Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN FAAL HEPAR

CAROLLIUS PRATAMA PUTRA
04111001120

Macam – macam LFT Tes fungsi sintesis hepar Tes fungsi ekskresi hepar Tes detokfifikasi Tes integritas sel hepar Tes untuk mencari faktor etiologik .

tetapi baik untuk prognosis.5 g/dl  Gangguan sintesis hepar menyebabkan hipoalbuminemia  Tidak spesifik dan sensitif. PT tetap panjang. PT akan normal  Kerusakan hepatoseluler → diberi suntikan vitamin K.TES FUNGSI SINTESIS HEPAR • Kadar Albumin  Kadar normal : 3 – 5. . • Pemeriksaan Prothrombin time (PT)  Normal : 11 – 14 detik  PT memanjang pada disfungsi hepatoseluler dan kolestasis  Kolestasis → diberi suntikan vitamin K.

streptokinase). sirosis hepatis. abses hati.5 IU / L ↓pada kerusakan hati kronis.8 IU/L : 4. obesitas .92 . pengobatan (glukortikoid.TES FUNGSI SINTESIS HEPAR Tes CHE (Cholinesterase)  Kadar normal  Wanita  Pria   : 3.62 – 11. ↑ pada perlemakan hati.10.

2 – 1.TES FUNGSI EKSRESI HEPAR Tes Bilirubin  Kadar normal :   Total : 0.4 mg/dl Bilirubin Urin     Normal : tidak ada Bilirubin conjugasi Disekresikan melalui urin jika kadarnya meningkat pada serum.2 mg/dl Direct : 0 – 0. bila dikocok menimbulkan busa . Urin bewarna coklat.

Meningkat jika jumlah yang dihasilkan melampaui kemampuan hati untuk mengekskresikan kembali. gangguan hati. seperti pada ikterus hemolitik.5 mg/24 jam Berkurang pada gangguan sekresi empedu.TES FUNGSI EKSRESI HEPAR Urobilinogen urin    Kadar normal : 1 – 3. .

Pada kegagalan hepar.Tes Detoksifikasi Kadar amonia darah   Kadar normal : 11 – 35 umol/L Amonia diubah menjadi urea di hepar dan dieksresi melalui ginjal. . kadar amonia darah bisa meningkat dan menyebabkan koma hepatikum.

aktivitas fisik berlebih. kelaparan dalam waktu lama .Tes Integritas Sel Hepar AST / SGOT   Kadar normal : 5 – 40 IU/L Terdapat di sitoplasma dan mitokondria ALT / SGPT     Kadar normal : 0 – 40 IU/L Di mitokondria Kenaikan ALT merupakan yang paling spesifik dalam menilai kerusakan hepatoseluler. ↑ pada obesitas.

. fenobarbital. • ↑ pada konsumsi obat (fenitonis. • Digunakan pembanding dengan peningkatan ALP (alkalium phospatase ) akibat kerusakan hepar atau tulang. perlemakan hati. barbiturat).Tes Integritas Sel Hepar LDH (laktat dehidrogenase)    Normal : 20 – 220 IU/L Di sitoplasma ↑ mencerminkan kanker hati dan obstruktif jaundice. • GGT (Gamma glutamil transferase) • Normal : 9 – 31 IU/L • Indikator sensitif untuk kolestasis. alkohol.

Alkalium fosfatase  Normal :    15 – 20 tahun : 40 – 200 IU/L > 20 tahun : 35 – 125 IU/L Indikator paling sensitif untuk kolestasis (1000) .

.

Alkalium phosfatas e GGT AST ALT LDH Obstruksi bilier 4+ 4+ + + + Nekrosis Hepar + + 4+ + + Karsinoma Hepar 1 – 4+ 1 – 4+ 2+ - 3+ .

Kadar > 500 ng/L → hepatoma Seromarker hepatitis viral .Tes Untuk Mencari Faktor Etiologi Auto antibodi  SMA → kronik hepatitis Alpha feto Protein   ↑ pada hepatitis akut. dan hepatoma. hepatitis kronik. sirosis hepatis.

.Sumber Patologi Klinik Kimia Klinik 2. Hepatology Principles and Practice 2nd edition 1. Patofisiologi Konsep Klinis Proses penyakit edisi 6 3.