Anda di halaman 1dari 64

TATALAKSANA

TRANSFER PASIEN

OLEH : PUTRI DIAH KUSUMA

Pre TEST

1. Sebutkan Jenis-Jenis Transfer Pasien
a. Transfer antar RS
b. Transfer antar Ruangan
c. Jawaban a & b Benar
d. Jawaban a & b Salah

2. Sebutkan Defenisi dari Transfer Antar RS

dengan tepat
a. Proses perpindahan pasien dari RSMKKG
ke RS Pemerintah
b. Proses perpindahan pasien dari RS Negri
Ke RS Swasta
c. Proses pemindahan pasien dari RSMKKG
ke RS lain atau sebaliknya
d. Jawaban a, b, & c Salah semua

Sebutkan tujuan dari Transfer Pasien Antar RS a. Jawaban a & b Salah . Jawaban a & b Benar d. Sebagai acuan bagi petugas kesehatan (dokter atau perawat) dalam melakukan pemindahan pasien antar rumah sakit b. Memenuhi permintaan pasien yang menginginkan pindah RS c.3.

Proses pemindahan pasien dari satu unit ke unit lainnya dalam lingkungan RS d. Sebutkan defenisi transfer antar ruang dengan tepat a. Transfer pasien dari seluruh ruangan Ke Unit Intensif c. Jawaban a.4.b. & c Salah semua . Transfer pasien dari IGD ke seluruh ruangan b.

Memindahkan pasien dari satu unit pelayanan ke unit pelayanan lainnya b. Jawaban a & b Salah . Sebutkan Tujuan dari transfer pasien antar ruang a. Memenuhi permintaan pasien atau indikaasi medis yang mengharuskan pindah ruang c.5. Jawaban a & b Benar d.

3 derajat c. 2 derajat b. 4 derajat d. 5 derajat .6. Ada berapakah derajat pengelompokan transfer pasien a.

7. Pasien risiko perburukkan kondisi atau pasien
yang sebelumnya dirawat diruang perawatan
intensif dan butuh pendampingan oleh perawat
contoh : DHF gd 2, CVD berulang, demam >39C,
Diare dengan dehidrasi sedang
Masuk dalam kategori derajat berapa
a. Derajat 3
b. Derajat 2
c. Derajat 1
d. Derajat 0

8. Berapa jumlah prioritas yang terdapat
kriteria pasien Masuk ICU – ICCU
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

9. KLINIS : Pupil isokor, Luka bakar < 10%
BSA, Anuria, Obstruksi parsial jalan napas ,
Penurunan kesadaran (apatis – sopor), Kejang
berulang, Sianosis
Pernyataan diatas adalah klinis untuk kriteria
pasien masuk di….
a. ICU - ICCU
b. Isolasi
c. IMC
d. Perawatan Infeksi – Non Infeksi

Jawaban a & b Benar d. APS c. Jawaban a & b Salah . Tidak ada fasilitas b.10. Kriteria Pasien dirujuk a.

TATA LAKSANA TRANSFER PASIEN .

Jenis transfer Antar Rumah Sakit Antar Ruangan .

ANTAR RUMAH SAKIT Proses pemindahan pasien dari RSMKKG ke RS lain atau sebaliknya .

TUJUAN Sebagai acuan bagi petugas kesehatan (dokter atau perawat) dalam melakukan pemindahan pasien antar rumah sakit Memenuhi permintaan pasien yang menginginkan pindah RS .

PROSEDUR Terima permintaan pasien pindah RS Tanyakan kepada pasien / keluarga terkait RS yang dituju .serta ketersediaan ruangan di RS terbaru Hubungi yang dituju untuk memastikan ketersediaan ruangan sesuai kebutuhan .

.. obat serta hasil penunjang. pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lainnya) .. barang milik pasien. Siapkan kebutuhan pasien pindah RS (Form pengantar rujuk. alatalat yang dibutuhkan) DPJP melakukan pengkajian kondisi pasien sebelum dipindahkan (kondisi umum.Lanjutan.. kesadaran.

...Lanjutan. DPJP mengisi surat pengantar rujuk Tanyakan kepada pasien atau keluarga terkait transportasi yang akan digunakan untuk memindahkan pasien ke rumah sakit yang dituju (menggunakan kendaraan pribadi. fasilitas ambulan RSMKKG.. ambulan luar ) .

..Lanjutan. Siapkan pasien sebelum dipindahkan Lakukan prosedur persiapan pasien pulang Hubungi petugas ambulan dan informasikan bahwa pasien sudah siap dipindahkan Pindahkan pasien dengan menggunakan brankar atau kursi roda (sesuai dengan kebutuhan pasien ...

