MILIK SWASTA (BUMS) • Adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta • Jenis BUMS : 1. Badan Usaha Perorangan 2. Badan Usaha Persekutuan * FIRMA * CV 3. Perseroan * PT .

Badan Usaha Perorangan Pengertian Kelebihan Suatu bentuk badan usaha yang hanya didirikan oleh seorang. bertanggung jawab atas segala pekerjaan dengan tujuan untuk mendapat laba •Organisasi yang mudah •Kebebasan bergerak •Keuntungan jatuh pd seorang •Pajaknya rendah •Rahasia perusahaan lebih terjamin •Ongkos organisasi rendah •Dapat mengambil keputusan dengan cepat •Keuntungan yang besar akan menambah semangat Kekurangan •Tanggung jawab pimpinan tidak terbatas •Besarnya modal terbatas •Kelangsungan hidup tidak terjamin •Kecakapan pimpinan yang terbatas perusahaan akan mengalami kemunduran •Kerugian akan ditanggung sendiri . memimpin sendiri. modal sendiri.

tanggungjawab bersama. akan menyebabkan terlibatnya anggota yang lain •Perusahaan dikatakan bubar apabila seorang anggota mengundurkan diri/meninggal dunia . dengan nama bersama. Kelebihan •Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi •Pengelolaan perusahaan dapat dibagi sesuai dengan keahlian •Setiap resiko dipikul bersama •Keputusan yang diambil lebih baik •Kemampuan mencari kredit lebih besar Kekurangan •Sering timbul perselisihan •Keputusan yang diambil kurang cepat •Akibat tindakan seorang anggota.FIRMA Pengertian Badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih.

PERSEKUTUAN KOMANDITER (CV) Pengertian Badan usaha yang didirikan atas persekutuan dua orang atau lebih dimana satu/sebagian sebagai sekutu aktif dan lainnya menjadi sekutu pasif Kelebihan •Penerapan kebijakan lebih baik karena ada pemisahan tanggung jawab Kekurangan •Jika terdapat kesalahan pengelolaan badan usaha oleh sekutu aktif. sekutu pasif akan terkena imbasnya •Sekutu pasif harus mencari mitra bisnis yang tepat untuk menjadi sekutu aktif. .

dimana tiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham dan bertanggungjawab sebesar modal Kelebihan Kekurangan •Tanggungjawab persero terbatas •Kebutuhan akan pengembangan modal mudah dipenuhi •Kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin •Lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit •Efisiensi dibidang kepemimpinan •Lebih mampu memperhatikan karyawan •Perhatian persero terhadap PT kurang •Biaya dalam PT lebih besar •Memimpin PT lebih sulit dari pada perusahaan bentuk lain .PERSEROAN TERBATAS (PT) Pengertian Suatu perusahaan yang memperoleh modaldengan mengeluarkan sero atau saham.

Peran BUMS dalam perekonomian Indonesia  Sebagai mitra BUMN  Sebagai penambah produksi nasional  Sebagai pembuka kesempatan kerja  Sebagai penambah kas negara dan pemacu pendapatan nasional .

(koperasi lebih lanjut akan dibahas di bab selanjutnya) .KOPERASI  Menurut UU no 12 tahun 1992 : koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

BENTUK – BENTUK BADAN USAHA LAINNYA  GABUNGAN VERTIKAL  GABUNGAN HORIZONTAL .

GABUNGAN VERTIKAL Badan usaha yang bergabung secara vertikal adalah badan usaha yang disatukan karena urut-urutan hubungan kegiatan Ex. Persaingan dapat dikurangi . Ketersediaan bahan dasar pasti 2. BU penanaman kapas – BU pemintalan – BU penenunan Keuntungan : 1.

Joint Venture 4. Holding Company 7. Kartel 6.GABUNGAN HORIZONTAL  Adalah penggabungan dari beberapa badan usaha yang memiliki kegiatan yang sama untuk tujuan tertentu. Merger 3.  Macam: 1. Trust 5. Sindykat 2. Waralaba (Franchise) . Concern 8.

Gabungan Horizontal  Concern : penggabungan beberapa badan usaha terutama ditujukan untuk mengatasi masalah pembelanjaan  Sindykat : kerjasama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau mengerjakan suatu proses produksi  Merger : penggabungan beberapa badan usaha dengan jalan meleburkan diri menjadi satu perusahaan baru (identik dengan TRUST) .

Gabungan Horizontal  Trust : gabungan dari beberapa badan usaha yang dilebur dan disatukan menjadi badan usaha yang baru yang lebih besar dan kuat. jumlah produksi. Bank Mandiri  Kartel : gabungan dari beberapa badan usaha untuk tujuan tertentu (keseragaman harga. pembagian daerah pemasaran  Holding Company: penggabungan badan usaha dengan badan usaha lainnya dengan cara membeli sebagian besar saham. Ex. .

Gabungan Horizontal  Joint Venture : penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula dengan tujuan menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar  Waralaba : sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri/membuka usaha dengan menggunakan investor lain .

Pelaksanaan Dan Sistem Yang Mempengaruhi Perilaku.Gerhart And Wright : HRM Refers To Policies.practices And Systems That Influence Employees Behavior.attitudes And Performance( Manajemen Sumber Daya Manusia Mengacu Kebijakan. .PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA : R Wayne Mondy & Robert M Noe : Human Resource Management Is The Utilization Of The Firm’s Human Assets To Achieve Organizational Objectives ( Manajemen Sumber Daya Manusia Adalah Pengelolaan/Pemanfaatan Asset Manusia Untuk Mencapai Tujuan ) Noe Hollenbeck. Sikap Dan Kinerja Karyawan ).

TUJUAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Secara spesifik tujuan manajemen sumber daya manusia dalam sebuah organisasi adalah mengelola dan / atau mengembangkan kompetensi personil agar mampu menjalankan misi dan mewujudkan visi melalui pencapaian tujuan organisasi.2. .

       Dampak Individu : Perubahan perilaku Peningkatan kemampuan Peningkatan keterampilan Peningkatan prestasi kerja Pembentukan budaya kerja Penambahan pengetahuan Peningkatan kualitas hasil kerja .3. Dampak Manajemen Sumber Daya manusia a.

b. Dampak Organisasi : Pembentukan budaya organisasi Tercapainya visi-misi dan tujuan organisasi Peningkatan kualitas hasil / output organisasi . Dampak kelompok : Peningkatan produktivitas kelompok Peningkatan efisiensi Peningkatan kesadaran mencapai tujuan bersama dan kerjasama kelompok c.

Tantangan – Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia :  Perekonomian dan Perkembangan Teknologi  Ketersediaan dan kualitas SDM  Kependudukan dengan masalah – masalahnya  Restrukturisasi organisasi . Dampak Masyarakat : Perubahan Perilaku Budaya Pemberdayaan Masyarakat Menjadi contoh/model perilaku 4.d.

Rekrutmen ( Recruitment ) .Penilaian Kinerja ( Performance Appraisal ) .Orientasi ( Orientation ) .Seleksi ( Selection ) .5.Penempatan ( Placement ) . Fungsi – Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia : a.Pelatihan / Pengembangan ( training/development ) . Pengadaan Tenaga Kerja ( Procurement ) .Perencanaan Sumber Daya Manusia ( Human Resources Planning ) .Analisis Jabatan ( Job Analysis ) .

b. Pemberhentian ( Separation ) . Pemeliharaan Tenaga Kerja ( Maintenance ) d. Kompensasi (Compensation ) c.

MANAJEMEN PRODUKSI/OPERASI .

Pengarahan dan Pengawasan ).Berkesinambungan : manajemen produksi & operasi bukan merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri dan keputusan manajemen bukan merupakan tindakan sesaat tetapi merupakan tindakan yang berkelanjutan.DEFINISI MANAJEMEN PRODUKSI & OPERASI .Efektif : segala kegiatan/pekerjaan harus dilakukan secara tepat dan sebaik-baiknya serta mencapai hasil sesuai yang diharapkan. Pengorganisasian.Suatu proses secara berkesinambungan dan efektif dengan munggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan sumber daya dalam rangka menghasilkan barang dan jasa. . . .Fungsi Manajemen :Perencanaan. .

. perencanaan fasilitas dan perencanaan sumber daya produksi Pengorganisasian : meliputi seluruh kegiatan menentukan jumlah dan jenis sumber daya manusia yang akan digunakan untuk mendukung tercapainya fungsi perencanaan termasuk menentukan wewenang & tanggung jawab masing-masing sumberdaya manusia yang digunakan Pengarahan : meliputi kegiatan memimpin.FUNGSI MANAJEMEN DALAM MANPRO 1. 3. Perencanaan : meliputi seluruh kegiatan produksi mulai dari perencanaan produk. 4.mangawasi dan memotivasi keryawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan job yang diberikan Pengawasan : meliputi kegiatan pengawasan agar kegiatan dapat sesuai dengan standar yang telah direncanakan sehingga tujuan dapat tercapai. 2.

dapat disimpan . dilihat dan tidak mempunyai bangun fisik tetapi keberadaannya dapat disadari (misal : keamanan.tidak berwujud .bewujud . dilihat dan mempunyai bangun fisik (misal : mobil.Barang (goods) : berbagai hasil kegiatan produksi dan operasi yang dapat diraba.kendaraan bermotor. keindahan dll) PERBEDAAN BARANG DAN JASA Baranag Jasa .BARANG DAN JASA .tidak dapat disimpan .menggunakan proses mesin . pakaian dll) .Jasa (srvices) : berbagai hasil kegiatan produksi dan operasi yang tidak dapat diraba.televisi. kesehatan.menggunakan proses manusia - Kualitas obyektif (mudah diuukur) (sulit diukur) - kualitas bersuIat subyektif .

barang setengah jadi dan/atau berupa jasa).Suatu kegiatan operasi yang melakukan proses transformasi dari mulai input (berupa sumber daya) menjadi output (berupa barang jadi.PROSES TRANSFORMASI . INPUT OUTPUT -Manusia -Mesin -Material -Modal -Metoda -Energi -Informasi Barang PROSES TRANSFORMASI atau Jasa Umpan Balik .

pekerja.komputer dll Hasil Kegiatan Mobil - Rumah Sakit Gedung.PROSES TRANSFORMASI HASIL PROSES TRANSFORMASI Jenis Organisasi Sumber Daya Jenis .obat.dokter perawat. pasien dll Kesembuhan Jasa - Percetakan & Jasa Gedung.Pabrik Mobil Gedung.tenaga ahli.mesin Barang bhn baku. Barang Cetakan Barang komputer.mesin. bhn baku dll .

 Proses produksi berulang-ulang (repetitive process) Merupakan proses produksi yg menggabungkan fungsi intermitten process & continous process. serta arus bahan di dlm proses tlh terstandarisasi. Contoh : minuman Teh Botol merupakan produk yang terstandarisasi. .  Produksi massa (mass customization) Merupakan proses produksi yg menggabungkan fungsi intermitten process. operasional yg menggunakan peralatan produksi yg disusun sedemikian rupa yg dimanfaatkan scr fleksibel utk menghasilkan berbagai produk/jasa.  Proses produksi kontinu (continous process) Merupakan proses produksi yg mempergunakan peralatan produksi yg disusun & diatur dgn memperhatikan urutan kegiatan dlm menghasilkan produk/jasa. continous process serta repetitive process yg menggunakan berbagai komponen bahan.JENIS JENIS proses PRODUKSI  Proses produksi terputus-putus (intermitten process) Merupakan keg. Tetapi proses ini mempergunakan bagian bahan komponen yg berbagai jenis diantara proses yg kontinu. teknik skedul produksi & mengutamakan kecepatan pelayanan. Contoh : restoran melayani banyak pelanggan dgn beragam menu. Contoh : Restoran Chinesse Foods menyiapakan makanan sesuai pesanan pelanggan yang dikerjakan oleh juru masak  Umumnya proses intermitten merupakan sistem operasional yang tidak terstandarisir & berdasarkan keinginan pelanggan pd saat dilakukan pemesanan.