Bila menggunakan ambulan luar Melakukan serah terima pasien dengan petugas ambulan RSMKKG atau 118(dengan dokter. perawat serta alatalat yang digunakan dan obat-obatan yang telah diberikan) Lakukan serah terima informasi terkait status pasien dan informasi penting lainnya dengan petugas RS yang dituju .

Lakukan verifikasi pada dokter penerima pasien yang menerima diRS yang dituju terkait pemahaman atas informasi yang disampaikan Rapihkan alat-alat yang disertakan saat transportasi Tanda tangani surat pengantar rujuk sebagai bukti serah terima informasi .Lanjutan…..

ANTAR RUANG Proses pemindahan pasien dari satu unit ke unit lainnya dalam lingkungan RS .

TUJUAN Acuan bagi perawat dalam melakukan pemindahan pasien antar ruang dalam lingkungan rumah sakit Memindahkan pasien dari satu unit pelayanan ke unit pelayanan lainnya Memenuhi permintaan pasien atau indikaasi medis yang mengharuskan pindah ruang .

PROSEDUR Terima permintaan pindah ruang (permintaan pasien. permintaan terkait kondisi pasien diperbolehkan pindah Periksa ketersediaan ruangan sesuai permintaan dengan cara menghubungi CRI Informasikan kepada pasien dan keluarga terkait ketersediaan ruangan .

. Siapkan kebutuhan pasien pindah ruang beserta rekam medis pasien Isi Formulir Perpindahan Pasien Antar Ruang Pindahkan pasien keruangan atau unit yang dituju dengan menggunakan brankar atau kursi roda (sesuai dengan kondisi pasien) .Lanjutan….

Lanjutan…. Lakukan serah terima pasien dengan petugas atau penanggung jawab unit perawatan terkait Lakukan serah terima informasi terkait status pasien dan informasi penting lainnya Lakukan verifikasi kepada petugas unit perawatan terkait pemahaman tentang informasi yang disampaiakan ..

Lanjutan….. Tanda tangani form transfer antar ruang Hubungi DPJP untuk menginformasikan pasien pindah ruang .

pasien Dangue Fever gd 1.DERAJAT KEBUTUHAN TRANSFER PASIEN Derajat 0 Pasien yang dapat terpenuhi kebutuhannya dengan ruang rawat biasa yang dituju. demam <38C . tidak perlu didamping oleh perawat atau dokter contoh : pasien GE tanpa dehidrasi.

CVD berulang. demam >39C.Derajat 1 Pasien risiko perburukkan kondisi atau pasien yang sebelumnya dirawat diruang perawatan intensif dan butuh pendampingan oleh perawat contoh : DHF gd 2. Diare dengan dehidrasi sedang .

perawatan pasca operasi (operasi besar) dan sebelumnya pasien dirawat diruang intensiv. dan butuh pendampingan oleh perawat dan dokter contoh : pasien masuk keruang IMC. Emergency (perdarahan. trauma.Derajat 2 Pasien yang membutuhkan observasi atau intervensi lebih ketat. dll) .

terlatih & berpengalaman.Derajat 3 Pasien yang membutuhkan bantuan napas lanjutan atau minimal bantuan napas dasar dengan dukungan 2 sistem organ. harus ditangani oleh petugas yang kompeten. diatar oleh 2 perawat & dokter . termasuk pasien-pasien yang membutuhkan penanganan kegagalan multi organ.

seperti : dukungan atau bantan ventilasi dan alat bantu suportif organ atau system yang lain. infuse obat-obatan vasokontriksi continue. obat aritmia continue .Kriteria Pasien Masuk ICU . tidak stabil yang memerlukan terapi intensif dan tertitrasi.ICCU Prioritas 1 Kelompok ini merupakan pasien kritis.

sebab sangat beresiko bila tidak mendapatkan terapi intensif segera. Prioritas 2 Pasien ini memerlukan pelayanan pemantauan canggih di ICU.Lanjutan…. misalnya pemantauan intensif menggunakan pulmonary artherial catheter .

Kemungkinan sembuh dan atau manfaat terapi ICU pada golongan ini sangat kecil . atau penyakit akutnya secara sendirian atau kombinasi. Prioritas 3 Pasien golongan ini adalah pasien kritis.Lanjutan…. penyakit mendasarinya. yang tidak stabil status kesehatannya sebelumnya.

3. 4.Lanjutan…. Nadi<40 atau> 150x/menit SBP < 80 mmHg atau 20 mmHg di bawah SBP pasien MAP < 60 mmHg DBP > 120 mmHg RR > 35 x/ menit . 5. Tanda-tanda vital 1. 2.