DPT DIARTIKAN SEBAGAI PENYUSUNAN YG TERATUR & EFISIEN SEMUA FASILITAS PABRIK & BURUH (PERSONEL) YG ADA DI DLM PABRIK. TEMPAT BEKERJA DAN GUDANG AGAR MEMBERIKAN SCHEDULE YG FEASIBLE UNTUK BERBAGAI PARTS & PRODUK. CAFETARIA. MAUPUN PABRIKNYA SENDIRI.PERENCANAAN TATA LETAK (LAY OUT) MERUPAKAN RENCANA PENYUSUNAN MESIN & PERALATAN (FASILITAS) PRODUKSI. RUANGAN UTK SERVICE & REPAIR EQUIPMENT. JUGA MERUPAKAN “TRANSPORTATION SYSTEM” YG MEMINDAHKAN PARTS & PRODUK TSB MELALUI SISTEM & SERVICE YG ADA UTK. . & 3) KELANGSUNGAN PERUSAHAAN. 2) PEMBENTUKAN LABA PERUSAHAAN. PRODUKSI. MEDICAL FASILITIES. TATA LETAK MERUPAKAN “INTEGRATED SYSTEM” ANTARA MESIN. DLL TATA LETAK YG BAIK. DISUATU PABRIK (LAY OUT) GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI. TATA LETAK MELIPUTI DI DALAM & DI LUAR PABRIK FAKTOR-FAKTOR YG HARUS DIPERHATIKAN DLM MENGATUR TATA LETAK: RUANGAN GERAK BAGI MATERIAL & PARA PEKERJA. SEPERTI: TEMPAT ALAT-ALAT (TOOLS CRIBS) & MAINTENANCE SHOP. SUSUNAN TERSEBUT AKAN MEMPENGARUHI PERUSAHAAN DALAM HAL: 1) EFISIENSI PERUSAHAAN.

KEMACETAN. GERAKAN MEMOTONG. TETAPI PERLU DIINGAT BAHWA ALIRAN PROSES YG BAIK TDK SELALU HRS ALIRAN GARIS. BAYAK TATA LETAK PABRIK YG JUSTRU MENGGUNAKAN ALIRAN ZIGZAG ATAUPUN MELINGKAR 4) KEPUASAN & KESELAMATAN KERJA 5) FLEKSIBILITAS .PRINSIP DASAR PENYUSUNAN TATA LETAK 1) INTEGRASI SECARA TOTAL 2) JARAK PERPINDAHAN BAHAN PALING MINIMUM 3) MEMPERLANCAR ALIRAN KERJA (MENGHINDARI ADANYA GERAKAN BALIK.

KRN MAKIN BANYAK PERPINDAHAN/PENGANGKUTAN BARANG 3) GEDUNG & TEMPAT PRODUKSI SELALU PENUH DG BAHAN-BAHAN ATAU HASIL PRODUKSI YG SEDANG DIKERJAKAN 4) RUANGAN PRODUKSI. MESIN-MESIN & FASILITAS LAINNYA DISUSUN SECARA TIDAK TERATUR 5) SERVICE AREA SEMPIT SEKALI & LETAKNYA TIDAK MEMUASKAN 6) BAHAN-BAHAN DALAM PROSES SERING RUSAK ATAU HILANG 7) SERING DITEMUI KEGAGALAN DALAM MENYELESAIKAN PRODUKSI AGAR TEPAT PADA WAKTU YG TELAH DITENTUKAN 8) TEMPAT PENERIMAAN BARANG TIDAK DAPAT SEGERA DIKOSONGKAN. AKIBAT URUTAN PROSES YG BERLIKU-LIKU 2) HANDLING COST TINGGI. SHG MEMPERLAMBAT PEMBONGKARAN BARANG-BARANG YG TIBA DI PABRIK .KERUGIAN DR TATA LETAK YG BURUK: 1) BAHAN-BAHAN DALAM PABRIK BERGERAK LAMBAT SEKALI.

AGAR DPT DIREPARASI DG MUDAH 1) 4) MENGURANGI ONGKOS PRODUKSI 5) MEMPERTINGGI KESELAMATAN KERJA 6) MEMBERIKAN HASIL PRODUKSI YG BAIK 7) MEMBERIKAN SERVICE YG BAIK BAGI KONSUMEN .TUJUAN PENYUSUNAN TATA LETAK YG BAIK: 1) MENGURANGI JARAK PENGANGKUTAN MATERIAL & PRODUK YG TELAH JADI SHG MENGURANGI MATERIAL HANDLING 2) MEMPERHATIKAN FREKUENSI ARUS PEKERJAAN 3) MEMUNGKINKAN RUANG GERAK YG CUKUP DI SEKELILING SETIAP MESIN.

8) MENGURANGI CAPITAL INVESTMENT 9) MEMPERTINGGI FLEKSIBILITAS. UTK MEMUNGKINKAN MENGHADAPI PERUBAHAN PERMINTAAN 10) MEMPERBAIKI MORAL PEKERJA 11) MENGGUNAKAN PENGGUNAAN RUANGAN / LANTAI YG LEBIH EFISIEN 12) MENGURANGI DELAYS (KELAMBATAN / STOPPED) DLM PEKERJAAN 13) DAPAT MENGURANGI WORKING SHG MINIMUM 14) DPT MELAKUKAN PENGAWASAN YG LEBIH BAIK 14) MAINTENANCE (PEMELIHARAAN) LEBIH MUDAH DILAKUKAN 16) MENGURANGI MANUFACTURING CYCLES (WAKTU PRODUKSI) 17) PENGGUNAAN EQUIPMENT (PERALATAN) & FASILITAS YG BAIK DLM PABRIK .

PERLU MEMPERHATIKAN LANGKAHLANGKAH BERIKUT: 1) ANALISIS PRODUK & PROSES PRODUKSI YG DIPERLUKAN 2) PENENTUAN JUMLAH MESIN & LUAR AREA YG DIBUTUHKAN 3) PENENTUAN TIPE LAYOUT YG DIKEHENDAKI 4) PENENTUAN ALIRAN KERJA & BAHAN 5) PENENTUAN LUAS AREA UNTUK DEPARTEMEN 6) RENCANA DETAIL LAYOUT YG DIPILIH .PROSEDUR & FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI ADA DUA TAHAP: TAHAP I: MENGATUR TATA LETAK MESIN & FASILITAS PROSES PRODUKSI LAINNYA DLM SETIAP DEPARTEMEN TAHAP II: MANGATUR TATA LETAK DEPARTEMEN SERTA HUBUNGANNYA DG DEPARTEMEN LAINNYA DALAM PABRIK UTK MENGATUR LETAK MESIN & FASILITAS PRODUKSI MAUPUN LETAK DEPARTEMEN DLAM PABRIK.

JENIS MAUPUN KAPASITAS MESIN 4) PEMELIHARAAN & PENGGANTIAN (MAINTENANCE & REPLACEMENT) 5) KESEIMBANGAN KAPASITAS ANTAR MESIN ATAU DEPARTEMEN (BALANCE CAPACITY) 6) AREA TENAGA KERJA (EMPLOYEE AREA) 7) AREA PELAYANAN (SERVICE AREA) 8) FLEKSIBILITAS (FLEXIBILITY) DASAR PENGATURAN TATA LETAK (LAYOUT) FASILITAS PABRIK ATAS`DASAR PROSES ATAS`DASAR PRODUK .DR LANGKAH-LANGKAH TSB DI MUKA MAKA. APAKAH ATAS DASAR ARUS (FLOW) ATAU PROSES 3) PERALATAN YG DIGUNAKAN. BAIK MENYANGKUT DESAIN MAUPUN VOLUME PRODUKSI YG DIKEHENDAKI 2) URUTAN PROSES. BAIK MENYANGKUT TEKNOLOGI. PENGATURAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK HRS MEMPERHATIKAN FAKTOR-FAKTOR BERIKUT: 1) JENIS PRODUK YG DIBUAT. DLM.

TATA LETAK PROSES (PROCESS LAY OUT) SERING DIKENAL SBG ‘FUNCTIONAL LAYOUT’ YAITU PROSES PENGATURAN & PENEMPATAN SEMUA FASILITAS PABRIK SPT. PRODUK DIPROSES DG MENGGERAKKANNYA DR SATU BAGIAN KE BAGIAN YG LAINNYA MENURUT URUTAN OPERASI YG HRS DILAKUKAN . YG PALING DOMINAN UTK TIPE INI ADALAH TIPE & KARAKTERISTIK DR PERALATAN. ATAU MEMILIKI FUNGSI YG SAMA DITEMPATKAN PADA SATU DEPARTEMEN ATAU BAGIAN. MESIN & PERALATAN YG MEMILIKI KARAKTERISTIK KERJA YG SAMA.

SYARAT BILA MEMILIH TIPE TATA LETAK PROSES: 1) MEMBUTUHKAN TENAGA KERJA TERAMPIL YG MAMPU MELAKUKAN BERBAGAI MACAM OPERASI PD SEBUAH MESIN 2) SERING TERJADI GERAKAN BAHAN DIANTARA SATU OPERASI DG OPERASI LAINNYA 3) MEMBUTUHKAN RUANGAN PENYIMPANAN YG LUAS UTK BAHAN YG TDK DIPROSES 4) MEMBUTUHKAN RUANGAN YG LUAS DISEKITAR MESIN & PERALATAN 5) PERSEDIAAN YG BESAR DR BAHAN DLM PROSES 6) MEMERLUKAN BANYAK PENJADWALAN & PENGAWASAN YG TELITI DR SETIAP BAHAN YG SEDANG DIPROSES 7) TDK ADA LANGKAH YG SECARA MEKANIKAL 8) SULIT UTK MENGATUR KESEIMBANGAN KERJA ANTARA OPERATOR & MESIN 9) MATERIAL & PRODUK TERLALU BERAT & SULIT UTK DIPINDAHPINDAH .SYARAT.

DG DEMIKIAN SETIAP POS KERJA APAKAH MESIN ATAU MEJA KERJA. MELAKUKAN SETIAP OPERASI DARI POS SEBELUMNYA.TATA LETAK PRODUK (PRODUCT LAY OUT) DISEBUT JUGA LAYOUT GARIS (LINE LAYOUT) YAITU. DG URUTAN OPERASI DR SATU BAGIAN KE BAGIAN LAIN ATAU DR SATU SUB RAKITAN KE SUB RAKITAN YG LAIN HINGGA PRODUK SELESAI DIPROSES. TIPE INI MENGATUR PENEMPATAN MESIN TANPA MEMANDANG TIPE MESIN YG DIGUNAKAN. PENGATURAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK BERDASARKAN ALIRAN DR PRODUK TERSEBUT. KEMUDIAN MENERUSKAN PRODUK KE POS BERIKUTNYA DLM GARIS DIMANA OPERASI SELANJUTNYA AKAN DILAKUKAN . TIPE INI MERUPAKAN TIPE LAYOUT YG PALING POPULER & SERING DIGUNAKAN UTK PABRIK YG MENGHASILKAN PRODUK SECARA MASAL (MASS-PRODUCTION) DG TIPE PRODUK RELATIF KECIL & STANDAR UTK JANGKA WAKTU YG RELATIF LAMA. ATAU DIATUR DG PRINSIP ‘MECHINE AFTER MECHINE’.

& KEBANYAKAN BERADA DLM PENYIMPANAN SEMENTARA DLM SISTEM PENANGANAN BAHAN 3) GERAKAN DILAKUKAN SECARA MEKANIKAL BAIK SEBAGIAN MAUPUN SELURUHNYA 4) OPERATOR ADALAH TENAGA SEMI TERAMPIL & SERING MALAYANI LEBIH DR SATU MUSIM 5) MESIN YG DIGUNAKAN BERSIFAT KHUSUS 6) SKEDULING DIBUAT SECARA RINCI & PENGAWASAN PRODUKSI LEBIH MUDAH KRN DALAM SATU GARIS .TATA LETAK PRODUK MEMILIKI KARAKTERISTIK SBB: 1) PERPINDAHAN BAHAN MENGGUNAKAN KONVEYOR (BAN BERJALAN) 2) PERSEDIAAN KOMPONEN DLM PROSES RELATIF KECIL.