1 atau> 7. PaO2< 50 mmHg 1. K < 2.7 5.0 meq/L atau> 7 meq/L 3. Ca> 15 mg/dl 7. Keracunan obat atau kimia dengan gangguan hemodinamik atau neurologi . pH< 7.Lanjutan…… Nilai Laboratorium Na < 110 meq/L atau> 170 meq/L 2. 4. GDS > 800 mg/dl 6.

1. 2. 3. kandung kemih. Ruptur organ dalam. varises esophagus atau uterus dengan gangguan hemodinamik. hati. . Diseksianeurisma aorta. Hasil Radiologi Perdarahan cerebrovascular.Lanjutan…. SAH atau kontusio dengan gangguan kesadaran atau neurologi.

Heart block komplit dengan hemodinamik tidak stabil 1.Lanjutan…. . 2.. EKG Infark myokard dengan aritmia. VT atau VF 3. hemodinamik tidak stabil atau gagal jantung kongestif.

6.. KLINIS 1. 5. 4. 3. 7. Pupil anisokor. 2. Luka bakar> 10% BSA Anuria Obstruksi total jalan napas Koma Kejang berulang Sianosis .Lanjutan….

Kriteria Pasien Masuk NICU Bayi dengan umr 0-30 hari Bayi premature dengan berat badan kurang dari 1500gr Masa gestasi kurang dari 37 minggu Bayi dengan kelainan bawaan berat Kejang berlang atau lama Bayi dengan RSD kebutuhan oksigen lebih dari 60% Bayi dengan pemakaian obat inotropik Bayi dengan alat ventilator Bayi dengan shock .

Kriteria Pasien Masuk PICU Anak umur 30hari – kurang dari 10thn Anak post operasi laparatomi atau bedah jantung Anak dengan kejang lama atau berlang Anak dengan kebutuhan oksigen lebih dari 60% Anak dengan pemakaian obat inotropik Anak dengan shock atau risiko perdarahan Anak dengan ventilator .

PPHN) Bayi dengan masalah Gastrointestinal Ringan (Vomitus. GE) Bayi yang memerlukan infuse intravena dan nutrisi pareteral Bayi pasca perawatan NICU Bayi yang masih membutuhkan terapi oksigen Bayi dengan ibu yang menderita Diabetes Melitus . Afiksia ringan.Kriteria Pasien Masuk PERINA Bayi umur 0-30 hari Bayi premature dengan berat badan kurang dari 1800gr Bayi memerlukan incubator Bayi hiperbilirubin Bayi dengan masalah pernapasan ringan (RDS.

Nadi <40 atau > 150x/menit 2. RR > 25 x/ menit atau < 35x/menit . MAP < 60 mmHg 4. SBP < 80 mmHg atau 20 mmHg di bawah SBP pasien 3. DBP > 120 mmHg 5.Kriteria Pasien Masuk Intermediete Pasien gagal organ yang berpotensi mempunyai risiko tinggi untuk terjadi komplikasi dan tidak memerlukan monitor dan alat bantu invansif Pasien yang memerlukan perawatan dan pengawasan perioperatif Tanda-tanda vital 1.

Lanjutan…… Nilai Laboratorium Na < 110 meq/L atau> 170 meq/L 2. Ca> 15 mg/dl 7. 4. GDS > 500 mg/dl atau < 800 mg/dl 6. . Keracunan obat atau kimia dengan gangguan hemodinamik atau neurologi. K < 2.1 atau> 7.0 meq/L atau> 7 meq/L 3.7 5. pH< 7. PaO2< 50 mmHg 1.

. Infark myokard tanpa aritmia. . hemodinamik stabil atau gagal jantung kongestif. SAH atau kontusio tanpa gangguan kesadaran atau neurologi. hati.EKG 1. Ruptur organ dalam.. Hasil Radiologi Perdarahan cerebrovascular. kandung kemih. varises esophagus atau uterus tanpa gangguan hemodinamik. 2. 2. 1.Lanjutan…. Heart block komplit dengan hemodinamik stabil.

3. 7.Lanjutan…. Pupil isokor Luka bakar < 10% BSA Anuria Obstruksi parsial jalan napas Penurunan kesadaran (apatis – sopor) Kejang berulang Sianosis . 5. 2. KLINIS 1. 4. 6.

virus atau pun staphylococcus aureus (MRSA / MSSA) Pasien yang terinfeksi microorganism pathogen yang berpotensi menlar antar manusia baik melalui udara atau dengan kontak langsung dengan menggunakan tekanan negative Pasien yang memiliki gangguan imunitas (imnitas rendah atau imunokompromis) dan memerlukan peraatan intensif dengan menggunakan tekanan positif .Kriteria Pasien Masuk Ruang Isolasi Pasien yang diduga terkena microorganism seperti mycobacterim tubercolosis.