MISALNYA SEORANG PEKERJA YG BIASANYA MENGERJAKAN SUATU PRODUK DPT SELESAI 1. & TINGKAT KELUWESAN RELATIF KECIL 8) PRODUK YG DIBUAT STANDAR & DLM JUMLAH YG BESAR UTK JANGKA WAKTU YG RELATIF LAMA 9) BIAYA PEMINDAHAN BAHAN (MATERIAL HANDLING) RELATIF RENDAH SBG AKIBAT PEMILIHAN JARAK YG LEBIH PENDEK 10) ADANYA KESEIMBANGAN LINTASAN (LINE BALANCING) ANTARA SATU OPERATOR ATAU MESIN DG MESIN LAINNYA.7) INVESTASI BESAR DLM MESIN BERSIFAT KHUSUS. MASALAH LAINNYA YG SERING MUNCUL ADALAH PEKERJA TIAP LINI TDK TERGANTUNG PD LINI LAIN. & DIHARAPKAN MENGHASILKAN JUMLAH PRODUK YG SAMA MASALAH YG TDK DAPAT DIHINDARI DR PENGGUNAAN TIPE INI YAITU: SULITNYA REALOKASI OPERASI DIANTARA PEKERJA UTK MENYESUAIKAN DIRI THD PERUBAHAN PERMINTAAN.5 JAM TANPA MENGANGGUR. TTP DG ADANYA TAMBAHAN PEKERJA. SHG BILA TERJADI TAMBAHAN PERMINTAAN MAKA. AKAN MENYEBABKAN PEKERJA BARU MEMILIKI WAKTU MENGANGGUR SISANYA .

MESIN-MESIN. & JEMBATAN MENGGUNAKAN TIPE INI . PESAWAT TERBANG. PD PROSES MANUFAKTURING TIPE IN I JARANG DIGUNAKAN. KAPAL LAUT. PERALATAN. TETAPI PD PROSES PERAKITAN SPT. GEDUNG. SERTA KOMPONEN-KOMPONEN KECIL LAINNYA AKAN BERGERAK ATAU BERPINDAH MENUJU LOKASI MATERIAL ATAU KOMPONEN PRODUK UTAMA TSB. PERKAKAS. MANUSIA.TATA LETAK POSISI TETAP (FIXED POSITION LAYOUT) PENGATURAN MATERIAL ATAU KOMPONEN PRODUK YG DIBUAT AKAN TINGGAL TETAP PD POSISINYA. SEDANGKAN FASILITAS PRODUKSI SPT.

PENENTUAN LOKASI PABRIK 399 .

400 Alasan perlunya penentuan lokasi pabrik : Perluasan pabrik (expansion) Pemecahan pabrik ke dalam sentralsentral unit kerja (decentralization) Faktor-faktor ekonomis (perubahan pasar. penyediaan tenaga kerja. dll) .

401 Kapan suatu industri perlu memperluas sistem usahanya? Fasilitas-fasilitas produksi sudah dirasakan jauh ketinggalan Kebutuhan pasar tumbuh dan berkembang di luar jangkauan kapasitas produksi yang ada Service tidak mencukupi dan memuaskan konsumen .

402 Lokasi pabrik yang ideal Terletak pada suatu tempat yang mampu memberikan total biaya produksi yang rendah dan keuntungan yang maksimal Artinya : lokasi terbaik dari suatu pabrik adalah lokasi dimana unit cost dari proses produksi dan distribusi akan rendah. sedangkan harga dan volume penjualan produk akan mampu menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan .

dll Kontrak dengan suppliers dekat dan cepat Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan . seperti : listrik. Lokasi di kota besar (city location) Diperlukan tenaga kerja trampil dalam jumlah besar Proses produksi sangat tergantung pada fasilitas yang umumnya hanya terdapat di kota besar. gas.403 Kondisi-kondisi yang berperan dalam proses penentuan lokasi pabrik (1) : 1.

Lokasi di pinggir kota (sub urban location) Semi-skilled dan female labor mudah diperoleh Menghindari pajak yang berat Tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik Rencana ekspansi pabrik akan mudah dibuat Populasi tidak begitu besar. sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul .404 Kondisi-kondisi yang berperan dalam proses penentuan lokasi pabrik (2) : 2.

Lokasi di luar kota (country location) Lahan yang luas sangat diperlukan untuk keadaan sekarang maupun rencana ekspansi yang akan datang Pajak terendah bisa diperoleh Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan Baik untuk produk manufakturing produkproduk yang berbahaya .405 Kondisi-kondisi yang berperan dalam proses penentuan lokasi pabrik (3) : 3.

406 Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi pabrik(1) a) Lokasi pasar (market location) b) Lokasi sumber bahan baku (raw material location) c) Alat angkutan (transportation) d) Sumber energi (power) e) Iklim (climate) .

407 Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi pabrik(2) a) Buruh dan tingkat upahnya (labor & wage salary) b) Undang-undang dan sistem perpajakan (law & taxation) c) Sikap masyarakat setempat (community attitude) d) Air dan limbah industri (water & waste) .

Metode Kuantitatif : a) Metode Analisa Pusat Gravitasi (Centre of Gravity Approach) b) Metode Analisa Transportasi .408 Metode-metode Penentuan Alternatif Lokasi Pabrik 1. Metode Kualitatif (Ranking Procedure) 2.

PENGELOLAAN / MANAJEMEN PEMASARAN .

Pengertian Pemasaran Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.Pengertian Pemasaran • • • • 1. . 3. Jadi. Pengertian Pemasaran Menurut H. Pengertian Pemasaran Menurut Wilkipedia Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Nystrom Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. 4. 2. Pengertian Pemasaran Menurut Philip dan Duncan Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.

Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan .

Proses Pemasaran • Empat langkah yang pertama menciptakan nilai bagi pelanggan 412 • Proses pemasaran mencakup lima langkah .

Proses Pemasaran Model Sederhana .

Dalam langkah ketiga.Proses Pemasaran Langkah-langkah (1-3) 414 1. Pertama. dan menumbuhkan pelanggan sasaran 3. pemasar membangun program pemasaran yang benar-benar memberikan nilai unggul . Berikutnya. mempertahankan. pemasar harus memahami pasar dan kebutuhan serta keinginan pelanggan 2. pemasar merancang strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dengan tujuan mendapatkan.

Proses Pemasaran Langkah-langkah (4-5) 5. Pada langkah terakhir. Seluruh langkah ini membentuk dasar bagi langkah keempat. dan menciptakan kepuasan pelanggan . perusahaan mendapatkan hasil dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan 415 4. membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan.

MARKETING MIX (4 P) .

Pengertian Marketing Mix  Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya. Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. . Bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.  The tools available to a business to gain the reaction it is seeking from its target market in relation to its marketing objectives (Merupakan alat yang sesuai untuk sebuah bisnis guna mendapatkan reaksi dari target pasar dalam kaitannya dengan tujuan pemasaran). •Menurut Kotler (1997:92).

”(Marketing Management. Bauran pemasaran merupakan salah satu konsep universal yang telah dikembangkan dalam pemasaran.1997) (Bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran). Payne. 1995:31) . • Bauran pemasaran adalah unsur atau elemen internal penting yang membentuk program pemasaran sebuah organisasi. (Ad.Pengertian Marketing Mix (lanjutan) • “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.

PRODUCT STRATEGY .

• Produk :  barang/ jasa  Ide  Orang  Kegiatan  Pengalaman  Peristiwa  Informasi .Product is…? • Produk: sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

KONSEP PRODUK • Kategori Produk • Manfaat Utama Bagi Konsumen • Kelompok Sasaran • Sikap Mengkonsumsi Pemberian Merek  Pengemasan  Identitas Perusahaan  .

KATEGORI PRODUK • Produk ditempatkan pada kategori apa 1. Shopping Goods: 3.1. Specialty Goods: eliaardyan. Convinience Goods : 2.com .wordpress.

wordpress. dll eliaardyan. beras. pasta gigi.CONVINIENCE GOODS • Produk yang setiap hari didistribusikan secara luas dan merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.com . • Frekuensi pembeliannya tinggi • memerlukan usaha minimum untuk memperolehnya • Contoh: garam.

perabot rumah tangga. harga. pakaian. • Contoh: Produk elektronik. dll eliaardyan.SHOPPING GOODS • Produk yang dibeli memerlukan penjajakan informasi mengenai kinerja.com .wordpress. dsb.

wordpress. pakaian khas tertentu eliaardyan.com . dijual – dibeli hanya pada tempat tertentu saja • Biasanya mereknya unik dan termasuk barang mewah • Perlu usaha khusus untuk memperolehnya • Contoh: Barang-barang antik.specialty GOODS • Barang-barang yang memiliki ciri yang sangat khusus.

2. MANFAAT UTAMA • Manfaat apa yang diberikan produk • Apa yang membedakan produk dari pesaing .

3. KELOMPOK SASARAN • Pelanggan utama yang ingin diyakinkan menjadi pembeli dan pengguna produk dianalisis dari:  Usia  Status sosialekonomi  Jenis Kelamin  Kota/Desa  Preferensi  Pengguna Produk  Gaya Hidup  Etnis .

6. 7. makan malam Peristiwa khusus Musiman atau sepanjang tahun Kapan saja • Seberapa besar konsumsi saat ini . Panas atau dingin Sendiri atau dengan makanan lainnya Kapan dikonsumsi Sarapan. SIKAP DALAM MENGKONSUMSI • Bagaimana produk dikonsumsi 1. 2. 3. 5. 4. makan siang.4.

PRICING STRATEGY .

HARGA Tujuan Perusahaan Biaya Kondisi Perekonomian Bauran Pemasaran Persaingan Keputusan Harga Karakteristik Produk Legal dan Etis Demand & Supply .FAKTOR2 PENGARUH KEP.

DISTRIBUTION CHANEL .

Pengertian Saluran Pemasaran?? • Saluran Pemasaran adalah suatu sistem dan jaringan perantara (agen pedagang retailer) yang terorganisir melakukan semua aktivitas pemasaran yang diperlukan untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen .

Manfaat Perantara 1. Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen – Perantara membantu dalam pengangkutan dengan menyediakan alat-alat tranportasi. gudang. dll – Membantu dalam pencarian konsumen – Membantu dalam kegiatan promosi .

. – Perantara membantu kesesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan.Peran Saluran Pemasaran saluran distribusi memberikan nilai tambah kepada perusahaan dalam hal: – Perantara membutuhkan kontak waktu yang lebih sedikit dalam menggerakkan produk ke pembeli akhir. tempat dan kepemilikan yang memisahkan produk dari konsumen yang akan menggunakannya. – Perantara menghubungkan kesenjangan waktu.

2. Dari sudut pandang sistem ekonomi. Dalam saluran distribusi. . Penggunaan perantara merupakan hasil dari efisiensi yang lebih besar dalam menyediakan produk ke pasar perantara. perantara membeli banyak barang (dalam jumlah besar) dari sejumlah produsen dan kemudian memecah-memecahkannya dalam jumlah kecil dan lebih beraneka macam sesuai dengan keinginan konsumen.Alasan Perantara Pemasaran Digunakan 1. perantara pemasaran mengubah pengelompokan produk dari yang dibuat oleh produsen menjadi pengelompokkan yang diinginkan konsumen.