Kriteria Pasien Masuk Ruang Perawatan (Infeksi – Non Infeksi) Pasien sudah tertangani untuk tindakan intensif sesuai dengan diagnosanya Dokter DPJP sudah diberitahu tentang adanya konsulan dari IGD bila adanya penambahan instruksi dari dokter konsulen (bukan DPJP) bisa dilimpahkan ke unit yang dituju Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk mendiagnostik telah dilakukan jika tertunda dapat dilakukan setelah pasien pindah ke kamar perawatan. Keluarga sudah dijelaskan mengenai konsisi pasien .

Lanjutan…. Hasil lab darah rutin tidk menjukan sesuatu yang emergency 1.. Tanda-tanda vital Nadi 60 x/menit . .Hasil Laboratorium 1. DBP 60 mmHg – 80 mmHg . SBP 120 mmHg – 140 mmHg 3. Elektrolit inbalance 2.100 x/menit 2.

2. varises esophagus atau uterus dengan gangguan hemodinamik . hati.EKG Sinus Ritem 1. .Lanjutan…. Hasil Radiologi Tidak ada perdarahan di hasil CT-Scan Kepala atau MRI Kepala atau tanpa gangguan kesadaran atau neurologi. kandung kemih. Tidak ada ruptur organ dalam.

Tidak adanya obstruksi jalan napas 3. Kesadaran Compos Mentis 4.Lanjutan…… KLINIS Pupil isokor 2. Tidak terjaadi sianosis 1. .

MERS. H5N1 dll) .Tempat Penuh 1.APS .Kriteria Pasien Dirujuk Tidak ada fasilitas Perawatan kesehatan jiwa 2. SARS.Rujukan tempat lain . . Pasien terduga dengan Penyakit Infeksi KLB (EBOLA.

.

.

POST TEST 1. Transfer antar RS b. Sebutkan Jenis-Jenis Transfer Pasien a. Transfer antar Ruangan c. Jawaban a & b Salah . Jawaban a & b Benar d.

Proses perpindahan pasien dari RSMKKG ke RS Pemerintah b. Proses perpindahan pasien dari RS Negri Ke RS Swasta c. Proses pemindahan pasien dari RSMKKG ke RS lain atau sebaliknya . Sebutkan Defenisi dari Transfer Antar RS dengan tepat a. & d Salah semua d. b. Jawaban a.2.

Sebutkan tujuan dari Transfer Pasien Antar RS a. Jawaban a & b Benar d.3. Memenuhi permintaan pasien yang menginginkan pindah RS c. Jawaban a & b Salah . Sebagai acuan bagi petugas kesehatan (dokter atau perawat) dalam melakukan pemindahan pasien antar rumah sakit b.

Jawaban a & b Salah semua d. Sebutkan defenisi transfer antar ruang dengan tepat a.4. Transfer pasien dari IGD ke seluruh ruangan b. Proses pemindahan pasien dari satu unit ke unit lainnya dalam lingkungan RS . Transfer pasien dari seluruh ruangan Ke Unit Intensif c.

5. Sebutkan Tujuan dari transfer pasien antar ruang a. Jawaban a & b Benar d. Memindahkan pasien dari satu unit pelayanan ke unit pelayanan lainnya b. Memenuhi permintaan pasien atau indikaasi medis yang mengharuskan pindah ruang c. Jawaban a & b Salah .

3 derajat d. 2 derajat c. 1 derajat b. 4 derajat . Ada berapakah derajat pengelompokan transfer pasien a.6.

2 c. Berapa jumlah prioritas yang terdapat kriteria pasien Masuk ICU – ICCU a. 3 d. 1 b. 4 .8.

7. Derajat 1 . Derajat 4 b. Pasien risiko perburukkan kondisi atau pasien yang sebelumnya dirawat diruang perawatan intensif dan butuh pendampingan oleh perawat contoh : DHF gd 2. Diare dengan dehidrasi sedang Masuk dalam kategori derajat berapa a. Derajat 3 c. Derajat 2 d. demam >39C. CVD berulang.

Penurunan kesadaran (apatis – sopor). Luka bakar < 10% BSA. a.9. IMC d. Kejang berulang. Obstruksi parsial jalan napas . Sianosis Pernyataan diatas adalah klinis untuk kriteria pasien masuk di…. Perawatan Infeksi – Non Infeksi .ICCU b. ICU . Isolasi c. Anuria. KLINIS : Pupil isokor.

Jawaban a & b Benar . Jawaban a & b Salah d. Tidak ada fasilitas b. Kriteria Pasien dirujuk a.10. APS c.