8) Penanggungan risiko. 4) Penyesuaian: membentuk dan menyesuaikan tawaran dengan kebutuhan pembeli. dan pengemasan. termasuk aktivitas seperti pembuatan. perusahaan sendiri tidak menyediakan. 6) Distribusi fisik. Perantara juga mengambil risiko atas ketidak-pastian yang terjadi selama menangani produk yang akan dijual. 3) Kontak: menemukan dan berkomunikasi dengan calon pembeli. Untuk berbagai pengeluaran perantara membiayainya sendiri. 7) Pembiayaan. pemilihan. . 5) Negosiasi: mencapai persetujuan mengenai harga dan persyaratan lain dari tawaran sehingga kepemilikan dapat dipindahkan. 2) Promosi: mengembangkan dan menyebarluaskan komunikasi persuasif mengenai suatu penawaran. perakitan. Perantara membantu perusahaan dalam mendistribusikan produk ke pembeli terakhir.Fungsi Saluran Distribusi 1) Informasi: mengumpulkan dan mendistribusikan riset pemasaran serta informasi intelijen mengenai pelaksana dan kekuatan yang dibutuhkan dalam lingkungan pemasaran untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

Saluran pemasaran dapat dibagi menjadi dua • : – Saluran pemasaran langsung (Direct Distribution) adalah saluran pemasaran yang tidak menggunakan / mempunyai tingkat perantara. . – Saluran pemasaran tidak langsung (Indirect Distribution) adalah saluran pemasaran yang terdiri dari satu tingkat perantara atau lebih.

tingkat ini biasanya adalah pedagang pengecer. satu pedagang besar dan satu pedagang eceran. Dalam pasar konsumen.Saluran Distribusi Produk Konsumen • Saluran 1 ( level channel): disebut saluran pemasaran langsung. . • Saluran 1 (one level channel): terdiri dari satu tingkat perantara. • Saluran 3 (three level channel) : terdiri dari tiga tingkat perantara. tidak mempunyai tingkat perantara. • Saluran 2 (two level channel) : terdiri dari dua tingkat perantara. Saluran ini terdiri dari perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen.

 Aliran Kepemilikan. bersamaan dengan itu terjadi pula pembayaran. Setiap ada pergerakan produk. terjadi promosi dari satu perantara ke perantara lain. tranporasi. Aliran fisik menunjukkan adanya pergerakan produk dari pemasok. tranportasi. dealer. Setiap ada pergerakan barang.  Aliran Promosi. sampai ke konsumen. Setiap adanya aliran seperti di atas. didapat juga adanya perubahan kepemilikan.BERBAGAI ALIRAN KEGIATAN SALURAN DISTRIBUSI Aliran fisik. maka terjadi aliran informasi yang dibutuhkan oleh setiap perantara.  Aliran Informasi.  Aliran Pembayaran.  . manufaktur. Setiap ada pergerakan barang secara fisik dan kepemilikan.

Agen Perantara (Agent Middleman) . Pedagang Perantara (Merchant Middleman) : .Pedagang Besar (Wholesalers) .Pedagang eceran (Retailer) 2.Jenis jenis perantara (middleman) Untuk melakukan penyaluran produk dibutuhkan bantuan perantara (middleman) : 1.

Merchant Middleman wholesalers Perantara yang memiliki produk untuk kemudian dijual kembali kuantitas barang yang diperjualbelikan dalam jumlah banyak retailer kuantitas barang yang diperjualbelikan relatif sedikit .

menegosiasikan dan melakukan transaksi atas nama pengusaha • Agent Middleman tidak memiliki barang yang dinegosiasikan .Broker Broker // Agent Agent Middleman Middleman • Perantara yang hanya mencarikan pembeli.

Pertimbangan PertimbanganProduk Produk – Nilai unit – Nilai unit – Perishability – Perishability – Sifat teknis produk – Sifat teknis produk 3.PERTIMBANGAN MEMILIH SALURAN DISTRIBUSI 1. Pertimbangan PertimbanganPasar Pasar – Jenis pasar – Jenis pasar – Jumlah pelanggan – Jumlah pelanggan potensial potensial – Konsentrasi geografis – Konsentrasi geografis pasar pasar – Jumlah dan ukuran – Jumlah dan ukuran pesan pesan 2.Pertimbangan Pertimbangan Perantara Perantara – Jasa yang diberikan – Jasa yang diberikan perantara perantara – Keberadaan perantara – Keberadaan perantara yang diinginkan yang diinginkan – Sikap perantara terhadap – Sikap perantara terhadap kebijakan pengrajin kebijakan pengrajin 4.Pertimbangan Pertimbangan Perusahaan Perusahaan – – – – – – Sumber – sumber finansial Sumber – sumber finansial Kemampuan manajemen Kemampuan manajemen Tingkat pengendalian Tingkat pengendalian yang diinginkan yang diinginkan – Jasa yang diberikan – Jasa yang diberikan penjual . 2. 3. 4. 1.

PRODUSEN AGEN PENGECER AGEN PEDAGAN G BESAR PEDAGAN G BESAR PENGECER PENGECER KONSUMEN PENGECER .

STRATEGI • Menggunakan penyalur yang ada • Menggunakan penyalur baru • Membeli perusahaan kecil yang berfungsi sebagai penyalur • Menyalurkan produk lewat pos .

PROMOTION STRATEGY .

especially: the furtherance of the acceptance and sale of merchandise through advertising. or discounting (tindakan untuk melanjutkan peningkatan atau pengembangan dari sesuatu. publicity.Pengertian Promosi • • • Promotion is the act of furthering the growth or development of something. terutama: kelanjutan penerimaan dan penjualan barang dagangan melalui iklan. publisitas. dan usaha lain yang bersifat persuasif Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. demonstrasi. (Maulidi) . atau pemberian diskon) Promosi adalah kegiatan komunikasi untuk meningkatkan volume penjualan dengan pameran. periklanan.

– mendidik.Pengertian Promosi (lanjutan) • Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk: – memperoleh perhatian. (Alma (2006: 179) . – mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.

Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 2. . Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan 4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar 5. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.Tujuan Promosi 1. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit 3. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing 6.

PUBLIC RELATION (HUBUNGAN MASYARAKAT) . PERSONAL SELLING (PENJUALAN PRIBADI) 3. ADVERTISING (PERIKLANAN) 2. SALES PROMOTION (PROMOSI PENJUALAN) 4.INSTRUMEN /BAURAN PROMOSI (PROMOTION MIX) 1.

Push demand Advertising : Ditujukan kepada penyalur . 4.Pull demand advertising : ditujukan untuk pembeli akhir.1.Institution advertising : Mengiklankan meningkatkan perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan image. 3. ADVERTISING (PERIKLANAN) JENIS IKLAN 1. 2.Product advertising: Mengiklankan produk.

4. 3. BLOG. TELEVISI RADIO MEDIA CETAK (KORAN.MEDIA IKLAN 1. MAJALAH) WEBSITE. 2. 6. 5. MEDIA SOSIAL PAPAN REKLAME DLL .

tindakan. PERSONAL SELLING • Persentasi secara lisan kepada satu atau lebih calon pembeli • Personal selling adalah alat yang cukup efektif dalam membangun preferensi. • Contoh: Menjual produk oriflame .2. tindakan membeli.

3. SALES PROMOTION • Budget diperoleh dari margin penjualan langsung .

4. PUBLIC RELATION • Contoh : press rilis untuk media. . CSR.

FUNGSI MANAJER KEUANGAN & SUMBER SUMBER MODAL .

MANAJEMEN KEUANGAN Definisi Manajemen Keuangan : Manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi. Jadi. . perusahaan setiap saat dapat dipandang sebagai kumpulan dana dari berbagai sumber dana.

b. Bidang Keputusan Investasi Investasi merupakan aktivitas penggunaan dana dalam keseluruhan aset perusahaan. Bidang Keputusan Pendanaan Untuk melakukan investasi diperlukan sejumlah dana yang harus diperoleh / digali oleh perusahaan (financing decision) .Fungsi Manajer Keuangan : a. Secara garis besar keputusan investasi dapat dikelompokkan ke dalam investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

analisis. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan : Manajemen keuangan menyangkut kegiatan – keiatan perencanaan. dan pengendalian kegiatan keuangan. Kebijakan Dividen Menyangkut tentang keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan seharusnya dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham ataukah laba tersebut sebaiknya ditahan guna investasi dimasa mendatang. Terkait dengan bidanga . maka ruang lingkup manajemen .c.bidang yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan.

: Aliran kas hasil operasi perusahaan 4a. : Alokasi dana untuk operasi perusahaan 3. : Pembayaran deviden / bunga 4b : Laba ditahan . : Aliran kas dari investor (penjual saham dan abliga 2.2 Aktiva Perusahaan 3 Manajer Keuangan 1 Pasar Uang 4b Pasar Modal 4a Keterangan : 1.

KONSEP-KONSEP DASAR DALAM MANAJEMEN KEUANGAN MANAJEMEN KEUANGAN Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan usaha untuk memperoleh sumber dana dengan biaya yang relatif murah dan usaha untuk menggunakan dana tersebut secara efisien Fungsi-fungsi Manajemen Keuangan Financing .

Fungsi pendanaan ( financing ) Fungsi pendanaan melahirkan keputusan pendanaan atau kebijakan struktur modal Keputusan pendanaan berkaitan dengan masalah bagaimana manajer keuangan harus mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber–sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan–kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya Fungsi investasi ( investment ) Fungsi investasi melahirkan keputusan investasi Keputusan investasi berkaitan dengan masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk–bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di masa yang akan datang .

(e) penarikan kembali saham yang beredar. (d) pemecahan dividend (stock splits).Fungsi pembagian laba ( dividend policy ) Fungsi pembagian laba melahirkan keputusan dividen Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan : (a) Besarnya persentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash dividend. . (b) stabilitas dividen yang dibagikan. (c) dividen saham (stock dividend).

Tujuan manajemen keuangan Maksimalisasi nilai perusahaan (kesejahteraan pemegang saham) Peranan Manajer Keuangan 2 1 Operasi perusahaan Manajer Pasar modal / pasar uang (sekelompok aktiva riil ) keuangan (pemodal yang memiliki 3 4 aktiva riil) .

Apabila aktiva perusahaan berjalan dengan baik. obligasi. 4. maka dari real asset akan dihasilkan laba (berupa cash in flow) yang lebih besar dari jumlah yang diinvestasikan. 2. Dana / kas yang diperoleh tersebut diinvestasikan pada berbagai aktiva (real asset) untuk mendanai kegiatan / operasi perusahaan.Keterangan : 1. 3. Laba / kas yang diperoleh dapat dikembalikan kepada pemilik dana atau diinvestasikan kembali (reinvestasi) ke dalam perusahaan . atau memperoleh kredit dari bank atau sumber dana lainnya. dan surat berharga lainnya). dll. mesin. contohnya tanah. Manajer keuangan memperoleh dana / kas dari pasar modal / pasar uang dengan cara menjual financial assets (saham.

Asas Solvabilitas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan faktor psikologis dari calon investor.Asas Pembelanjaan 1. . Asas Likuiditas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan lamanya dana digunakan oleh perusahaan. Dalam asas ini berlaku maturity matching principles. 2. Asas Rentabilitas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan konsekuensi kewajiban memberikan balas jasa dari perusahaan yang bersangkutan kepada para calon investor. 4. 3. Asas Kekuasaan : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan kebijakan manajemen perusahaan.Asas .

Jenis – Jenis Pembelanjaan Berdasarkan aktivitas Pembelanjaan aktif : aktivitas untuk menginvestasikan dana Pembelanjaan pasif : aktivitas untuk memperoleh dana Berdasarkan sumber dana Pembelanjaan intern : sumber dana berasal dari dalam perusahaan Pembelanjaan ekstern : sumber dana berasal dari luar perusahaan .

yaitu sumber dana yang berasal dari luar perusahaan. yaitu dari kreditur. yaitu sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. meliputi : laba ditahan dan akumulasi penyusutan Sumber ekstern ( external sources ).Sumber-sumber Dana Sumber intern ( internal sources ). peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan . pemilik.